AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Hampir Saja


__ADS_3

Abraham menjelaskan alasannya yang lebih masuk akal.


"Itu tidak baik, akan mengganggu pekerjaannya, jadi biarkan nona Jasmine fokus dan tidak di pusingkan dengan keluhan dan permasalahan yang lain, bagaimana?"


Semuanya terdiam dan jasmine kembali duduk di samping Abraham dengan wajah jengkelnya.


"Saya rasa apa yang dikatakan tuan Abraham benar, saya yang akan melakukan tugas sebagai ketua pelaksana di proyek ini, jadi sudah sepantasnya anda semua melakukan komunikasi intens dengan saya" ucap Rahmad.


"OMG, kelar sudah hidup ku, ayah dan suami yang sangat posesif, terserahlah, bodoh amat!" Teriak Jasmine dalam hatinya. Dan detik berikutnya terkejut dengan tangan seseorang yang sudah meremas lembut pa*hanya.


Sontak Jasmine melototkan matanya memberikan peringatan ke orang itu yang tak lain adalah suaminya sendiri, Abraham bukannya takut malah tersenyum menikmatinya, hingga kemudian Jasmine menepis kuat tangan Abraham.


"Dasar manusia gila, ingin aku membunuhnya!" Teriak Jasmine dalam hatinya.


Hari semakin siang dan kini semua menuju ke sebuah restoran untuk makan siang bersama.


"Nona Jasmine bisakah saya yang mengantar anda, dari pada anda menyetir sendiri, bagaimana?" Ucap salah satu kolega bisnisnya.


Jasmine tersenyum dan menolak ajakan itu dengan halus.


"Maaf tuan, saya lebih nyaman berangkat sendiri atau bareng dengan Ayah saya, maaf?"


"Oh okey, tidak masalah, kita bertemu disana"


Jasmine tersenyum dan sesaat kemudian sangat terkejut ternyata Abraham sudah menatap dirinya dengan tajam. Sementara Rahmad hanya tersenyum melihat anaknya terjingkat kaget, kemudian langsung masuk mobilnya dan berangkat mengikuti para koleganya.


"Ikut mobilku!" Ucap Abraham sambil menghampiri Jasmine.


"Nggak mau, aku punya mobil sendiri, ngapain satu mobil dengan mu" jawab ketus Jasmine.


"Aku hitung sampai tiga, kamu tidak masuk mobilku, aku sendiri yang akan menggendong mu, masuk!" Ucap Abraham tegas.


"Aku gak mau, titik!" Ucap Jasmine.


Abraham yang semakin murka langsung mendekati Jasmine, menarik tangannya dan menyentuh tubuh jasmani untuk digendong, sontak Jasmine terkejut tidak menyangka kalau Abraham akan berbuat nekad di depan umum.


"Okey, stop!!" Teriak Jasmine menghentikan aksi gila yan akan di lakukan Abraham. Dan akhirnya dengan terpaksa Jasmine pun menurutinya.


Sampai di Restoran Jasmine segera keluar dari mobil Abraham dan keduanya berjalan berdampingan, sesekali jasmine berusaha melangkah lebih cepat namun Abraham kembali menyusul langkahnya.


Acara makan siang itu berjalan baik dan para koleganya puas dengan menu yang di pesan di tempat itu, namun tidak dengan Abraham yang merasa sama sekali tidak puas karena tidak bisa menunjukan bahwa wanita yang menjadi pusat perhatian mereka adalah istri sahnya.


Hingga acara makan siang usai dan semua kembali ke tempat kerjanya masing-masing. Jasmine terpaksa ikut kembali dengan mobil Abraham, saat tangannya sudah ditarik masuk ke dalam mobilnya.


Dalam perjalanan terasa hening karena Jasmine terdiam.


"Kau tidak ingin melihat keadaan Risma?"


"Tidak, memangnya kenapa aku harus tau keadaanya, aku tau dia sudah bahagia, sebentar lagi akan hamil anakmu"


"Jasmine!" Bentak Abraham.


"Tidak perlu berteriak" sahut Jasmine.


Abraham berusaha meredam amarahnya, dia tau kalau Jasmine masih belum percaya dengan kata-katanya.


