
Tidak tinggal Diam, kini dengan segala amarahnya Smith segera meluncurkan akal liciknya kembali, dengan membayar beberapa orang yang bekerjasama dengannya untuk mempublikasikan semua foto panas hasil pengambilan orang suruhannya yang di buat senyata mungkin, untuk meyakinkan publik bahwa adanya hubungan perseling*kuhan antara Abraham dan Grace Seralda.
"Aku ingin membawa opini masyarakat yang akan membawa kecurigaan bahwa kematian Grace Seralda ada hubungan dengan masalah ini, dan inilah saat yang paling tepat" Ucap Smith.
"Hem, aku setuju tuan Smith, aku akan membantumu, segera aku akan menyuruh beberapa kenalan baikku pemilik beberapa media untuk menyebarkan hal ini" ucap Anton yang kini ada di kamar hotel Smith.
"Baik, segera lakukan dan aku sudah tidak sabar lagi melihat mereka berdua berpisah, dan menjadikan Jasmine seutuhnya hanya milikku" perintah Smith, sambil menatap tajam Anton yang ada di depannya.
"Tentu saja tuan, aku akan berhati-hati, dan lebih waspada lagi, sebaiknya kita segera kembali ke Jakarta" ucap Anton dengan wajah seriusnya.
"Hem, ingat, jangan sampai kau membuat kekacauan seperti Grace Seralda, dasar wanita bodoh, sudah sepantasnya dia mati sekarang juga" ucap Smith, yang kemudian beranjak dari duduknya lalu mengambil minuman beralkohol yang ada dalam minibar nya lalu menenggaknya sekali minum.
Sementara Anton bergegas keluar menuju ke suatu tempat dan menghubungi seseorang kemudian melakukan perbincangan sebentar dan kembali ke dalam kamar hotelnya untuk bersiap terbang ke Jakarta.
**
Pagi hari yang sangat cerah di mana pada Minggu pagi ini akan dilaksanakan ijab qobul pernikahan Dua anak manusia yang sudah memantapkan hati untuk mengarungi rumah tangga bersama.
Rafael Prayuda dan Rena Nandita, dua insan yang kini akhirnya ditakdirkan untuk bersama dalam ikatan suci sebuah pernikahan, keduanya kini sudah berbahagia saat pelaksanaan ijab qobul berjalan dengan lancar.
"Selamat El, aku tidak menyangka akhirnya semua sudah bisa kau lewati dengan baik, semoga kamu dan keluarga barumu akan selalu di beri limpahan rahmat dan berbahagia" ucap Abraham sambil memeluk sahabatnya.
"Selamat ya El, semoga langgeng dan bahagia sampai akhir hayat nanti, dan yang paling penting, akhirnya aku bisa segera menikah juga dengan Dea"
PLAK
Rafael langsung memukul Farel dengan keras,"Dasar mesum saja otakmu!" Ucap Rafael hingga membuat Abraham, Jasmine dan juga Dea tertawa melihat kekonyolan mereka berdua.
Dan keadaan menjadi mengharu biru saat Farel akhirnya memeluk erat sahabatnya yang akan menjadi kakak iparnya nanti.
Acara hari ini begitu banyak menguras emosi, dari perasaan terharu, sedih dan juga bahagia bercampur menjadi satu, apalagi Mommy Della yang sering menangis bahagia saat melihat anak laki-lakinya kini sudah berumah tangga.
Pesta di hari itu berjalan hingga seharian penuh, bahkan malam hari juga masih di gelar resepsi yang masih banyak di datangi tamu undangan, hingga pukul sembilan malam pesta pun akhirnya usai.
Farel melangkahkan kaki menuju ke tempat kekasihnya yang sedang asik duduk termenung sendiri di balkon rumahnya, menatap langit sambil memejamkan mata dan terlihat senyuman yang sangat manis di bibirnya, Farel memandangi wajah kekasihnya seolah ikut merasakan kebahagiaan yang Dea rasakan.
