
Mickel Laronzo langsung keluar meninggalkan perusaahan Nugraha Company dengan langkah cepat karena Emosi.
"Bangsat..!!, Kurang ajar sekali mereka ini, apa mereka tidak tau dengan siapa sudah membuat masalah!!" Teriak Mickel saat sudah berada dalam mobilnya.
"Saya juga tidak mengerti tuan Mickel, begitu entengnya mereka menolak kerjasama dengan perusahaan kita, padahal semua pengusaha di Asia ini berebut untuk mendapatkan kesempatan emas ini, sepertinya Nugraha company sangat meremehkan kita" sahut sang sekretaris seksi bernama Monita Lubis.
"Hemm..mereka belum sadar rupanya, sedang berhadapan dengan siapa, aku akan memberikan sedikit peringatan kepada mereka, hhh.. sayang sekali.." ucap Mickel sambil menyandarkan kepalanya di kursi mobil mewahnya.
"Sayang sekali..? Maksud tuan?" Ucap Monita masih belum mengerti apa yang dimaksud oleh tuannya dengan kalimat terakhir yang diucapkan dan di dengar olehnya.
"Aku sangat menyukai kecantikan istrinya Jasmine Agatha Nugraha, hhh..pesonanya luar biasa, bahkan dalam keadaan hamil besar sekalipun, apa kau tau..aku tidak pernah melihat kecantikan yang begitu murni tanpa polesan apapun"
"What!!, Jadi tuan..?!"
"Hem..untung aku masih bisa mengendalikan diriku saat berada dekat dengannya, aku tidak pernah merasakan getaran hebat dalam hatiku bertahun-tahun saat berdekatan dengan perempuan manapun, tapi dengan wanita itu..aku mengalaminya" ucap Mickel.
"Tapi tuan..wanita itu sudah menjadi milik orang lain, dan tidak mungkin tuan akan memilikinya, apalagi yang saya dengar, wanita itu bukan seperti wanita kebanyakan yang silau dengan gemerlapnya dunia" sahut Monita Lubis sang sekretaris.
Mickel tidak menjawab lagi, hasratnya yang memuncak saat membayangkan wajah Jasmine membuatnya ingin bercinta sekarang juga, dan seperti yang biasa dia lakukan, Monita dengan senang hati menawarkan tubuhnya untuk menuntaskan hasrat Tuanya.
Desa*han dan era*ngan terdengar jelas di dalam mobil yang sedang melaju, teriakan Monika bahkan berkali-kali memenuhi semua ruangan dalam mobil mewah yang sedang dia naiki.
"Ogh..sh*it!..kau sangat nikmat Baby, Come on..Faster..!" Ucap Mickel berulang kali saat Monita mulai memacu tubuhnya bergerak cepat diatas tubuh Tuannya.
Tentu saja kepuasan mencapai puncak dapat dinikmati dengan puas oleh Mickel, baginya Tubuh Monita sang sekretaris nya itu masih mampu untuk membuat hasratnya terlampiaskan.
Sampai di perusahan cabangnya di Indonesia Laronzo Company, Mickel segera turun dengan baju yang sudah dirapikan, begitu juga dengan Monita yang berjalan setia di samping Tuannya.
"Siapkan orang-orang yang aku maksudkan!!" Ucap Mickel kepada Monita, dan dengan cepat Monita menghubungi siapa orang yang dimaksud oleh Tuannya.
__ADS_1
Sampai di Ruang Kerja, monita segera meninggalkan Mickel saat beberapa orang sudah masuk ke dalam ruang kerjanya untuk membicarakan sesuatu.
"Lakukan sesuai perintahku..aku hanya ingin membuat nyalinya ciut, jangan berlebihan, mengerti?!" Ucap Mickel kepada 2 orang anak buahnya dengan muka yang sangat sangar.
**
Jasmine yang merasakan ada sedikit kontraksi mulai muncul tadi pagi, sejenak mengistirahatkan dirinya dengan duduk di sofa ruang kerjanya yang ada di sebelah ruang kerja suaminya.
"Sshh...lumayan juga kontraksinya..tenanglah sayang.. Mommy udah istirahat ini, adek yang tenang ya.." ucap Jasmine mengusap lembut perutnya sambil tersenyum dan mengajak bicara anaknya yang masih ada di dalam sana.
Tak lama Abraham masuk dan terkejut melihat Jasmine sudah bersandar di kursi sofa.
"Ada apa yang..kau sakit?" Tanya Abraham yang bergegas duduk di samping istrinya.
"Enggak yang..biasa hamil tua, suka sering merasakan kontraksi persiapan" ucap Jasmine.
"Oh.. syukurlah.. aku sudah bilang kan, dirumah saja yang, gak usah ikut bekerja lagi, aku bisa mengatasi pekerjaan di perusahaan" ucap Abraham.
Abraham tersenyum dan kemudian mengangkat kaki Jasmine yang sedikit bengkak ada diatas pangkuannya.
"Yang..jangan, aku nggak apa-apa" ucap Jasmine berusaha menolaknya.
"Sudah diam..bengkak gini bilang gak apa-apa, biar aku pijit dulu, pekerjaanku sudah ada yang handel untuk hari ini, lagian juga tidak terlalu urgen" sahut Abraham yang sudah memijit kaki istrinya, beberapa karyawan yang melihat apa yang dilakukan Abraham, dibuat senyum-senyum dan meleleh hatinya.
Sedangkan di sebuah sekolah Dasar, seorang anak kelas 1 SD yang mempunyai wajah yang menonjol dari teman-temannya karena ketampanannya, sedang bermain dengan ceria di saat jam istirahat, dialah Brian Alex Nugraha.
Beberapa guru yang kebetulan berjalan melewatinya selalu memandang takjub akan sikap hormat dan sapaan sopan dari Anak seorang milyarder muda yang bahkan sikap dan gaya hidupnya sangat sederhana.
"Brian Alex Nugraha selalu membuat saya kagum bu..dia anak yang tidak banyak bicara, tapi sangat welcome dengan siapapun" ucap salah satu gurunya.
__ADS_1
"Iya Bu..apalagi sopan santunnya dengan orang tua..begitu kental terlihat saat dia berbicara, saya benar-benar penasaran bagaiman nyonya Jasmine mendidiknya, bahkan saat saya salah menentukan nilai karena tertukar..Alex tidak langsung protes kepada saya Bu"
"Oh ya..kalau begitu bagaimana ibu menyadari kesalahan itu?"
"Alex datang ke ruang saya..dia hanya berkata 'mungkin ibu terlalu kelelahan, sepertinya nilai saya tertukar Bu..maaf kalau saya lancang, ibu bisa melihatnya kembali' dan saya pun langsung terkejut lalu mengoreksinya kembali, benar saja, ternyata saya yang salah"
"Astagfirullah Bu..lalu?"
"Yang membuat saya ingin menangis saat itu, waktu dia menolak menukar kembali nilainya dengan teman yang seharusnya tidak mendapatkan nilai setinggi dirinya"
"Apa?!, Jadi maksud anda nilainya Alex tetap menggunakan nilai temannya yang tertukar?"
"Iya Bu"
"Ha..apa alasannya Alex tidak mau di rubah Bu?"
"Ketika Alex melihat beberapa nilai mata pelajaran dari temannya itu hanya standar saja, dia mengatakan..tidak jadi Bu, biar saja nilainya seperti itu, kasian..dengan nilai saya yang tertukar dengannya, bisa mengangkat nilai rata-rata nya, punya saya sudah lebih dari cukup, satu mata pelajaran yang sedikit kurang nilainya tidak berpengaruh apa-apa bagi saya, dari pada harus melihat teman saya kecewa dan malu" begitu ucapnya.
"Allah Hu Akbar.." ucap seorang guru yang mendengar cerita itu.
"Hehh..aku akan mengingat kejadian itu selamanya Bu..sungguh pelajaran berarti bagi saya" ucap sang guru.
"Iya Bu, saya juga tidak percaya dengan apa yang saya dengar barusan, bahkan kita orang tua saja, kadang sudah heboh mementingkan nilai anaknya tanpa memikirkan yang lainnya, tapi Alex mempunyai pemikiran yang sangat berbeda dan luar biasa" ucap guru yang satunya.
Sementara di tempat yang lain, Alex tengah di panggil oleh beberapa temannya.
"Alex..Alex..!!" Ucap salah satu teman bermainnya.
"Ada apa?" Tanya Alex kaget melihat temannya berlari menghampirinya dengan terburu-buru.
__ADS_1
"Ada yang mencari mu, katanya teman kerja Daddy kamu, dia ingin bertemu denganmu" ucapnya.
Alex sedikit mengerutkan keningnya, kemudian dia berjalan menuju pintu gerbang sekolah, rupanya apa yang dikatakan oleh temannya itu memang benar, di depan pintu gerbang sekolahnya ada seseorang yang menunggunya dan Alex masih asing dengan wajah mereka.