
Seseorang itu mendekat dengan sorot mata kebencian dan menarik jasmine lalu menghempaskan kembali ke atas kasur hingga jatuh terlentang.
"Dasar Wanita Ja*lang, sebentar lagi kau akan mati, tapi sebelumnya tubuhmu ini akan dinikmati oleh mereka, apa kau sudah siap, ha!, Oh ya, aku lupa, suamimu sudah menuju ke sini, aku juga ingin membalaskan kematian Agung Dwi Vinan, jadi Aku akan mencincang nya di depan matamu"
"Dasar kau sudah tidak waras Kartika!!" Abraham sudah menganggap mu seperti adik sendiri, tega kau akan melakukan itu!". Sahut Jasmine.
"Abraham Milikku, dan kau sudah merebutnya dariku, lebih baik aku membunuhnya, dengan begitu tidak ada siapapun yang akan memilikinya!" Teriak Kartika semakin murka dan mencengkram rahang Jasmine dengan kasar lalu menghempaskan nya kembali.
"Dasar wanita Ja*lang!" Ucap Jasmine
PLAK PLAK
Kartika seketika sangat murka dan memukul Jasmine dua kali di pipi kanan dan kirinya, hingga membuat wajahnya memerah.
Tidak tinggal diam, saat Kartika melakukan itu, Jasmine terus berusaha mengendorkan tapi yang mengikat tangannya, sesaat kemudian Jasmine terdiam kembali ketika wanita gila yang sudah memukulnya sudah menjauh darinya, Jasmine merasakan nyeri dan sedikit asin di sudut bibirnya.
"Sialan, sudut bibirku berdarah, aku akan membuat perhitungan dengan mu wanita ja*lang" batin Jasmine.
Kartika berjalan mendekat kearah orang-orang bayarannya, dan memperingatkan mereka untuk tidak menyentuh Jasmine sebelum Abraham datang dan memulai permainan nya.
Sementara Abraham sudah meluncur dengan beberapa pengawalnya menuju tempat di mana Abraham mendapatkan sebuah pesan keberadaan Jasmine, dalam perjalanan, Abraham benar-benar merasa tidak kuat lagi menahan emosinya yang serasa ingin meledak
"Kalian benar-benar tidak akan aku maafkan, bang*sat!, siapa sebenarnya yang sudah berani menyentuh wanitaku!" Teriak Abraham menumpahkan kekesalannya.
Tak berapa lama Abraham sudah sampai di sebuah gudang besar yang ada di pinggiran kota, suasana tampak sunyi dari luar, para pengawal sudah bersiap turun dan mengamankan beberapa langkah di depan, diikuti dengan Abraham yang sudah waspada dari awal dia datang.
"Kita harus berhati-hati tuan, sepertinya mereka sudah mempersiapkan segalanya dengan matang" ucap salah satu pengawal.
"Hem, kalian juga tingkatkan kewaspadaan, kita akan masuk ke dalam" ucap Abraham memperingatkan para pengawalnya.
Rupanya kedatangan Abraham sudah di ketahui oleh pihak musuh dan di sambut dengan todongan senjata api saat memasuki gedung yang ternyata sudah banyak pasukan musuh di dalam sana.
"Dimana wanitaku yang sudah kalian bawa, aku ingin melihat keadaannya" ucap Abraham sambil menahan amarahnya.
Dan tiba-tiba saja muncul seseorang yang membuatnya sangat terkejut, Abraham tidak menyangka akan melakukan hal se picik ini.
"Ayah?!!"
"Apa Kabar Abraham, kau bahkan masih memanggilku Ayah saat sudah mengkhianati ku dan bergabung dengan orang lain untuk menyaingi Bisnisku, benar-benar anak yang sangat berbakti kau rupanya ya?" Sahut Dinas Hanzel yang kini sudah duduk tepat di depan Abraham.
