AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Terkejut


__ADS_3

Pagi hari Jasmine terbangun dan merasakan tubuhnya masih lelah sekali, begitu juga dengan Abraham yang masih memejamkan mata di sampingnya, Jasmine melihat dengan lekat wajah suaminya dan kemudian tersenyum sambil mengusap lembut alisnya yang tiba-tiba saja bertaut.


Abraham segera bergerak dan membuka matanya.


"Pagi yang.." ucap Jasmine


"Pagi juga, sudah bangun dari tadi?"


"Barusan yang" jawab Jasmine.


CUP


Abraham menarik Jasmine dan mencium bibirnya, Jasmine terkejut lalu tersenyum kembali, Abraham membenarkan posisinya dan menarik kembali Jasmine ke dalam pelukannya.


"Aku pengen ke kamar mandi dulu yang, lepasin bentar ya?" Ucap Jasmine.


"Yok aku antar" ucap Abraham kemudian bangun dan langsung menyambar tubuh Jasmine dalam gendongannya.


"Yang, aku bisa jalan sendiri, gak usah gendong gini ih!" teriak Jasmine yang tentu saja tidak di perduli kan lagi oleh Abraham.


Tak lama Jasmine segera keluar bersama dengan Abraham, sejenak Jasmine berhenti saat kepalanya terasa pening, dan Abraham segera berlari kecil menopang tubuh Jasmine.


"Kenapa yang?" Tanya Abraham cemas.


"Pusing yang, sebaiknya kamu saja yang bersiap ke perusahaan ya, aku masih pengen istirahat dulu yang" ucap Jasmine.


"Aku juga akan ijin hari ini menemani kamu sampai sembuh" jawab Abraham.


"Yang, jangan kayak anak kecil deh, aku baik-baik saja, hanya kecapekan doang, nanti juga enakan kalau sudah buat tiduran lagi, di rumah juga ada mbok Darmi kan?!"


"Nggak bisa, obat perang*sang itu belum bisa aku pastikan hilang dari dalam tubuhmu, kalau kamu menginginkan lagi bagaimana?" Ucap Abraham sambil memapah Jasmine kembali terbaring di atas tempat tidur.


"Apa sih yang, badanku dah remuk gini, gak mungkin pengen lagi, pasti dah hilang juga itu efek obatnya" jawab Jasmine.


Abraham hanya terdiam dan berjalan keluar, Jasmine makin tidak mengerti dengan apa yang di lakukan Abraham, hingga dirinya memejamkan matanya kembali, sesaat dirinya merasakan ada yang mendekat dan ternyata suaminya yang sudah tersenyum di depan matanya.


"Kaget yang!, ngapain sih, nyengir gak jelas gitu? Ucap Jasmine.


"Sarapan dulu yang, sudah aku bawakan makanan, aku suapi di tempat tidur saja ya?" ucap Abraham, dan Jasmine pun hanya bisa mengangguk kemudian merubah posisinya bersandar di pinggiran tempat tidur.


Abraham tersenyum dan kemudian menyuapi Jasmine perlahan, Sop buntut kesukaan mereka tersaji di kamar dengan nikmat dengan kuahnya yang masih hangat dan membuat perut Jasmine nyaman seketika, Jasmine tersenyum sambil sesekali mengelus pipi suami tampannya.


"Kamu juga harus makan yang" ucap Jasmine kemudian.


"Aku bisa habis ini, yang penting kamu makan dulu, biar tenaga kamu pulih kembali"


Jasmine mengangguk dan membuat Abraham sedikit terkekeh karena melihat wajah lucu istrinya yang seperti anak kecil, tak lama kemudian Jasmine terdiam seperti memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Ada apa yang, kenapa muka kamu berubah sedih gitu, kurang jatahnya?" Tanya Abraham menjebak.


"Iya..eh, maksudnya?, Jatah apaan sih yang?!"


"Hahaha, jatah yang bikin kamu mende*sah"


"Yang!!"


"Apa?"


"Nggak lucu bercandanya..!"


"Yang bilang lucu siapa, wong aku mau bilang enak dan nikmat kok"


"Abraham!!"


"Hus, gak boleh panggil suami kayak gitu yang"


"Habisnya kamu itu menyebalkan"


"Menyebalkan kok minta di layani nya sampek berulang kali, Sampek lemes gini malah"


"Tau ah, bodo, gak mau ngomong lagi aku, gak mau lanjutin makan!!"


Abraham tertawa lalu segera memeluk Jasmine dan kemudian mengecup keningnya dengan lembut,


"Aku gak pengen lihat kamu sedih lagi, mending lihat kamu kesel kayak gini, lucu ma gemesin"


"Rena sudah baik-baik saja yang, kamu jangan terlalu Khawatir, aku sangat bangga padamu, biasa menyelamatkan dan melindungi orang-orang yang kau sayangi dengan baik"


"Tapi aku gagal, apalagi membuat Rena sempat disiksa oleh mereka yang, aku masih ingat wajah ketakutannya saat lehernya di cengkeram dengan kuat oleh para baji*ngan itu" ucap Jasmine.


Abraham memeluk lebih erat lagi Jasmine yang akhirnya tak kuasa menetes kan air matanya, Abraham menjelaskan bahwa keadaan Rena baik-baik saja, hanya perlu di rawat beberapa hari lagi, Abraham juga menenangkan istrinya, bahwa semua yang terjadi adalah takdir yang sudah di haruskan dan harus dijalani.


*


Di tempat lain, pagi ini perusahaan Hanzel Company di hebohkan dengan kabar pemiliknya yang masuk penjara bersama dengan anak semata wayangnya. Semua surat kabar dan beberapa stasiun televisi juga sudah menayangkan kabar beritanya.


Tekanan mental yang begitu dahsyat di rasakan oleh Dimas membuat daya tahan tubuhnya menurun, apalagi dia sedang dalam kondisi tidak stabil hingga kemudian Dimas jatuh tak sadarkan diri, beberapa petugas kesehatan yang ada di sana segera melarikan Dimas ke Rumah Sakit khusus untuk Nara*pida"na.


Dari hasil pemeriksaan yang sudah di lakukan ternyata sel kanker di paru-parunya yang dulu dinyatakan terkontrol dan sembuh setelah pengobatan di luar negeri, kini muncul kembali dan semakin ganas menjalar ke beberapa organ penting lainya.


Akhirnya Dimas di lakukan perawatan intensive di Rumah Sakit khusus yang tentunya dengan pelayanan seadanya, mengingat statusnya yang masih tersandung masalah hukum. Pengobatan maksimal tidak bisa dilakukan karena Dimas dalam masa taha*nan. Dua hari perawatan keadaanya semakin mengkhawatirkan, di tambah dengan keluhan nafas yang sesak, batuk kadang mengeluarkan darah.


Semua keadaan Dimas yang Sering menjerit kesakitan saat dadanya terasa terbakar dan susah untuk tidur dan makan, seakan suatu hukuman yang harus dia terima atas semua kejahatan yang sudah di lakukan.


Sementara itu Kartika yang mendengar kabar tentang keadaan Ayahnya semakin panik dan bingung, apalagi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena masih harus menerima hukuman di penjara atas semua kejahatan yang sudah di perbuatannya.

__ADS_1


Hingga kemudian Kartika mendapat kesempatan untuk melihat keadaan Ayahnya walaupun cuma sebentar saja, tidak kuasa menahan tangisnya, Kartika terisak melihat kondisi Ayahnya yang sangat memprihatinkan, bahkan sang Ayah tidak bisa lagi di ajak berkomunikasi dengan baik selain hanya berteriak kesakitan menahan sakit di tubuhnya.


*


Tiga hari berlalu, kondisi Rena membaik, tapi masih perlu perawatan 2 hari lagi untuk memastikan Rena sudah dalam kondisi aman untuk beristirahat dirumah.


Rafael selalu setia menemani Kekasihnya di rumah sakit saat sore hingga pagi hari, apalagi mengingat Rena tidak punya keluarga lagi, hal itu yang semakin membuat Rafael tidak tega meninggalkan kekasihnya begitu saja.


"Kamu kelihatan capek sekali El, sebaiknya kamu pulang saja dan istirahat saja dulu, biar nanti seger kembali badan kamu" ucap Rena memberikan saran.


"Aku baik-baik saja Ren, lagian disini juga tenang, aku bisa istirahat di sofa ini juga"


"Makasih ya El, sudah banyak membantu dan menjagaku"


"Bicara apa sih Ren..sudah istirahatlah kembali kalau memang kamu sudah mengantuk, aku akan menemanimu disini dan gak akan kemana-mana" ucap Rafael kemudian duduk sandaran di sofa yang berada tak jauh dari tempat tidur Rena.


Rena yang masih belum mengantuk karena masih jam 7 malam, hanya rebahan saja dan kemudian mengajak kekasihnya berbincang kembali.


"Kemana Dea ya?, tumben seharian ini cuma nengok aku sekali saja tadi siang, biasanya dia paling ribet bolak balik ke sini kayak setrikaan" ucap Rena.


"Masih sibuk kali, sekarang dia kan punya kesibukan yang lain di luar pasiennya"


"Maksudnya?" Tanya Rena tidak mengerti.


"Dea sudah jadian sama Farel, memang kamu belum di kasih cerita?"


"Hah, benarkah El, kamu tau dari mana?" Tanya Rena terkejut.


"Farel sendri yang cerita Ren, Aku juga heran bagaimana mereka bisa jadian"


"Ooo.. syukurlah kalau gitu El, walaupun aku belum begitu mengenal Farel, tapi kelihatannya mereka sangat cocok ya El?" ucap Rena tertawa kecil saat membayangkan Farel harus extra bawel sama Dea yang kadang masih kekanakan.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 106-111


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.12


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2