
Sebuah kebahagiaan kini tengah dirasakan oleh seluruh anggota keluarga Nugraha, sang kakek tak hentinya bersyukur sambil menggendong gadis kecil yang baru beberapa Minggu di kahirkan dari rahim sang bunda.
Begitu juga dengan Abraham dan juga Alex yang selalu tersenyum bahagia saat melihat bayi perempuan mungil, cantik dan menggemaskan itu ada di hadapannya.
Sebuah nama sudah di sematkan untuknya yaitu Alena Bilqis Nugraha, sebuah nama yang penuh dengan arti kebaikan, sesuai yang di harapkan dari kedua orang tuanya.
"Alex boleh menggendongnya kek?" Tanya Alex di suatu saat.
"Boleh..tapi hati-hati.. duduklah, biar kakek bantu" ucap sang kakek.
Dan Alex pun segera menyiapkan dirinya menyambut Alena kecil yang sebentar lagi ada dalam gendongannya, seolah dirinya mengerti, bayi Alena memperlihatkan senyumannya, sontak Jasmine dan juga Abraham terkejut melihatnya, begitu juga dengan sang kakek.
"Wah..rupanya Alena suka ya mau di gendong kakak Alex, senyum gitu dek" ucap Jasmine.
Kini perlahan Alena berpindah ke gendongan Alex yang tengah duduk di kursi sofa dekat tempat tidur Jasmine, sejenak tidak nampak apapun dari apa yang dilakukan Alex, namun beberapa menit kemudian Abraham dan Jasmine mulai merasakan sebuah getaran.
"Yang..apa kau merasakan sesuatu?" Tanya Jasmine
"Iya..sepertinya ada gempa, benarkah ini_"
Sang kakek yang tadi meninggalkan mereka kini melesat masuk dan hendak mengambil Alena dari pangkuan Alex, namun tubuhnya terpental seketika membuat Jasmine dan Abraham sangat terkejut.
"Ayah..ada apa?" Tanya Jasmine di tengah kebingungannya.
"Kekuatan mereka bergabung, jauhnya dulu keduanya Jasmine, aku belum menyegel kekuatan Alena" ucap Sang ayah.
"Apa?!" Ucap Abraham yang hendak mengambil Alena, namun terlambat, sebuah perisai yang bercampur dengan kekuatan Alex sudah mulai muncul, bahkan Alex masih asik berbicara dengan Alena tanpa menyadari apa yang tengah terjadi.
Hingga Jasmine akhirnya turun tangan dan berhasil menembus masuk ke dalam perisai yang menyelimuti mereka.
"Sayang...biar mommy ambil dulu adik Alena ya..dia mungkin haus" ucap Jasmine segera mengambil Alena dari pangkuan Alex dan kemudian semuanya perlahan kembali normal.
"Alhamdulillah..." Ucap Abraham dan juga kyai Rahmad.
Jasmine segera menidurkan Alena diatas tempat tidur, sedangkan Abraham sudah di beri kode untuk membawa Alex sementara keluar dari kamar.
"Sudah yah..sebaiknya ayah menyegel dulu kekuatan Alena sekarang, mumpung tidak ada Alex" ucap Jasmine.
__ADS_1
Lalu kemudian sang kakek segera mengeluarkan ilmu tenaga dalamnya untuk menyegel kekuatan tenaga dalam bayi Alena, sejenak terdengar suara tangis keras dari Alena dan sebentar kemudian dirinya sudah diam kembali di dalam pelukan mommy nya.
"Maaf ya sayang..membuat kamu tidak nyaman sebentar tadi, sekarang Alena sudah boleh main lagi sama kakak Alex ya" ucap Jasmine membuat Kirana mungil seolah mengerti apa yang di ucapkannya.
**
Sementara itu Mickel Laronzo masih sangat emosi dengan kegagalan penculikan yang beberapa Minggu lalu sempat gagal dilakukan oleh anak buahnya, dan rupanya kelahiran anak ke dua dari pasangan Jasmine dan Abraham kini sudah terdengar olehnya.
"Hem, aku punya rencana yang tepat untuk membuat Abraham brengsek itu bertekuk lutut di hadapanku" ucap Mickel Laronzo.
"Apa itu tuan?" Tanya Monita Lubis.
"Menculik bayinya, aku yakin ini hal yang sangat mudah, kalau dia tidak mau bertekuk lutut dan menuruti semua keinginanku, aku akan menjual bayinya dan aku pastikan seumur hidup mereka tidak akan melihatnya lagi" ucap Mickel.
Monita segera memanggil beberapa orang yang diinginkan oleh Mickel dalam menjalankan misi ini.
hingga di waktu yang sudah direncakan, saat itu Jasmine sedang membawa Alena dan juga Alex berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan dengan ditemani oleh beberapa pengawal, seperti yang biasa Jasmine lakukan, Alena berada di dalam stroller untuk mempermudah kegiatan belanjanya, kadang Alex ikut bergantian mendorong stroller disaat sang Mommy sibuk mengambil barang yang di belinya.
