
"Mommy mohon sayang.., keselamatan kalian berdua lebih penting, Mommy pasti bisa menghadapi mereka" ucap Jasmine dan membuat Alex terpaksa mengangguk menyetujui permohonan Mommy nya
Kini keduanya sudah bersiap menghadapi musuh-musuhnya, Jasmine menghadang serangan dengan tendangan berkali-kali, mereka semua sangat terkejut dengan yang dilakukan oleh Jasmine yang masih menggendong bayinya.
"Sialan..rupanya semua keluarga ini punya ilmu bela diri yang tinggi, kita harus berhati-hati" ucap salah satu dari mereka.
Serangan demi serangan dilakukan, dan membuat semua tampak kelelahan, begitu juga dengan Jasmine dan juga Alex, pada akhirnya Jasmine melihat kondisi tidak begitu baik, Alena segera di serahkan ke Alex untuk segera di bawa pergi, sementara Jasmine melindungi anak-anaknya saat ingin meloloskan diri.
Kini tenaga dalam akhirnya Jasmine keluarkan.
"Apa ini.. mundur...!" Teriak salah satu dari pemimpin mereka saat melihat Jasmine kini bergerak dengan menggunakan tenaga dalamnya.
Jasmine melompat dan bertengger di sebuah batu besar untuk menguatkan posisinya, dengan mengatur nafasnya kembali, dirinya berusaha untuk tetap tenang dan mengatur strategi. Dalam hatinya sudah merasa lega, karena Alex yang membawa Alena sudah tidak nampak disana, kini tinggal dirinya yang harus konsentrasi mengahadapi musuh-musuhnya.
Tanpa disadari, ternyata para musuhnya kini mempersiapkan senjata api untuk menghadapi Jasmine.
"Bunuh wanita itu kalau perlu...itu perintah dari Tuan kita!" Teriak Salah satu dari mereka.
Dan Jasmine sangat terkejut saat melihat semua orang yang dihadapinya sudah siap dengan senjata api masing-masing yang sudah berada di tangan mereka.
"Sial..aku harus menghindar, tidak mungkin tenaga dalam ku bisa untuk menahan semua serangan peluru mereka" batin Jasmine yang kini bersiap untuk berlari mencari tempat untuk berlindung, namun semuanya terlambat.
Semua butiran peluru sudah melesat menuju ke arahnya, tenaga dalam dikeluarkan kembali oleh Jasmine untuk menghempaskan timah panas satu persatu, namun itu tidak cukup, hingga dia memejamkan mata pasrah saat banyaknya peluru yang lolos dan menuju ke tubuhnya.
BLAM
Suara sesuatu yang meledak dengan dahsyat terdengar saat itu juga oleh Jasmine, tiba-tiba saja tubuhnya melayang di sambar oleh sosok bayangan yang sangat cepat.
"Sayang..kau tidak apa-apa?" Suara lirih membuat Jasmine langsung membuka matanya, Jasmine terkejut saat melihat wajah suaminya kini sudah ada di depan matanya.
Pelukan erat langsung di berikan oleh Jasmine, dengan Isak tangis yang berusaha dia tahan.
"Maaf yang.. anak-anak kita" ucap Jasmine tampak khawatir.
"Tenanglah, mereka Aman..biar aku yang menyelesaikan sisanya, terimakasih kamu sudah menyelamatkan anak-anak kita" ucap Abraham lalu mencium kening sang istri.
Detik berikutnya, Abrahan yang membawa beberapa anak buahnya bergerak maju menghajar orang-orang yang berani menyentuh anak dan istrinya.
Tidak memakan waktu lama, mereka akhirnya bisa di lumpuhkan dan bertekuk lutut di hadapan Abraham.
"Katakan siapa yang telah menyuruh kalian!, Atau kalian akan mendapatkan siksaan yang tidak pernah kalian bayangkan!" Teriak Abraham yang sudah begitu murka melihat apa yang sudah dilakukan orang-orang itu.
__ADS_1
Akhirnya mereka membuka mulutnya dan mengatakan bahwa mereka adalah anak buah dari Mickel Laronzo yang ditugaskan untuk menculik anaknya yang masih bayi.
Hari itu juga Abraham menyeret orang-orang itu masuk kedalam buih dengan semua kesaksiannya, kini pihak kepolisian akan melakukan penangkapan terhadap Mickel Laronzo.
Abraham tidak tinggal diam, dengan cepat dirinya bergerak ke tempat dimana Mickel Laronzo berada, dari semua keterangan yang di dapatkan dari anak buahnya, bukan hal sulit Abraham menemukan keberadaannya.
Saat berada di sebuah Mansion yang di jaga ketat oleh pengawalnya, Abraham menerjang masuk dan tidak perduli walaupun dengan banyaknya pengawal yang berjaga disana.
Tanpa di duga, ternyata Mickel Laronzo melesatkan tembakan tepat ke arah Abraham, beruntung dengan cepat Abraham menghindar sebelum akhirnya masuk ke dalam ruang itu.
Dengan gerakan cepat, Abraham menendang Mickel dengan kuat hingga terpental menghantam tembok yang ada di belakangnya, seketika Mickel meringis kesakitan dengan beberapa luka yang sudah ada di tubuhnya.
"Cukup..ampun..jangan menyiksaku lagi!" Teriak Mickel saat Abraham berkali-kali memberikan pukulan saat dia melawan.
"Bajingan..!, Berani sekali kau ingin menyentuh istri dan anak-anak ku ha..!," Teriak Abraham dengan penuh emosi, apalagi mengingat bagaimana anak istrinya berjuang mempertahankan diri.
Abraham menggerakkan kedua tangannya, seketika Mickel Laronzo membelalakkan mata, saat menyadari tubuhnya melayang dengan pelan, lalu detik berikutnya dia memekik saat tiba-tiba tubuhnya terhempas keluar jendela dan jatuh mengenaskan di tanah dengan keras.
"Aaakh!, ampun!!, Cukup!!" Teriaknya yang begitu memilukan.
Abraham ikut melompat ke luar dan kini sudah berada tidak jauh dari Mickel yang rupanya kakinya sudah patah, lalu sosok wanita berlari dan melindungi Mickel sambil memohon ampun ke Abraham.
Abraham berdiri terdiam mendengar Isak tangis wanita yang sudah bersujud di kakinya, dan kemudian, disusul dengan kedatangan Jasmine yang kini sudah ada di sampingnya.
"Yang..sudah, biarkan pihak berwajib yang akan menangani masalah ini, aku dan anak-anak tidak apa-apa, kami baik-baik saja" ucap lirih Jasmine yang akhirnya membuat hati Abrahan luluh kembali.
Semenjak kejadian itu, pengawalan terhadap semua anggota keluarganya ditingkatkan, bahkan Abraham Selalu menyediakan waktu untuk menemani anak istrinya ketika ingin berekreasi di luar Mansion.
Kedekatan hubungan mereka semakin terjalin, banyak musuh yang harus berpikir seribu kali untuk mengusik keluarga Abraham Hanzel Brian.
Dimalam yang dingin, Abraham sedang memeluk istrinya yang sedang berbaring di atas ranjang dengan nyaman.
"Kau sudah tidur yang?" Tanya Abraham.
"Hem.. belum, kenapa?" Tanya Jasmine.
"Tidak ada" jawab Abrahan yang dengan sengaja menyusupkan tangannya masuk kedalam baju Jasmine.
(WARNING 21++)
Kedua tangan nya kini mereka lembut sesuatu yang mejadi favorit nya, Jasmine merin-tih perlahan mendapati sentuhan yang begitu membuatnya nikmat.
__ADS_1
"Pelan yang..kau menginginkan ku?..sshh" ucap Jasmine di tengah desa-hannya.
Abraham merubah posisinya, kini Abraham sudah berada di atas tubuh Jasmine, dilumatnya bibir istrinya dengan lembut dan menuntut, tangan Abrahan bergerak lincah membuat Jasmine kini sudah dalam keadaan polos.
Suara desa-han yang tertahan terdengar saat jari jemari Abraham membelai lembut milik Jasmine yang sudah mulai basah.
"Aku menginginkanmu yang..ough.. emhh" suara Jasmine memohon.
Abraham tersenyum, satu jari dia masukkan perlahan untuk memberikan sensasi awal kenikmatan.
"Akh!, Yang.." Jasmine memekik saat merasakan nya.
"Sepertinya istriku ini sudah tidak tahan Hem.." ucap Abraham lirih dan mengatur posisi dengan membuka kedua kaki Jasmine untuk mempermudah penyatuan miliknya.
Hentakan dari sang pusaka seketika dirasakan oleh Jasmine, Pagu-tan bibir Abraham menyamarkan suara teriakan Jasmine saat merasakan sensasi yang luar biasa.
"Yang tinggu..sakit..!" Ucap Jasmine tiba-tiba dan membuat Abraham terkejut menghentikan gerakannya.
"Ada apa yang?" Tanya Abraham lalu memeriksa bagian belakang tubuh istrinya yang rupanya ada luka memar dan masih sedikit membiru, bekas dirinya bertarung tempo hari.
Dengan tidak melepaskan tubuh istrinya, Abraham membalik kan tubuh Jasmine perlahan, ditariknya satu bantal dan di letakkan di bawah perut istrinya untuk menyamankan posisi.
Kini kembali pusaka perlahan dimasukkan dari arah belakang, Jasmine meremas sprei dengan kuat.
"Yang..ahh.." desa-han Abraham kini mulai keluar dari bibirnya, sementara Jasmine semakin melayang saat milik suaminya kini mulai bergerak didalam sana dengan aktif.
Teriakan keduanya memenuhi semua sudut ruangan kamar, Abraham menahan ping-gul istrinya yang terguncang hebat saat pelepasan dia lakukan, dan keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama.
"Terimakasih sayang.." ucap Abraham yang kemudian bergeser merebahkan tubuhnya yang penuh dengan keringat disisi Jasmine yang masih mengatur nafasnya kembali.
"Sakit yang..?" Tanya Abraham mengkhawatirkan istrinya.
"Nikmat" ucap Jasmine tertawa.
"Dasar..!" Sahut Abraham tersenyum.
Dan keduanya kini beristirahat sambil berpelukan dalam satu selimut yang sama.
Jangan lupa beri dukungannya ya Gaes.. Terimakasih.
Yang Penasaran dengan kisah si KEMBAR TIGA sudah ada dalam Karya Novel Author Sinho terbaru di NovelToon dengan judul "THE TRIPLETS" segera Cek ya kak, di tunggu
__ADS_1