
Semua rencana yang di buat oleh Abraham dan Jasmine berjalan lancar, setelah Konferensi pers selesai tepat di jam 11 siang, Abraham segera berniat kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda beberapa hari.
"Yang, aku mau langsung ke perusahaan, bagaimana denganmu?" Tanya Abraham.
"Sama, aku juga akan ke Nugraha Company" jawab Jasmine.
"Aku antar dulu ya?"
"Sebaiknya gak usah yang, aku bawa mobil sendiri, kau berangkatlah ke kantormu dengan Kartika, bukankah hari ini dia juga mau mulai bekerja?"
Tapi yang?!"
"Sudahlah, aku gak apa-apa berangkat sendiri, sudah biasa yang, okey?"
"Baiklah, hati-hati yang, aku akan menghubungimu kalau sudah sampai" ucap Abraham.
"Okey, kau juga hati-hati yang" sahut Jasmine.
Abraham segera melangkahkan kakinya lagi menuju ke mobilnya, Kartika yang ada di belakangnya, segera menghentikan langkahnya.
"Jangan kau kira aku tidak tau akal licik mu Jasmine, aku tau kau sengaja membuat wartawan menanyakan hal itu agar aku tidak bisa menjawabnya, dan kau mengambil alih untuk mencari muka di depan semuanya biar kelihatan baik, iya kan?"
"Jangan salah Kartika, aku melakukannya untuk menjaga nama baik suamiku, aku tidak tau apa yang akan dipikirkan orang, kalau sampai tau, Abraham bisa punya istri Wanita ******* sepertimu"
"Kau_!!"
"Sebaiknya kau segera pergi bersama Abraham dari pada omong kosong disini, dia sudah menunggumu di mobil" sahut Jasmine kemudian berlalu pergi begitu saja.
Rena berlari menghampiri Jasmine, dan memberikan selamat karena acara hari ini bisa di bilang sukses, sesuai dengan yang diinginkan.
"Syukurlah Jasmine, semuanya kini akan lebih baik" ucap Rena.
"Aminn, Alhamdulillah, terimakasih atas bantuan kalian ya, dan sepertinya kalan pasangan yang cocok ni?"
"Oh ya, wah.. sepertinya boleh aku pikirkan juga" sahut Rafael yang ada di belakang Rena.
"Eh, amit-amit ya, nggak lah Jas, yang ada aku tu jagain pak Rafael untuk kekasihnya biar gak macam-macam, aku kan sekarang tinggal bersamanya, ini alamat Apartemennya" ucap Rena sambil memberikan alamatnya.
"Oh iya ya, beneran El, kamu dah punya kekasih?"
"Ada, namanya Jasmine Agatha Nugraha, sayang dia tidak sempat aku miliki karena sudah diambil sahabatku, bagaimana?" Ucap Rafael.
"Kau ini, jangan bercanda El, Abraham mendengar, bisa di bantai kau" sahut Jasmine.
__ADS_1
"Aku rela, asal setelah itu kau menjadi milikku Jasmine ku"
"Kendalikan ucapanmu El, jangan keterlaluan menggodaku, ini di depan umum, jangan sampai ada yang melaporkan ke Abraham, dasar kau ini!"
"Iya pak Rafael, jangan keterlaluan, atau aku juga akan melaporkan ke kekasih anda!" Sahut Rena memberikan peringatan yang kelihatan konyol di depan Rafael.
"Sudahlah, kalian ini ngomong apa, ayok kita pergi dulu, dan kau Jasmine, hati-hati saat berkendara" ucap Rafael sambil menarik Rena untuk ikut bersamanya, sedangkan Jasmine hanya tertawa melihat tingkah keduanya lalu kemudian masuk ke dalam mobil dan meluncur ke perusahaannya.
*
Bukti keterlibatan Agung dalam menjatuhkan nama baik Jasmine dan Abraham sudah di temukan, dan kekerasan yang dilakukan dengan salah satu orang yang menyimpan rekaman video pernikahan Abraham juga sudah bisa di dapatkan, bukti itu menyatakan bahwa mereka adalah orang suruhan Agung Dwi Vinan.
Melihat keadaan semakin genting, akhirnya Agung Dwi Vinan menyembunyikan diri di tempat rahasianya, dia bahkan sudah di dampingi beberapa orang terlatih yang dikirim oleh Smith untuk menjaga dan mengawalnya.
Tidak berhenti di sana, rupanya Agung sudah mempersiapkan segalanya dengan rencana untuk menangkap Jasmine dan akan membawanya kabur ke Jepang dan menyerahkannya ke Smith Rodergo.
Jasmine berjalan dengan kecepatan sedang di jalan raya, seperti biasa untuk menghindari kemacetan, dia selalu melewati jalanan alternatif yang lumayan sepi, walaupun sedikit jauh dari jalan utama. Sesaat kemudian Jasmine menambah laju mobilnya karena merasa ada yang mengikutinya, dan benar saja, rupanya ada dua mobil yang kini sedang mengejarnya, hingga suara tembakan membuat salah satu ban mobil Jasmine kempes dan akhirnya berhenti.
Jasmine masih berada di dalam mobilnya sambil mempersiapkan diri dengan kemungkinan terburuk.
"Sial, aku lupa membawa senjata api ku, semoga aku bisa mengatasi mereka dengan tangan kosong" batin Jasmine.
Ada kurang lebih 8 orang sudah mengitari mobil Jasmine, bahkan mereka sudah menghancurkan kaca belakang untuk memaksa Jasmine keluar dari mobilnya, dan akhirnya dengan terpaksa Jasmine keluar.
