
Hari sudah semakin sore, kedua sahabat itu sudah lama berbincang, setelah makan siang, Rafael Akhirnya pamit untuk kembali pulang.
Bersamaan dengan itu, Kartika baru saja datang dan memarkir mobilnya di samping mobil Rafael.
"Pulang El?"
"Iya, sudah sore, aku pulang dulu Kartika"
"Baiklah, hati-hati, terimakasih atas kunjungannya" sahut Kartika.
Rafael tersenyum dan kemudian masuk ke dalam mobilnya dan segera melaju pulang. Sementara Abraham berjalan kembali masuk ke dalam diikuti oleh Kartika di belakangnya.
"Sudah makan siang?" Tanya Kartika.
"Sudah, kau makanlah"
"Okey" jawab Kartika.
Abraham kembali masuk dan melewati kamar Jasmine, Abraham teringat tadi Jasmine terlalu cepat menyelesaikan makannya. Dan Abraham sedikit cemas, akhirnya di ketuk pintu kamar Jasmine.
"Aneh, kenapa Jasmine tidak menjawab, mungkinkah dia sudah tertidur?" Tanya Abraham dalam hatinya.
Akhirnya Abraham memutuskan untuk membuka pintu kamar Jasmine yang ternyata tidak di kunci, Abraham masuk dan duduk di pinggiran tempat tidur melihat Jasmine yang sudah tertidur pulas.
"Kapan kau akan sepenuhnya menerimaku Jasmine Agatha Nugraha, sudahkan aku berada dalam hatimu?" Ucap lirih Abraham sambil membenarkan selimut yang dipakai oleh Jasmine dan merapikan buku Novel yang ada di sampingnya.
Abraham membelai lembut wajah Jasmine, bau harum tubuh Jasmine membuat dirinya sedikit lama mencium kening istrinya, Abraham segera menghentikannya saat merasakan tubuh Jasmine sedikit bergerak, dan semua itu tidak sengaja di lihat oleh Kartika yang sedang berjalan menuju kamarnya.
"Brengsek kau Abraham, begitu hangat kau memperlakukan Jasmine, tapi sikap dingin yang kau berikan padaku, aku tidak terima, tunggu saja, aku akan membuat kalian saling membenci dan berpisah selamanya!" Teriakan hati Kartika.
Kartika segera pergi dan masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu, Abraham terjingkat dan menoleh ke arah pintu kamar Jasmine yang lupa ditutupnya.
"Dasar, pasti itu tadi Kartika membanting pintu seenaknya" batin Abraham dan kemudian langsung beranjak dari tempatnya.
*
Waktunya makan malam, Jasmine sebenarnya tidak ingin ikut makan bersama, perutnya masih merasakan nyeri, obat yang diminumnya tadi siang masih belum bisa menghilangkan keluhannya.
Namun terpaksa Jasmine tetap ikut makan malam agar Abraham tidak curiga kalau dia masih sakit akibat tendangannya tadi siang.
"Maaf mbok, aku gak bisa bantu menyiapkan makan malam, tadi ketiduran, bangunnya kesorean" ucap Jasmine.
"Gak apa-apa Non, sudah biasa Mbok nyiapin masakan sendiri, kan emang sudah tugasnya, sudah sana ke meja makan, ditunggu itu sama tuan Abraham, nanti nyonya Kartika bisa ngamuk kalau kelamaan nunggu"
"Okey, aku ke sana dulu mbok" ucap Jasmine dan segera ikut bergabung di meja makan, duduk di samping Abraham.
"Lama sekali sih kamu, dari mana saja, kalau belum lapar gak usah ikut makan bareng kita!" Ucap Kartika.
"Sudah, kita segera makan!" Ucap Abraham.
Jasmine tidak minat untuk membalas Omelan Kartika karena masih merasa sakit di perutnya, perlahan Jasmine makan di samping Abraham, kali ini Jasmine hanya mengambil sedikit makanan karena perutnya merasa tidak enak.
Abraham memperhatikan, dan kemudian menambahkan sayuran dan lauk ke dalam piring Jasmine. Sontak Jasmine terkejut begitu juga dengan Kartika.
"Eb, sudah, aku gak habis nanti, biar aku ambil sendiri saja" ucap Jasmine.
"Kau ini wanita, gak pantas makan diambilkan sama suami, sok manja, makan sedikit, lagi diet biar langsing dan jaga body?" Sahut Kartika ketus.
"Aku yang ingin mengambilkan makanan untuk Jasmine, sudahlah" ucap Abraham.
"Iya tau, wanitamu itu pinter sekali, diet untuk menjaga badannya, namanya juga istri muda, harus lebih seksi kan, biar laki-lakinya hanya tertarik dengan tubuhnya saja, itu sih trik Istri muda kebanyakan begitu"
__ADS_1
"Kartika, jangan sampai aku kehilangan kesabaran ku" sahut Abraham.
Sedangkan Jasmine sebenarnya sudah ingin sekali membungkam mulut wanita rubah itu, seandainya tidak dalam kondisi sakit, pasti Jasmine sudah memberikan pelajaran ke Kartika.
Jasmine merasa sudah kenyang dengan ocehan Kartika hingga dia memutuskan untuk beranjak dari tempat duduknya, namun tiba-tiba tangan Abraham menahan pa*hanya.
"Duduk, lanjutkan makannya kembali, dari tadi siang kamu makan cuma sedikit" ucap Abraham.
"Aku sudah kenyang"
"Duduk, temani aku sampai selesai makan" Ucap Abraham lagi dan akhirnya terpaksa Jasmine duduk sambil minum air beberapa kali sampai Abraham menyelesaikan makannya.
Kartika segera pergi ke atas setelah makan dengan wajah jengkelnya, Jasmine sebenarnya ingin segera berbaring kembali namun tidak tega melihat mbok Darmi membereskan semuanya sendiri, hingga kemudian membantu mbok Darmi.
"Non gak usah, biar mbok yang nyuci piringnya"
"Nggak apa-apa mbok, biar aku bantu cuci piring saja, mbok Darmi bereskan yang lain" ucap Jasmine.
Abraham melihat semua yang dilakukan Jasmine, dalam hatinya ia sangat kagum dengan sifat Jasmine, tidak pernah menganggap orang rendah dan selalu menghormati yang lebih tua, kelembutan hatinya dibalik sifat sablengnya yang kadang muncul membuat Abraham tersenyum sendiri.
Perlahan Abraham mendekati Jasmine, dan tanpa di sadari Jasmine, Abraham sudah berada sangat dekat di belakangnya, saat akan memeluk Jasmine dari belakang, mbok Darmi muncul dan terkejut.
"Ssstt!" ucap Abraham lirih sambil memberikan kode ke mbok Darmi untuk pergi dari tempat itu.
Mbok Darmi mengangguk sambil tersenyum dan langsung menghilang.
Abraham melingkarkan tangannya di perut Kartika perlahan dari belakang, dan kini dia sudah memeluk erat tubuh istrinya.
"Eb, apa yang kau lakukan!"
"Diamlah, lanjutkan pekerjaanmu, biarkan aku memelukmu seperti ini Sampai kamu selesai"
"Apa sih Eb, geli aku, jangan cium-cium leher gitu, aku merinding, gak jadi nyuci ni"
Terpaksa Jasmine melanjutkan pekerjaannya dengan pelukan mesra suaminya dari belakang yang gak mau lepas, bukannya diam, tangan Abraham semakin berani mengusap perut Jasmine yang masih nyeri, tidak ingin Abraham tau soal lukanya, akhirnya Jasmine berulah.
DUG
Satu pukulan keras dari sikut Jasmine berhasil mengenai perut Abraham, hingga membuat Abraham melepaskan pelukannya dan meringis kesakitan
"Ough, sh*it, Jasmine !!" Teriak Abraham.
"Maaf, saya ke kamar dulu!" Teriak Jasmine yang sudah berlari dan melesat masuk ke dalam kamarnya.
"Ada apa tuan?" Mbok Darmi panik melihat Abraham masih kesakitan menahan perutnya.
"Jasmine mbok, dasar Sableng!" Ucap Abraham.