Cup
Hingga kemudian Farel mengejutkan Dea dengan mencium sekilas bibirnya.
"Kak Farel, kenapa ada di sini sih kak, main cium sembarangan aja, nanti kalau Mommy tau bisa marah lo" ucap Dea.
"Sengaja, biar di kawinkan sekalian" ucap Farel sambil tersenyum dan mengambil tempat di samping kekasihnya dan ikut memandang jauh ke depan.
"Kenapa kak?, Ada yang menganggu pikiran mu?" Tanya Dea yang kemudian berbalik dan kini memandang Farel dari samping.
"Hem, kapan kamu siap aku nikahi?" Tanya Farel yang langsung mendapat tatapan lebar Dea yang terkejut mendengar penuturan laki-laki yang ada di depannya.
"Baru juga kak Rafael beberapa saat yang lalu nikahnya, sudah ngomongin pernikahan kita aja, heh..kak Farel ini ngomongnya suka bikin aku jantungan" ucap Dea.
"Eh, ini aku ngomong serius, gimana kalau seminggu lagi kita nyusul" sahut Farel kemudian.
__ADS_1
"Kenapa gak minta barengan saja tadi" jawab Dea asal, saking keselnya.
"Okey"
Sontak Farel berdiri dan segera melangkah pergi, Dea yang juga sangat terkejut dengan gerakan mendadak kekasihnya, langsung berteriak memanggil Farel lagi.
"Eh kak!, Mau ngapain?!"
"Mumpung penghulunya tadi sepertinya belum pergi, aku mau minta tolong nikahin kita sekalian, sesuai permintaan mu!"
"What, tunggu!!" Teriak Dea yang kini sudah menghadang langkah kekasihnya.
"Minggir De, ngapain di situ?" Ucap Farel heran.
"Gak usah macem-macem, balik ke balkon sekarang, enak saja main nikah sembarangan" ucap Dea ketus dengan tatapan mengancam dan sukses membuat sang kekasih tertawa.
"Mangkanya kalau di ajak ngomong serius jawabnya yang bener, jangan ngasal, dasar!" Sahut Farel yang kini sudah duduk di kursi balkon bersama dengan Dea yang sedikit merengut.
Keduanya terdiam sesaat lalu kemudian Dea membuka pembicaraan kembali
"Kalau Mommy sebenarnya sudah okey kita mau nikah kapan saja kak, bagaimana dengan keluarga besar kak Farel?"
"Gak usah khawatir, justru mereka sudah melakukan syukuran saat aku dengan jujur ngomong kalau sudah pacaran sama kamu"
"Walah, malah lebih parah darimu ya kak?" Ucap Dea terkekeh membayangkan dirinya saat pernikahan di dampingi oleh keluarga Farel yang super heboh.
"Seneng dong" ucap Farel sambil mengerlingkan matanya.
"Ya sudah, aku putuskan, aku akan melamar mu secara resmi dulu, lalu di saat yang sama kita akan langsung membicarakan tentang tanggal pernikahan kita, bagaimana?"
"Terserah kak Farel lah, aku ngikut aja, dari pada kita malah berantem disini, pokok aku ikut apa kata kak Farel, mana yang terbaik, aku akan ikut saja"
"Bagus, itu akan lebih mudah, dan tandanya aku siap mengajari Revana Deandra Prayuda menjadi wanita seutuhnya, bagaimana Hem?"
"Ish dasar mesum" ucap Dea dan tak lama kemudian keduanya di kejutkan dengan suara teriakan yang terdengar dari sebelah balkon tempat keduanya berada, seketika Dea membelalakkan mata saat menyadari itu adalah teriakan kakak iparnya yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
Sontak Farel dan Dea saling pandang dan..
"****!' Ucap Farel, "Keterlaluan Rafael baru juga jam 9 malam, sudah gak sabar saja ngerjain Rena" batin Farel yang yang kemudian menatap Dea sesaat.
"Sebaiknya kak Farel cepat pulang, jangan natap aku kayak gitu, ayo!" Ucap Dea sambil mendorong Farel untuk segera keluar dari rumahnya dan pulang.
"Apa sih De, iya aku pulang, jangan dorong-dorongan gini"
"Biarin, habis kak Farel mengerikan gitu tatapannya, takut aku"
"Halah, takut apa coba?"
"Takut khilaf, udah Sono, pulang!" Usir Dea dan segera menutup pintu rumahnya, sementara beberapa orang yang masih ada disana, hanya menatap aneh kelakuan Dea yang sengaja memaksa Farel keluar dari Rumahnya.
PLAK
__ADS_1
"Auw, Mommy, sakit, ngapain pakek acara mukul segala sih?" Ucap Dea.
"Ngapain juga kamu ngusir Farel kayak gitu?!"
"Ish, bahaya dia Mom, kena pengaruh jeritan pengantin baru, lagi tegangan tinggi, mau, anak pera*wan Mommy besok pagi gak pera"wan lagi?"
"Ha!, apa sih maksudmu De, sembarangan saja kalau ngomong, dasar!" Teriak Della, di sambut dengan suara tawa dari anak gadis nya yang sudah masuk ke dalam kamar yang disediakan dirumahnya.
**
Disebuah Mansion mewah, tampak seorang wanita cantik yang baru saja datang dari sebuah acara pernikahan sahabatnya tengah duduk santai di depan televisi setelah membersihkan dirinya, namun sebuah berita yang kebetulan dilihatnya membuatnya sangat terkejut.
"Yang!, Cepat turun!" Teriak wanita itu yang tak lain adalah Jasmine.
Abraham yang mendengar teriakan istrinya segera ikut turun dan melangkah ke arah sang istri yang sangat serius menyimak acara berita di televisi.
"Ada apa yang?, Sini aku cium dulu si junior" ucap Abrahham yang langsung mencium perut istrinya saat sudah berada di dekatnya.
"Yang, ini keterlaluan, kenapa sampai ada berita seperti ini" lirih Jasmine mengucap dan membuat Abraham segera melihat apa yang di perhatikan oleh istrinya.
"Sh*it!, Apa-apaan ini, kenapa banyak foto seperti itu di sana, ada yang ingin bermain-main dengan ku rupanya, brengsek!" ucap Abraham dengan emosi yang muncul seketika.
"Sepertinya begitu, ini bahaya, opini masyarakat akan berbalik menyerang kita yang, dikira berita itu benar, bagaimana ini?" Ucap Jasmine cemas, dan Abraham langsung mematikan televisinya untuk menjaga kondisi emosi Jasmine yang sedang hamil.
"Sudah malam, Ayo kita istirahat dulu yang" ucap Abraham.
"Tapi itu tadi yang?"
"Sudah, itu urusanku, aku akan segera mengatasinya, kau percaya dengan suamimu ini kan?" Ucap Abraham.
"Iya tapi_"
"Tapi_Suamimu ini membutuhkanmu untuk di hangatkan di ranjang yang" goda Abraham sengaja untuk mengalihkan perhatian istrinya dari pengaruh pemberitaan durinya.
"Yang!!" teriak Jasmine jengkel.
CUP
Abraham segera menutup mulut istrinya dengan mencium bibir Jasmine lembut dan melu*matnya sekejab, dan detik berikutnya Abraham sudah menggendong istri tercintanya masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
*
Eh, beneran istirahat gak ya..?, Ada yang penasaran juga dengan pengantin baru.?, sabar dulu di episode selanjutnya di jam 1 dini hari.
Mengingatkan, segera kirim VOTE, VOTE, VOTE nya yaa...
HADIAH jangan lupa..
LIKE dan KOMEN Selalu di Nanti
Author Ucapkan Terimakasih
__ADS_1