
Beberapa bulan berlalu, kini nama Abraham sudah meroket hingga dikawasan mancanegara sebagai pengusaha sukses dunia pendatang baru, Semua tak lepas dari bantuan pemilik perusahaan besar Elmas Company.
Sembilan bulan sudah kehamilan Jasmine, dan kini sudah saatnya menunggu hari kelahiran sang buah hati, sudah berkali-kali Abraham menasehati Jasmine untuk beristirahat di rumah dan tidak usah ikut bekerja lagi di perusahaan, namun Jasmine menolaknya dengan alasan dia semakin stress memikirkan proses persalinan yang akan di hadapinya kalau hanya berdiam diri dirumah, dengan terpaksa Abraham membiarkan saja apa yang diinginkan istrinya saat ini.
Siang ini di adakan rapat penting di perusahaan pusat Nugraha Company, Rafael dan Rena pun hadir di sana, rupanya akan diadakan perombakan kecil di beberapa devisi perusahaan yang dianggap mengalami masalah dan membahayakan untuk perusahaan.
"Ya ampun Jas, perut Segede gitu masih juga ikutan kerja, kamu tu?" Ucap Rena yang heran dengan Jasmine.
"Gak masalah, aku lebih gak bisa kalau harus berdiam diri dirumah, pikiran malah kemana-mana gak jelas, jadi takut sendiri"
"Iya tapi kan itu bahaya banget, lihat tu, kamu dah bengkak semua gitu"
"Eh apaan sih, bentar lagi kamu juga sama, bisa lebih bengkak lagi malah"
"Eh amit-amit, nggak lah, ngeri aku bayanginya"
Keduanya langsung terkekeh membayangkan apa yang sudah di omongkan oleh keduanya, dan tiba-tiba saja Jasmine merasakan perutnya berkontraksi dengan sangat kuat, hingga dirinya meringis kesakitan sambil meremas pinggiran kursi tempatnya duduk.
"Ada apa Jas, ayolah jangan bercanda, kau kenapa?" Ucap Rena yang tiba-tiba saja melihat ekspresi menegangkan dari sahabatnya.
"Perutku sakit sekali Ren, sungguh, astagfirullah.."
Dan tiba saja keluar air dari bagian bawah Jasmine hingga membasahi lantai, Rena terkejut dan langsung menjerit seketika.
"Tolong!, Jasmine!"
Sontak acara rapat langsung tertuju ke Rena dan Jasmine yang sudah meringis kesakitan berusaha menahan sakit yang di rasakan nya.
Abraham langsung berlari mendekati Jasmine dengan pikiran yang kalang kabut, Rafael juga ikut bingung harus berbuat apa, hingga salah satu pegawainya yang sudah berpengalaman melahirkan anak mengambil tindakan dengan membantu Jasmine untuk mengatur nafasnya.
"Pak Abraham, sebaiknya anda segera membawa ibu Jasmine ke Rumah sakit, ini sudah ada tanda mau melahirkan"
"Apa!" Abraham dan Rafael terkejut dan segera lari bersamaan hingga keduanya bertabrakan dan membuat orang yang melihat merasa cemas sendiri.
"Kau itu kenapa ikut lari?" Ucap Abraham jengkel.
"Kau juga kenapa malah lari meninggalkan Jasmine, biar aku yang siapkan mobilnya, kau bawa Jasmine masuk ke sana, cepat!!" Jawab Rafael.
Abraham kembali dan langsung menggendong Jasmine diikuti dengan Rena di belakangnya.
Sampai di Rumah Sakit rupanya Dea dan Rafael yang sedang berjaga, sudah menunggunya di IGD, Dengan proses yang cepat, beberapa tenaga Kesehatan yang ada di sana sudah memeriksa kondisi Jasmine.
"Nyonya Jasmine sudah hampir persalinan, pembukaannya sudah hampir lengkap, sebaiknya kita segera bawa di tempat persalinan"
Semua tim segera beraksi, membawa Jasmine pergi ke tempat persalinan yang akan segera berlangsung, Abraham terus memegang tangan Jasmine untuk menguatkannya, sakit yang datang dirasakan Jasmine semakin hebat, beberapa kali Jasmine beristighfar dalam teriakannya.
"Dokter, apa tidak ada cara lain, saya tidak tega melihat istri saya kesakitan seperti itu" ucap Abraham saat di ruangan khusus menemani Jasmine melalui proses persalinannya.
