AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kedatangan Dua Sahabat


__ADS_3

"Oh, iya silahkan anda_?" ucap Smith sangat terkejut dengan kedatangan seseorang yang sepertinya pernah dia kenal.


Jasmine tersenyum senang lalu mempersilahkan laki-laki itu untuk duduk di dekatnya dengan tetap menjaga jarak yang sewajarnya.


"Suamimu itu benar-benar senang sekali mengerjai ku jas" ucap laki-laki itu lirih.


"Sorry, makasih ya udah datang kesini El, hehe"


"Dasar kau ini, siapa_?"


"Minggir, jangan terlalu dekat!" Tiba-tiba saja datang satu laki-laki lagi yang memotong pembicaraan keduanya.


"Sh*it!, Kau ini, mengganggu saja, Abraham menyuruhmu kesini juga?" tanya Rafael.


"Kau kira kenapa aku datang kesini kalau bukan si Singa itu yang menyuruhku, dasar, lihat ini mataku, masih ngantuk sudah di ancam saja suruh nemani Jasmine disini" sahut Farel lalu sedikit menguap.


"Makasih Rel, kalian Baik banget deh.. mau aku peluk?" Goda Jasmine.


"Jangan!!" Teriak Farel dan Rafael bersamaan, keduanya langsung waspada.


Jasmine tertawa melihat Ekspresi takut dan terkejut dari keduanya.


"Kenapa?" Tanya Jasmine.


"Pakek tanya kenapa, gak sadar suami kamu kayak apa?" Ucap Rafael sengit.


"Bisa di gantung kepala kita kalau sampek berani memelukmu Jas, sudah gak usah macam-macam, makan yang anteng, kita dampingi kamu ni, gak akan ada yang berani mendekat" sahut Farel sambil ikut nyemil untuk mengurangi kantuknya.


Kini Jasmine bisa makan kembali dengan tenang di dampingi oleh kedua laki-laki yang akhirnya ikut makan siang yang ke dua kali.


Smith mengumpat berkali-kali dalam hati, rupanya dia sudah menyadari kalau Abraham sengaja mengirimkan temannya untuk menjaga Jasmine agar tidak bisa di dekati siapapun.


"Siapa laki-laki yang tadi berusaha mendekati mu Jas?" Tanya Farel.


"Tuan Smith Rodergo, pengusaha yang menguasai pasar Asia, dia juga yang suka mengadakan permainan taruhan untuk mendapat kan perempuan di kalangan atas" jawab Rafael.


"Breng*sek, untung kita segera datang, rupanya baji*ngan sekali orang itu ya!" Sahut Farel.


"Sudah, mangkanya aku seneng kalian menemaniku disini" ucap Jasmine.


"Enak saja, ini semua gak gratis, nanti malam kamu dan Abraham harus membayar apa yang sudah aku lakukan untuk kalian" sahut Farel.


"Idih, sama teman perhitungan banget, aku laporkan ke Abraham nanti ya" jawab Jasmine.


"Gak takut, Abraham dah setuju juga tadi"


"Emang apaan sih Rel?"


"Nemani aku makan malam sama Mommy nya Rafael, sekalian mau lamar Dea, kalian juga harus bisa mendukungku dan kasih masukkan buat Tante Della, bagaimana?"


"Oh gitu, kalau itu sih siap..aku pasti datang dan support kamu, ya kan El?" Ucap Jasmine.


"Iya, jangan khawatir" sahut Rafael.


"Iya iya apanya, kamu itu salah satu penghalang lamaran ku nanti El, Dasar!!" Ucap Farel.


"Loh kok aku, kan aku sudah restuin dan support hubungan mu sama adikku Dea, kurang apa lagi coba?"


"Kurang kamu secepatnya nikahi Rena, baru jalanku untuk bersanding dengan kekasihku lancar, ngerti?!!"


