
Salah seorang satpam yang melihat Alex berjalan menuju pintu gerbang segera bertanya.
"Den Alex mau kemana?" Ucap satpam yang kebetulan ada di pos yang dilewati oleh Alex.
"Ada yang mau bertemu saya pak, katanya teman Daddy..tuh orangnya" ucap Alex sambil berjalan santai.
"Okey den, mau di buka nggak pintu gerbangnya?" Tanya satpam itu lagi yang tidak menaruh curiga sama sekali karena Alex mengatakan kalau orang itu adalah teman Daddy nya.
"Boleh pak, biar enak saya ketemu orangnya" ucap Alex.
"Siap Den" ucap pak satpam yang kemudian segera membuka pintu gerbangnya setelah itu pak satpam kembali lagi ke tempatnya sambil mengawasi sekitar.
Alex segera mendekat dengan tatapan datar tanpa ada rasa takut sedikitpun, dua orang yang sudah ada dihadapannya segera mendekat dan mengatakan kalau dirinya adalah teman Daddy nya.
"Ada perlu apa paman, kenapa Daddy menyuruh paman kesini?" Ucap Alex masih dengan ekspresi yang santai.
"Begini..bagaiman kalau kau ikut dengan paman..biar nanti enak ngobrolnya..paman janji akan membelikan mu makanan yang sangat banyak dan juga mainan.. bagaimana?"
Alex terdiam menatap kedua orang di depannya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Ada kecurigaan di hati Alex dengan dua orang yang ada di hadapannya, pertama: tidak mungkin Daddy nya akan menyuruh orang menemuinya tanpa memberi tahu pihak sekolah, apalagi seseorang yang tidak Alex kenal, kedua: mobil yang dipakai kedua orang di depannya bukanlah mobil perusahaan Daddy-nya.
"Rupanya mereka ingin berbuat jahat padaku" batin Alex lalu dirinya tersenyum miring menemukan sebua ide untuk memberi pelajaran ke orang-orang itu.
"Baik paman..aku mau paman tidak membohongi ku..berikan aku banyak makanan dan mainan yang paman katakan dulu, bagaimana?" Ucap Alex.
"Apa..?!" Teriak salah satu dari mereka.
"Brengsek ini anak ..kenapa aku merasa dia lebih berkuasa dari kita..tidak usah menurutinya kita culik saja langsung lalu beres urusan"
"Jangan gegabah..ini tempat umum.. bisa-bisa kita di gerebeg masa dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi, mengerti?!
__ADS_1
"Iya iya aku tau..aku akan pergi membeli apa yang diinginkan anak kepa*rat ini" sahut teman satunya lagi dan bersiap pergi membeli apa yang diminta Alex.
Tak lama kemudian mereka sudah datang sambil membawa semua barang pesanan Alex, lalu salah satu dari mereka berkata.
"Sekarang ayo ikut dengan kami!" Ucap salah satu orang yang ada di depan Alex"
Sebentar paman, aku akan membawa Semuanya Masuk kedalam, aku akan kembali lagi" ucap Alex yang kemudian segera masuk kembali ke dalam sekolah.
Setelah menitipkan barang-barang pemberian kedua laki-laki itu..Alex kembali lagi dan berjalan menjauh dari gerbang sekolah dengan sebelumnya pamit kepada satpam sekolah.
Setelah agak jauh melangkah dan hampir saja dekat dengan sebuah mobil hitam yang Rupanya sudah di persiapkan, Alex langsung menghentikan langkahnya, dan membuat dua orang itu ikut berhenti dan terkejut melihat apa yang dilakuan Alex.
"Hei..kenapa kau berhenti.. cepatlah..!!" Ucap salah satu dari mereka.
"Aku tau kalian bukan orang suruhan Daddy, katakan dengan jujur apa mau Kalian sebenarnya?" Ucap Alex kecil yang sudah mempersiapkan dirinya atas apa yang akan terjadi.
"O..jadi begitu, kau sengaja bersandiwara dan mempermainkan kami, baji*ngan kecil..bagus sekali strategi mu, bagus...kami tidak perlu susah susah lagi berpura pura di depanmu, sekarang masuk..atau kami yang akan menyeret mu, cepat..!!
Seketika salah satu dari orang itu mendekat dan menyerang Alex, tidak tinggal diam, Alex melompat dengan lincah menghindar, bahkan sesekali berusaha untuk menghadang mereka saat pukulan diarahkan langsung ke dirinya.
Kedua orang itu semakin terkejut dengan apa yang dimiliki oleh Alex yang masih terlalu belia di Mata mereka.
"Hati-hatilah, anak ini bukan anak sembarangan, dia punya kemampuan bela diri yang luar biasa..!!" Teriak salah satu orang itu sambil terus berlompatan terus menyerang Alex dengan kekuatan sepenuhnya.
Hingga mereka akhirnya mereka semakin emosi dan mengeluarkan senjata api, lalu mengarahkan tepat di kepala Alex kecil yang masih ngos-ngosan mengatur nafasnya.
"Menyerahlah bocah se*tan..atau aku akan menebus kepalamu dengan peluru ini, sialan!" Teriak dalam satu dari mereka dan membuat Alex langsung berhenti.
Keduanya langsung tertawa melihat Alex yang kelihatan mulai takut dan waspada akan senyata api yang ada di tangan mereka. Sementara Alex berusaha memutar otak dan menyiapkan tenaga dalamnya untuk Lolos dari tembakan senjata api yang diarahkan ke kepalanya.
__ADS_1
Hingga kemudian Alex tersenyum miring dengan tatapan tajam dan dingin..mengangkat kedua tangannya, berusaha mengendalikan senjata api yang ada dalam genggaman mereka.
"Akh..!!, ****!!, Panas..!" Teriak salah satu dari mereka dan membuat senjata api itu ke tanah saat tangganya merasakan panas oleh senyata api yang rupanya telah terbakar.
Alex tersenyum puas melihat apa yang sudah dilakukannya akhirnya berhasil dan kedua orang itu langsung lari tunggang langgang karena takut akan Alex saat menggunakan kekuatan supranatural nya yang dianggap tidak masuk akal oleh mereka.
"Alhamdulillah.." ucap Alex yang kemudian segera berjalan kembali masuk ke dalam sekolahnya, dengan bahagia Alex membagikan mainan dan Makanan ke semua teman-temannya.
Sementara itu, Jasmine yang tengah mengerjakan beberapa data keuangan dikejutkan dengan deringan telepon. Jasmine segera mengangkatnya dan terdengar suara beras seorang laki-laki yang mengancam keselamatan Alex ada ditangannya saat ini.
Sontak Jasmine Sangat terkejut dan alangsung berdiri, gerakan tiba-tiba nya karena kecemasan berlebihan mengakibatkan kontraksi hebat di perutnya.
Beruntung Abraham segera masuk dan menopang tubuhnya.
"Ada apa yang?" Tanya Abraham terkejut.
"Alex yang...ada yang menelpon ku dan memberitahu nyawa Alex ada padanya..dia menculik Alex yang...Alex..!!" Teriak Jasmine yang semakin khawatir akan keselamatan putranya.
"Akh..!!, Yang .. air ketubanku..!" Teriak Jasmine yang rupanya sedang mengeluarkan air ketuban yang lumayan banyak.
Sontak Abraham menjadi serba salah dan bingung, hingga dia berteriak meminta tolong, tentu saja semua pegawai berdatangan dan ikut memberikan bantuan.
Sang sekretaris di berikan perintah Abraham untuk menanyakan keadaan Alex di sekolahnya, sedangkan dirinya mempersiapkan istrinya untuk segera ke Rumah sakit.
Abraham segera melarikan mobilnya ke Rumah Sakit, dirinya juga lega saat mendapat kabar Allah Alex baik-baik saja, setelah sampai di UGD, Jasmine segera mendapatkan pelayanan gawat darurat, dan ternyata sudah mengalami pembukaan yang hampir saja lengkap.
Dea dan Farel yang sebelumnya juga sudah di hubungi sudah ikut menyambut kedatangan mereka, Jasmine segera masuk ke kamar khusu persalinan, lalu segera dipimpin untuk mengejan.
proses persalinan yang sangat singkat, dan tak lama kemudian. Terdengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring di dengar oleh mereka semua.
__ADS_1
Jangan lupa LIKE dan KOMEN ya Gaes..Terimakasih sudah mengikuti perjalanan kisah Novel AKULAH WANITAMU"