"Tidak ada tuan, bersabarlah, justru ini proses di mana wanita itu berjuang untuk anak-anaknya, apa Nyonya Jasmine ingin melewatkan proses ini?" Tanya sang dokter.
"Tidak dokter, aku ingin proses alami melahirkan anak-anak ku!" Teriak Jasmine sambil menahan sakit nya.
"Iya sayang, maaf, aku hanya tidak tega melihatmu menderita seperti ini!"
"Diam yang..aku tidak menderita, Akh!!" Teriak Jasmine saat kontraksi hebat datang lagi, dan tanpa sadar menyambar tangan Abraham lalu meremasnya dengan kuat, sontak Abraham ikut berteriak kesakitan.
__ADS_1
Sementara di luar ruangan itu, terlihat wajah kebingungan dari kedua pasangan yang tak lain adalah para sahabatnya.
"Aneh, kenapa aku mendengar suara teriakan Abraham ya?" Ucap Farel.
"Bukannya yang melahirkan itu Jasmine?" Sahut Rafael.
"Ya mungkin saja kak Abraham ikut merasakan sakitnya juga" ucap Dea.
"Emang bisa gitu?" Tanya Rena penasaran.
"Ya mana aku tau, nanti kita tanya bareng-bareng ke kak Abraham kalau sudah keluar" ucap Dea.
"Ish, dasar kau!" Sahut Rena.
Hingga mereka berempat di kejutkan dengan kedatangan Rahmad Hasan Nugraha. Serempak semuanya menyapa dan menyalami ayah Jasmine yang sudah mendekat.
"Bagaimana keadaan Jasmine?"
"Masih dalam proses persalinan tuan Rahmad" sahut Rafael.
"Hem, apa Abraham ada di dalam?"
"Iya tuan, sedang menemani Jasmine" jawab Rena.
"Sebaiknya tuan Rahmad duduk dulu, silahkan, kita duduk di kursi tunggu sambil menunggu proses kelahirannya" ucap Farel dan segera diikuti oleh Rahmad dan yang lainya duduk di ruang tunggu.
"Maaf tuan, kami belum sempat mengabari anda, apa Abraham yang sudah menghubungi anda?" Tanya Farel.
Rahmad hanya tersenyum mendengar pertanyaan Farel, "Tidak ada yang menghubungiku" ucap Rahmad singkat lalu terdiam sejenak saat suara tangisan yang cukup keras dari seorang bayi terdengar, semuanya langsung mengucap syukur atas kelahiran anak pertama dari pasangan Abraham dan Jasmine.
Tak lama kemudian keluarlah Abraham dengan sosok yang sangat amburadul tidak karuan bentuknya, semua mata terbelalak kaget, bahkan Rafael tidak percaya dengan pandangannya, begitu juga Farel yang mengerjabkan mata berulang kali untuk membenarkan pandangannya.
"Kamu habis bertarung dengan Abraham junior di dalam sana?" Tanya Rafael menimpali.
"Diam, lebih tepatnya Jasmine sudah menghajar ku di dalam sana" sahut Abraham dengan tenaga yang sudah terkuras.
Sontak ke empat orang di depannya langsung tertawa ngakak membayangkan bagaimana Jasmine menghajar suaminya hingga mengenaskan seperti itu.
Rahmad mendekat dan membuat Abraham terkejut baru menyadari kehadiran sang Ayah di sana, Rahmad langsung memeluk Abraham dan mengucapkan terimakasih karena sudah menjaga Jasmine dengan baik.
"Sebaiknya rapikan dulu dirimu Abraham, kau sangat tidak enak di pandang" ucap Rahmad, dan membuat yang lain tertawa kembali, Abraham segera pergi ke toilet untuk merapikan lagi dirinya.
Setengah jam kemudian, Jasmine dan anaknya di bawa keluar ruangan persalinan untuk selanjutnya pindah di ruang perawatan, semua orang yang melihatnya bersyukur dan berbahagia melihat keduanya dalam kondisi sehat.
"Sudah di azdani dan di khomati?" Tanya Rahmad.
"Sudah yah, tadi segera setelah lahir" jawab Abraham.
"Alhamdulillah, kamu sudah mengambil waktu terbaik untuk melakukan hal itu Abraham" jawab sang Ayah.
"Dan ada surprise untuk mu dan anak kita sayang" ucap Abraham kemudian.
Detik berikutnya Abraham langsung mengeluarkan sebuah kotak, saat Jasmine membukanya, dirinya sangat terkejut dengan berkas kepemilikan Pesawat Pribadi atas nama dirinya.
"Yang, apa ini, jangan berlebihan" ucap Jasmine tidak percaya.
__ADS_1
Rafael dan Farel yang sebelumnya sudah tau akan kepemilikan pesawat pribadi yang di beli sahabatnya beberapa waktu lalu, ikut merasakan kebahagiaan juga.
"Itu sengaja di beli Abraham untuk kalian nantinya mudah melakukan perjalanan bisnis kemanapun, jadi aku rasa bukan berlebihan" sahut Rafael.
"Betul sekali, dan kami juga bisa ikut kemanapun kalian pergi sekaligus rekreasi, bagaimana?" Ucap Farel menggoda.
Jasmine langsung memeluk suaminya dan mengucapkan terimakasih, Rahmad merasa bersyukur atas Rizki yang melimpah akan harta dan kebahagiaan anak cucunya.
"Jadi ayah akan memberikannya nama siapa?" Tanya Jasmine.
"Ayah hanya ingin menyarankan nama Nugraha di ikutkan, yang lain terserah Abraham"
"Aku ingin nama belakangku juga ada di dalam namanya yang, bagaimana menurutmu?" Ucap Abraham.
"Bagus, tinggal nama tengahnya saja, aku suka nama Alex yang artinya penolong umat manusia, bagaimana kalau kita satukan yang?" Ucap Jasmine.
"Baik, Brian Alex Nugraha, bagaimana menurutmu yang?" Jawab Abraham.
"Aku setuju, nama yang sangat tepat" ucap Rahmad menyetujui usulan Abraham.
"Aku juga yang" sahut Jasmine sambil tersenyum ke arah suaminya.
"Alhamdulillah.."
Ucap keempat sahabat yang ikut menunggu di sana.
"Terimakasih semuanya, maaf sudah membuat kalian repot dan heboh ya" ucap Jasmine yang kini sudah mendapatkan pelukan yang kesekian kali dari kedua sahabat wanitanya.
Seorang bayi mungil dan lucu kini sudah lahir ke dunia dari pasangan orang tua yang sangat hebat, tentu saja semua kelebihan secara fisik dapat terlihat dengan jelas di wajahnya.
Mbok Darmi yang kini sudah bergabung dan ada di ruangan Jasmine di buat terpana oleh ketampanan bayi mungil yang kini sudah ada di gendonganya.
"Subhanallah.. benar-benar tampan, perpaduan Daddy dan mommy nya ya nak?" Ucap mbok Darmi membuat Abraham dan Jasmine tersenyum.
Hingga kemudian datanglah salah satu perawat yang hendak membawa Alex kecil untuk dilakukan pemerikasaan, Namun dirinya sangat terkejut saat akan mengambil sang bayi dan merasakan aura panas dari tubuhnya.
"Aw!, Panas!" ucap sang perawat dan hampir saja membuat sang bayi hampir saja terjatuh, beruntung mbok Darmi memegangnya dengan erat.
"Mbak, hati-hati, apanya yang panas, dari tadi saya gendong baik-baik saja" ucap Mbok Darmi sedikit emosi.
"Kau itu bagaimana, tindakanmu ini membahaya_" ucap Abraham.
"Sudah, bukan salahnya!" Sahut Rahmad, "dan bisa saya minta tolong anda keluar dulu, satu jam lagi anda bisa membawa cucuku" ucap Rahmad ke perawat yang merasa bersalah dengan tindakannya, dan akhirnya sang perawat pergi meninggalkan kamar itu.
"Ada apa yah?" Tanya Abraham.
"Kekuatan anakmu sangat luar biasa, ayah terpaksa harus menyegelnya karena itu bisa membahayakan orang sekitar karena dia belum bisa mengendalikannya"
"Apa?!" Ucap Abraham dan Jasmine bersamaan.
"Kekuatannya akan muncul dengan sendirinya saat tubuhnya merasakan adanya bahaya atau orang asing, dan itu sangat berbahaya Jasmine" ucap Rahmad.
Sementara yang lain, masih melongo dengan fenomena luar biasa yang terjadi dengan bayi mungil keturunan Nugraha, semuanya di persilahkan keluar sejenak oleh Rahmad selama proses penyegelan di lakukan, dan terdengar suara tangisan kuat dari Alex mungil saat sang kakek menyegel kekuatannya.
**
__ADS_1
Yang belum ngasih VOTE, di tunggu ya..
Jangan lupa HADIAH, LIKE dan KOMEN