AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Posesif


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian, Jasmine sudah ada di depan pintu ruangan kerja majikannya, sejenak dirinya berhenti kemudian mengambil nafas panjang beberapa kali, setelah dirasa hatinya cukup kuat untuk menghadapi sang majikan, tangannya langsung mengetuk pintu pelan


Tok Tok Tok


"Masuk!" Terdengar suara khas sang majikan yang sudah terbiasa di telinga Jasmine


Jasmine membuka pintu perlahan, di lihatnya sang majikan masih sibuk dengan lembar-lembar kertasnya tanpa memperdulikan kedatangan Jasmine


"Duduk!" Ucap Abraham masih sibuk dengan pekerjaannya


Jasmine yang juga mulai jengkel, duduk bukan di kursi depan meja sang majikan, melainkan di Sofa sebelah pintu


"Duduk sini aja lah, jarak aman dan mudah larinya" pikir Jasmine


Abraham segera menghentikan pekerjaannya


"Kamu_"


Suara Abraham tertahan saat orang yang ingin di ajak bicara ternyata tidak ada di depannya


"Saya di sini tuan, hehe" ucap Jasmine sambil meringis


"Kamu!, Ngapain duduk di situ, pindah sini!" Ucap Abraham mulai emosi


"Saya disini saja tuan, silahkan berbicara, saya dengarkan"


"Mimin!!" Bentak Abraham


"Ya ampun, saya disini tuan, gak harus nge bentak gitu juga ngomongnya"


"Pindah sini!, Kamu itu terlalu jauh untuk di ajak bicara, Dasar!"


"Iya tuan, maaf, saya pindah deh, gak usah nge gas gitu"


"Gimana gak nge gas, menghadapi sikap sableng kamu itu!"


Jasmine alias Mina atau Mimin itu segera pindah ke tempat yang selayaknya, Abraham menatap tajam ke arah wanita yang kini sudah duduk dengan benar di depannya


"Jawab pertanyaan ku dengan benar" ucap Abraham


"Gak mau tuan, kalau benar semua nanti dapat seratus nilainya, kurang seru"


"Benar-benar sableng ini orang" batin Abraham yang ingin sekali membanting Jasmine di atas kasur nya


"Aku serius, jawab dengan jujur, sekali kamu berbohong, angkat kaki dari rumah ini sekarang juga, paham?!"


"Hah, serius banget tuan, baiklah, saya akan berkata jujur karena ini berhubungan dengan nasip saya"


"Bagus, pintar juga otak kamu" jawab Abraham


"Sialan ini orang, belum tau otak gue secemerlang apa" batin Jasmine dongkol dengan majikannya


"Jadi kamu benar ada di Resto mewah tempat Kartika ada di sana?"


"Benar tuan"


"Sedang apa?"


"Makan tuan, memang di resto saya bisa apa lagi, kalau bersih-bersih, nyuci dan nyapu, kan sudah di lakukan disini semua tuan"

__ADS_1


"Jawab saja apa yang aku tanya, gak usah ngelantur ke mana-mana!"


"Siap tuan, lanjut"


"Sama siapa kamu di sana?"


"Ketiga teman saya tuan"


"Yang jelas kalau memberikan jawaban!" Bentak Abraham


"Sama dua orang teman wanita saya yang kebetulan satu kampus dengan saya, sekarang sedang mengerjakan skripsi dan berjuang sama-sama untuk_"


"Cukup!" Bentak Abraham


"Salah lagi tuan?"


"Kamu itu sengaja buat aku makin emosi ya, jawab yang aku tanya sesingkat mungkin, bukan malah curhat gak jelas kayak tadi, siapa laki-laki yang di maksud Kirana tadi pagi?!"


"Laki-laki?, Yang mana tuan, saya kok lupa ya?" Jasmine berpikir keras benar-benar lupa


"Kau ini, laki-laki yang katanya ada di dekatmu dan memanjakan mu!"


"Oh, iya tuan, itu mas Agam"


"Lalu?" Tanya Abraham penasaran dengan jawaban Jasmine


"Lalu?, Maksudnya tuan?"


"Ampun, terus si Agam itu siapa Mimin!, Bisa nggak kamu itu gak bikin orang emosi kalau di ajak bicara ha!"


"Tuan yang buat saya bingung, di jawab lengkap salah, di jawab singkat juga salah, terus saya mesti gimana?"


"Mas Agam tuan, dan dia pacar sahabat saya, maaf saya gak pernah manja sama mas Agam, dia saja yang suka memanjakan saya"


"Kamu itu wanita bener, apa wanita sinting, sudah tau pacar teman sendiri masih mau di manja-manja" ucap Abraham yang entah mengapa merasa sangat lega dengan jawaban Jasmine


Bukannya menjawab Jasmine hanya diam dan berusaha menenangkan emosinya, "Sabar, jangan sampai terpancing emosi sama Raja singa ini" batin Jasmine


"Jadi, hubungan mu dengan laki-laki itu hanya sebatas teman?"


"Iya tuan, lebih seperti kakak saya sendiri"


"Baguslah, kamu boleh keluar"


"Ha!, Jadi saya kesini cuma di tanya urusan ini dong tuan?"


"Iya, memangnya apa lagi, aku tidak ingin orang yang kerja di rumah ini jadi wanita gak bener di luar sana"


"Mbok Darmi juga?" Tanya Jasmine


"Iya, semuanya!" Jawab Abraham kesal


Jasmine memasang wajah aneh dengan jawaban Abraham, dirinya juga heran kalau sampek mbok Darmi juga di tanya-tanya kalau saat kumpul-kumpul sama teman pembokat yang justru hampir tiap hari dilakukannya


Sementara Abraham juga terlihat kesal dengan pertanyaan Jasmine soal dia juga akan memperlakukan hal yang sama dengan mbok Darmi


"Memangnya kenapa aku harus ribet ngurusi mbok Darmi, tapi kenapa juga aku jadi mumet dengan urusan si Mimin ya?!" Tanya Abraham dalam hati


*

__ADS_1


Rafael sedang mengumpulkan semua bukti kelemahan perusahaan Vinan Company sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Abraham, Ancaman yang di berikan oleh Agung Dwi Vinan membuat Abraham benar-benar tersinggung


Kecepatan dan ketepatan Rafael dalam melaksanakan tugas yang di berikan oleh Abraham tidak pernah mengecewakan, hingga tepat jam tujuh malam Rafael sudah mengantongi semua informasi yang di butuhkan untuk memberikan pelajaran ke pemilik perusahaan Vinan Company


Beberapa kali Rafael menghubungi Abraham tapi tidak berhasil, pesan yang dikirimkan juga tidak ada yang di balas, hingga kemudian Rafael memutuskan untuk datang langsung ke rumah sang Bos sekaligus sahabatnya itu


Rafael segera masuk begitu datang, para penjaga yang ada di sana sudah tidak heran lagi dengan kedatangan Rafael, bahkan mereka terkesan sangat akrab dengan sahabat sekaligus orang kepercayaan Abraham itu


Sementara Jasmine yang kebetulan sekali sedang melewati ruang tengah sangat terkejut dengan kedatangan Rafael yang masuk dengan tiba-tiba


"Eit, tunggu, anda siapa, masuk seenaknya gitu aja!" Ucap Jasmine sedikit membentak dan menghalangi langkah Rafael


Rafael terkesiap melihat sosok wanita dengan paras yang luar biasa mempesona di matanya, di tatapnya mata Jasmine dengan lekat


"Anjir, ini cewek gila, Cantik banget, Mata indahnya, hidung dan bibirnya, sepertinya aku pernah melihatnya?" Batin Rafael sambil berpikir keras tanpa melepaskan pandangannya


"Tuan, heh, tuan!!" Teriak Jasmine mengagetkan Rafael


"Iya, kenapa?" Tanya Rafael


"Tuan siapa, kenapa masuk rumah ini nylonong gitu aja?" Tanya Jasmine dengan mata sedikit melebar


Bukannya takut, Rafael malah semakin gemas dan ingin sekali menarik Jasmine dalam pelukannya, sambil tersenyum Rafael ganti bertanya


"Kamu sendiri siapa?, Kenapa ada di rumah ini hem?"


"Saya?, Kok tuan di tanya malah ganti nanya?" Ucap Jasmine


"Oke oke, aku jawab, aku sahabat pemilik rumah ini"


"Siapa?, Wanita rubah apa raja singa?" Ucap Jasmine keluar begitu saja hingga dia menyadari dan langsung meralatnya


"Maaf, maksud saya nyonya Kartika apa tuan Abraham?"


"Hahaha, kau ini lucu juga ya, aku sahabat dari si Raja Singa, kamu sendiri siapa?" Tanya Rafael


"Hah, maaf tuan, Saya pembantu baru, jadi gak tau kalau tuan sahabat majikan saya, apa perlu saya panggilkan tuan Abraham?"


"Tidak perlu, sebelumya apa kita pernah ketemu?, Aku seperti tidak asing dengan wajahmu"


"Maaf, kalau saya, tidak pernah bertemu sebelumnya dengan anda tuan"


"Panggil Aku Rafael, dan kau sangat cantik untuk di jadikan pembantu di rumah ini, aku suka melihat matamu dan bi_"


"Jangan berani menatapnya, Mundur!" Bentak seseorang yang langsung mengagetkan keduanya


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2