
Farel berpindah tempat membereskan semua file pasien yang tadi di bacanya, dan kemudian memulai pembicaraan.
"Kau sudah mendengar kabar tentang Tuan Dimas Ab?" Tanya Farel.
"Kenapa, dia masih di penjara kan?" Sahut Abraham
"Bukan soal itu, aku dengar dari temanku yang bertugas di rumah sakit khusus para Na*pi, katanya Tuan Dimas sakit keras dan di Rawat di ruang ICU dengan Kanker paru Stadium 4" jawab Farel.
"Apa?!" Ucap Abraham sangat terkejut.
"Aku juga kaget mendengarnya, setahuku pengobatan kanker Tuan Dimas dinyatakan sembuh kan waktu itu?" Tanya Farel lagi.
"Iya, kayanya begitu, dan aku tidak tau pasti, astagfirullah, Ayah.." ucap lirih Abraham yang terlihat sangat cemas.
"Sebaiknya kau segera menjenguknya Eb, sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi" sahut Rafael.
"Hem, aku akan memberitahu Jasmine dan akan secepatnya menjenguknya" jawab Abraham.
Akhirnya ketiganya segera keluar dari ruangan menuju ke ruang perawatan Rena untuk ikut bergabung dengan pasangannya masing-masing, Abraham mengambil tempat duduk tepat di belakang Jasmine sambil melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya.
Sedangkan Rafael duduk di samping kiri tempat tidur Rena untuk lebih dekat dengan kekasihnya, begitu juga Farel yang sudah ancang-ancang mau memeluk Dea dari belakang.
"Jaga sikapmu Rel, kalian belum muhrim, Dasar kau ini!" Ucap Rafael memperingatkan. dan semuanya terkekeh melihat ekspresi jengah dari Farel yang sudah duduk dengan aman di samping Kekasihnya.
Perbincangan mengalir seru diantara semuanya, Abraham yang lebih banyak diam sambil menikmati bau tubuh istrinya lebih pada menjadi pendengar yang setia, hingga akhirnya dia memberikan kode ke Jasmine untuk segera pulang karena sudah semakin malam.
Di mobil dalam perjalanan pulang, Abraham masih memeluk istrinya dengan nyaman, sang sopir yang melihatnya tersenyum sendiri melihat pemandangan damai dari kedua majikannya.
"Yang..kamu sudah dengar kabar soal tuan Dimas?" Tanya Jasmine.
"Iya, kenapa, kau juga mendengarnya?"
"Iya yang, tadi Dea memberikan info soal Tuan Dimas yang tengah di rawat dengan kanker parunya yang sudah stadium 4"
"Lalu?"
"Apa gak sebaiknya kita menjenguknya yang, bagaimanapun tuan Dimas juga orang yang sudah membesarkan kamu" ucap Jasmine agak ragu karena takut Abraham masih marah dengan perbuatan ayah angkatnya.
Terdengar tarikan nafas panjang dari Abraham, seakan menandakan hatinya masih terluka dengan perbuatan ayah angkatnya yang begitu tega dengan istri dan dirinya.
"Tapi kalau kamu gak setuju gak apa-apa yang..aku hanya kasih pendapat saja" ucap Jasmine berikutnya.
"Aku besok akan menjenguknya, temani aku yang, kita kesana siang saja" sahut Abraham dan membuat Jasmine langsung tersenyum menatap wajah suaminya.
"Kenapa, jangan menatapku terlalu lama, nanti kamu gak tahan dan menyerang ku lagi" seloroh Abraham.
__ADS_1
"Mana ada sih yang, dasar!"
"Adalah, kemaren itu, Sampek berkali-kali kau menyerang ku"
"Yang!!, Malu!," Teriak Jasmine lalu memanyunkan bibirnya saat suaminya mengingatkan dirinya begitu brutal di bawah pengaruh obat lak*nat yang ada dalam tubuhnya, Abraham terkekeh sejenak melihat sikap manja istrinya yang lagi kumat.
Cup
Dengan cepat Abraham menyambar bibir Jasmine yang membuatnya gemas.
"Ini yang bikin aku gak tahan, ngambeknya bikin aku pengen menerjang kamu yang.."
Jasmine segera mendorong Abraham dan mencari jarak aman, dia sangat tau kalau suaminya sudah begini, mulai gak bisa di kondisikan, apalagi sekarang ini ada sang sopir di depan, tentu saja Abraham tidak tinggal diam dan langsung menarik kembali istrinya dan di dekap dalam pelukannya.
**
Siang itu Dimas seperti biasa menjerit dan meronta-ronta saat sakit di dadanya datang menghampiri, beberapa perawat memberikan obat lewat selang infus untuk mengurangi penderitaannya.
Tubuhnya kini sampai bergerak menahan sakit di dadanya, dan sesaat nafasnya tersengal-sengal lalu batuk dan mengeluarkan darah, keadaanya semakin lama semakin memprihatinkan, bahkan hanya dalam waktu beberapa hari saja dia sudah kehilangan berat badannya.
Abraham terdiam saat melihat pemandangan ayah angkatnya yang kini sangat memprihatinkan, dari jendela kaca dia bisa melihat bagaimana menderitanya sang Ayah yang masih sangat dia sayangi.
