AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Tunggu Kedatangan ku


__ADS_3

Saatnya Rahmad memberikan pesan ke menantunya, Rahmad menghampiri Abraham dan memeluknya beberapa saat, setelah itu memberikan beberapa patah kata ke Abraham.


"Aku titipkan Jasmine padamu, jaga dia, bersabarlah dengannya, jadilah iman yang baik dan menjadi contoh untuk Jasmine, dan yang terpenting berusahalah membahagiakan Jasmine, hanya itu yang ayah minta"


"Baik ayah, aku pasti akan berusaha melakukan semuanya, dan saya mohon bimbingannya, karena terus terang Jasmine belum sepenuhnya membuka hati untuk saya"


"Iya, aku mengerti, bersabar lah, dan aku siap membantumu kapanpun"


Keduanya saling pandang dan melempar senyum kebahagiaan, Jasmine pun ikut tersenyum saat merasa ada yang hangat dalam hatinya mengalir begitu saja.


"Semoga ini takdir terbaik yang di berikan Alloh untukku, Amin" batin Jasmine.


Sementara Jasmine sedang berjalan menuju meja tempat minuman yang di sediakan, Tiba-tiba saja datanglah Kartika.


"Bagus sekali permainan mu nona Jasmine, tidak aku sangka kau sangat handal, hingga bisa memiliki Abraham pada akhirnya, sungguh wanita yang hebat dan biadab.


Jasmine hanya memandang Kartika dan tersenyum sinis, tidak ada yang berniat memiliki laki-laki yang sudah menjadi suami orang nyonya Kartika, dan tentu kau sangat tau bagaimana keras kepalanya suamimu bukan?"


"Maksudmu?"


"Bukan aku yang menginginkan pernikahan ini, tapi Abraham yang memaksaku untuk menjadi miliknya, aku hanya mengikuti takdir yang ada, lalu, dimana letak kebiadaban ku?"


"Kau bisa menolak nya kalau memang tidak suka, atau jangan-jangan itu hanya taktik mu saja untuk membuat Abraham semakin ingin mengejar mu, dasar wanita murahan!"


"Jaga bicaramu Kartika, aku sudah memperingatkan mu!" Ucap seseorang dari belakang Jasmine yang tak lain adalah Abraham.


"Aku hanya bicara kenyataan, apanya yang harus ku jaga, istri keduamu ini sangat pintar memilih sasarannya, paling juga ujung-ujungnya harta dan kekuasaan yang dia inginkan" sahut Kartika


"Kartika, kau_!"


"Sudah, lanjutkan pertengkaran kalian di kamar, jangan disini, membuat mood ku ilang" sahut Jasmine


"Lihatlah, santai sekali kau ya, rupanya benar apa yang aku duga, berapa banyak targetmu merampas kekayaan Abraham ha!, setelah uang 1 milyar dan satu buah rumah mewahnya, katakan!"


"Kartika!" Teriak Abraham memperingatkan


"Aku benar-benar muak dengan perkataan nyonya Kartika, kau itu sangat menyedihkan, bisanya hanya berprasangka saja" sahut Jasmine.


"Aku tidak berprasangka, bukankah itu kenyataannya, Abraham sudah memberikan rumah mewah untukmu, aku tau kau akan tinggal disana, mana mungkin kau akan menemani Abraham tinggal di rumahnya, benar bukan?" Ucap Kartika.


"Aku yang menginginkan Jasmine akan tinggal disana bersama ku!" Sahut Abraham.


"Aku akan tinggal dimana suamiku tinggal, kau sudah puas, minggir!" Ucap Jasmine sedikit mendorong Kartika lalu melanjutkan langkahnya untuk mengambil air minum.


Sementara Abraham dan Kartika sangat terkejut dengan keputusan Jasmine yang akan tinggal bersama dengan Abraham, itu artinya Jasmine akan ikut tinggal bersama dengan Kartika dalam satu rumah yang sama.