"Aku sudah bilang, apa yang kamu lihat itu hanya salah paham, aku tidak pernah menyentuh Risma, kita sedang di jebak"


Jasmine hanya terdiam tanpa menjawabnya, Abraham langsung memberikan instruksi ke sopirnya untuk berbalik arah menuju ke Rumah Sakit.


"Kenapa kerumah Sakit, aku sibuk Eb, pekerjaanku masih banyak, jangan main-main!" Ucap Jasmine.

__ADS_1


"Diam!, Ikut aku dulu, nanti aku akan mengantarmu kembali ke perusahaan!" Sahut Abraham.


Jasmine segera masuk kedalam Rumah sakit dengan paksaan Abraham, Abraham menggenggam erat tangan Jasmine saat berjalan di area Rumah Sakit menuju tempat di mana seseorang sedang dirawat di ruang ICU.


Jasmine sangat terkejut melihat Risma Sahabatnya sudah ada disana dengan keadaan yang masih belum sadar, tubuh jasmine bergetar menyaksikan semua pemandangan itu, dirinya tak kuat lagi melanjutkan pandangannya, hingga dia langsung berlari keluar dengan kencang.


Abraham kaget melihat reaksi Jasmine, dan segera mengejarnya keluar, Abraham terkejut saat tidak melihat Jasmine di manapun.


"Sh*it!, Dimana Jasmine, aku kehilangannya" ucap lirih Abraham, dan tak lama kemudian dia melihat sosok Jasmin tengah keluar mencari taksi.


Abraham segera mengejarnya dan terlambat, Jasmine sudah melesat pergi, beruntung ada Taksi yang melewati Abraham, dan dia pun segera mengejar keberadaan Jasmine dengan memberikan petunjuk ke sopir Taksi untuk mengikuti Taksi yang di naiki Jasmine.


Rupanya Jasmine menuju ke rumahnya dan segera masuk ke dalam, Abraham yang baru saja tiba juga segera berlari dan menyusul keberadaan Jasmine.


"Jasmine, tunggu!" Teriak Abraham terus menyusul langkah istrinya.


Jasmine terus melangkah ke kamarnya dan membuka pintu kamar dengan kasar, lalu mengambil sesuatu di lacinya.


Ceklek


"Diam di tempatmu, jangan mendekat!" Ucap Jasmine dingin dengan tatapan tajam dan sudah mengarahkan sebuah senjata api ke arah Abraham.


Abraham sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Jasmine, dia tidak pernah menyangka istrinya itu mempunyai senjata Api dan bisa menggunakannya.


"Jasmine, apa yang kau lakukan!"


"Justru aku yang bertanya, apa yang sudah kalian lakukan dengan Risma!, Kalian semua bang*sat!" Teriak Jasmine emosi dan hampir saja menarik pelatuknya, beruntung Abraham segera meloncat dan berhasil merebut senjata itu lalu terlempar di bawah tempat tidur.


Detik berikutnya Jasmine menerjang Abraham, kali ini Abraham menyerang balik dan berhasil melumpuhkan gerakan Jasmine.


"Jasmine tenanglah, dengarkan dulu penjelasan ku, aku mohon, kendalikan kekuatan mu" ucap Abraham yang kini sudah menahan Jasmine dalam pelukannya.


"Jasmine, sadarlah, istighfar!" Bentak Abraham kemudian.


Tangisan Jasmine pun perlahan berhenti. Dan dengan pelan melepaskan dirinya dari pelukan Suaminya.


"Apa yang sebenarnya terjadi Eb, kenapa kau harus tidur dengan Risma, bukankah masih banyak wanita yang lain, kenapa harus Risma, dia sahabatku Eb"


"Tenanglah dulu, semua yang kau lihat tidak seperti yang kau pikirkan Jasmine, beri kesempatan aku menjelaskannya, okey?"


Jasmine terdiam, dan Abraham mulai bercerita dari awal hingga berada di sana, kemudian mendapati Risma sudah tidak memakai apapun dan tergeletak di lantai.


