
Malam pun semakin larut, Agam segera pamit untuk kembali lagi ke apartemennya, sementara Jasmine masih sesekali mengamati gerak gerik Dinda saat Agam sedang melangkah pergi meninggalkan Kontrakan.
Mungkin bagi yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi diantara mereka semua terkesan biasa saja, tapi tidak bagi Jasmine.
"Kalian benar-benar munafik" batin Jasmine yang tentu saja tidak terima.
Malam ini Jasmine sengaja ingin tidur dikamar Risma untuk berbicara dari hati ke hati, Jasmine ingin mempersiapkan mental Risma untuk nantinya siap menerima kenyataan pahit yang akan dihadapi.
"Loe ngapain sih ikutan tidur disini Jas, kamar loe kan ada noh, nganggur, gak ada yang nempatin"
"Diam, mau curhat gue"
"Curhat apaan, kalau soal malam pertama gue gak ada pengalaman!"
BUK
Jasmine langsung melempar bantal ke muka mesum Risma.
"Aduh, Jasmine!" Teriak Risma jengkel
"Apa, mangkanya itu pikiran cuci biar bersih, ngeres mulu isinya"
"Ye, emang apa yang mau loe curhatin ke gue, udah malam ini, jangan kelamaan, gue besok kerja di cafe ni"
"Iya tau gue, mangkanya diem loe, biar curhatan gue cepet kelar" ucap Jasmine yang kini sudah membenarkan posisi duduknya.
Jasmine menata hatinya untuk memulai menceritakan hal yang berhubungan dengan masalah Risma dan Agam, tentu saja Jasmine berharap Risma tidak langsung menyadarinya dulu.
"Ris, apa yang loe lakuin seandainya mas Agam mengkhianati loe?" Ucap Jasmine yang sudah pusing harus memulai pembicaraan dari mana, akhirnya malah langsung tancap saja, dasar Jasmine.
"Hah, asem, loe gila ya Jas, kok jadi topiknya gue ma mas Agam, kan Elo yang mau curhat masalah loe"
"Iya, jawaban loe itu gue butuhkan buat pertimbangan ku Ris, cepetan deh jawab!, Ribet banget sih loe"
"Ih, maksa sukanya loe, ya bentar gue pikir lah, berat banget pertanyaan loe Jas" ucap Risma yang kemudian berpikir keras dan akhirnya beberapa detik kemudian menjawabnya.
"Aku sih, kalau misalnya terjadi hal itu, ya akan gue suruh pilih mas Agam nya, gue apa wanita itu"
"Kalau pada akhirnya yang dipilihnya bukan elo, apa yang loe lakuin?"
"Ya mau gimana lagi, gue terima lah, tapi bisa nggak ya gue, idih, amit-amit dah Jas, jangan Sampek gue sama mas Agam kayak gitu"
"Hem, itu kan hanya seandainya, aku juga bingung sama gue sendiri, kalau nanti aku sudah serahkan hatiku sepenuhnya sama suami gue, terus ternyata dia pada akhirnya hanya menerima istri pertamanya, apa yang harus gue lakukan?"
"Eh tenang aja Jas, selama suami loe tajir, loe bisa atur semuanya"
"Maksudnya?"
"Ya loe keruk saja semua uangnya biar mereka gak lagi punya harta dan kekuasaan, habis itu, loe hempaskan di jalanan, selesai kan?"
"Dasar jahatnya pikiran loe Ris, mengerikan!"
"Ye, apa yang mereka lakuin itu lebih jahat dari rencana ku" sahut Risma.
"Jadi intinya loe akan melepaskan mas Agam ya, kalau memang dia lebih memilih wanita lain?"
__ADS_1
"Ya emang mau apa lagi, jodoh itu ada di tangan sang pencipta, kalau memang takdir hidup gue gak berjodoh, ya mana bisa gue maksa, mangkanya biarpun gue lama pacaran sama mas Agam, kesucian gue aku jaga benget, yang ini hanya untuk suami sah ku nanti"
"Wih, mantap, setuju gue, loe emang top, sayang bibir ma yang lainnya udah gak perawan kan loe?, Ngaku!" Ucap Jasmine.
"Hahaha, Kok bisa tau loe?"
"Tau lah, sebelum pacaran bibir loe gak Jontor kayak sekarang ini"
"Anjir, bibir gue di cium ma dilu*mat Jas, bukan di tonjok seperti yang biasa loe lakuin waktu gelut, mana ada Jontor, dasar semprul!" Sahut Risma.
"Ih, apa enaknya, mau maunya loe digituin" ucap Jasmine.
"Elah, palingan loe juga bakalan nagih kalau sudah di ajari sama tuan Abraham, lihat aja nanti"
"Apaan sih loe, ngapain bawa-bawa Abraham, menyebalkan!" Teriak Jasmine.
