
Beberapa saat keduanya masih terdiam, hingga kemudian Jasmine memulai pembicaraan.
"Kamu bisa pergi dulu, aku tidak apa-apa" ucap Jasmine.
"Bener, tidak apa-apa aku tinggal?" Tanya Abraham.
"Iya, pergilah, kasian Rafael sudah menunggumu" ucap Jasmine.
"Aku pesankan makan siang dulu, kamu bisa menikmati makananmu di sini?" Ucap Abraham lagi.
"Gak usah, ya sudah, biar aku yang pergi, aku sudah kenyang" sahut Jasmine.
Saat Jasmine sudah hampir berdiri tiba-tiba saja perutnya yang masih kosong berbunyi lumayan keras, hingga Jasmine terhenti sejenak menoleh ke Abrahan sambil tersenyum aneh.
Dengan sekali tarikan tangan Abraham, kini Jasmine sudah duduk kembali di kursinya.
" Duduk, diam dan tunggu makanan datang, aku akan menunggumu di sini sampai selesai makan" ucap Abraham sambil menatap tajam ke arah Jasmine.
"Tapi tuan, eh maksud ku Eb, aku bisa makan sendiri gak usaha di temani, kamu bisa pergi duluan"
"Gak akan, Kalau kamu masih ribet, aku akan terpaksa menyuapi mu, mengerti!" Bentak Abraham yang mulai emosi dengan kelakuan ngeyel Jasmine.
Dan akhirnya makan siang datang, keduanya kini menikmati makanan bersama karena keadaan dan tanpa direncanakan, kebetulan sekali Abraham belum sempat menikmati makan siangnya hingga sekalian makan bersama dengan Jasmine.
Sesekali Jasmine melirik ke arah Abraham yang rupanya juga kelaparan seperti dirinya, makanan kesukaan mereka yang sama yaitu Sop buntut, menemani mereka dalam menikmati makan siangnya.
"Abraham sangat baik, dia perhatian juga walau caranya kadang kasar dan konyol" batin Jasmine yang tanpa sengaja tersenyum dan tertangkap mata Abraham.
"Ngapain senyum-senyum sendiri?" Tanya Abraham merasa aneh dengan keadaan Jasmine yang berada di depannya.
"Gak ada, seneng aja, kapan lagi di traktir sama bos besar perusahaan Hanzel Company" Jawab Jasmine.
"Nanti bukan hanya aku traktir makanan, tapi juga aku makan" sahut Abraham cuek.
Sementara Jasmine langsung terdiam menghentikan aktifitas makannya dan berpikir sejenak apa maksud dari kata-kata Absurt dari Laki-laki yang ada di depannya.
"Apaan sih, dasar gila, gak jelas banget ngomongnya" ucap Jasmine melanjutkan makannya.
"Mau aku ulangi lagi, biar jelas?" Tanya Abraham.
"Gak usah, gak perlu, gak penting!" Sahut Jasmine.
Abraham hanya tersenyum sebentar lalu segera memasang tampang dinginnya lagi sebelum ter ciduk oleh Jasmine.
Setelah keduanya menyelesaikan makan siangnya, kini mereka kembali berpencar dan menuju ke tempat kerjanya masing-masing.
Untuk sementara memang Abraham dan Jasmine sudah setuju untuk merahasiakan rencana pernikahan mereka, mengingat status Abraham yang sudah mempunyai istri sah di mata publik, tentunya tanpa alasan yang tepat menghadirkan Jasmine sebagai calon istri keduanya dirasa akan menimbulkan banyak kontroversi.
Kini Jasmine sudah berapa di mobil mewah milik Abraham yang di perintahkan untuk mengantarkan Jasmine ke tempat kerjanya.
*
__ADS_1
Sementara itu di dalam mobil mewah yang lain, ada Abraham dan Rafael yang masih diam menuju ke perusahaannya.
"Bagaiman kesepakatan terakhir kita dengan para kolega kita yang tadi?" Ucap Abraham memecah suasana.
"Mereka menyetujui, dan memutuskan untuk kerja sama dengan perusahaan kita dalam waktu yang lumayan lama" jawab Rafael.
"Hem, bagus, lalu?" Tanya Abraham membuat Rafael bingung.
"Lalu apanya?" Tanya Rafael balik.
"Lalu kenapa mukamu gak bersemangat gitu dan hanya terdiam dari tadi, ada hal lain yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Abraham.
"Nggak ada, aku cuma bingung saja sama kamu Eb, sepertinya kamu menikmati sekali permainan tarik ulur perasaan Jasmine" ucap Rafael.
"Siapa yang tarik ulur, memangnya aku sedang main layang-layang, dasar kau ini" ucap Abraham.
"Habisnya kau ini kalau bertemu Jasmine masih suka berantem, tapi juga pada nyosor aja kalian berdua" sahut Rafael.
"Siapa yang nyosor, pikiran mu saja yang ngeres, gak bisa melihat kenyataan yang sebenarnya" jawab Abraham.
"Kenyataan apa maksud mu, itu tadi kalian ngapain, ciuman di tempat umum, gak jelas" ucap Rafael kesal.
"Anggap itu pemanasan, ngapain kamu ribut?!"
"Pemanasan gundul mu, memangnya cuma kalian saja yang panas, kita yang lihat adegan dewasa kalian juga ikut panas dingin, dasar!"
Abraham tertawa dalam hati, rupanya Sahabatnya yang satu ini masih ada perasaan ke Jasmine, namun itu bisa di maklumi oleh Abraham.
Beberapa menit kemudian Abraham di kejutkan dengan ketukan pintu dari seseorang yang ternyata adalah anak buahnya yang diberi tugas untuk mengikuti Jasmine dan mengawasi keadaan Nugraha Company.
"Ada apa?" Tanya Abraham.
"Ada beberapa pemilik perusahaan yang ikut dalam taruhan itu mulai mendekat ke perusahan Nugraha Company tuan"
"Hem, berapa orang?"
"Saya melihat ada tiga orang, mereka berusaha masuk dan bekerja sama di perusahaan itu"
"Apa diantara mereka ada yang sudah berhasil menjalin kerja sama dengan Nugraha Company?" Tanya Abraham.
"Belum ada tuan, sepertinya tuan Rahmad sangat berhati-hati memilih Partner kerja perusahaanya"
"Baguslah, ada lagi?"
"Nona Jasmine sudah berada di perusahaan Nugraha Company dengan selamat dan tepat waktu"
"Baiklah, masih ada yang ingin kau sampaikan?"
"Tidak tuan, saya permisi dulu dan siap melakukan kembali tugas yang tuan berikan"
"Hem, baiklah, terimakasih, dan keluar lah, tolong panggilkan Rafael saat kau melewati ruangannya" ucap Abraham.
__ADS_1
"Siap tuan, permisi dulu" dan sang anak buah pun segera keluar dari ruangan Abraham.
Tak berapa lama, datanglah Rafael yang kini sudah duduk tepat di hadapan Abraham.
"Ada apa kau memanggilku Eb?" Tanya Rafael.
"Aku ingin kau membantuku mempersiapkan pernikahanku dengan Jasmine"
"Ya Tuhan Eb, tidak adakah orang lain yang bisa kau mintai tolong soal ini?"
"Memangnya kalau kamu kenapa?"
"Oh my God, bahkan luka hatiku setelah kau rebut Jasmine dari ku saja belum kering Eb, teganya kau malah memintaku mempersiapkan pernikahan kalian, keterlaluan!"
"Ish kau ini, jangan Lebay, memangnya siapa yang merebut Jasmine darimu, kau bahkan dekat saja tidak dengannya, ngaku-ngaku kekasihnya, mau gue sliding kepalamu!?"
"Iya-iya, siap laksanakan, aku akan mengaturnya dulu, setelah itu aku tunjukkan semuanya padamu Eb" sahut Rafael dengan muka yang masih jengkel.
"Konsepnya sangat sederhana El, dari pihak ku Aku akan mengajak mbok Minah, kamu dan Farel saja" ucap Abraham.
"Jangan lupa, sebagai bukti sah nya pernikahan mu nanti, Kartika harus ada disana, apa kau sudah memikirkan hal itu?"
"Tentu saja sudah, aku sudah menemukan cara bagaimana dia mau tidak mau akan mengikuti semua keinginanku saat itu, yang penting semua kita rahasiakan dengan rapat dari Kartika sampai acara pernikahan itu berlangsung"
"Aku mengerti Eb, dan sejauh informasi yang aku dapat sampai hari ini, Kartika masih menjalin hubungan dengan Agung Dwi Vinan, aku benar-benar tidak mengerti kenapa dia mudah sekali di manfaatkan oleh laki-laki itu"
"Itulah Kartika, lebih banyak menggunakan naf*sunya dari pada otaknya, dari dulu tidak pernah berubah" ucap Abraham.
"Dan aku memperingatkan mu segera memasang Cctv di ruang kerjamu Eb, itu penting, letakkan di tempat tersembunyi biar tidak di sadari siapapun, aku yakin setelah pernikahanmu akan banyak sekali masalah yang harus kalian hadapi" Ucap Rafael.
"Tentu saja, aku tau masalah yang hebat siap menghadang perjalanan kami, dan aku harap kau tidak menambahnya El"
"Kau ini, aku sudah merelakan Jasmine demi dirimu, dan sedang berusaha merubah haluan ku agar bisa segera merubah perasaanku untuk menganggap Jasmine menjadi seorang saudara sepertimu" jawab Rafael.
Abraham tersenyum melihat Rafael, dirinya sangat tau bagaimana tulusnya perasaan sahabat nya itu, hingga kemudian Rafael pamit untuk kembali lagi melanjutkan pekerjaannya lagi.
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 46-50
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.3
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE LEBIH 1 KALI, Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE