AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Cemburu 2


__ADS_3

Jasmine masih kesal dengan Abraham, matanya susah terpejam dan akhirnya Jasmine memilih untuk membaca sebuah novel untuk mengisi waktunya sebelum matanya mengantuk, sampai akhirnya tertidur dengan buku yang masih terbuka di tangannya.


Tengah malam Abraham sengaja menyelinap masuk menggunakan kunci cadangan yang dibawanya, sesaat Abraham menggelengkan kepala saat tau posisi tidur Jasmine yang tidak karuan.


Perlahan Abraham membenarkan selimut Jasmine, lalu mengurangi volume AC karena melihat Jasmi sepertinya kedinginan, dan membereskan beberapa buku novel yang tergeletak di dekat tubuh Jasmine.


"Dasar wanita ini, kalau sudah tidur kebo banget, aku sudah menggeser tubuhnya tapi masih saja nyenyak tidur" batin Abraham.


Abraham tersenyum dan mencium kening istrinya perlahan, lalu kembali untuk beristirahat di ruang kerjanya.


Jasmine terbangun tepat di jam tiga pagi, dirinya sempat terkejut melihat pemandangan asing saat matanya terbuka dari tidurnya, sesaat kemudian dirinya mulai tersadar keadaan sekitar dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk menunaikan sholat malamnya mumpung masih ada waktu.


Saat Jasmine khusuk berdoa, rupanya Abraham tak sengaja membuka pintu kamar, niat hati ingin melihat keadaan Jasmine, tapi malah di kejutkan dengan wajah cantik seorang wanita dengan memakai mukena sedang berdoa, hati Abraham benar-benar tergetar saat melihat pemandangan indah istrinya.


Perlahan Abraham mendekat dan duduk di depan Jasmine yang sedang memejamkan mata, dan tak lama kemudian


"Astagfirullah, Abraham!!"


"Cantik" ucap Abraham sambil tersenyum.


"Minggir, kau itu mengagetkanku!" Teriak Jasmine jengkel.


"Apa aku sudah ada dalam doamu?" Tanya Abraham.


"Sudah, minggir, lagian bagaimana kamu bisa masuk?, aku kan mengunci pintunya"


"Aku punya kunci cadangannya"


"Dasar kau ini, awas saja berbuat macam-macam, keluar!" Jasmine sudah berdiri dan mendorong keluar Abraham dari dalam kamar.


*


Pagi yang sangat cerah dan bisa dibilang cuaca lumayan panas, Jasmine dan mbok Darmi sudah menyiapkan sarapan pagi.


Abraham segera menyusul kebawah, dan dengan sengaja Kartika keluar menyusul Abraham, hingga keduanya berjalan bareng menuruni tangga menuju ke meja makan.


"Eb sebentar, dasi mu" ucap Kartika, seketika langsung membenahi dasi Abraham di depan Jasmine dan mbok Darmi, entah kenapa Jasmine yang tidak sengaja melihatnya merasakan hatinya berdenyut nyeri.


"Ada apa denganku, sadar Jasmine, loe gak boleh lemah, harus kuat!" Ucap Jasmine berbicara sendiri dalam hati.


Abraham melirik sebentar ke Jasmine, sekilas Abraham melihat wajah kesal dari Jasmine dan itu membuatnya tidak sengaja tersenyum, Kartika yang salah mengartikan senyuman Abraham berkata


"Makasih senyuman pagi harinya buatku Eb, kau memang sangat tampan" Kartika semakin berani ingin menyambar bibir Abraham dan dengan cepat Abraham menahannya.


"Kita sarapan dulu" ucap Abraham.


"Baiklah, aku juga sudah lapar sayang" ucap Kartika dengan manja.


Kartika segera duduk samping Abraham, tidak dengan Jasmine yang langsung mengambil tempat di hadapan Abraham. Sejenak Abraham terkejut dan menatap tajam Jasmine.


Abraham memimpin doa, dilanjutkan dengan Kartika mengambilkan makanan Abraham, sementara Jasmine asik menikmati makanannya sendiri.


Abraham menatap Jasmine dan tersenyum, kemudian perlahan kakinya menghimpit kaki Jasmine yang berada di depan kakinya, sontak Jasmine tersentak dan berusaha menendang kaki Abraham namun percuma, himpitan kaki abraham sangat kuat.


