
Sang dokter mempersilahkan Abrahham dan Jasmine untuk mengambil obat yang sudah di resep kan, di saat yang sama juga Farel menyampaikan rasa terimakasih kemudian segera pamit.
Dalam perjalanan, Abraham tidak berhenti tersenyum dan sesekali mengelus perut Jasmine yang tentu saja masih tampak ramping.
"Yang..sudah, geli kalau kamu pegang terus perutku" ucap Jasmine.
"Aku hanya ingin menyapa Abraham Junior, Rasanya aku masih tidak percaya yang"
"Kenapa tidak percaya?, Lupa hampir tiap hari kamu nitip kan benih di rahim ku?"
"Masak sih, perasaan sudah beberapa hari aku gak memasukkan_"
"Yang!, Di jaga ngomongnya, dasar!" Tangan Jasmine langsung membungkam mulut Abraham yang hampir saja berucap hal yang Vulgar.
Sang sopir dan pengawal yang berada di depan saling pandang dan menahan tawanya, sementara Jasmine sudah melebarkan matanya memberi peringatan ke Abraham.
"Apa sih yang!"
"Diam, gak usah ngomong lagi, bikin malu aja kamu tu" ucap Jasmine sambil memanyunkan bibirnya.
Abrahan terkekeh melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan dimatanya, dan tentu saja Abraham tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menarik tubuh istrinya dan melu*mat sekejap bibir ranum milik Jasmine.
Sudah bukan hal aneh lagi sang supir tanpa sengaja melihat pemandangan mesra dari kedua majikannya ketika berada di dalam mobil, sedangkan pengawalnya yang sering berganti tempat seketika merasa kepanasan.
"Sabar pak, kalau masih panas, besarkan saja AC nya" ucap sang sopir sambil terkekeh menatap pengawal yang tersenyum aneh.
Mulai detik itu juga Abraham meningkatkan kewaspadaannya terhadap sang istri dan itu artinya tingkat posesifnya gak ketulungan, hingga membuat Jasmine merasa jengkel sendiri.
"Yang, aku ini sehat, jangan apa-apa kamu ambilkan gini, aku gak suka, kayak orang sakit parah aja deh" ucap Jasmine ketika berada dalam kamarnya.
"Sudah diam, kamu cukup menerima pelayanan ku saja, pokoknya kamu gak boleh capek-capek yang, ingat kata dokter perut kamu jangan sampek sering kram, masih di awal kehamilan, itu berbahaya"
Jasmine sampai melongo mendengar penuturan panjang kali lebar suaminya yang hampir saja membuat kepalanya pusing tujuh keliling. sementara Abraham semakin suka nyinyir dengan apapun yang di lakukan oleh Jasmine.
Akhirnya Jasmine bisa bernafas lega saat kedua sahabatnya menghubungi Abraham untuk mengajaknya berjalan-jalan di malam hari, bahkan saat Abraham akan menjawab tidak bisa, Jasmine malah berteriak menyetujui ajakan mereka.
"Yang..kok kamu malah setuju ma ajakan mereka?" Tanya Abraham heran.
"Ya dari pada di kamar saja, kan jenuh yang, lagian kamu ngajak mereka ikutan kesini kan juga untuk berlibur yang, sudah kalian keluar dan nikmati saja malam ini dengan nyaman"
"Lalu kamu gimana?"
"Aku juga akan dengan nyaman bersantai di kamar sajalah, nanti aku panggil Dea sama Rena ke sini, pasti seru" sahut Jasmine.
__ADS_1
Abraham menggelengkan kepala lalu memberikan pesan agar tidak keluar kamar sendirian kalau tidak ada hal penting, sebelum akhirnya Abraham menghilang di balik pintu kamar hotelnya.
"Ah, syukurlah, akhirnya aku terbebas dari suami posesif walaupun cuma beberapa menit" ucap Jasmine lirih dan bersiap memanggil Dea dan Rena untuk menemaninya di dalam kamar kamar hotelnya.
Seperti yang sudah direncanakan oleh Jasmine, akhirnya kedua sahabatnya datang dan kini mereka sudah kompak bercanda di depan televisi dengan membawa makanan yang sudah di pesan oleh Jasmine, kedua sahabatnya juga terkejut dengan aksi makan Jasmine yang tiba-tiba saja tak seperti orang yang pernah makan satu tahun.
"Wah ibu hamil makannya kayak orang balas dendam ya" ucap Dea.
"Tau nih, bikin aku terpana Jas, segitunya kamu makan tu, amazing" sahut Rena
"Udah, pada diam lah, aku sendiri juga gak ngerti kenapa nafsu banget sama ini makanan, padahal dari tadi bawaannya mual mulu, nanti juga kalian pasti akan mengalami kayak aku gini kalau dah nikah dan hamil" sahut Jasmine dengan menyantap makanan yang ada di depannya.
Kedua temannya terkekeh melihat aksi Jasmine yang terlihat sangat menggemaskan di depan mereka, dan akhirnya mereka pun bergabung ikut andil dalam menghabiskan makanan yang ada di atas meja.
Hingga kemudian, Dea membelalakkan mata saat melihat sebuah kabar berita di televisi, begitu juga dengan Rena yang tak kalah terkejutnya.
"Sh*it!, pindah chanelnya De, cepat!" Ucap lirih Rena ter gugup dan secepatnya membantu Dea memindahkan Chanelnya.
"Gak perlu repot-repot, aku sudah melihatnya" ucap Jasmine yang ternyata sudah ada di belakang mereka entah mulai kapan, karena terakhir yang Dea tau, Jasmine sedang pamit ke kamar mandi.
"Jas, ini_?" Ucap Rena tertahan.
Kini ketiganya melihat sebuah berita tentang sosok Model yang lagi populer dengan adegan mesranya bersama seorang pengusaha ternama yang tak lain adalah Abraham Hanzel Brian.
Jasmine terdiam dan masih terus mengamati apa yang di beritakan di televisi, semua emosinya berusaha dia tahan karena tidak ingin pikiran jernihnya akan ditutupi oleh opini dari pikirannya sendiri yang belum pasti akan kebenarannya.
"Jas, kau baik-baik saja, atau sebaiknya kita pindah channel saja?" Pinta Rena.
"Diam dulu, aku masih menikmati berita heboh ini" sahut Jasmine.
"Aku yakin ini hanya rekayasa jas, coba deh nanti kamu tanyakan ke suami kamu" ucap Dea.
Jasmine masih terdiam dan terus melihat pemberitaan skandal panas yang melibatkan suaminya, hingga kemudian berita itupun akhirnya berlalu.
"Bagaiman bisa mereka punya foto-foto seperti itu, dan sepertinya itu tadi di club malam, artinya Abraham bertemu dengan Grace di sini?" Batin Jasmine bertanya dalam hatinya.
**
Sementara itu ketiga lelaki itu sudah duduk di sebuah cafe dengan iringan lagu yang lumayan membuat suasana malam di pinggiran pantai terasa semakin nikmat, beberapa minuman dan cemilan sudah dipesan untuk menemani mereka mengobrol santai.
Tanpa disadari kedatangan mereka mengundang banyak pasang mata para wanita terpesona dengan ketampanan ketiganya yang ada diatas rata-rata, belum lagi postur tubuh mereka yang tinggi tegap dan hampir sama membuat penampilan mereka semakin macho di depan mata kaum hawa yang saat ini menikmatinya.
"Kamu beruntung sekali ya Ab, Jasmine akhirnya bisa mengandung buah hatimu"
__ADS_1
"Alhamdulillah, aku sangat bersyukur akan hal itu, dan sebaiknya kalian segera menyusul ku" sahut Abraham.
"Aku sih pengen, tapi semua tergantung dari seberapa cepat Rafael akan segera menikahi Rena"
"Haish, kalian ini, kenapa selalu kembalinya ke aku, kalau kau ingin nikah, aku rela Rel, duluan sajalah" ucap Rafael
"Masalahnya, kunci aku mau melangkah ke pernikahan itu kamu El, keputusan Mommy kamu mana bisa di rubah begitu saja, pasti susah" jawab Farel
"Ingat El, trauma masa lalu mu harus kamu atasi dengan bijak, jangan sampai itu akan membuatmu menyesali diri nantinya, Bagaimanapun seorang wanita itu butuh ikatan yang pasti, dan hanya sebuah pernikahan yang mempunya ikatan yang kuat dan suci" ucap Abraham menasehati.
"Aku tau dan aku sedang mempersiapkan hal itu" jawab Rafael.
"Jangan terlalu lama, Rena itu wanita yang baik, jangan sampai orang lain yang lebih dulu meraih dan menghalalkan dirinya" ucap Farel.
"Tidak akan aku biarkan hal itu terjadi" sahut Rafael.
"Cih, pede sekali kau ha, laki-laki di dunia ini yang lebih dari kita banyak, kamu harus waspada" jawab Farel.
"Kau ini, kenapa jadi sepertinya kau senang sekali melihatku berpisah dari Rena?!"
"Bukan senang, lebih tepatnya shock terapi, biar kebuka itu jalan pikiran kamu yang kelam"
PLAK
"Aduh, apaan sih El, sakit tau, main tabok saja kau ini, dasar!" teriak Farel
"Biar kamu gak ngelunjak, sama calon kakak ipar jangan macam-macam" sahut Rafael dan sukses membuat Abraham terkekeh melihat kekonyolan kedua insan yang ada di depannya.
Rupanya mereka masih belum menyadari bahwa canda tawa ketiganya membuat banyak cewek yang melihatnya semakin terpesona dan tidak bisa menahan diri, Akhirnya beberapa cewek dengan pakaian yang sangat seksi nekad untuk mendatangi mereka dan mengajaknya berkenalan.
Tentu saja kodrat laki-laki Farel dan Rafael muncul dan merasa senang menikmati perhatian dari banyaknya cewek yang kini sudah ikut bergabung bersama dengannya, namun tidak bagi Abraham yang kemudian segera menunjukkan cincin perkawinannya ketika berkenalan dengan mereka.
Sontak mereka kecewa dengan apa yang dilakukan Abraham, karena sasaran utama dari para wanita itu adalah sosok Abraham yang terkesan sangat dingin dan berkharisma.
Tak lama situasi itu berlangsung, hingga akhirnya ada satuan pasukan khusus yang membubarkan aksi nekad para wanita yang semakin gila mendekati mereka. Rafael dan Farel mendadak pucat saat anggota pasukan khusus itu kini duduk tepat di depan mereka.
Sementara itu Abraham melihat hal yang tak biasa dari seseorang yang kini sudah ada di dekatnya.
(Yang makin penasaran..tetap di sini ya..ikuti kelanjutannya..)
*
Yang masih punya VOTE..Yuk jangan lupa di kasihkan ya..
__ADS_1
HADIAH segera di luncurkan dong..
LIKE dan KOMEN setia Author tunggu..