
Masih di malam yang sama, sang penganten baru, masih berusaha untuk melakukan kewajibannya, setelah sempat berteriak karena menahan sakit saat Rafael berusaha untuk memasukkan miliknya ke dalam sang lubang yang masih pera*wan, kini Rafael melakukan pemanasan kembali.
"Yang..pelan, aku takut sakit lagi" ucap Rena yang masih menahan pang*gul suaminya saat akan mencoba melakukan penyatuan kembali.
"Iya yang, cobalah untuk Rileks okey?" Ucap Rafael yang kemudian memberikan rang*sa*ngan ero*tis kembali di seluruh tubuh Istrinya, sontak Rena langsung menegang merasakan tubuhnya yang kini menginginkan lebih.
Perlahan Rafael membuka kembali kedua pa*ha istrinya, di usap lembut tempat Kenik*matan milik Rena yang akan dimasukinya, tubuh wanitanya seketika mengge*lin"jang, di ikuti desa*han yang sangat menggo*da.
Rafael menempatkan miliknya untuk membuka pintu kenikmatan, perlahan sang pusaka yang sudah menegak di hentakkan ke dalam, hingga terdengar jeritan dari bibir istrinya.
Sementara Rena meremas apa saja yang dekat dengan jari jemarinya saat menahan rasa perih yang seakan membelah dirinya, hingga tak terasa ada tetesan air mata di sudut matanya yang keluar perlahan.
"Maaf yang, sakit?" Tanya Rafael yang menghentikan gerakannya dan membiarkan sang pusaka tetap terdiam di dalam in*tim istrinya.
"Sshh..sakit yang, perih" ucap Rena pelan berusaha menahan segalanya.
Rafael segera mencium kening istrinya dengan lembut, menghapus air matanya dan kemudian bermain di bibir dan kedua puncak bukit kembarnya, kini bisa Rafael rasakan tubuh Rena mulai bisa menerima penyatuan dirinya, lalu kemudian Rafael menggerakkan sang pusaka perlahan.
Rena sudah bisa menerima keberadaan Rafael seutuhnya, seketika rasa sakitnya sudah tergantikan dengan kenik"matan yang luar biasa dan belum pernah dia dapatkan, dan beberapa saat kemudian keduanya berteriak dalam desa*hannya ketika mencapai puncak rasa nikmat bersama.
"Yang, Aah!!" ucap Rena saat Rafael menancapkan dalam sang pusaka di akhir penyatuan nya.
"Kenapa hem?" Tanya Rafael.
"Enak" ucap Rena konyol,
"Dasar, lagi?" Tanya Rafael.
"Nanti yang, masih perih"
"Nanggung, mumpung punyaku masih di dalam dan sudah bangun lagi yang"
"Eh, tapi yang_!"
Rafael menghentakkan kembali miliknya keluar masuk dan semakin cepat, hingga Rena di buat melayang untuk yang kedua kalinya.
**
Tepat pukul 5 pagi, seorang laki-laki sudah berada di kota Jakarta, dengan beberapa pengawal dan anak buahnya sudah menjemputnya di bandara.
"Selamat pagi tuan Smith, kita akan langsung menuju Mansion?" Tanya salah satu pengawalnya.
"Hem" Smith mengangguk dan memberikan kode untuk segera masuk ke dalam mobilnya, sejenak mengatur duduknya kemudian memberikan perintah. "Aku akan beristirahat beberapa jam di Mansion, bangunkan aku tepat jam sembilan, dan antar aku pergi menemui orang penting"
"Baik tuan" jawab pengawalnya, dan segera membawa Smith menuju ke Mansion nya untuk beristirahat.
Begitu juga dengan Anton yang ternyata juga beberapa menit kemudian sampai di Bandara, dirinya langsung menuju ke Apartemen mewahnya dan terpaksa mengumpat karena mendapat kabar bahwa Abraham ingin membicarakan hal penting di kantornya.
"Sialan ini anak, kurang ajar sekali, baru juga aku sampai, sudah di suruh untuk menghadapnya, brengsek!!"
**
__ADS_1
Sementara itu rupanya di depan kantor perusahaan Nugraha Company sudah terjadi kehebohan para pencari berita yang ingin mengklarifikasi soal foto-foto Abraham Hanzel Brian dan seorang model Grace Seralda yang baru saja meninggal.
Abraham dan Jasmine yang tidak menyangka akan hal ini, sangat terkejut, dengan sigap beberapa pengawalnya langsung mengamankan jalan masuk saat keduanya datang dan kini memasuki gedung perusahaan, bahkan Jasmine hampir saja terdorong oleh banyaknya wartawan yang sudah siap dengan segudang pertanyaan.
Abraham sempat emosi dan hampir saja memberikan pelajaran ke orang yang telah mendorong istrinya, beruntung Jasmine masih bisa meraih tangannya lalu menariknya untuk terus berjalan masuk ke dalam gedung perusahaan yang di jaga sangat ketat.
"Brengsek!, Kau tidak apa-apa yang?" Tanya Abraham kini memindai seluruh tubuh istrinya.
"Aku gak apa-apa yang, tenanglah, kenapa bisa se heboh ini beritanya, bukankah di kabarkan sebelumnya sudah di jelaskan bagaimana kematian Grace Seralda, aku tidak mengerti" ucap Jasmine terheran.
"Duduklah dulu yang, aku akan mengubungi seseorang untuk menyelidiki hal ini"
"Jangan Rafael yang, kasian, ingat, dia masih menikmati bulan madunya" sahut Jasmine mengingatkan.
"Iya, tentu saja, paling-paling juga dia belum bisa bangun jam segini" jawab Abraham begitu saja.
Dan kemudian Abraham segera menghubungi anak buahnya dengan bantuan beberapa kenalan lamanya yang bekerja di media untuk menyelidiki kabar yang membuat kekacauan di perusahaan Nugraha Company.
Namun ternyata tidak seperti yang di duga oleh Abraham, Justru Rafael kini sudah sibuk dengan telponnya untuk membantu Abraham keluar dari masalah yang sedang terjadi, pasalnya saat dirinya terbangun di jam 8 pagi, sebuah tayangan live tentang kehebohan di perusahaan ternama yaitu Nugraha Company mengagetkan dirinya.
"Bagaimana yang, apa sebaiknya kau pergi menemui tuan Abraham?" Ucap Rena ikut Khawatir hingga lupa berjalan begitu saja dan seketika meringis menahan perih di bagian bawahnya, "aduh..!" Ucap Rena mendadak berhenti.
"Pelan yang, masih sakit?" Ucap Rafael langsung menghampiri istrinya lalu menggendongnya untuk duduk di kursi sofa kamarnya.
"Lumayan yang, perihnya masih terasa kalau buat jalan sakit" ucap Rena dan membuat Rafael tersenyum puas karena sudah sukses membobol keperawanan sang istri semalam.
"Eh, kenapa senyum-senyum gitu sih yang" ucap Rena mulai waspada kembali.
Ceklek
Suara pintu terbuka tiba-tiba.
"Astagfirullah, kakak!!"
BRAK
Pintu segera di tutup kembali
Sedangkan Rafael dan Rena kaget setengah mati hingga terjingkat dan kini duduk membenarkan diri sambil tersenyum aneh, terdengar dari luar pintu teriakan Dea mengumpat perbuatan keduanya.
"Kalian keterlaluan!, Cepat selesaikan, aku mau masuk, penting!!, Itu nyosor nya, di tunda dulu!" Teriak Dea malu bercampur kesal.
"Sudah, masuk!!" Teriak Rafael, kemudian Dea segera membuka pelan pintunya dengan tatapan mata jengkel nya.
"Mangkanya kalau masuk kamar orang itu ketuk pintu dulu, dasar kau ini, jangan sampai kau praktekkan tayangan live tadi dengan Farel, aku hajar kalian" ucap Rafael.
"Idih, siapa juga yang mau ptaktekin begituan, kurang h*ot!" Sahut Dea
"Eh, apa, berani kamu_"
"Yang, sudah, kayak gak tau Dea saja, dia ngomong nya doang, gak bakalan berani macem-macem sebelum sah" ucap Rena menengahi keduanya.
__ADS_1
"Tau ini kak Rafael, jangan berani semena-mena padaku lagi, ada Rena, dia tidak akan membiarkanmu berbuat seenaknya lagi padaku, ya kan Ren?"
"Ish, apa sih De, ada hal penting apa?" Tanya Rena kemudian.
"Jasmine dan Abraham, mereka ada di berita utama hari ini, soal Kematian dan foto-foto panas yang muncul dengan almarhum Grace Seralda"
"Iya, aku sedang berusaha membantu Abraham juga ini, sudah aku hubungi orang-orang kepercayaan ku untuk menyelidiki hal ini" sahut Rafael.
"Oh, syukurlah, aku hubungi kak Farel belum bisa dari tadi, mungkin dia lagi banyak pasien, ya sudah kalau gitu, aku pergi dulu kak, mau ke Rumah Sakit dulu"
"Ngapain?" Tanya Rafael curiga.
"Ya nemui kak Farel lah"
"Terus?"
"Mau mencoba tayangan live yang tadi kakak berikan"
"Dea!!"
"Hahaha, da da kak.., aku pergi dulu Ren, selamat menikmati keganasan kak Rafael lagi ya!, Teriak ya jangan kenceng-kenceng, Ini sudah siang, kasian Mommy!!" Teriak Dea.
"Dasar kampret ini anak, gak tau malu sekali teriak hal begituan" sahut Rafael kesal dengan kelakuan adiknya, sementara Rena terkekeh melihat interaksi kedua saudara yang sangat lucu di matanya.
PLAK
"Auw, Mommy, sakit?!" Ucap Dea yang sudah terkena satu pukulan dari Della.
"Ngapain teriak kenceng kayak gitu, jangan ganggu kakakmu yang sedang proses buatin cucu untuk Mommy!"
"Ish, iya-iya, tuh mereka sudah mau tancap gas lagi, aku pergi dulu Mom, ingat, jangan dekat-dekat kamar pengantin baru ya, nanti Mommy bingung cari jodoh lagi Lo"
"Kau ini, dasar, sudah sana berangkat, temui Farel dan cepat minta di kawini juga"
"Siap Mom, Kawin ya Mom?"
"Iya, Kawin!"
"Gak nikah dulu kan Mom?"
"Hah, ini anak, maksud Mommy Nikah, hei Dea!, ingat Nikah ya bukan Kawin, Mommy ralat!!" Teriak Della yang sudah melihat anak perempuannya ngakak dan berada di dalam mobilnya.
*
Dasar ini Dea, lagi oleng kali ya..melihat semua sudah pada menikmati surga Dunia..
Mengingatkan, segera kirim VOTE, VOTE, VOTE nya yaa...
HADIAH jangan lupa..
LIKE dan KOMEN Selalu di Nanti
__ADS_1