Jasmine menatap tajam dan melotot seperti memberi peringatan, sementara Abraham sengaja tersenyum dan tenang seperti tidak terjadi apapun.


Kartika melihat interaksi keduanya merasa aneh.


"Heh, Jasmine, kenapa kamu menatap Abraham terus, naf*su kamu ya?"


"Apa?!, Dasar gila" jawab Jasmine.


"Jangan ribut, lanjutkan makannya" sahut Abraham.

__ADS_1


Jasmine terpaksa membiarkan kakinya tetap berada dalam dekapan kaki suaminya, Demi untuk ketenangan bersama.


Tak berapa lama setelah sarapan pagi usai, Jasmine segera masuk ke kamar untuk mengambil tas yang akan di bawa ke perusahaan, begitu juga dengan Abraham.


"Jaga sikapmu Eb, jangan membuatku seperti wanita gatel di depan Kartika" ucap Jasmine dan kemudian berjalan berlawanan melewati Abraham, tidak tinggal diam, Abraham langsung menarik tangan Jasmine hingga sang istri kini sudah menubruk dada bidangnya.


"Kau ini_!, teriak Jasmine.


"Lain kali saat makan, pastikan kamu yang duduk di sampingku, bukan Kartika, kau mengerti!?" Ucap lirih Abraham di telinga Jasmine yang masih di dekap erat di pelukannya.


"Lepas Eb, aku mau berangkat kerja!" Ucap Jasmine berusaha lepas dari pelukan Suaminya.


"Kita berangkat bareng, aku juga ingin ke Nugraha Company, menyelesaikan penanaman saham ku, dan pembagian hasilnya" ucap Abraham sambil melepaskan pelukannya.


"Nggak mau, aku naik mobil sendiri saja, nanti aku tunggu kamu di sana.


Jasmine sudah berangkat kerja duluan dengan mengendarai mobilnya, tak lama kemudian Abraham pun menyusul menuju perusahaannya terlebih dahulu untuk menyiapkan segala surat-surat yang dibutuhkan.


"Bagaimana bisa kamu membujuk Jasmine secepat ini Eb?" Tanya Rafael.


"Itu bukan urusanmu"


"Apa kau melakukan sesuatu yang membuatnya takut Eb?"


"Diamlah, yang terpenting Agung Dwi Vinan tidak akan bisa lagi mengusik Jasmine dan Nugraha Company"


"Benar juga, aku setuju akan hal itu, aku harap aku bisa memberikan pelajaran" ucap Rafael.


"Aku pergi dulu El, meeting bagi gantikan aku sementara, aku tidak bisa ikut"


"Beres, serahkan padaku, salam untuk Jasmine!" Teriak Rafael.


Abraham hanya diam sambil melanjutkan langkahnya keluar dari perusahaan Hanzel Company menuju ke tempat Jasmine berada.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Abraham Sudah memasuki perusahan Nugraha Company, seperti biasanya kedatangan seorang Abraham tidak pernah lepas dari tatapan kagum dari para kaum hawa, sikap yang dingin dan tegas, sempurna di lengkapi dengan wajah tampan dan Maco nya, membuat kehadirannya menjadi sorotan kaum hawa.


"Bagaimana kabarmu Abraham?"


"Baik, ayah bagaimana?" Tanya Abraham sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok istri yang tidak di temukan.


"Aku kesepian di tinggal Jasmine sendiri di rumah, tapi juga lebih tenang karena tidak ada yang jahil lagi" ucap Rahmad.


Keduanya tertawa, begitu juga dengan Risma yang sangat tau bagaimana sifat Jasmine Sahabatnya. Segera penanda tanganan bergabungnya saham Abraham sudah selesai di lakukan. Rahmad terpaksa pamit keluar dulu karena ada hal mendesak bertemu dengan kolega bisnis yang ingin bekerja sama.


"Dimana Jasmine?" Tanya Abraham yang kini diruangan bersama dengan Risma.


"Jasmine masih menghadiri rapat penting, tadi ayahnya yang menyuruhnya hadir mewakili" ucap Risma


Risma segera berdiri untuk mengambil hasil cetakan surat-surat untuk ditanda tangani, dan tidak sengaja keseimbangan tubuhnya hilang begitu saja saat high heels yang di pakainya patah"


Sontak Abraham langsung menyambar tubuh Risma agar tidak terjatuh. Disaat itulah Agam yang memang berniat menemui Risma melihat kejadian itu dan terdiam di luar pintu.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Abraham sambil memapah Risma duduk di kursinya.