Mbok Darmi mengambil kursi dan membantu Abraham duduk.
"Dasar Non Jasmine, gak berubah, masih saja suka usil, gimana tuan, ada yang bisa saya bantu lagi?"
"Nggak mbok, aku mau ke kamar dulu" ucap Abraham kemudian berjalan ke kamarnya.
*
Masih menikmati libur di hari Minggu, setelah sholat Jasmine melanjutkan tidurnya, hari ini dia bertekad untuk bangun siang, memanjakan matanya untuk tetap tertutup dengan nyaman.
Abraham dan Kartika sudah sarapan pagi bersama tanpa Jasmine, mbok Darmi sudah ke atas dan mengetuk pintu kamar Jasmine dan mendapatkan jawaban kalau Jasmine masih ngantuk dan ingin sarapan agak siang.
Abraham hanya menghela nafas panjang saat mendapatkan laporan dari mbok Darmi, dan kemudian melanjutkan sarapan paginya bersama dengan Kartika. Selesai sarapan Abraham segera menyuruh mbok Darmi untuk menyiapkan sarapan untuk Jasmine.
__ADS_1
"Biar aku yang membawanya ke kamar Jasmine mbok" ucap Abraham.
"Iya tuan" mbok Darmi segera memberikan nampan yang berisi makanan dan minuman untuk Jasmine, dan Abraham segera membawanya naik ke kamar Jasmine.
"Jasmine, buka pintunya, cepat!" Teriak Abraham.
"Masih ngantuk, nanti saja Eb, aku belum punya tenaga untuk meladeni mu!" Teriak Jasmine.
"Buka, atau aku dobrak pintunya, cepat!" Ancam Abraham.
Terpaksa Jasmine membuka pintu dengan muka bantalnya yang nampak lucu dan menggemaskan di mata Abraham.
Abraham masuk begitu saja dengan mendorong pintu kamar Jasmine sambil membawa sarapan pagi buat Jasmine.
"Sarapan dulu, baru tidur lagi" ucap Abraham sambil duduk di sofa yang ada di kamar Jasmine.
"Iya, keluarlah, aku akan makan" jawab Jasmine.
"Nggak, ku tunggu sampai kamu selesai dan menghabiskan makanan mu"
"Apa?!, Ayolah Eb, ini masih pagi, jangan membuatku ingin bertengkar denganmu, merusak mood ku!"
"Terserah, cepat ke kamar mandi, cuci muka kamu, lalu sarapan!"
"Iya, dasar, pagi-pagi sudah ngomel!" Ucap Jasmine sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Kali ini Jasmine sudah tidak lagi memakai hijabnya, berjalan keluar dari kamar mandi dan menyisir rambutnya perlahan, Abraham terkesiap untuk kesekian kali saat melihat rambut indah dan leher jenjang istrinya terekspos sempurna.
Buru-buru Abraham mengalihkan pandangannya sebelum pikirannya semakin ambyar kemana-mana, dan detik berikutnya Jasmine sudah ada di depan meja yang berada di sampingnya, bau harum tubuh Jasmine perlahan masuk memenuhi Indra penciuman Abraham dan
PLAK
"Aduh!, Jasmine, kenapa kau memukul ku?!"
"Kenapa kamu memejamkan mata begitu, ngeres kan pikiran kamu, dasar!" Jawab Jasmine.
"Kau itu, main tuduh saja, aku suka bau tubuh kamu, seger mawar"
"Nanti aku belikan parfum nya, biar bisa kamu pakek, dan gak perlu nyium bau tubuhku lagi, geli aku"
"Mana ada aku pakek parfum wanita, lebih baik aku nyium tubuh kamu, enak"
"Mau aku pukul lagi, ngomongnya makin gak jelas" ucap Jasmine sambil mulai memakan sarapannya.
Abraham tertawa dan kemudian berkeliling kamar Jasmine sambil membuka korden dan jendelanya, seketika hembusan angin segar masuk ke dalam kamar Jasmine, Abraham menikmatinya dengan berdiri di dekat jendela.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 62-70
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.6
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE