
Abraham berjalan pelan dengan Jasmine, mempercayakan ikatan batin mereka yang menuntun keberadaan sang buah hati dan akhirnya tepat di sebuah kamar.
"Ada apa Ab, kau merasakan sesuatu?" Tanya Farel yang baru saja menyusul Abraham.
"Hem, di kamar ini_" ucap Abraham tertahan dan menatap Jasmine sejenak.
"Aku juga merasakan nya yang, disini kuat sekali" sahut Jasmine.
Abraham berhenti diikuti oleh Jasmine Farel ,Dea dan kedua Wanita pemilik Elmas Company.
Untuk pertama kalinya kedua wanita kebangsaan Turki itu melihat hal yang tidak masuk akal di lakukan oleh Abraham, sekali hentakan tangan yang bahkan tidak menempel, pintu kamar hotel itu terbuka, perlahan Abraham berjalan diikuti oleh Jasmine masuk kedalam.
Jasmine terkejut saat melihat anaknya terlentang tak berdaya dengan kaki dan tangan terikat.
"Bajingan kalian!" Teriak Jasmine degan penuh emosi.
Keempat orang yang sedang menjaga Alex segera menodongkan senjata ke arah Jasmine dan Abraham, sementara Farel dan yang lainya tetap waspada berjaga diluar sesuai instruksi Abraham.
"Jangan mendekat, atau kami akan menghabisi anak ini dan juga kalian!" Teriak salah satu penjahat.
"Bajingan!" Teriak Jasmine dan dengan gerakan tangannya Jasmine mengibaskan empat orang yang berada di samping anaknya hingga terbentur ke tembok dengan keras, kemarahan Jasmine sudah tidak terbendung hingga kemudian Abraham berusaha menariknya untuk mengontrol emosinya.
"Sabar yang, kendalikan dirimu, mereka sudah tidak bergerak lagi, jangan sampai kau membunuh mereka, kita harus bisa mengorek keterangan dari salah satunya" ucap Abraham.
Mendengar teriakan dan keributan yang terjadi, Farel dan Dea masuk diikuti oleh Derya dan Elife yang terbelalak saat melihat apa yang tengah di lakukan oleh Jasmine dengan kekuatan supernatural nya.
Kedua wanita pemilik Elmas Company hampir tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, hingga limbung begitu saja, beruntung Dea segera menyangga tubuh keduanya.
"Kalian kalau mau pingsan jangan sekarang, jangan terkejut, mereka memang punya kekuatan itu dari klan keturunannya"
"Apa mereka masih manusia?" Tanya Elife dengan wajah masih ketakutan.
__ADS_1
"Tentu saja, ayo sebaiknya kita keluar dan tenangkan diri kalian dulu"
Akhirnya keduanya keluar di temani oleh Dea, sementara Farel segera memeriksa keadaan Alex saat Jasmine sudah mengamankan posisinya.
"Bagaimana keadaan Alex Rel?" Tanya Jasmine dengan wajah yang sangat cemas.
"Kita harus membawanya ke Rumah Sakit, rupanya mereka sempat menembakkan obat bius ke tubuh Alex, aku hanya takut obat itu terlalu banyak masuk ke dalam tubuhnya"
"Apa, kurang ajar, aku akan membunuh kalian!" Teriak Jasmine yang hampir saja mengeluarkan kembali kekuatannya, beruntung Abraham segera memeluk dan membawanya keluar dari kamar, disusul dengan Farel yang sudah menggendong Alex untuk di larikan ke Rumah Sakit.
"Aku akan mengurus sisanya, bawa Jasmine bersamamu ke Rumah Sakit Rel, Rafael sebentar lagi aku akan kesini dan membantuku" ucap Abraham memberikan perintah ke Farel, Jasmine yang sudah berhasil di tenangkan kembali segera ikut dengan Farel ke Rumah Sakit bersama dengan Dea.
"Lalu kami bisa membantu apa?" Tanya Derya yang masih bingung menghadapi situasinya.
"Kalian bisa membantuku melihat Cctv barangkali ada yang mencurigakan, aku yakin mereka berempat hanya orang-orang suruhan dari dalang pelaku yang sebenarnya" ucap Abraham.
"Baik" sahut Elife dan Derya segera berlari ke ruangan keamanan untuk meminta membuka akses Cctv yang ada di gedung hotel.
"Bagaimana Eb, apa kau sudah mendapatkan informasi?" tanya Rafael
"Hampir, sebentar lagi" ucap Abraham yang sudah semakin jengkel dengan para penjahat itu dan akhirnya menggunakan cara terakhir dengan sengaja menempelkan aliran listrik ke tubuh mereka hingga menjerit tak tertahankan.
Sebuah nama akhirnya di sebut oleh mereka, dan sangat mengejutkan bagi Abraham dan Rafael dimana Nama Smith Rodergo tertangkap oleh pendengaran mereka.
"Bang sat!, Jadi Smith Rodergo masih hidup dan masih mencari masalah dengan kita?" Ucap Rafael
"Hem, kita harus selesaikan semua ini Sampai ke akarnya, aku tidak ingin be debah ini mengusik kehidupanku lagi" ucap Abraham.
Rafael segera menyerahkan keempat penjahat ke pihak berwajib, sedangkan Abraham meminta bantuan Elife dan Derya untuk menggunakan koneksi luar negeri melacak keberadaan Smith Rodergo.
"Tenanglah Abraham, ini tidak akan lama, kita akan segera menemukannya" ucap Elife.
__ADS_1
"Sebaiknya kita tunggu kabar keberadaan mereka sambil ke Rumah Sakit Untuk melihat keadaan Alex" ucap Derya, dan mereka semua akhirnya segera meluncur ke Rumah Sakit dimana Alex sedang mendapatkan perawatan.
Kedatangan Abraham di sambut oleh pelukan dari Jasmine dan juga ayah mertuanya yang ternyata juga baru sampai di sana, melihat keadaan Alex yang masih belum sadar membuat Abraham segera memeluk sang putra tercinta.
"Apa yang terjadi dengannya yang?" Tanya Abraham sambil membelai wajah Anaknya.
"Tenanglah yang, sebentar lagi Alex pasti akan sadar, dokter sudah memeriksa keadaannya, dan dia sudah melewati masa kritis nya" jawab Jasmine.
"Aku juga sudah menggunakan tenaga dalam ku untuk menetralisir obat bius yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh Alex, insyaallah sebentar lagi dia akan segera pulih" ucap Rahmad.
Dan sesaat kemudian, datanglah salah satu pengawal Abraham dan juga Elife hampir bersamaan, keduanya memberikan informasi yang hampir sama juga, yaitu tentang keberadaan Smith Rodergo yang sudah di ketahui tempat persembunyian nya.
"Jadi dia ada di Jepang?"tanya Abraham.
"Iya tuan, di sebuah pulau terpencil, dan di tengah-tengah pasukan Mafia yang telah bekerja sama dengannya" ucap pengawalnya.
"Bagus, kita akan segera bersiap untuk kesana, jangan di tunda-tunda lagi, sebelum dia kembali kabur" ucap Abraham.
"Kalian harus hati-hati, ingat, wajah Smith Rodergo sudah berubah total, kalian harus lebih teliti, jangan sampai tertipu" sahut Elife.
"Dan sebaiknya kalian juga mempersiapkan anak buah yang cukup untuk menyerang ke sana, aku kita itu tidak akan mudah mengingat pulau itu aku yakin sudah mereka kuasai medannya" ucap Rahmad memperingatkan.
"Baik Ayah, jangan khawatir, aku akan mempersiapkan segalanya, dan besok kita segera berangkat" ucap Abraham.
"Anak buah ku yang sudah ada di Jepang, akan aku perintahkan untuk membantumu Ab, kebetulan aku punya pasukan khusus yang berada di negara itu" ucap Derya.
"Baiklah, terimakasih atas bantuannya Derya, Elife" ucap Abraham dan mendapat anggukan dari kedua sahabat wanitanya.
"Aku dan Rafael akan menemanimu besok Ab, dan sebaiknya sekarang kita segera bersiap me menyusun rencana dengan matang, kita pergi keruangan ku untuk membicarakan hal ini dengan serius" ucap Farel kemudian berjalan diikuti Abraham dan Rafael menuju ke ruangannya.
**
__ADS_1
Maaf agak telat Update nya, masih proses penyembuhan diri..jangan lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN ditunggu ya..