
Abraham semakin memperdalam ciumannya ke tubuh atas bagian belakang Jasmine yang sudah terekspos, sesaat Jasmine terdiam, dan menangis pasrah, Abraham terkejut menyadari hal itu.
"Sh*it!, Apa yang sudah aku lakukan!" Umpat Abraham dalam hatinya.
lalu dirinya segera melepaskan Jasmine, dan perlahan membalikkan tubuhnya istrinya, jasmine menutup matanya dengan telapak tangan sambil menangis, dan satu tangannya lagi berusaha menutup bagian dadanya.
Abraham terkesiap melihat perut Jasmine masih membiru, Kemudian dirinya mengambil selimut dan menutupi tubuh bagian atas Jasmine, lalu menariknya dan memeluknya dengan erat.
"Maafkan aku Jasmine, maafkan aku, maaf"
Berulang kali Abraham mengatakan maaf, dan Jasmine pun semakin tidak bisa menahan tangisnya. Abraham menciumi kepala Jasmine berulang kali sambil terus mengatakan kata maaf, dan mengusap lembut lengannya untuk memberikan ketenangan.
"Aku obati dulu lukamu, aku akan memanggil Farel ke sini"
"Nggak usah Eb, nanti juga akan sembuh sendiri"
"Jangan dibiarkan, biar aku mengobati mu, dimana kotak obatnya, kau punya salep untuk kulit lebam bukan?"
Jasmine mengangguk dan kemudian menunjuk tempat obat yang ada dalam kamarnya, Abraham tidak memperdulikan ucapan Jasmine yang menolak dan segera mengoleskan obat di perut Jasmine dengan lembut.
"Oh..sshh, pelan Eb, masih agak nyeri"
"Sudah, istirahatlah"
"Aku perlu waktu untuk sendiri Eb, bisa kau keluar?, dan beberapa hari kedepan, aku Ingin tinggal disini dulu"
"Hem baiklah, rapikan bajumu, aku akan keluar dan kau boleh tinggal disini sepuasnya, tapi ingat, jaga kesehatanmu, aku akan sering kemari menjenguk mu " ucap Abraham kemudian melangkah keluar kamar.
Rahmad menyambut Abraham di depan pintu kamar Jasmine dengan sedikit rasa khawatir.
"Bagaiman keadaan Jasmine, dia mau berbicara denganmu?" Tanya Rahmad.
"Jasmine perlu waktu yah, aku tau apa yang dia lihat tadi malam membuatnya sangat trauma, jebakan itu berhasil membuatnya merasa terpukul, aku akan terus menyelidiki dan menemukan pelaku dari Masalah ini yah"
"Iya, aku yakin sekali padamu Abraham, semenjak Jasmine serahkan saja padaku dan apa kau bisa melihat kabar baiknya?"
"Maksud ayah?"
"Semakin Jasmine terluka, itu pertanda dia semakin dalam menancapkan rasa cintanya terhadapmu Abraham"
DEG
Abraham langsung menghentikan langkahnya, dan baru menyadari apa yang yang dikatakan oleh Rahmad.
"Ya Alloh, kenapa aku tidak menyadarinya yah" ucap Abraham sambil tersenyum bahagia.
"Untuk itu manusia harus bersyukur dan melihat semua hikmah di balik semua masalah"
"Baik yah, terimakasih ayah selalu membimbingku dengan bijak melihat kehidupan ini, aku bersyukur akhirnya bisa menemuka ayah"
"Aku juga bersyukur sudah bertemu denganmu dan membawa takdir Jasmine menjadi istrimu Abraham"
Abraham tersenyum dan tiba-tiba saja memeluk Rahmad dengan erat
"Aku tidak akan pernah melepaskan Jasmine ayah, aku akan menjaganya dengan nyawaku" ucap Abraham dan kemudian melepaskan pelukannya.
"Aku tau Abraham, untuk itu aku tenang Jasmine menjadi milikmu"
"Sekali lagi aku ucapkan terimakasih ayah, aku nitip Jasmine dulu, pagi ini sepertinya akan sangat di sibukkan dengan kolega dari luar negeri yah, kalau ada apa-apa dengan Jasmine, tolong langsung hubungi aku"
"Hem, aku mengerti, pergilah, sebentar lagi aku juga akan berangkat ke Perusahaan"
__ADS_1
Abraham segera pergi meninggalkan rumah Rahmadi, sementara Jasmine sudah tidak ingin terlarut dalam masalahnya, hingga dia memutuskan untuk ikut bekerja dengan ayahnya.
"Kau benar-benar tidak apa-apa Jasmine?" Tanya Rahmad saat sudah ada di dalam perusahaannya.
"Aku baik-baik saja yah"
"Baiklah, nanti siang kita akan bertemu dengan klien kita, akan hadir Abraham mewakili kerjasama perusahaanya juga.
"Apa kau yakin baik-baik saja saat melihat Abraham nantinya?"
"Ayolah yah, aku akan bersikap profesional dalam hal pekerjaan"
"Syukurlah, ayah tidak khawatir lagi, ayo kita berangkat, kau sudah sangat cantik anakku"
Jasmine hanya tersenyum kemudian pergi masuk ke dalam mobil disusul dengan Rahmad yang kini sudah berada tepat di sampingnya.
*
Abraham sudah ada diruang kerjanya, pagi ini dirinya nampak kurang bersemangat seperti biasanya, dia terdiam duduk di kursi sejenak kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Tak lama terdengar ketukan pintu, Abraham segera menyuruh seseorang itu masuk, ternyata Rafael.
"Ada apa El?"
"Kau baik-baik saja Eb?"
"Hemhh, aku baik, ada apa kau ke sini, ada hal penting?" Tanya Abraham.
"Iya Eb, aku minta maaf tidak bisa mencegah Dinda dan kekasihnya pergi meninggalkan indo"
"Maksudmu?"
"Tunggu dulu, fokuskan dulu dengan apa yang bisa kita lakukan disini, petunjuk dari hotel mungkin?" Ucap Abraham.
"Tepat sekali El, sepertinya ada seseorang yang perlu di curigai saat kejadian yang berhasil tertangkap kamera Cctv hotel itu"
"Memangnya apa yang dilakukan orang itu hingga kau mencurigainya El?"
Farel kemudian menceritakan dimana ada seseorang yang mengawasi dari luar kamar saat Abraham berhasil di jebak dengan masuk dan menolong Risma waktu itu"
"Bagus, lalu bagaimana hasilnya, apa kau sudah menangkap orang itu?" Tanya Abraham.
"Tentu saja sudah, dan dia sudah aku hajar untuk ngomong jujur denganku, dan apa kau tidak ingin tau dulu siapa orang ini Eb?"
"Katakan El, siapa orang ini?"
"Anak buah Agung Dwi Vinan"
"Apa?!, Sh*it!, Bajingan kau Agung, aku akan menghabisi mu!!" Teriak Abraham dengan keras.
"Tenanglah Eb, semua sudah aku rekam, aku rasa ini saat yang tepat kita memberi pelajaran ke pemilik Vinan Company itu, orang ini jangan dianggap remeh, dia biasa menggunakan berbagai cara untuk mencapai tujuannya"
"Aku tau, El, sebarkan semua bukti kebejatan Agung ke semua koleganya, aku pastikan setelah itu para rekan bisnis dan penanam saham di perusahaan akan takut dan mengundurkan diri"
"Lalu, apa sekarang juga aku menyerahkan masalah ini ke ranah hukum?"
"Tentu saja, aku pastikan setelah ini dua akan sangat tertekan dengan semua masalah yang di timbulkan, dan itu masalah yang buruk, lakukan semuanya El!" Ucap Abraham.
Rafael tersenyum puas dengan keputusan Abraham yang kali ini benar-benar ingin menghabisi dunia bisnis dari Agung Dwi Vinan.
Kini Abraham bersemangat kembali, dia yakin dengan semua bukti yang ada, Jasmine akan percaya dan masalah pun akan segera terselesaikan.
