
Jasmine duduk di sebuah taman untuk menenangkan dirinya sebelum pulang, kenyataan tentang siapa Abraham dan masalah dengan perusahaan ayahnya membuat pikirannya benar-benar stres sekarang ini.
"Ya Alloh, apa yang harus ku lakukan saat ini?" Ucap lirih Jasmine.
Tak lama kemudian datanglah Risma yang sudah di hubungi Jasmine sebelumnya, kini keduanya duduk sambil menikmati pemandangan taman.
"Loe gak apa-apa kan Jas?"
"Gue masih shock Ris, makin ke sini kenapa jalan hidup gue makin ribet ya?"
"Sabar, ini cobaan loe saat ini, gak ada yang namanya perjalanan hidup itu tanpa cobaan Jas, yang ada hidup loe lempeng aja, gak asik kan?"
"Heh, iya juga sih, tapi kenapa begini juga cobaan gue Ris, rasanya berat banget"
"Tenang Jas, Alloh itu ngasih cobaan sesuai kekuatan orangnya kok, loe dapat cobaan ini yang berarti cuman loe yang kuat saat ini menghadapinya"
"Hem, bener juga sih, lalu apa yang harus gue lakukan sana tuan Abraham, apakah gue harus jujur Ris?, Aku takut dia berpikir yang macam-macam kalau tau siapa gue"
"Aku juga bingung Jas, enaknya gimana ya, tapi sebaiknya loe jujur aja deh, dari pada dia tau dari luar soal siapa loe, bisa tambah runyam urusannya"
"Gue juga berpikir gitu Ris"
"Jadi loe juga dah tau siapa pelakunya yang menjebak perusahaan bokap loe?"
"Tau gue, ini mau gue samperin tu orang, Gedeg gue lama-lama nahan, gak betah" ucap Jasmine dengan mode garangnya.
"Yang penting hati-hati loe, jangan gegabah main gebuk orang aja, bisa masuk penjara loe nanti"
Jasmine terdiam, dan beberapa saat kemudian keduanya sudah berdiri melangkah pergi menuju ke sebuah Restoran untuk makan siang menjelang sore.
*
Abraham seharian ini tidak bisa fokus melakukan pekerjaannya, masalah rumit tentang Mina atau Jasmine membuatnya susah untuk berkonsentrasi.
Dalam hatinya sebenarnya tidak percaya kalau wanita seperti Mina akan berbuat licik seperti dugaannya, tapi sayang, lemahnya keamanan ruang kerja Abraham karena tidak pernah terpikir untuk memasang Cctv dan kenyataan bahwa wanita itu sudah berada di rumahnya selama ini dan menyamar sebagai pembantu membuatnya semakin pusing.
"Brengsek!"
PRANG
Terdengar suara benda-benda jatuh dari atas meja kerja karena amarah dari Abraham.
Rafael yang akan masuk keruangan Abraham sampai terjingkat mendengar suara keras dari dalam ruang kerja Abraham, di bukanya pintu ruang itu dan ternyata seperti dugaannya, semuanya sudah berantakan
"Apa yang kau lakukan Eb, kendalikan emosi mu, ingat, kau baru saja sembuh"
"Aku tidak perduli, ingin rasanya aku menyeret Mina atau Jasmine itu kesini sekarang juga, dasar wanita Sialan!"
"Ab, kita belum tau kebenaranya seperti apa, jadi jangan memutuskan sesuatu secara sepihak"
__ADS_1
"Jadi kau membela Mina, maksutnya Jasmine?"
"Aku tidak membelanya Eb, hanya berusaha bersikap rasional, bukti keterlibatan Jasmine juga tidak kita temukan sampai detik ini, melemparkan kesalahan ini padanya bukan sesuatu yang bijak"
"Lalu menurut mu untuk apa wanita itu berada di rumahku dengan menyamar sebagai pembantu?, Apa hanya untuk bersenang-senang saja!"
"Aku tidak tau Eb, tapi setidaknya kita cari bukti dulu lah, jangan asal nuduh dan emosi begitu saja"
Abraham terdiam dan menyandarkan kepalanya ke kursi kerjanya, sementara Rafael segera memanggil OB untuk membantu membersihkan ruangan Abraham yang tampak seperti kandang Bubrah.
Untuk mengalihkan pikiran, Rafael memberikan kabar gembira dengan hasil jerih payahnya merancang model baru barang elektronik yang akan segera di luncurkan, kali ini lebih moderen dan lebih praktis.
"Bagaimana menurutmu Eb, aku rasa ini sudah sempurna" ucap Rafael.
"Hem, aku juga sependapat, tolong lebih hati-hati kau menjaga rancangan ini sampai nanti kita produksi dan kita luncurkan"
"Aku tau, kali ini aku sangat berhati-hati Eb, pengalaman yang kemaren jangan sampai terulang lagi"
"Okey, terimakasih El"
"Kau sudah makan?" Tanya Rafael yang sebenarnya tau kalau bosnya itu belum makan siang.
"Aku tidak berna*su El"
"Kau ini, harus makan, mau kamu sakit lagi, baru juga sembuh, aku pesankan makanan kesukaanmu, sebentar lagi nyampek, kita makan bareng" ucap Rafael, sedangkan Abraham hanya terdiam dan pasrah.
*
Jasmine terkejut dan kemudian menatap Risma yang ada di depannya.
"Tunggu Jas, jangan gegabah ini di tempat umum" ucap Risma.
"Gue gak peduli, aku akan menyeretnya ke ruang privat yang ada di atas, dasar breng*sek!"
"Iya tapi jangan pakek kekerasan jas, ingat ini tempat umum"
"Iya Ris, tau gue, loe tenang aja disini, gue mau bikin perhitungan"
Jasmine segera pergi beranjak dari tempat duduknya, dengan langkah pasti mendekat ke ruangan dimana Agung berada, dengan kasar Jasmin membuka pintu ruangan itu dan langsung masuk.
Jasmine menghentikan langkahnya saat ingin mendekat, dia terkejut menyadari bahwa wanita yang ada di depan Agung adalah Majikan wanitanya yang tak lain adalah Kartika.
"Bang*sat!, rupanya mereka berteman, jangan-jangan mereka yang merencanakan semua ini dari awal, baji*ngan!" Batin Jasmine di tengah keterkejutannya
Sementara kedua orang didepannya lebih terkejut lagi dengan kemunculan Jasmine yang tiba-tiba saja ada di ruangannya.
"Kau, Mina, apa yang kau lakukan disini ha!, Itu kenapa kamu pakai baju mahal seperti itu, kamu habis menjual diri ya?!'
"Tunggu-tunggu, Mina?" Tanya Agung terkejut.
__ADS_1
"Iya, wanita ini si Mina pembantu ku, yang kemaren sempat aku ceritakan ke kamu sayang"
"Oh, jadi Jasmine, eh Mina ini yang sdah jadi pembantu dirumah kamu, kebetulan sekali ya" ucap Agung sambil tersenyum licik.
"Kau mengenalnya sayang?"
"Tentu saja, perkenalkan dia calon istriku, Jasmine Agatha Nugraha, biasa di panggil Jasmine, bukan begitu cantik?"
"Cih, aku gak akan sudi menjadi istrimu baji*ngan!"
"OMG, jadi selama ini kau menyamar menjadi pembantu di rumahku ya, untuk apa?, Pasti kau ingin memata-matai perusahaan Hanzel Company kan, ya Tuhan, licik sekali kau rupanya"
"Tutup mulut kalian, kalian sendirilah yang sudah merencanakan ini semua bukan, baji*ngan!"
Jasmine sudah tidak bisa mengendalikan emosi nya lagi, dengan sekali kibasan tangan, semua yang ada diatas meja makan langsung melayang dan berhamburan jatuh ke lantai, kedua orang itu melongo tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
"Kau_, punya ilmu sihir?" Ucap Kartika masih shock dengan kejadian yang menimpanya
"Jasmine, apa yang kau lakukan!" Ucap Agung yang juga baru pertama kali melihat Jasmine melakukan hal ini.
"Kenapa, kalian takut?, Tenang aku akan membuat perhitungan untuk kalian satu persatu.
Jasmine sudah mengangkat tangannya kembali dan siap untuk melempar kedua orang ini ke lantai bawah, emosi Jasmin sudah tidak terkendali.
"Kalian sudah membuat ayahku menderita, membuat perusahaan ku kacau dan banyak orang yang akan sengsara dengan perbuatan kalian, jangan harap aku melepaskan kalian begitu saja, rasakan hukuman kalian!"
DAK
Tangan Jasmine di tendang oleh seseorang hingga serangannya gagal, Jasmine sangat terkejut melihat ayahnya sudah ada di dekatnya.
"Jangan lakukan hal gila ini dengan kekuatan mu Jasmine, kau bisa menghilangkan nyawa manusia!" Bentak Rahmad murka.
"Tapi mereka yang membuat banyak orang menderita yah, mereka yang merencanakan hal keji itu, mereka pantas_"
"Diam!, Kau bukan Tuhan yang bisa memutuskan untuk mencabut nyawa manusia, apapun kesalahannya, ikut ayah sekarang juga, atau aku akan turun tangan membuatmu jera di tempat ini juga Jasmine!" Bentak Rahmad yang sudah sangat murka.
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1