"Cerewet, ikut kami dan jangan melawan, maka kami tidak akan menyakitimu!" Teriak salah satu dari mereka.
"Tidak akan semudah itu" jawab Jasmine.
Salah satu dari mereka maju dan berniat menyeret Jasmine, namun dengan satu kali tendangan di kakinya, laki-laki itu langsung ambruk seketika, kini yang lain sangat terkejut dengan gerakan cepat dan mematikan dari seorang wanita yang ada di depan mereka.
"Sialan!, Kita tidak bisa menganggap remeh perempuan ini, bang*sat!" Ucap salah satu dari mereka.
Hingga kemudian beberapa orang langsung maju bersamaan untuk menyerang Jasmine dengan ganas, Jasmine langsung melompat dengan lincah kesana kemari untuk menghindari pukulan dan sesekali membalasnya saat ada kesempatan yang baik. Perkelahian berlangsung sangat sengit, hingga akhirnya mereka menambahkan orang lagi untuk menghadapi Jasmine.
Tenaga Jasmine sudah mulai terkuras, hingga dia harus mengeluarkan tenaga dalamnya di setiap gerakan bela dirinya, tampak di mata mereka kecepatan gerakan Jasmine sangat luar biasa, namun di saat yang bersamaan Jasmine juga merasa mulai kelelahan.
Tidak tinggal diam, Agung Dwi Vinan yang sudah mempersiapkan segalanya, segera menyuruh salah satu penembak jitunya untuk melumpuhkan Jasmine dengan peluru biusnya, tentu saja Jasmine yang tengah di sibukkan melawan beberapa orang tidak menyadari akan hal itu.
Kini bidikan sudah tepat sasaran, dan saat pelatuk di tarik, terdengar suara tembakan, namun yang terjadi tidak seperti yang di harapkan, Jasmine di dorong oleh seseorang wanita yang tiba-tiba datang hingga keduanya terjatuh dan Jasmine bisa terhindar dari tembakan.
BRUG
"Oh ya Tuhan , kamu tidak apa-apa nona?" Ucap wanita itu segera bangun dan membantu Jasmine untuk berdiri.
__ADS_1
"Terimakasih bantuannya, aku tidak apa-apa" jawab Jasmine kini sudah bersiap kembali.
"Kalian brengsek, beraninya melawan perempuan, dasar gila!!" Teriak wanita yang sudah menolong Jasmine dan kini kedua wanita itu sudah bersiap melakukan perlawanan.
"Nona, berhati-hati lah, ada yang sengaja membidik mu di balik mobil itu" ucap wanita memberitahu Jasmine.
"Maaf nona, saya berterimakasih, tapi disini sangat berbahaya, mereka hanya menginginkan saya, jadi sebaiknya anda segera pergi dan tidak ikut campur urusan ini" ucap Jasmine menghawatirkan keselamatan wanita yang telah menolongnya.
"Tidak bisa, saya sudah terlanjur basah, jadi terpaksa saya ikut urusan anda nona, jangan khawatir, saya bisa diandalkan dalam hal bertarung" ucap wanita itu.
Kini perkelahian tidak terelakkan lagi, anak buah Agung semakin kesulitan menembus pertahanan Jasmine, hingga kemudian Agung menyuruh anak buahnya lagi membidik teman Jasmine dengan peluru sungguhan yang tidak lagi berisi peluru biusnya, dengan kata lain Agung ingin membunuhnya.
Sebuah peluru siap di tembakan dan kejadian itu begitu cepat hingga peluru itu sudah melesat ke arah wanita itu, Jasmine segera menyadari dan dengan terpaksa menggunakan tenaga dalamnya yang langka dari klan keluarga Nugraha.
Jasmine meloncat maju di depan sang wanita, dengan gerakan tangan yang cepat Jasmine menangkap peluru dan membalikkan arahnya tepat mengenai kaki sang penembak, hingga terdengar suara jeritan kesakitan, tidak hanya itu dengan hanya menggerakkan tangannya, senyata api yang di gunakan kini melayang ke udara dan hancur seketika.
Pemandangan mengerikan semakin terjadi saat Agung Dwi Vinan kini mengarahkan pistolnya ke Jasmine dari dalam mobilnya, Jasmine semakin nampak emosi dan tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, kedua tangannya di gerakkan bersamaan perlahan mobil Agung tergetar dan sesaat kemudian terlempar ke udara, semuanya orang yang melihat terkejut bukan main.
Hingga semua orang suruhan Agung lari tunggang langgang menyelamatkan diri, sementara itu Jasmine yang menggunakan kekuatannya secara berlebihan langsung ambruk tak sadarkan diri, beruntung wanita yang menolongnya segera melompat dan berhasil menangkap tubuh Jasmine lalu segera membawa Jasmine masuk ke dalam mobilnya.
Sementara itu Agung yang tenyata masih selamat berhasil keluar dari mobil dan berlari menyelamatkan diri, wanita yang menolong Jasmine kebingungan antara menolong Jasmine atau menangkap Agung, hingga akhirnya dia memutuskan menolong keselamatan Jasmine terlebih dulu.
"Ya Tuhan, siapa wanita ini, kenapa dia malah menyelamatkan ku dengan mengorbankan dirinya, sial!!, aku harus segera membawanya ke rumah sakit, Nona bertahanlah, apa yang terjadi denganmu, bertahanlah nona!" Ucap wanita itu yang kini sudah melajukan mobilnya dengan sangat cepat menuju ke rumah sakit hingga membuat pengendara lain di buat jantungan.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 87-90
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.9
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1