__ADS_1
Abraham mempersiapkan diri untuk menghadiri rapat bertemu dengan kolega bisnis dari perusahaan Nugraha Company, kali ini dia juga ingin bergabung untuk ikut bekerja sama, dengan begitu perusahaan Nugraha Company akan semakin melesat.
Sampai juga di perusahaan Nugraha Company, Abraham segera masuk dan sudah di sambut oleh Rahmad sang ayah mertua, kedatangan Abraham selalu membuat kaum hawa dimana pun selalu menjadi histeris, tak terkecuali para pegawai wanita yang ada di Nugraha Company. Apalagi tidak ada yang tau kalau perempuannya adalah istri dari orang yang mereka puja.
Dan tentu saja Jasmine bisa melihat hal itu.
"Kalian ngapain, sudah sana kembali kerja!" Ucap Jasmine saat para pegawai perempuan nya berlaku caper di depan ruang pertemuan yang ada di perusahaan.
Jasmine sudah berada di dalam ruang pertemuan, manik matanya bertatap langsung dengan sang suami, ada perasaan yang entah itu apa membuat Jasmine sangat terluka, mungkin kerinduan dan juga kecemburuan dengan masalah yang sedang terjadi.
"Siang Jasmine, apa kau baik-baik saja?" Tanya Abraham lirih sambil berpindah tempat duduk di dekat Jasmine.
"Hem, baik, kenapa kau duduk disini, sudah disediakan kursi untukmu dan yang pasti bukan disini" jawab Jasmine.
"Aku ingin duduk disini, memangnya ada masalah?"
"Eb, jangan bercanda, segara pindah, aku sebentar lagi akan menyajikan informasi soal Perusahaan"
"Tidak akan, lakukan saja tugasmu dan aku akan tetap disini melakukan tugasku, menjaga istriku, lihat saja semua kolega bisnismu, begitu menikmati wajah cantikmu, ingin sekali aku menghajar mereka satu persatu"
"Kau ini, dasar!, Terserah!!" Ucap Jasmine yang sudah tidak ingin lagi membuang tenaga untuk berdebat dengan Abraham.
Ada 4 perusahaan yang ingin bekerja sama bergabung dalam proyek Nugraha Company, dan tentu saja mereka sangat mengagumi kecantikan Jasmine yang membuat tidak ada yang bisa berpaling menikmati kecantikannya.
Jasmine sebenarnya tau akan hal itu, namun bagaimana lagi, asalkan mereka tidak mengusiknya, bagi Jasmine itu sesuatu yang wajar, dan selama hidupnya, Jasmine sudah terbiasa dengan masalah ini.
Perlahan Jasmine menjelaskan semua proyek bisnis yang akan dilakukannya, kecerdasan wanita satu ini memang tidak bisa di ragukan lagi. bahkan semua perusahaan yang pernah bekerja sama mengakui hal itu.
"Baiklah, saya setuju bekerjasama dengan Nugraha Company, jadi kita akan mulai kapan?, Dan tentu saja saya akan sering melakukan kontak dengan anda nona Jasmine, apa anda tidak keberatan?" Tanya salah satu pengusaha.
"Tidak_" ucap Jasmine
"Keberatan_!" Sahut Abraham
"Maaf tuan Abraham, apa maksud anda?' tanya pengusaha itu.
"Maksud saya, di dalam proyek ini ada saya sebagai pemegang saham di perusahaan Nugraha Company, jadi saya memutuskan, untuk konsultasi apapun soal proyek nya sebaiknya berhubungan dengan tuan Rahmad atau saya langsung".
"Memangnya kenapa kalau ke Nona Jasmine langsung?!"
Rasanya Abraham ingin sekali berteriak kalau Jasmine Agatha Nugraha adalah miliknya yang Sah dan jangan berani menyentuhnya atau berdekatan dengannya, namun untuk saat ini tidak mungkin dia melakukannya, karena permintaan Jasmine yang belum siap Pernikahannya di publikasikan.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 71-80
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.7
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1