"Iya tuan, maaf, aduh kaki saya rasanya nyeri" ucap Risma.


Abraham melihat kembali pergelangan kaki Risma dan terkejut saat disana mulai nampak kulitnya yang memerah.


"Sepertinya kamu keseleo, duduklah dengan benar, aku akan coba membantumu, biar tidak bertambah bengkak dan nyeri" ucap Abraham yang kebetulan bisa membantu.


"Mas Agam, sudah ketemu Risma?" Tanya Jasmine yang baru saja tiba dan mendapati Agam yang ingin berjalan keluar.


"Gak jadi, sepertinya Risma sedang sibuk dengan laki-laki didalam sana, aku pergi dulu Jas"

__ADS_1


"Oh, iya mas, hati-hati" jawab Jasmine.


"Risma Sibuk sama laki-laki?, Siapa?" Batin Jasmine penasaran dan hendak masuk ke dalam ruangan Risma, namun dirinya terhenti saat melihat apa yang dilakukan seorang laki-laki itu yang tak lain adalah Abraham.


"Sialan, apa yang mereka lakukan?" Batin Jasmine.


Abraham memegang pergelangan kaki Risma, mengurutnya perlahan, lalu sedikit memberikan tekanan untuk membenarkan posisinya kembali dan akhirnya berhasil.


"Masuklah, jangan hanya berdiri di depan pintu" ucap Abraham dan mengagetkan Jasmine


"Maaf aku hanya mau menyerahkan hasil rapat tadi Ris, kalian bisa melanjutkan, aku pergi dulu" ucap Jasmine yang entah kenapa merasa jengkel dan sakit hati.


"Eh jas, tunggu, aduh!" Teriak Risma yang hendak mengejar Jasmine.


"Jangan bergerak dulu, lanjutkan membalutnya sendiri, aku akan menyusul Jasmine"


'Iya tuan Abraham, terimakasih" sahut Risma.


Jasmine sudah duduk di meja kerjanya kembali, berusaha menenangkan dadanya yang bergemuruh, lalu menyandarkan kepalanya ke kursi.


Ceklek


Pintu terbuka dan Abraham segera masuk tanpa meminta ijin.


"Ada apa kemari, bukankah urusan kamu sudah selesai disini?, Risma sudah memberikan apa yang harus kamu tanda tangani bukan?, Dan kamu berhasil menjadi penanam saham satu-satunya" ucap Jasmine.


"Urusan itu sudah, dan tadi Risma keseleo, aku_"


"Tidak ada yang aku tanyakan, kamu tidak perlu menjelaskan apapun, sebaiknya kamu pergi Abraham" ucap Jasmine dengan nada datar dan Abraham tersenyum karena bisa merasakan nada kecemburuan dari istrinya.


"Aku akan pergi setelah urusan hutangmu dengan Vinan Company selesai, ikut aku menemuinya hari ini, Ayah setuju aku membantumu menyelesaikan urusan ini" jawab Abraham tersenyum melihat Jasmine.


"Apa!, OMG, kenapa harus kamu, aku bisa mengatasinya sendiri, pergilah, aku akan menemui Agung sekarang"


"Gak bisa, ayah sudah memberikan amanat itu padaku"


"Kau gila Eb, kalau kita pergi bersama, Agung bakalan tau kita sudah menikah, dan akan menyerang ku dengan hal ini" Ucap Jasmine.


"Tidak akan, apa kau kira dia tidak tau, aku bahkan sangat yakin Kartika sudah memberikan informasi lengkap soal status kita ke Agung"


"Apa!, Ini benar-benar kacau" ucap Jasmine.


"Tenanglah, Agung tidak akan berbuat apapun dengan hal ini, aku yakin dia dipaksa olek Kartika untuk merahasiakannya, karena kalau tidak, aku akan membuat perhitungan dengan Kartika, mereka berdua sepasang kekasih saat ini"


"Astagfirullah, Benarkah?" Tanya Jasmine sangat terkejut.


"Sudahlah, aku akan menemanimu bertemu dengan Agung Dwi Vinan dan melunasi semua hutang perusahaan, setelah itu jangan lagi berurusan dengan laki-laki brengsek ini" ucap Abraham, dan kini sudah berjalan berdampingan dengan Jasmine keluar dari perusahaan.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 62-70


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.6


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2