Setelah selesai berbelanja, Jasmine mengajak Alex untuk berkeliling taman yang Asri terletak di pinggiran kota, sampai di sana Jasmine segera turun dan menggendong Alena, sedangkan Alex membawakan stroller sang adik.
Ada rasa tidak enak di hari Jasmine saat merasakan kehadiran seseorang yang sepertinya sedang mengikuti mereka, dan ternyata Alex juga merasakan nya.
"Sejak kapan Alex merasakannya sayang?' ucap Jasmine pelan dan terus melangkah bersama Alex seolah tidak ada yang mencurigakan.
"Dari kita sampai di taman ini Mom, apa yang harus aku lakukan Mom?" Tanya Alex
"Tetap berada di samping Mommy..jangan sampai kita terpisah..persiapkan dirimu Alex" ucap Jasmine, dan mereka berdua masih berjalan santai.
Hingga kemudian, ada enam orang yang berpakaian serba hitam menghadang perjalanan mereka. Dua pengawal langsung maju ke depan melindungi sang Jasmine dan juga Alex.
"Nyonya dan tuan sebaiknya mundur, biat kami yang menghadapi mereka" ucap Kedua pengawal Jasmine.
Jasmine segera menggandeng Alex untuk mundur dan menjaga jarak dengan kedua pengawalnya yang bersiap menghadapi mereka.
"Aku peringatkan kalian, jangan berani menganggu kami dan silahkan pergi, atau kalian akan menyesal" ucap salah satu pengawal.
Namun keenam orang berpakaian hitam itu bukannya menyingkir tapi malah menyerang kedua pengawal Jasmine. Perkelahian tidak terelakkan lagi, dia melawan enam orang yang mempunyai ilmu bela diri mumpuni tentu saja membuat kedua pengawal itu keteteran.
__ADS_1
Alex tidak tinggal diam, saat kedua pengawalnya dalam keadaan terancam, bahkan salah satu dari mereka sudah Roboh bersimbah darah karena tikaman pisau dari para penjaga itu.
"Maaf mom, Alex harus membantu mereka" ucap Alex.
"Baik sayang..ingat, fokus dan selalu waspada, pelajari Titik lemah mereka" ucap Jasmine yang sebenarnya tidak tega melihat Alex berjuang sendirian, tapi apa boleh dikata, saat ini dirinya sedang menggendong Alena mungil yang sedang terlelap.
Keenam orang penjaga itu kini berhadapan dengan Alex dan satu pengawal yang masih bisa berdiri.
"Paman masih kuat?" Tanya Alex.
"Masih Tuan, maaf saya tidak bisa berbuat sebaik mungkin"
"Paman sudah sangat membantu kami, terimakasih..saatnya aku turun tangan, paman bertahanlah ya" ucap Alex.
Dan kini perkelahian berlanjut sangat sengit, beberapa orang penjahat dibuat melongo dengan gerakan Alex yang cepat dan sangat kuat, bahkan dari mereka tidak ada yang mampu untuk menyentuhnya.
"Paman pergilah..bawa teman paman, cari pertolongan dan hubungi Daddy!" Teriak Alex yang masih berlompatan menghindari serangan lawan.
Hingga akhirnya, beberapa penjaga itu mampu dia lumpuhkan.
"Bangsat..anak kecil ini mempunyai kekuatan khusus yang tidak dimiliki manusia biasa, kita tidak akan mampu mengalahkannya.. keluarkan senjata api kalian dan tembak semua yang masih bergerak di tempat ini.
Jasmine yang menyadari anaknya dalam bahaya terpaksa melompat dan mengibaskan tangannya untuk menahan peluru yang hampir saja menyentuh tubuh Alex.
Di saat Alex melihat kulit lengan mommy tergores dan berdarah, diapun semakin murka dan tidak ingin menahan tenaga dalamnya lagi.
Alex menyerang bagian-bagian vital musuh-musuhnya, hingga dua orang mampu dia lumpuhkan, masih mengatur nafasnya kembali Alex bersiap mengeluarkan tenaga dalamnya kembali.
Jasmine tidak tunggal diam, dia segera melesat berada di samping Alex untuk melakukan perlawanan bersama.
Rupanya kawanan penjahat itu kini berdatangan dan lebih dari 15 orang mengelilingi Jasmine dan juga Alex.
"Alex, apapun yang terjadi, saat mommy memintamu pergi bersama dengan adikmu Alena, jangan pernah membantah, kau mengerti?" Ucap lirih Jasmine yang semakin khawatir akan keadaan selanjutnya.
"Tapi mom, aku tidak akan meninggalkan Mommy sendirian melawan mereka" sahut Alex yang sangat terkejut dengan ucapan Mommy nya.
"Mommy mohon sayang.., keselamatan kalian berdua lebih penting, Mommy pasti bisa menghadapi mereka" ucap Jasmine dan membuat Alex terpaksa mengangguk menyetujui permohonan Mommy nya.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa LIKE dan KOMEN ya Gaes..Terimakasih sudah mengikuti perjalanan kisah Novel AKULAH WANITAMU"