"Ish kau ini, maksa sekali, dasar!, Kalau kamu ma Dea mau nikah cepet, aku gak masalah Rel, gak ada hubungannya dengan aku dan Rena"


"Gak ada hubungan kepalamu, Mommy kamu mana mungkin memberi ijin kita nikah duluan sebelum kamu El, masih gak ngerti juga kamu hem?!"


"Eh sudah-sudah, ngapain sih pada ribut, mau siapa yang nikah duluan gak penting, yang penting siapa yang sudah siap segera di lakukan, itu kewajiban lo, jangan di tunda-tunda" sahut Jasmine melerai.


"Kebetulan juga Mommy penasaran sama kamu Jas, nanti malam pastikan kamu datang bersama dengan Abraham, aku akan mengajak Rena juga" ucap Rafael.


Jasmine tersenyum senang, lalu kemudian segera mengajak keduanya untuk bersiap kembali pulang, Rafael dan Farel sudah menuju ke mobilnya masing-masing, sementara Jasmine yang sedang melangkah menuju mobilnya di kejutkan dengan kehadiran tuan Smith yang sudah berjalan di sampingnya.


"Aku akan mengantarmu nona Jasmine, aku lihat tuan Abraham sepertinya masih belum bisa menjemputmu"


"Maaf tuan Smith, saya bisa_, what!, Astagfirullah..kenapa dengan ban mobilku?" Ucap Jasmine terkejut Mendapati ban mobilnya kempes dan kedua pengawalnya nampak kebingungan.


"Maaf nona Jasmine, kita akan mengganti ban mobilnya dulu, sepertinya ada seseorang yang sengaja menyobek ban mobil hingga kempes"

__ADS_1


"Apa?!, Kok bisa?, Ya sudah lakukan segera dan aku akan menunggu.


"Sudah aku bilang, bagaimana kalau saya yang akan mengantar anda, sekalian kita membahas tentang bisnis di masa depan, bagaimana?" ucap Smith tersenyum saat rencananya kali ini sepertinya akan berhasil.


"Maaf tuan, saya_ "


"Sudahlah nona Jasmine, jangan beralasan lagi, silahkan ikut saya, atau kau takut kalau aku akan berbuat sesuatu?"


Jasmine terdiam sejenak, dan otaknya mulai berpikir tentang bisnis di masa depan yang baru saja diucapkan oleh Smith.


"Apa salahnya aku kali ini ikut dengan tuan Smith, lagi pula dia akan memberikan bocoran tentang dunia bisnis di masa depan, sebaiknya aku ikuti saja untuk perkembangan perusahaan, toh dia tidak akan aku biarkan menyentuh ku" batin Jasmine.


Dan kemudian Jasmine menyetujui tawaran Smith, lalu ikut berjalan di belakang Smith menuju mobil mewahnya, Smith tersenyum senang saat akhirnya bisa berdua bersama wanita pujaannya dalam satu mobil yang sama.


Pintu mobil terbuka dan Smith sendiri yang mempersilahkan Jasmine untuk masuk.


"Silahkan nona Jasmine" ucap Smith.


"Terimakasih tuan Smith" sahut Jasmine lalu kemudian..


"Akh!!" Teriak Jasmine terkejut saat tubuhnya yang hampir saja masuk ke dalam mobil langsung di seret oleh tangan seseorang.


Begitu juga dengan Smith yang kaget dan hampir limbung melihat sosok yang dengan tatapan tajamnya kini sudah membawa Jasmine.


"Aku peringatkan tuan Smith, jauhi istriku, kau dengar!!" Ucap Abraham penuh penekanan, hingga membuat Smith dan beberapa anak buahnya merinding.


"Yang, tadi aku_"


"Diam!!, Ikut aku, kita pulang!!" Ucap Abraham tegas, menjawab pertanyaan istrinya.


Smith terdiam lalu segera menyingkir, sedangkan Jasmine memaksa otaknya untuk mencari cara bagaiman suaminya tidak akan marah dengan apa yang sudah di lakukan nya.


Dalam mobil perjalanan pulang, Abraham terdiam tanpa satu katapun terucap dari bibirnya, jasmine benar-benar takut dan tidak tau lagi apa yang harus dilakukan untuk meredakan emosi suaminya, hingga dia memberanikan diri untuk mengucapkan sesuatu.


"Aku tadi mau menerima tawaran tuan Smith karena ingin tau soal bisnis masa depan yang katanya akan dia katakan padaku yang"


Abraham masih terdiam tanpa kata, dan bahkan seolah tidak mendengar apa yang di katakan Jasmine, akhirnya Jasmine mencoba untuk berkata lagi.


"Yang, sungguh aku tidak ada maksud apa-apa lagi, selain ingin tau info apa yang bisa tuan Smith berikan soal itu, yang..bicaralah sesuatu, jangan diam saja, kalau memang aku kamu anggap salah aku minta maaf..yang..?!"


"Diam, kita selesaikan semua ini setelah tiba di Mansion" ucap Abraham Yanga sebenarnya tidak tega melihat istrinya bersedih, tapi juga ingin memberikan pelajaran ke Jasmine agar tidak berbuat hal seperti tadi.


"Duduk dan dengarkan aku!"


BRUG


Jasmine langsung di buat duduk di pinggiran kasur di depan Abraham.


"Yang aku_" ucap Jasmine.


"Apa yang membuatmu berpikir bisa masuk ke mobil laki-laki brengsek itu ha?!"


"Yang..dengarkan dulu aku melakukan itu demi perkembangan bisnis perusahaan kita, aku ingin_?"


"Jadi bagi mu bisnis lebih penting dari menjaga kehormatan mu untuk suamimu?"


Deg


Kata-kata Abraham sangat dalam menusuk relung hati Jasmine hingga dia terdiam dan sadar akan kesalahannya. Jasmine pun menunduk lalu terisak tidak bisa menahan air matanya.


Abraham menarik nafas panjang benar-benar tidak tega melihat sang istri menangis di depannya, hingga kemudian Abraham segera memeluk istri tercintanya.


"Maafkan aku sudah membuatmu menangis, aku mohon yang..jangan berbuat hal seperti itu lagi, di dunia ini hanya kamu yang terpenting buatku, soal bisnis, harta benda dan kejayaan yang kita punya, bagiku semua itu tidak ada artinya kalau harus membuatku kehilangan dirimu yang"


Jasmine semakin terisak dan mengeratkan pelukannya, Abraham tau kalau di dalam tangisan istrinya ada penyesalan dalam dirinya, sesaat Abraham membiarkan istrinya menangis sambil mengusap lembut kepala dan punggung Jasmine hingga membuat sang istri sudah tenang beberapa saat kemudian.


"Maafkan aku yang, aku terlalu sembrono dan tidak berpikir panjang" ucap Jasmin.


"Iya, aku maafkan, itulah dunia yang, kadang godaannya membuat kita lupa apa yang sebenarnya kita cari, ingatlah, suamimu ini tidak ingin kamu sampai kehilangan kehormatan mu hanya untuk masalah dunia"


"Iya, aku ngerti yang..makasih sudah memaafkan ku, dan sudah menjagaku dengan menyuruh Farel dan Rafael menemaniku tadi"


"Hem, jangan sampai kau ulangi lagi yang, aku bisa kehilangan kontrol dan membunuh orang yang berani menyentuhmu dengan maksut yang lain, kau tau siapa Smith Rodergo kan, aku merasa dia menginginkanmu, kau harus berhati-hati, tetaplah di dekatku dan sebisa mungkin menjauhinya, untuk urusan bisnis dengannya, biar aku yang mengurusnya"


Jasmine mengangguk sambil mengusap air matanya, Abraham tersenyum melihat wajah istrinya yang menggemaskan, detik berikutnya bibir Abraham ******* dan merasakan manisnya bibir Jasmine yang selalu nagih baginya.