"Ayah, kenapa kau lakukan hal ini, aku tidak pernah kelakukan apa yang Ayah tuduhkan, dan sampai kapanpun kau tetap aku Anggap Ayahku karena sudah membesarkan ku"
"Bagus, kalau kau merasa aku orang tuamu, buktikan hari ini, kembali nikahi Kartika dan tinggalkan Wanita itu, kembali bekerja di perusahaan Hanzel Company dan besarkan nama perusahaan seperti yang dulu kau lakukan, baru aku mengakui kalau kau pantas menjadi Anakku lagi"
"Itu tidak mungkin, aku akan menganggap kau adalah Ayahku, tapi tidak dengan menuruti semua keinginan gila mu!, Apa lagi meninggalkan Jasmine untuk Kartika, itu terlalu lucu dan jangan pernah berharap aku akan melakukan hal itu"
"Bang*sat!, Berani kau merendahkan anakku ha!!" Teriak Dimas yang langsung murka dengan perkataan Abraham.
Tak lama kemudian muncul Kartika sambil tersenyum miring.
"Tenanglah Ayah, sebentar lagi dia akan bertekuk lutut di depanku, aku akan menyuruh ketiga anak buah ku melakukan permainan nya, sepertinya mereka sudah tidak sabar mencicipi wanita cantik dan molek seperti Jasmine"
"Brengsek kau Kartika, jangan berani menyentuh dan menyakiti jasmine!" Teriak Abraham.
"Diam, dan Jangan berani membentak ku, disini aku yang berkuasa dan bisa berbuat apapun dengan wanitamu itu Abraham!!" Sahut Kartika. Seketika Kartika memberikan kode untuk membuka kaca besar yang memperlihatkan Jasmine sedang ada di ruang itu bersama dengan tiga orang laki-laki bayarannya.
"Maaf Abraham, kali ini kamu akan menerima pembalasan sakit hatiku, aku perintahkan kalian memulai permainannya!" Teriak Kartika sambil memberikan Kode.
__ADS_1
"Apa yang mau kalian lakukan, jangan menyentuh Jasmine, Kartika hentikan!" Teriak Abraham yang semakin panik. Saat ketiga orang suruhan Kartika sudah meminumkan sesuatu ke Jasmine, hatinya sangat sakit melihat keadaan Jasmine dengan beberapa luka lebam di wajah dan sudut bibirnya.
"Tentukan pilihanmu Abraham, obat perang"sang dengan dosis besar itu akan membuat istrimu menjadi gila kalau hasratnya tak tersalurkan, dan aku punya penawarnya" ucap Kartika sambil menunjukkan serbuk penetral obat yang di masukkan ke Jasmine.
Abraham segera melompat dan menyerang Kartika, namun sosok laki-laki tinggi besar sudah menghadang gerakan Abraham, kini perkelahian tengah terjadi, beberapa pengawal Abraham terus melawan pasukan musuh yang jumlahnya tidak sedikit. Abraham mengeluarkan tenaga dalamnya dan disambut juga oleh lawannya, sesaat Abraham terkejut, rupanya Kartika mempersiapkan orang yang sama seperti dirinya mempunyai kekuatan tenaga dalam.
"Aku serahkan mereka semua pada kalian, hancurkan dan musnahkan mereka semua hingga tak tersisa!!" Ucap Dimas Hanzel yang kemudian pergi begitu saja bersama dengan senyum sinis Kartika.
"Nikmatilah Neraka kalian disini!!" Teriak Kartika sebelum kemudian pergi bersama dengan Ayahnya.
"Bang*sat, aku tidak mungkin mengejar mereka, kawanku kali ini benar-benar berat, semoga Rafael dan Farel segera datang" batin Abraham dengan masih terus bertarung melawan musuhnya.
Begitu juga dengan Jasmine yang mulai merasakan sesuatu di tubuhnya, dia berusaha melawan semua yang di rasakan hingga kepalanya terasa mau pecah, ketiga orang yang berusaha mendekat berhasil di tendang hingga terpelanting jatuh saat Jasmine sudah bisa melepas ikatannya.
"Brengsek, obat ini benar-benar membuatku gila!" Ucap Jasmine lirih dan berusaha menggapai pintu ruangan itu dan hendak pergi dari sana.
Namun salah satu musuhnya yang masih tersadar berhasil meraihnya kembali dan menyeret Jasmine hingga ikut jatuh ke lantai, tidak tinggal diam Jasmine langsung menggerakkan tangannya untuk mengeluarkan tenaga dalamnya, namun yang terjadi Jasmine semakin merasakan has*rat yang tidak terbendung, tubuhnya panas dan pikiran semakin tidak fokus, sedapat mungkin Jasmine tidak menggunakan kekuatan tenaga dalamnya lagi agar tidak memicu reaksi obat perang*sang yang masuk dalam tubuhnya.
"Bagaimana cantik, kau ingin mengge*liat bersamaku, ayo kita lakukan, aku tau kau butuh pelepasan, jangan melawan, atau kau akan semakin tersiksa!"
"Baji*ngan, jangan harap kau bisa menyentuh ku!" Ucap Jasmine dengan sekuat tenaga menahan semua rasa yang sangat menyiksa dirinya saat ini.
Keadaan berubah saat Rafael dan Farel datang membawa beberapa orang dan segera bergabung melawan mereka.
"Sorry Eb, kita agak terlambat!" Teriak Rafael sambil berlompatan ikut bertarung bersama dengan Abraham.
"Terimakasih kalian datang, aku akan melumpuhkan satu orang ini, dan kalian atasi yang lain, Jasmine juga sedang dalam masalah, harus segera di tolong" ucap Abraham.
Kedua sahabatnya langsung mengerti dengan apa yang Abraham katakan.
Teriak Abraham dan kemudian mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya yang lumayan besar.
Musuhnya sangat terkejut dan berusaha menahan tenaga dalam Abraham, namun yang terjadi tidak seperti yang diharapkan, rupanya kekuatan Abraham semakin besar dan tentu saja di luar batas kemampuan untuk melawannya, hingga hantaman kekuatan tenaga dalam Abraham bersarang tepat di dadanya.
Tanpa sengaja Abraham sudah menghabisi musuhnya, melihat salah satu pemimpin hebat mereka yang mempunyai tenaga dalam tertinggi tumbang di tangan Abraham, beberapa pasukan musuh yang lain berlompatan lari untuk menyelamatkan diri, kini tersisa satu musuh yang sedang berhadapan dengan Jasmine.
"Aku akan menyelamatkan Jasmine" teriak Abraham yang langsung berlari ke ruangan dimana Jasmine berada dan ternyata pintu yang dirancang khusus tertutup rapat dari dalam.
"Yang!, Kau mendengar ku, yang!, Jasmine!!" Teriak Abraham dan berusaha untuk membuka paksa pintunya.
"Ada apa Eb, apa yang tejadi?" Tanya Rafael disusul dengan Farel.
"Jasmine ada di dalam dan aku tidak bisa membuka pintunya, ini terlalu sulit"
"Tenanglah, sebentar lagi pihak berwajib akan datang, kita bisa meminta bantuannya" ucap Farel.
"Tidak bisa, itu terlalu lama Jasmine sedang dibawah pengaruh obat perang*sang dengan dosis yang tinggi, Kartika sudah memaksanya untuk meminumnya tadi dan disana ada tiga orang laki-laki yang berusaha_"
"Oh sial, bang*sat!!" Teriak Rafael ikutan panik dan berusaha mendobrak pintunya.
"Tenaga dalam mu Eb, gunakan itu!"
"Sudah, masih tidak bisa terbuka!" Ucap Abraham.
"Ulangi terus sampai bisa Ab, Sh*it, apa yang harus kita lakukan, dasar Kartika brengsek!!" Teriak Farel yang ikut panik saat membayangkan apa yang bisa saja terjadi di dalam sana.