"Hahaha, menyebalkan sekarang, setelah kawin pasti mengenakkan!"
"Risma!, malah bahas gituan, gue tendang nih loe!"
Bukannya diam, Risma makin terkekeh melihat Jasmine sudah emosi duluan dan melempar kan beberapa bantal lagi ke dirinya, sementara dalam hati, Jasmin sudah lebih tenang karena Risma ternyata punya pemikiran yang sangat terbuka dan masih tidak melewati batas saat berhubungan dengan Agam kekasihnya.
Jasmine melanjutkan lagi pertanyaan terakhirnya.
"Satu lagi ya Jas, pertanyaannya dari gue, setelah itu kita tidur deh"
"Beneran?" Tanya Risma.
"Bener, kapan sih gue pernah bohong ma loe, denger ni ya, kalau seandainya yang di pilih sama kekasih loe itu sahabat loe sendiri gimana?" Tanya Jasmine dan sontak membuat Risma tersentak kaget.
PLAK
Jasmine langsung menabok Risma dengan keras.
"Sumpah demi Alloh ya, gue ma mas Agam lahir batin cuma kayak saudara, kedekatan kita itu kayak adek kakak, loe sendiri sering lihat juga kan, dasar gila!" Sahut Jasmin jengkel.
"Hahaha, iya tau gue Jas, canda juga, atau jangan-jangan tuan Abraham_?"
"Apa?" Ucap Jasmine penasaran.
"Suka sama gue atau Dinda, tapi yang dia kejar loe untuk mendekati kita, bener nggak?"
"Bodoh ah Risma!, Jengkel gue ma loe lama-lama, mau itu Abraham suka ma kalian, kurang kerjaan banget harus gue yang menerima sasarannya, kan bisa langsung nembak loe atau Dinda, dasar loe,!" Ucap Jasmine.
Dinda makin kencang tertawanya melihat raut muka Jasmin yang di buat se cabi mungkin menandakan kekesalan dalam jiwanya.
Tak lama kemudian mereka berdua tertidur, tempatnya Jasmine hanya pura-pura tertidur, bayangan Penghianatan yang dilakukan oleh Agam dan Dinda membuatnya benar-benar terasa sesak, hingga akhirnya sekitar pukul 2 pagi Jasmine baru bisa memejamkan matanya.
*
Pagi hari ditempat lain seorang pemilik perusahaan Hanzel Company yang tak lain adalah Abraham Hanzel Brian tengah berada di dalam mobil mewahnya menuju ke perusahaannya, jalanan hari itu lumayan padat, hingga tiba-tiba saja terjadi sebuah insiden dimana sebuah mobil menabraknya dari belakang saat berhenti di lampu merah.
"Sh*it!, Ada yang menabrak kita!' ucap Abraham ke sopir pribadinya.
"Iya tuan, saya akan keluar dulu"
__ADS_1
Abraham ikut keluar dari mobil saking jengkel juga dengan seseorang yang sudah menabrak mobilnya saat berhenti.
"Keluar!" Teriak Abraham yang sudah tidak sabar ingin melihat seseorang yang malah duduk santai di dalam mobilnya setelah menabraknya dari belakang.
Dan akhirnya sosok wanita cantik dengan muka sedikit di tekuk keluar dari dalam mobilnya.
"Jasmine?!" Ucap Abraham sangat terkejut.
"Iya ini aku, tuan, eh Eb, sorry" ucap Jasmine.
"Kenapa naik mobil gak hati-hati?, Kau ini!" Ucap Abraham yang sedikit mengerutkan kening melihat Jasmine dengan wajah yang kelihatan lelah dan mengantuk.
"Iya maaf, gak sengaja tadi" ucap Jasmine.
Tanpa di duga oleh Jasmine, Abraham langsung menarik tangannya dan memaksa ikut dengannya.
"Eh, apa yang kamu lakukan, aku sudah minta maaf Eb!"
"Diam, ikut naik mobilku!" Ucap Abraham.
"Lah itu mobilku?" Sahut Jasmine bingung.
"Bawa mobil Nona Jasmine ke bengkel, perbaiki apa yang rusak, bawa kembali ke kantornya nanti" Ucap Abraham ke sopir pribadinya.
"Tapi tuan Abraham, anda_?" Tanya sang sopir.
"Biar aku yang bawa mobilku bersama nona Jasmine, pergilah!"
"Baik tuan, saya pergi dulu"
Jasmine sedikit memberontak saat tangannya ditarik masuk ke dalam mobil Abraham.
"Pelan Eb!" Ucap Jasmine kesal.
"Masuk, cepat!" Perintah Abraham.
Jasmine sengaja masuk dengan cepat di kursi belakang, dan tentu saja Abraham makin murka di buatnya.
"Jasmine!!" Teriak Abraham.
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 46-50
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.3
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE LEBIH 1 KALI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE