
Siang itu Jasmine masih ada di kantin bersama dengan kedua sahabatnya
"Bentar lagi kita selesai kuliah ya, semoga saja kita langsung dapat kerjaan" ucap Dinda
"Paling tidak dengan S1 jurusan manajemen dan Bisnis yang kita punya ini, kita akan segera di perhitungkan kerja disebuah perusahaan besar, lumayan kan?" Sahut Risma
"Amin,Amin,Amin,!" Jawab Jasmine
"Loe sih enak Jas, bokap punya perusahaan gede, apalagi kamu anak tunggal"
"Itu sih pikiran loe, kenyataanya apa, gue minggat juga gak dicari, uang juga langsung di Cut, tau sendiri gue sekarang hidup cari uang ngandelin gaji pembokat"
"Hahaha" Dinda dan Rima kembali tertawa melihat ekspresi wajahnya
Dari arah lain datang seorang teman satu kelas Jasmine sambil berlarian dan menuju ke arahnya
"Jas, loe dicari!" Teriaknya
"Siapa?" Tanya Jasmine bingung
"Bokap loe lah, sedang menuju ke sini dia, loe mau disini apa mau sembunyi?" Tanya teman Jasmine
"Anjir, ngapain gue sembunyi, itu bokap gue juga kali, ya udah, makasih ya infonya" ucap Jasmine
"Bakso satu mangkok dong jas, okey, bayar ya nanti di kantin, gue lanjut dulu"
"Heh anjir, kurang asem, kirain ikhlas, ternyata ada maunya!" teriak Jasmine dan di sambut ngakak dari kedua sahabatnya
"Sabar Jas, loe kan masih masuk dalam jajaran orang kaya raya di kampus ini, jadi maklum saja kalau mereka gak ngerti ma penderitaan loe" ucap Risma
"Dasar, mereka itu suka sekali dengan uangku, gak tau apa aku sudah menderita cari uang sendiri gini" ucap Jasmine kesal
Tak lama kemudian datanglah Rahmad menuju ke tempat Jasmine duduk bersama dengan teman-temannya
"Assalamualaikum" ucap Rahmad sambil berdiri
"Waalaikumsalam yah, mau duduk disini?" Tanya Jasmine
"Ikut ayah, ada yang ingin ayah bicarakan, ini sangat penting, dan ayah mohon jangan membuat masalah" ucap Rahmad datar dan tidak seperti biasanya
Kali ini Jasmine terdiam dan mengikuti perintah ayahnya, dia sangat tau kalau saat ini ayahnya menghadapi masalah yang sangat serius, keduanya segera berjalan ke sebuah cafe yang ada di dekat kampus
"Bagaimana kabarmu Jasmine, sudah hampir satu bulan kita tidak bertemu" Tanya Rahmad
"Alhamdulillah aku baik ayah, bagaimana kabar ayah, sehat kan?"
"Ayah sehat, hanya malam sering terbangun teringat dengan wanita yang ada di depan ayah ini"
"Maafkan Jasmine ayah"
__ADS_1
"Tidak apa-apa, asal kau sehat dan bahagia, bagi ayah sudah cukup"
Keduanya hanya memesan minuman untuk menemaninya berbincang, Jasmine masih terdiam sambil sesekali menyeruput minumannya
"Ayah sudah semakin tua Jasmine, tidak kuat lagi kalau harus adu otot denganmu setiap kali kamu tidak setuju dengan pendapat ayah"
"Maaf ayah, aku tidak berniat melakukan hal itu, hanya saja, aku benar-benar tidak suka di paksa untuk sesuatu yang tidak aku inginkan"
"Seandainya ayah bisa berbuat seperti dirimu Jasmine, sayang sekali ada tanggung jawab besar yang harus ayah pikul dan dipertanggungjawabkan"
"Maksud ayah?"
"Perusahaan kita, berapa banyak keluarga yang tergantung dari mereka bekerja di perusahaan kita Jasmine, ayah bisa saja berbuat seenaknya seperti dirimu, tapi, bagaimana dengan mereka, bagaimana ayah akan mempertanggungjawabkan semuanya"
DEG
Kata-kata ayahnya kali ini membuat hati nuraninya bergetar, sungguh dia tidak pernah berpikir sejauh itu sebelumnya, Jasmine tertunduk, rasanya dia sangat merasa bersalah selama ini
"Kenapa kamu terdiam, biasanya kamu paling sering menyangkal kalau ayah sedang bicara"
"Maaf" hanya satu kata itu yang keluar dari bibir Jasmine, dan Rahmad tersenyum lembut melihat Jasmine anaknya
"Tidak ada yang perlu di maafkan karena ayah tau, kedewasaan itu butuh proses, sekarang tinggal bagaimana kamu akan menghadapi hal ini Jasmine"
"Lalu menurut ayah, apa yang bisa aku lakukan untuk membantu masalah perusahaan?"
"Tapi ayah, tidak adakah pilihan lain?"
"Sampai saat ini tidak ada Jasmine, aku tau apa yang ada dalam pikiranmu, ayah sebenarnya juga kurang suka dengan pak Agung, tapi harus bagaimana lagi, itu syarat yang dia minta"
"Bisakah ayah memberiku waktu satu minggu lagi untuk menjawabnya, aku ingin memikirkan hal ini dengan hati yang tenang dan lewat petunjuk NYA"
"Baiklah, terimakasih kamu sudah semakin dewasa, dan pesan ayah masih sama"
"Jaga sholat di manapun berada, iya kan yah?" Sahut Jasmine
"Alhamdulillah, terimakasih, ayah tidak akan memaksamu pulang, tapi untuk keuangan ayah_"
"Tidak usah yah, Jasmine sudah bekerja, dan punya penghasilan, cukup untuk kuliah dan hidup sehari-hari, untuk Sementara Jasmine ingin menjadi yang Jasmine inginkan"
"Hem, jadilah wanita yang tangguh dengan segala keadaan Jasmine, hati-hati, ayah pulang dulu, temui ayah kalau kau sudah mengambil keputusan"
Keduanya segera berpisah, Jasmine hendak kembali lagi ke kampus, namun disaat dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 siang, dirinya segera berpamitan ke teman-teman nya dan segera pulang
Tak berapa lama Jasmine kemudian sampai di rumah sang majikan, siang itu tidak seperti biasanya, tampak suasana rumah sangat sepi, hanya ada 2 penjaga yang ada di pos depan
Jasmine segera masuk kamarnya kemudian bersiap untuk mandi, bahkan mbok Darmi juga tampak tidak ada dirumah
"Paling Mbok Darmi masih ngerumpi di tetangga sebelah, atau kalau tidak sedang di suruh nyonya Kartika belanja" batin Jasmine
__ADS_1
Sementara itu di dalam kamar Kartika, ada seorang laki-laki yang sudah siap melakukan sebuah rencana bersama dengan Kartika
"Dia masih perawan?"
"Tentu saja, aku jamin itu, ku ingin setelah kau merasakannya, jangan lupa uang seratus juta berikan padaku" ucap Kartika
"Siap, itu hanya masalah kecil, bahkan aku akan memberikanmu tips lebih banyak kalau wanita ini sangat memuaskan ku"
"Okey, setuju, kau suka wanita yang pemberontak bukan, jadi jinakkan gadis ini sebelum kau menerjangnya nanti" ucap Kartika
"Itu urusanku, pastikan wanita itu sudah siap di kamarnya dan pastikan juga suamimu datang saat aku selesai menikmati tubuh wanita itu, kau mengerti?"
"Tentu saja, aku ingin suamiku itu tau kelakuan bejat pembantu kesayangannya, lalu segera menendangnya keluar, aku dapat untung dan kau pun tidak rugi, iya kan?"
Laki-laki itu menyeringai, foto Jasmine yang sempat di ambil oleh Kartika di genggamnya, kecantikan Jasmine yang alami membuat laki-laki itu tersenyum makin penasaran
Dan Kartika segera meluncurkan aksinya, berjalan ke bawah lalu berteriak memanggil Jasmine, yang di panggil akhirnya datang
"Ada apa nyonya?" Tanya Jasmine
"Ini tolong buatkan aku ramuan jawa, campur kedalam gelas kecil lalu aduk, kasih gula"
"Iya nyonya" ucap Jasmine kemudian melakukan apa yang disuruh oleh Kartika
Jasmine segera meletakkan ramuan itu di atas meja tepat di depan Kartika, dan detik selanjutnya Kartika memulai aksinya
"Kok gak enak sih Mina, coba kamu cicipi dulu deh"
"Masak sih nyonya, tanpa curiga sedikitpun, Jasmin segera mencicipi ramuan yang ada di depan
"Ini masih enak nyonya"
"Masak sih, coba minum lagi deh, atau habiskan dulu kalau menurutmu enak, toh ini cuma minuman rempah yang segar
Tanpa bertanya lagi Jasmine segera meminum ramuan itu hingga kandas, sementara itu ada seringai senang dari Kartika saat rencananya berhasil
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1