Kartika terduduk lemas, saat Jasmine berani memutuskan untuk tinggal satu atap dengannya,


"Dasar wanita kurang ajar, berani kau menantang ku Jasmine, aku akan membuat hari-harimu penuh dengan penderitaan nantinya" batin Kartika.


Sementara itu, banyak orang tersenyum puas, menyaksikan bagaimana tenangnya Jasmine menghadapi Kartika.


Tidak dengan Abraham yang tampak sangat khawatir, hingga melangkah cepat menyusul Jasmine.


"Apa kau sudah gila Jasmine!" Teriak Abraham.


"Uhuk uhuk"


Jasmine langsung tersedak minumannya saking kagetnya dengan teriakan Abraham.


"Kau ini, hati-hati, tidak apa-apa?" Tanya Abraham tampak cemas sambil mengusap punggung dan memberikan tissue ke Jasmine.

__ADS_1


"Kau itu yang membuat ku tersedak, ngomong kenceng gitu pas aku minum, kaget tau!"


"Maaf, sudah gak apa-apa?" Tanya Abraham.


"Nggak, lagian kenapa sih kalian berdua itu ngintili aku, belum lagi Omelan istrimu itu, bikin tambah panas, makin haus akunya, engap!" Jawab Jasmine kesal.


"Kamu juga kenapa memutuskan hal penting itu begitu saja, kau tau sendiri bagaimana sifat Kartika, kenapa kamu ikut terpancing emosi, sekarang apa yang akan kau lakukan?" Tanya Abraham serius


"Minum, haus" jawab Jasmine


"Jasmine!" Ucap Abraham


"Apa sih, ya aku akan melakukan apa yang sudah aku ucapkan, tinggal bersamamu di rumahmu, jelas?"


"Apa kau sudah gila?!"


"Kalian yang sudah buat aku gila, minggir, aku mau ke kamar dulu, bajunya bikin aku gerah"


"Aku masih bicara serius Jasmine..?!"


"Nanti aja diterusin, pusing ni aku, lagian mulai hari ini kita bisa bertemu 24 jam kan, pembahasan bisa di sambung lagi"


"Okey, aku ikut" Abraham sudah ikut berjalan di belakang Jasmine.


"Eh, tunggu, mau kemana?" Ucap Jasmine membalikkan badannya.


"Mau ikut kamu ke kamar, kenapa?"


"Nggak bisa, enak aja, aku mau ganti baju dulu di dalam"


"Ya silahkan, aku juga mau ganti baju, kita barengan"


"Eh apa kamu bilang, gak ada ya, kita gantian" sahut Jasmine.


"Ganti pakaian mu dulu, ada kamar mandi di dalam, aku tunggu di sini, setelah itu aku mau bicara serius, cepet!"


"Iya, dasar, suka perintah!"


BRAK


"Astagfirullah!" Abraham terjingkat kaget mendengar suara keras pintu kamar mandi yang ditutup oleh Jasmine.


"Dasar Sableng, nggak jadi Mina atau Jasmine, sama saja kelakuannya" ucap lirih Abraham sambil duduk di sofa dan melonggarkan Hem dan jasnya.


Kerah yang sedikit terbuka dan dan jas yang sudah terlepas dari tubuhnya membuat tubuh tegap Atletis Abraham semakin sedap di pandang mata.


Tak berapa lama Jasmine keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian kasual yang di pakainya saat datang ke Hotel, dan tentu saja pemandangan indah tubuh Suaminya yang tidak sengaja tertangkap kedua bola matanya membuat Jasmine seketika terdiam mematung dengan mulut sedikit terbuka saking Wow nya.


Pembaca di persilahkan traveling bagaimana seksi dan maco nya tubuh Atletis seorang Abraham, hehe.


"Kenapa bengong, ingin menyentuh ku sekarang juga?" Ucap Abraham sambil tersenyum melihat tampang aneh istrinya


"Hah, enggak, aku hanya aneh saja ada laki-laki satu kamar denganku" bohong Jasmine


Abraham melangkahkan kakinya mendekati Jasmine hingga tak berjarak, dan sedikit berjongkok mendekatkan bibirnya di samping telinga Jasmine


"Laki-laki ini suamimu"


CUP


"Abraham!!"

__ADS_1


Teriak Jasmine saat terkejut mendapat ciuman kilat di pipinya


Sementara Abraham hanya terkekeh dan melesat masuk ke kamar mandi


Jasmine segera duduk di pinggiran kasur sambil memegangi dadanya yang terasa mau meledak mendapat kan sentuhan dari Abraham, dengan cepat Jasmine mengambil air minum yang ada di sana dan menghabiskannya sampai kandas.


"Sialan ini orang, bisa sakit jantung lama-lama aku ni ah, dasar singa!" Jerit Jasmine dalam hati.


Begitu juga dengan Abraham yang terpaksa harus mandi mengguyur tubuhnya yang terasa panas menahan hasrat saat bersentuhan dengan Jasmine.


"****!, Kenapa aku susah sekali mengendalikan diri saat berada di dekat wanita sableng ini, semoga aku kuat, aku tidak akan meminta kewajibannya sebagai istri sebelum dia benar-benar membuka hati untukku dan menyerahkan segalanya dengan ikhlas" batin Abraham


Tak lama kemudian kini Abraham sudah duduk di kursi sofa dan jasmani masih tetap di pinggiran tempat tidur.


"Memang harus ya, kita ngomong berjauhan gini" ucap Jasmine


"Harus, kalau tidak ingin aku menerkam mu sekarang juga"


"Apaan sih Ab, dasar kau ini" sahut Jasmine


"Aku ingin kau tinggal dirumah yang sudah aku berikan untukmu, jangan tinggal satu atap dengan Kartika"


"Gak mau, aku ingin tinggal dimana kamu juga tinggal, kamu kan juga suamiku, memang kenapa?"


"Kau tau Kartika kan, aku tidak ingin wanita itu akan menyakitimu Jasmine"


"Memangnya aku mudah untuk disakiti?, Kalau belum tau siapa aku, gak usah meragukan keputusanku"


"Jasmine!"


"Apa!, aku disini, gak perlu tarik gas gitu ngomongnya"


"Kamu sadar nggak sama keputusan kamu itu, Kartika itu wanita yang berbahaya, aku bahkan tidak yakin kalau kau bisa menghadapinya nanti, sudah jangan buat ulah lagi, tinggal saja di rumah baru kita, aku akan sering ke sana!"


"Nggak mau, enak saja, kamu sendiri yang sudah memilih ku menjadi istrimu, jadi, jangan salahkan aku kalau aku ikut kemanapun suamiku pergi!"


"Kau ini, benar-benar ya, susah sekali diatur, dasar, ya sudah kalau itu keputusanmu, jangan menyesal nanti"


"Menyesal, tinggal angkat kaki saja dari rumah kamu, beres kan, ngapain sih di buat susah, sudah, aku mau pergi dulu, siap-siap mau pindahan ke rumah kamu, aku juga gak sabar pengen sekali memberi pelajaran sama si wanita rubah itu!"


"Jasmine, jangan membuat keributan di rumahku, aku peringatkan!"


"Nggak, cuma buat heboh saja"


"Jasmine!!"


"Assalamualaikum, suamiku, tunggu kedatanganku ya"


Jasmine segera keluar dan menutup pintu lalu mencari keberadaan ayahnya diantara para teman dan sahabat yang masih ada di sana, sementara Abraham di buat geleng-geleng kepala dengan tingkah laku istri barunya.


*


Author mengucapkan selamat Tahun Baru 2022, semoga di tahun ini selalu di beri kesehatan dan kehidupan yang lebih baik lagi, salam sukses dan jangan lupa Bahagia.


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2