AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kedekatan


__ADS_3

Jasmine segera kembali ke atas dengan membawa ember berisi air untuk mengompres majikannya


Sejenak Jasmin melepaskan sandal, dan mengambil beberapa lembar kertas yang berserakan di atas kasur, perlahan membantu Abraham berpindah posisi dengan nyaman, lalu Jasmine mengompres sang majikan


Ditatapnya wajah lelah Abraham, wajah yang selama ini dilihatnya tegas, berwibawa dan sangat tampan, perlahan Jasmine tersenyum, hatinya merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya


"Sudah puas menatapku?" Ucap Abraham yang mengejutkan Jasmine


"Hah, jadi tuan tidak tidur?" Ucap Jasmine gugup dan mengalihkan pandangannya


"Aku masih sadar, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak" jawab Abraham


"Ih, memangnya siapa yang mau tidak-tidak dengannya, dasar gila!" Batin Jasmine masih terdiam


"Bisa bantu aku memindah bantal ini, terlalu tinggi, kepalaku pusing" ucap Abraham


"Pindah sendiri saja, nanti saya dituduh berbuat yang tidak-tidak lagi" jawab Jasmine cuek


"Kau ini, lalu kenapa kamu disini kalau tidak berguna sama sekali, dasar!"


"Iya iya tuan, aku bantu, cerewet sekali"


Abraham hanya menghela nafas tidak mau berdebat lagi karena kepalanya bertambah pusing


Jasmine membantu Abraham mengambil bantalnya dan tanpa sengaja, kakinya terpeleset selimut Abraham hingga membuatnya terjatuh di atas tubuh Abraham dan hampir saja bibir keduanya bersentuhan


Sesaat keduanya terdiam dan saling menatap hingga kemudian Jasmine langsung menarik selimut yang membelit kakinya, saking kerasnya dia menarik selimut yang juga membelit tubuh Abraham , membuat Abraham terlempar ke lantai


"Adoh!"


"Sialan, Mina!!" Teriak Abraham


"Eh, aduh duh, maaf tuan, gak sengaja"


Disaat itulah masuk Mbok Darmi dan Dokter Farel yang langsung melotot melihat Abraham sudah ada di lantai kamar sambil berusaha berdiri


"Ya Alloh Mina, apa yang kamu lakukan?" Tanya Mbok Darmi langsung memukul Jasmine yang sedang memapah Abraham kembali di atas kasurnya


"Gak sengaja mbok, sumpah, ya kan tuan?"


"Bodo, jangan berisik di dekatku, kepalaku tambah pusing!" Bentak Abraham jengkel dengan kelakuan pembantu sablengnya


Sementara sang dokter yang sudah berdiri disana hanya tersenyum lalu segera mendekati Abraham untuk memeriksanya


"Cukup tinggi juga demam mu Ab, sebaiknya kau istirahat beberapa hari dulu, hingga keadaanmu membaik"


"Ck, aku tidak bisa melakukan itu, ada banyak pekerjaan yang menungguku, apalagi ada perusahaan yang sudah mencuri hasil rancangan ku"


"Apa, benarkah, bagaimana bisa itu terjadi Ab?"


"Kita masih mencari pelakunya dan akan melakukan tuntutan ke perusahaan itu, sebentar lagi kita mengumpulkan semua bukti dan akan menyeret masalah ini ke pengadilan"


"Sudah, jangan berpikir terlalu keras dulu, sehatkan dulu badanmu, lalu bekerjalah kembali"


"Baik, aku akan beristirahat"

__ADS_1


Jasmine tanpa sengaja mendengar semua pembicaraan Abraham, dirinya ikut prihatin dengan apa yang sudah menimpa majikannya


"Siapa yang sudah tega berbuat seperti itu ke tuan Abraham, pantas saja dia sangat sibuk akhir-akhir ini, ternyata ada maslah sebesar di perusahaan nya" batin Jasmine


"Aku sudah selesai memeriksa mu Ab, aku pamit pulang dulu"


"Hem, pulanglah, terimakasih" ucap Abraham masih memejamkan matanya,


"Mari saya antar dokter Farel" ucap Jasmine


"Tunggu!, Ngapain kamu mau mengantarnya, biarkan mbok Darmi saja, kamu buatkan aku minuman hangat campur dengan madu dan segera bawa kesini, cepat!"


"Ish, dasar, menyebalkan!" Umpat Jasmin sambil mengekor di belakang dokter Farel yang sudah terkikik melihat sifat arogan temannya


Sampai di luar kamar, Farel mempelajari langkah Mina, sambil sesekali menatapnya dari samping


"Hem, rupanya apa yang dikatakan Rafael benar juga, sangat cantik, walaupun tanpa makeup apapun, sepertinya dia bukan wanita sembarangan" batin Rafael dalam diamnya


Jasmine kembali masuk kedalam kamar dan kemudian melihat keadaan Abrahan lagi


"Tuan, ayok makan dulu, ini sudah saya bawakan bubur ayam, habis itu minum obat"


Abraham berusaha bangun lalu memakan buburnya pelan, kemudian segera meminum obatnya dan kembali tidur, Jasmine hanya menghela nafas kemudian keluar kamar dan beristirahat


Hampir dua hari Abraham bekerja dari rumah, dengan di temani oleh Jasmine yang selalu mengingatkan untuk minum obat, istirahat dan makan, sedangkan Kartika setelah kejadian itu segera berpamitan pelesir ke luar negeri yang tentu saja dapat uang entah dari mana


"Min, bisa temani aku ngobrol dulu sebentar?" Tanya Abraham


"Siap tuan, mau ngobrol apa?"


"Nggak ada tuan"


"Kenapa?"


"Ya gak kenapa-napa, pengennya langsung nikah saja, biar gak ribet kalau harus pacaran yang ujung-ujungnya pisah juga kalau gak jodoh, buang waktu kan?"


"Hem, jadi begitu, lalu kuliahmu?"


"Sudah hampir selesai tuan, tinggal rekap nilai dan wisuda"


"Wah, selamat ya, tapi kamu yakin lulus kan?"


"Apaan sih tuan, ya jelaslah, sebodoh apa memangnya saya kalau sampai gak lulus"


"Ya siapa tau, mungkin ada salah satu dosen kamu yang dendam gara-gara kelakuan sableng kamu"


"Ih, gak ada ya, saya tu mahasiswa yang baik-baik saja , tanpa masalah kok tuan"


"Baguslah, semoga saja begitu"


"Kenapa sih tuan gak percaya banget kalau saya cerita?"


"Percaya Min, siapa sih yang gak percaya ,emang kelihatan ya dari mukaku?"


"Kelihatan banget tuan, udah ah, gantian saya yang nanya, enak saja dari tadi tuan yang nanya terus"

__ADS_1


"Okey, silahkan!"


"Ada apa Antara pernikahan anda dan nyonya Kartika?"


DEG


Sebuah pertanyaan yang lebih mirip sebuah pukulan berat yang harus di ceritakan oleh Abraham


Kemudian Abraham menceritakan bagaimana awal mula dia diangkat anak oleh keluarga Kartika hingga di sukses seperti sekarang dengan menjalani sebuah pernikahan yang tidak sehat dari awal


Jasmine tertegun, dirinya tidak menyangka kalau pertanyannya bisa membuat suasana jadi mengharu biru, hingga beberapa kali Abraham kelihatan hampir meneteskan air mata nya


"Bagaimana menurut mu Min, apa aku salah sudah bersikap seperti itu ke Kartika dan ayah angkat ku?"


"Saya rasa tidak tuan, Alloh pasti akan memberikan sebuah jalan terbaik untuk masalah tuan, jadi bersabarlah" ucap Jasmine dan membuat hati Abraham seketika menjadi dingin dan tenang


Jasmin tersenyum kemudian menatap ke depan dengan raut wajah yang sangat bahagia


*


Pagi itu Jasmine menyiapkan sarapan pagi majikannya, kebetulan sekali Kartika juga baru sampai di rumah dan ikut sarapan pagi bersama sang suami


Abraham memperhatikan Jasmine yang lebih banyak diam tidak seperti biasanya, hingga Abraham pun bertanya untuk mengatasi rasa penasaran nya


"Kamu sehat Min?" Tanya Abraham


"Sehat tuan, selamat makan" ucap Jasmine kemudian berlalu begitu saja


Sebenarnya Jasmine bukan tanpa alasan melakukan semua itu, dia memang ingin menghindari Abraham karena merasa mulai menyukainya


"Ya Alloh Jasmine, ingat dia majikan loe, sadarlah, buang jauh-jauh pikiran konyol loe, dan bersikaplah wajar saja" batin Jasmine ngedumel dalam hati


Hingga tidak sengaja menabrak seseorang yang tanpa disadarinya sudah ada di depannya


"Astagfirullah!, Tuan Abraham!!" Kenapa sih mengagetkan saya, lagian kenapa sarapan bisa keluyuran ke sini?"


"Kau itu yang kenapa, aku lihat lebih banyak diam dari tadi"


"Gak ada tuan, ini ngapain sih tuan ikutan ke belakang, nanti dilihat sama nyonya Kartika dikira kita ngapa-ngapain lagi lo??"


"Kau ini, aku cuma pengen tau keadaanmu, ya sudah aku berangkat" Abraham dengan usil menarik Jasmine hingga kini sangat dekat dengannya dan kemudian


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2