
Abraham segera berpindah posisi duduk di depan Rahmad, menggenggam tangan mertuanya dengan pandangan rasa berterimakasih karena sudah mempercayainya.
"Sudahlah Abraham, aku mengerti kenapa kau melakukan itu"
"Terimakasih yah, sungguh, aku tidak mungkin berniat melukai perasaan Jasmine"
Rahmad tersenyum dan kemudian berdiri sambil memanggil Rafael untuk diajaknya pergi menikmati kopi yang sudah di sediakan di ruangan khusus untuk para tamu, tentu saja itu hanya alasan Rahmad untuk memberi ruang anak dan menantunya bisa berdua di dalam ruangan.
"Yang, maaf, aku malah menyeretmu dalam masalah ini" ucap Abraham.
"Hem, kau itu tega sekali Eb, katanya ingin melindungi ku, tapi apa yang kamu lakukan sekarang?" Ucap Jasmine sengaja menggoda suaminya agar merasa bersalah.
"Iya aku salah, maaf, katakan padaku, apa yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku yang?"
"Tentu saja aku harus menenangkan diri"
"Apa?!, Jadi kamu ingin sendiri dulu di rumah ayah lagi?, Baiklah, aku harap kau bisa memaafkan ku setelah itu"
"Siapa bilang aku ingin menenangkan diri sendirian, tentunya harus kamu temani dong, kan kamu yang buat aku gak tenang, harus bertanggung jawab"
"Hah, maksudnya gimana sih yang?"
Jasmine tertawa melihat wajah bingung seorang pengusaha sukses dan pemilik perusahaan besar Hanzel Company, Abraham yang merasa terkejut dan mulai menyadari di kerjai oleh Jasmine segera tersenyum, menangkap dan menarik tubuh Jasmine dalam pelukannya.
"Dasar kau yang!!, Suka kamu bikin aku jantungan Hem!" Ucap Abraham sambil geregetan dan menggigit pipi Jasmine hingga memerah.
"Aduh Eb, sakit !"
"Biar kamu kapok dan gak berulah lagi, dasar, sini, aku pengen makan kamu Jasmine!!" Ucap Abraham saat Jasmine berhasil lepas dari pelukannya sambil tertawa dan berlari menjauhi suaminya.
*
Sementara itu, beberapa saat sebelumnya.
PLAK
Smith langsung menampar muka Agung dengan keras hingga keluar darah dari sudut bibirnya.
"Kau benar-benar bodoh, bagaimana bisa aku di permalukan seperti ini ha!!"
"Maaf tuan Smith, aku kira mereka akan marah dan murka dengan Abraham saat kita membeberkan kebenarannya, lalu mereka akan membenci Abraham, tapi Ternyata"
"Ternyata kau gagal dan bodoh, bangsat, bagaimana bisa kau tidak punya bukti apapun tentang hubungan mereka sebelum taruhan itu di mulai, breng*sek!!"
"Maaf tuan, sungguh, apa yang aku katakan itu benar, Istri pertama Abraham sendiri yang mengatakannya padaku"
"Diam!, Aku tidak butuh katanya, aku butuh buktinya, sialan!, Abraham sudah berani curang dan menang banyak, aku tidak akan tinggal diam"
"Apa yang bisa aku bantu tuan, bukankah Anda berjanji akan menyelamatkan perusahaan ku kalau saya bisa membantu"
Kemudian Smith terdiam sejenak
"Tentu saja, asal kau mau membantuku untuk menjadikan Jasmine Agatha Nugraha milikku"
"Apa?!, Bukankah tujuan tuan hanya ingin mengambil uang taruhan itu dari tangan Abraham, kenapa sekarang jadi_"
"Diamlah, wanita itu istimewa, selain kecantikannya luar biasa, aku suka pribadinya yang tangguh dan cerdas, bahkan penguasaan emosinya membuatku kagum, sosok wanita yang tidak mudah tertindas, dan aku sangat memujanya, aku tidak perduli lagi dengan uang itu seberapa pun banyaknya, yang penting wanita itu me jadi milikku, kau mengerti?!"
__ADS_1
"Tapi tuan, mereka sudah menikah, walaupun saya tidak punya buktinya, karena pernikahan mereka tertutup"
"Aku tidak peduli, tunggu kabar dariku, rencana selanjutnya akan aku beri tahu, sementara atasi sendiri masalah perusahaan mu, aku tidak akan membantumu sebelum wanita itu menjadi milikku" ucap Smith dan kemudian masuk ke dalam mobil mewahnya lalu keluar dari sana.
*
Setelah kejadian itu, bukannya segera kembali ke perusahaanya, Abraham malah menyuruh Rafael pulang sendiri ke perusahaan dan menugaskan semua pekerjaannya untuk dilanjutkan oleh Rafael.
"Kenapa senyum-senyum kayak gitu?" Ucap Jasmine melihat Abraham yang sedang duduk di sampingnya sambil tersenyum melihat wajahnya.
"Aku seneng aja, ternyata istriku garang juga"
"Siapa yang garang, aku hanya menunjukkan kalau aku bukan wanita yang akan terkejut, menangis merengek-rengek mendengar kabar yang belum tentu benar adanya"
"Hem, untuk itu kamu langsung pergi ke tempatku tadi?"
"Iya, dan seandainya apa yang di katakan Agung benar kau hanya mempermainkan ku untuk dijadikan taruhan, habis kau Eb"
"Wow, aku takut sekali" ucap Abrahham dengan ekspresi lucunya.
"Mangkanya jangan macam-macam, sekali ingin aku mengikatkan hatiku padamu, jangan harap bisa berbuat seenaknya"
"Siap, ini berarti, aku boleh melakukannya kan?"
"Melakukan apa?"
"Sini mendekat lah, aku beri tau"
"Apa sih Eb, ngomong aja, aku bisa dengar"
"Melakukan penyatuan yang panas dengan desa*han di atas Ranjang sampai puas" Ucap Abraham lirih yang membuat Jasmine merinding dengan muka anehnya.
"Abraham!!, Minggir!, Jorok banget kamu itu, ini di kantor, gila ya?!" Ucap Jasmine sambil mendorong Abrahham dan membuat jarak kembali, sementara Abrahham terkekeh lalu berdiri dan kemudian berpindah tempat untuk menurunkan hasratnya yang hampir saja ikut terbawa.
Abraham kini berbincang dengan Rahmad membicarakan tentang bisnis untuk prospek ke depan yang lebih baik, rupanya perbincangan itu membuat keduanya saling support dan membuat hubungannya bertambah dekat, dengan Rahmad Abraham seperti menemukan sosok Ayah yang bekerja dengan melindungi anak-anak nya, bukan hanya seputar keuntungan semata.
Hingga tak terasa waktunya jam pulang, Jasmine yang sudah membereskan pekerjaannya, segera menghampiri ayah dan juga suaminya.
"Kalau masih ingin lanjut mengobrol, aku tinggal duluan ni" ucap Jasmine sambil berdiri di samping Abraham.
"Ya sudah, kalian pulanglah, aku akan membereskan pekerjaanku dulu, setelah itu aku akan langsung pulang" ucap Rahmad.
"Apa ayah kita antar dulu?" Ucap Abraham.
"Nggak usah, ayah kan sudah punya sopir pribadi yang siap mengantar kapanpun, kalian segera pulang saja, ini sudah sore"
Keduanya langsung berpamitan dan mengucap salam, lalu segera pergi menuju kediamannya. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 7 malam, Abraham bersiap mengantar Jasmine untuk mengantar Risma ke Bandara.
"Aku pergi dulu Jasmine, ingat ya, jaga kesehatan kamu, jangan terlalu mementingkan ego mu lagi, jangan suka kabur-kaburan lagi, kamu sudah punya suami sekarang, berbahagialah Jasmine" ucap Risma, dan keduanya kini sudah saling berpelukan dengan deraian air mata.
Risma pun segera melambaikan tangan dan pergi meninggalkan Jasmine yang di dampingi oleh Abraham, dengan rangkulan mesra dari suaminya, Jasmine merasakan ketenangan dan beban yang sedikit terangkat.
Kini keduanya sudah berada dalam mobil, dan Abraham kali ini tersenyum membawa Jasmine ke sebuah tempat.
"Eb, kita mau kemana, sepertinya ini bukan arah rumah kita"
"Justru ini arah rumah kita yang sesungguhnya, seandainya kamu tidak ngeyel ikut tinggal denganku dirumah Kartika"
__ADS_1
"Maksudnya?"
"Ini rumah yang aku berikan ke kamu sebagai mas kawin saat kita nikah, lupa kan, kamu saja gak pernah menanyakannya"
"Ha, benarkah, aku lupa Eb, sungguh"
"Ya sudah, bentar lagi kita sampai"
Tak berapa lama, sesuai ucapan Abraham, akhirnya sampai juga di sebuah rumah yang sangat mewah dan megah, dengan luas halaman yang luar biasa, di jaga oleh beberapa petugas keamanan.
Jasmine membelalakkan mata tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, semua kemewahan sebuah hunian bak istana kini sudah ada di depan matanya, dan ini adalah sebuah Mansion yang diberikan Abraham untuk dirinya sebagai mas kawinnya.
"Ya Alloh Eb, ini_?"
"Ini semua milikmu sayang, ayo aku tunjukkan sesuatu, aku harap kamu suka"
Abraham menggenggam erat tangan Jasmine dan membawanya ke lantai atas untuk menunjukkan sebuah ruangan yang super mewah dan lumayan besar.
"Ini kamar kita yang" ucap Abraham.
"Wow, besar sekali Eb, semuanya sangat mewah, aku suka warna dan perpaduan semua barang yang ada di dalamnya, ini sangat luar biasa"
Abraham tersenyum kemudian mengajak Jasmine pergi melihat kamar mandi dengan desain super mewah dan modern, kesempatan di kamar mandi digunakan keduanya untuk membersihkan diri setelah perjalanan dari Rumah sakit.
"Aku suka kamar mandinya Eb, bagus banget, mewah, ngalahin kamar mandi hotel berbintang"
"Alhamdulillah, kalau kamu suka, ayo kita ke balkon, pemandangannya sangat luar biasa"
Jasmine dan Abraham segera membuka pintu penghubung balkon dengan kamarnya, Jasmine tercengang dengan pemandangan yang begitu menakjubkan dan bisa dinikmati dari balkon kamarnya.
"Ya Alloh, ini sangat luar biasa, Makasih Eb"
"Kembali sayang" jawab Abraham manis sambil tersenyum dan berpindah posisi yang kini sudah memeluk istrinya dari belakang sambil menikmati pemandangan alam malam hari yang begitu indah.
Abraham melepas hijab Jasmine perlahan lalu menelusup kan wajahnya ke leher istrinya sambil berbisik, "Malam ini kita tidur disini ya?"
Jasmine terkejut dan nampak terdiam sesaat, pelukan suaminya dirasakan semakin erat, tubuhnya berdesir saat ciuman lembut suaminya menyapu leher jenjangnya, dan Jasmine pun mengangguk pelan tanda setuju.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 81-86
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.8
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1