Jasmine sangat terkejut mendengar semua cerita Abraham, keduanya akhirnya bisa menemukan benang merah dari kejadian ini, Abraham juga memberitahukan bagaimana keadaan Risma saat ini, yang masih di rawat di Rumah Sakit.


Jasmine terdiam, tangisannya pecah kembali, kali ini dia langsung memeluk Abraham erat.


"Maafkan aku Eb, maafkan aku"


"Sudahlah, aku juga minta maaf tadi sudah keterlaluan terhadapmu, jangan menangis lagi, ada aku disini, tenanglah SAYANG"


Jasmine terkesiap saat pendengarannya menangkap sebuah kalimat sayang yang keluar dari mulut Abraham.


"Kau memanggilku apa?" Tanya Jasmine.


"SAYANG, apa itu mengganggumu?"


"Tidak, hanya, aku masih aneh saja mendengarnya" ucap Jasmine sambil mendongakkan wajahnya menatap wajah Abraham.


Abraham terkesima sesaat, bibir Jasmine begitu dekat dengan bibirnya, wajah Jasmine yang kemerahan sehabis menangis, semakin tampak menggemaskan di matanya.


Magnet kuat dalam diri Jasmine menarik Abraham untuk melu"mat bibir indahnya, kali ini Jasmine sedikit membalas ciumannya, walaupun masih bisa dirasakan Abraham, ciuman dan luma*tan istrinya masih terasa kaku.

__ADS_1


Perlahan Abraham merebahkan tubuh Jasmine tanpa melepaskan ciumannya, hijab perlahan dilepaskan pelan oleh Abraham, tampak rambut indah dan leher jenjang istrinya yang membuat hatinya berdesir.


Masih dengan permainan ciuman dan lum*atannya, tanpa terasa baju atas Jasmine sudah terlepas begitu saja oleh tangan Abraham, hingga menunjukkan sebagian dua bukit kembarnya yang membuat badan Abraham langsung memanas.


Tangan Abraham memberanikan diri sedikit menyentuhnya, Jasmine terkejut merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Kini luma*tan Abraham semakin dalam, Jasmine pun merasa tidak bisa berpaling dari suaminya dan membiarkan semua itu terjadi begitu saja.


Lirih terdengar desa*han Jasmine keluar dari mulutnya, Abraham tersenyum sambil tangannya terus menjelajahi tubuh jasmine, bibirnya kini sudah berpindah ke leher jenjang istrinya, menyapu dan mengigit disana, hingga akhirnya.


Ceklek


Mendadak pintu terbuka oleh Sang ayah


"Kalian_, maaf, ayah tidak sengaja"


Ceklek


Pintu segera ditutup kembali oleh Rahmad.


Abraham dan jasmani masih terbengong tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, dimana sang ayah melihat apa yang sedang dilakukan oleh keduanya.


"Aaa!" Teriak Jasmine sambil menenggelamkan tubuhnya di dalam selimut hingga tak terlihat sama sekali


"Sh*it!" Abraham segera duduk bersandar di kasur sambil mengatur nafas dan detak jantungnya, namun dirinya segera tersenyum saat melihat tingkah konyol yang sudah di lakukan Jasmine.


"Yang, kenapa sembunyi di selimut gitu?, Buka?!"


"Nggak mau, malu aku Eb, tadi ayah melihat kita, kamu juga, ngapain gerayangan sih ah!"


"Bukannya kamu yang memancingku untuk di gerayangi?"


"Enak aja, mana ada aku kayak gitu, kamu itu yang tangannya nakal, bibirnya juga itu, sukanya nyosorin aku"


"Ya habisnya enak, lagi ya yang?" Ucap Abraham menggoda Jasmine sambil menarik selimut Jasmine.


"Jangan macem-macem Eb, aku mau mandi!"


"Nanti saja mandinya, kita belum mende*sah di puncak kenikmatan bersama yang"


"Gak mau, dasar me*sum!"


Jasmine langsung berlari dengan membawa selimutnya masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Abraham terkekeh melihat tingkah istrinya, dia juga bersyukur melihat Jasmine sudah tak lagi marah dan baik-baik saja.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 71-80


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.7


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2