"Yang..masuklah, aku akan menunggu di sini saja ya?" Ucap lirih Jasmine.
"Assalamualaikum, yah, ini aku Abraham" ucapnya dengan lembut, dan Dimas merespon sekejab lalu merintih lagi menahan sakit di dadanya.
"Jaga Kartika, Ayah mohon" ucap Dimas lirih tapi masih bisa di dengar oleh Abraham, dan anggukan dari Abraham membuat bibir Dimas bisa sedikit tersenyum.
Tidak ada yang bisa di perbuat oleh Abraham melihat keadaan ayahnya, selain mendoakan yang terbaik baginya, penderitaan Dimas membuat Abraham tidak tega lama-lama melihatnya, hingga dia membisikkan doa di telinga ayahnya agar ayahnya bisa mengingat Alloh di saat tubuhnya sedang diuji dengan sakit yang di rasakan nya.
Lama Abraham membacakan Ayat suci di samping Ayahnya sambil sesekali memegang tangan Dimas untuk memberikan kekuatan saat nyeri hebat di dadanya datang, petugas kesehatan yang kebetulan berjaga di sana merasa terharu dengan pemandangan itu.
*
Di sebuah gedung perkantoran Anak Cabang dari Nugraha Company, terlihat seorang wanita paruh baya yang masih sangat kelihatan cantik dan wajah yang tegas namun juga ramah, sedang berjalan cepat menuju pintu lif, hingga tanpa sengaja menjatuhkan beberapa Map yang di bawanya hingga berhamburan ke lantai.
Rena yang baru tadi pagi keluar Rumah sakit, sore ini sengaja datang ke perusahaan kekasihnya untuk mengantarkan file penting yang lupa belum diserahkannya semenjak musibah yang menimpanya.
"Astagfirullah ibu, biar saya bantu ya, ibu duduk saja" ucap Rena saat melihat wanita paruh baya itu memunguti beberapa lembar kertas di lantai.
"Terimakasih nona" ucap Wanita itu sambil tersenyum menatap Rena lekat.
"Cantik dan berhati lembut" ucap lirih sang wanita itu saat duduk menunggu Rena selesai memunguti lembar kertasnya.
"Ini Bu, saya rasa sudah semua, ibu mau bertemu dengan siapa di perusahaan ini?" Tanya Rena ramah.
__ADS_1
"Pemimpin perusahaan ini, nona_"
"Rena, panggil saya Rena Bu, kalau berkenan mari ikut saya Bu, kebetulan saya juga akan menemui pak Rafael selaku CEO perusahaan ini"
"Oh, jadi begitu, kebetulan sekali, baiklah kalau begitu" jawab wanita itu. Lalu keduanya menuju ke ruangan kerja Rafael.
*
Sementara itu di sebuah ruangan Rumah Sakit, Abraham masih khusuk membacakan Doa untuk ayahnya.
"Ya Tuhan..sungguh tuan Abraham yang sangat sempurna di mataku, coba saja kalau dia suamiku" ucap salah satu penjaga
Plak
"Adoh, ngapain sih kamu mukul aku, sakit tau!"
"Jangan kelewatan halu nya kamu tu, yang kamu lawan harus orang secantik itu noh, kalau mau jadi wanitanya, mampu?!" Ucap teman satunya sambil melihat ke arah Jasmine yang masih ada di balik kaca besar ruang ICU.
"Anjir, itu nyonya Abraham?, Cantik banget, itu orang model apa artis gitu kali ya?"
"Ngawur, dia sekretaris suaminya, kabarnya sih pemilik perusahaan yang asli Nugraha Company"
"Ha!, Ampun aku dah, nyerah, lanjut kerja yok" ucap petugas itu dan membuat beberapa temannya terkekeh.
Tak lama kemudian, Abraham pamit dan mengucapkan banyak terimakasih karena sudah di beri waktu lebih untuk menjenguk Ayahnya, saat Abraham tersenyum pamit, semua petugas wanita itu langsung salah tingkah di buatnya, sementara Jasmine yang mengamati dari luar jendela kaca, tersenyum geli.
Abraham memeluk istrinya begitu saja saat sudah berada di luar ruangan, Jasmin membalas pelukan suaminya dengan erat sambil mengelus punggungnya.
"Sudah yang, Kita doakan yang terbaik untuk Ayah kamu, jangan lama-lama pelukan disini, kita sudah jadi tontonan gratis tu, banyak yang patah hati lihat kamu meluk aku gini" goda Jasmine.
Abraham terkejut dengan perkataan Jasmine yang tidak dia mengerti.
"Maksudnya yang?" Tanya Abraham.
Jasmine menunjukkan dengan isyarat matanya, para petugas yang sedang mengintip dirinya, dan Abraham terkekeh saat mengetahui hal itu.
"Rupanya banyak juga fans ku ya yang?" Ucap Abraham yang sudah merangkul pinggang istrinya untuk berjalan keluar dari Area Rumah Sakit.
"Sepertinya aku akan ekstra menjaga suamiku yang tampan dan macho ini!" Sahut Jasmine di sahut dengan suara tawa dari Abraham.
*
Yuhuuu..yok segera komen para Readers tercinta.. jangan lupa juga hadiah dan Vote bisa di luncurkan..hadiahnya juga yaa...love you all..
BERSAMBUNG
__ADS_1