Abraham mencobanya lagi, kali ini semua tenaga dalam benar-benar dia kerahkan, hingga setelah beberapa lama pintu akhirnya hancur di buka paksa oleh Abraham dengan tenaga dalamnya.
__ADS_1
Abraham terkejut setengah mati, saat mendapati Jasmine duduk lemah di lantai dan bersandar di tembok dengan tangan dan bajunya yang berlumuran darah.
"Yang, apa yang terjadi denganmu?" Ucap Abraham sambil memeluk dan menggendong Jasmine, sedangkan ketiga musuhnya sudah tergeletak tak bernyawa lagi.
Jasmine hanya menangis dan mengeratkan pelukannya
"Bawa aku pergi dari sini yang, tubuhku masih sangat tersiksa, oohh" ucap Jasmine tanpa sadar mulai mende*sah dalam pelukan Abraham.
Farel yang seorang dokter, sangat mengerti keadaan Jasmine saat ini,
"Sebaiknya bawa Jasmine kerumah sakit segera Eb, biar aku dan Rafael yang mengantar kalian"
Detik berikutnya Abraham sudah berada dalam mobil dan masih memeluk Jasmine, sementara kedua sahabatnya berkonsentrasi untuk segera sampai di Rumah sakit yang letaknya masih lumayan jauh.
"Yang.., ohh, aku_tidak kuat menahannya lagi ,yang..Emh" desis Jasmine dalam usahanya menahan has*rat yang membuatnya tidak kuat lagi.
Rafael dan Farel saling memandang dan berusaha tetap berkonsentrasi saat mendengar ******* er*ot"is yang keluar dari mulut Jasmine tanpa disadari.
"Kendalikan pikiran kalian, jangan berani membayangkan Jasmine!!" Ucap Abraham ketus.
Dan kedua sahabatnya hanya terdiam dalam pikirannya masing-masing, hingga kemudian Farel mendadak menghentikan mobilnya karena sudah tidak tahan dengan suara desa*han Jasmine yang semakin menjadi dan membuat dirinya Onn seketika.
"Sh*it!!, Lakukan dengan Jasmine sekarang juga Ab, tuntaskan has*ratnya, aku bisa gila menyetir dengan suara istrimu itu!"
BRAK
Farel dan Rafael segera pergi menjauh meninggalkan mobilnya yang hanya ada Abraham dan Jasmine di sana.
Perlahan Abraham meraih tengkuk istrinya, mencium dan melu*mat lembut bibir Jasmine.
"Aku akan membantu mengurangi penderitaan mu sayang, kita akan melayang bersama disini" bisik lirih Abraham.
Abraham membuka baju Jasmine perlahan, diusapnya beberapa bercak darah yang masih ada di tangannya, Jasmine yang merasa dirinya sudah tidak kuat lagi menahan has*ratnya, segera membuka dan melu*cuti pakaian suaminya, keduanya sudah benar-benar polos berada di dalam mobil.
Abraham mengangkat tubuh Jasmine, perlahan mendudukkan istrinya di atas pangkuannya, Jasmine menuntun pusaka yang sudah tegak berdiri di bawah sana hingga kemudian bersarang sempurna ke dalam miliknya.
"Ough..Sshh..Yang.." suara Jasmine mendesah hebat, Abraham mencium dan mengigit kedua bukit kembar Jasmine bergantian, dan naluri Alami istrinya segera menggo*yang*kan pang*gulnya perlahan, semakin lama semakin kuat dan cepat, membuat sang pusaka keluar masuk berulang-ulang.
"Oh, yang..Faster, ..tuntaskan hasrat mu, ough" suara desa*han dari mulut Abraham pun keluar, hentakan Jasmine semakin kuat, dengan dorongan obat yang ada dalam tubuhnya, membuat gerakan Jasmine semakin menggila hingga keduanya berteriak bersama.
"AAHH!!"
(Dan kemudian...maafkanlah Author, yang mungkin sudah membuat Readers pada kepanasan, mohon pamit..mau cari yang dingin-dingin dulu)
*
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1