__ADS_1


Perlahan Abraham merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang, membuka hijab dan bagian atas tubuh istrinya hingga kini menampakkan kedua bukit kembar yang disukainya, Sentuhan lembut dari tangan Abraham membuat Jasmine semakin terbuai hingga tak terasa membuat dirinya mulai mende*sah.


"Yang..emh.."


Abraham segera meloloskan pakaiannya hingga sudah terlihat polos dan se*k*si di atas tubuh istrinya.


"Yang ini masih sore" ucap lirih Jasmine yang tersadar sejenak.


"Sebentar yang, habis itu kita mandi" sahut Abraham.


Lalu perlahan Abraham menelusup kan wajahnya diantara kedua pangkal pa*ha istrinya, mengobrak Abrik kenikmatan di area in*timnya dengan permainan lidah dan bibirnya, hingga berulang kali Jasmine mende*sah dan menjerit nik*mat.


Abraham segera menekan masuk perlahan sang pusaka yang sudah tegak berdiri.


"Yang..pelan..Sshh" ucap Jasmine lirih saat sesuatu mulai masuk dan penuh sesak di dalam dirinya.


Abraham lebih menekan masuk lagi hingga mendapat rasa nikmat yang luar biasa, dengan hentakan yang kuat, kini Abraham memulai aksinya dengan menerjang sang istri berkali-kali dan membuat sang pusaka bergerak maju mundur membuat tubuh Jasmine semakin terguncang.


"Yang..ah.."


"Sebentar lagi yang..sshh..ohh" ******* Abraham mulai terdengar.


Dan saat sesuatu ingin meledak, Abraham menancapkan miliknya dalam, hingga membuat Sang istri menjerit disusul dengan suara teriakan darinya, kemudian Semua meledak nikmat di dalam sana.


Jasmine segera mengantisipasi dengan cepat beranjak dari tempat tidur, setelah Abraham melepas sang Pusaka.


"Eh yang..mau kemana?" Ucap Abraham, menahan tangan istrinya.


"Mandi yang.." jawab Jasmine


Cup


"Mau aku mandikan?" Tanya Abraham dengan tatapan mata yang membuat Jasmine merinding, setelah mencium bibirnya.


"Nggak yang" ucap Jasmine ter gugup saat tangan suaminya sudah nakal menyentuh perutnya dengan lembut.


"Kenapa?"


"Apa sih yang, aku bisa mandi sendiri!"


Ucap Jasmine sambil berlari masuk ke dalam kamar mandi, Abraham terkekeh melihat tingkah sang istri yang lari menghindarinya.


"Yang buka, aku menginginkanmu!" Teriak Abraham sambil menggedor pintu kamar mandinya.


"Nggak ada, gak usah macam-macam, nanti kita makan malam dengan ibunya Rafael, kamu mau menggendongku gara-gara susah jalannya?"


"Sekali lagi yang, janji!"


"Nggak percaya, kamu suka kebablasan!"


"Kita gak usah datang saja ke acaranya Rafael, bagaimana?"


"Janji adalah hutang, aku gak mau punya hutang ke Rafael"


"Yang..buka!!"


"Gak mau!, Belum selesai mandinya!" Teriak Jasmine dari dalam kamar mandinya.


Bagaimana Readers..apa yang akan terjadi..apakah Jasmine dalam kondisi aman dari serangan Abraham??, Tunggu kelanjutannya.


Ada Tambahan hadiah dari Author:


HADIAH PEMBERI DUKUNGAN TERBANYAK RANKING MINGGUAN



Peringkat 1


peringkat 2


peringkat 3


Segera raih hadiahnya dengan memberikan Vote dan Hadiah sebanyak-banyaknya..


Persiapkan Vote hari Senin untuk Karya Author ya..dan menangkan hadiahnya di akhir Episode nantinya.

__ADS_1


Lebih jelasnya bisa di intip di Instagram SinhoNovel



__ADS_2