AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Ternyata


__ADS_3

Jasmine masih berjalan dengan sekuat tenaga mengikuti petunjuk yang di beritahukan oleh Rafael, dalam hatinya dia mengumpat Rafael kalau sampai mempermainkannya.


Beberapa menit kemudian keduanya tersenyum sumringah saat mulai nampak sebuah rumah yang sangat besar dan megah berada di tempat yang sangat terpencil.


"Alhamdulillah Ris, itu lihat rumahnya makin deket, mewah banget ya" ucap Jasmine.


"Iya, penasaran gue sama pemiliknya, otaknya kebalik apa ya, buat rumah semewah ini ditempat kayak gini" ucap Risma dengan mengatur nafasnya.


"Gue juga penasaran sama ini orang, niat banget bikin susah orang yang mau datang berkunjung" sahut dinda.


Akhirnya mereka sampai di pintu gerbang yang telah nyata belum di buka oleh pemiliknya


"Ya Alloh ya Robbi, ujian apa lagi ini Jas, gue udah haus banget ini, kenapa gerbangnya malah di kunci sih" ucap Risma jengkel


"Sabar, kita duduk dulu yok, pengap nafas gue, capek" jawab Jasmine


"Sudah deh, ayok cepetan kalian teriak biar yang punya rumah dengar" ucap Dinda


Jasmine dan Risma masih terdiam, dan mengatur nafasnya


"Kalian kok diem sih, teriak dong cepetan!" Ucap Dinda lagi


"Eh monyong, ini gue nafas aja susah, loe suruh teriak, gila ya loe, bisa-bisa habis teriak gue langsung wassalam" ucap Risma kesal


Jasmine bukannya teriak memanggil pemilik rumah, malah tertawa melihat keadaan teman-temannya


Setelah capek sedikit menghilang, ketiganya sepakat berteriak bergantian hingga kemudian datanglah wanita tua dengan rambut putih panjang terurai memberi kesan horor dan kemudian membukakan pintu pagar


"Apa diantara Anda ada yang bernama Neng Jasmine?" Tanya perempuan tua itu datar


Sontak ketiganya saling dorong saking takutnya, dan kini Jasmine berhasil terdorong paling depan


"I ini yang namanya Jasmine Nek, ambil deh, ambil!" Ucap Dinda


"Anjir, kalian ini tega banget jadikan gue tumbal"


"Kan emang loe yang di cari kan Jas, nurut aja deh ya?" Ucap Risma


"Kalian ini kenapa, saya pembantu di rumah ini, bukan jin atau setan, dasar!" Ucap sang nenek pembantu dirumah itu.


Ketiganya segera mengikuti langkah sang pembantu, tiba di dalam rumah mereka segera diantar ke satu kamar besar untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak, tak lupa sang pembantu memberikan air minum dan beberapa cemilan di dalam kamar.


"Gila jas, rumah segede gini ya, ternyata terawat banget, lihat kan tadi banyak pembantu dan Penjaganya juga" ucap Dinda.


"Iya lihat gue tadi, sepertinya pemiliknya bukan orang sembarangan" ucap Risma.


"Paling juga orang hutan" sahut Jasmine masih jengkel.


"Hus, jaga bicara loe Jas, jangan Sampek niat kita ke sini jadi sia-sia, siapa tau ada Cctv bisa habis lah kita" sahut Dinda.


"Iya siap, kita istirahat bentar sebelum sang penolong kita ini datang, okey?" Ucap Risma.


*


Rahmad masih berada di ruangan kerjanya, tak henti-hentinya Rahmad berdoa bahwa usaha Jasmine akan membuahkan hasil dan seseorang bisa menolongnya.


Beberapa kali Rahmad melihat jam tangan yang menunjukkan waktu masih belum siang, hingga kemudian dia beralih ke meja Jasmine dan melihat pekerjaan anaknya.


Ada beberapa laporan keuangan yang di beri tanda lingkaran merah oleh Jasmine, disana di beri juga keterangan bahwa jumlah antara pengeluaran dan pemasukan ditanggal itu mengalami ketimpangan.

__ADS_1


Di buka lagi beberapa lembar kertas laporan keuangan , hasilnya juga sama, ada beberapa yang diberi tanda lingkaran merah, yang berarti ada suatu masalah di sana.


Dalam hati Rahmad benar-benar kagum dengan kejelian anak semata wayangnya, perlahan dirinya mencatat masalah itu lalu berniat mengadakan Rapat keuangan dengan hasil pengumpulan masalah yang ditemukan.


"Tolong kumpulkan semua staf keuangan setelah makan siang, aku akan mengadakan rapat darurat" ucap Rahmad ke orang kepercayaannya.


"Baik tuan, akan saya lakukan dengan segera"


Tak berapa lama kemudian rapat darurat sudah siap untuk di lakukan, semua karyawan yang terlihat di bagian keuangan perusahaan merasa heran, karena selama ini pemilik perusahaan tidak pernah mengadakan rapat darurat soal keuangan seperti ini.


Disana terlihat Anton mulai gelisah saat Rahmad menampilkan beberapa masalah ketimpangan keuangan yang terjadi di beberapa tanggal, ada beberapa pegawai yang sudah bermandikan keringat saat mendapatkan pertanyaan dari Rahmad.


Hingga akhirnya Rahmad memberikan waktu 3 jam untuk mempertanggung jawabkan semua kesalahan pelaporan yang di buat, lalu Rahmad pun meninggalkan tempat rapat.


"Pak Anton, bagaimana ini pak, bapak kak yang waktu itu menyuruh saya memasukkan data seperti itu"


"Diam, kak Rahmad urusanku, kalian buatlah rekayasa sebaik mungkin, uang itu kira-kira untuk apa saja, cepat!"


Pegawai yang bersekongkol dengan Anton pun segera melakukan tugasnya.


*


Sementara itu di sebuah rumah megah di sebuah tempat terpencil, ketiga wanita itu sudah terbangun setelah satu jam tertidur karena kelelahan, suara ketukan pintu membawa Jasmine segera keluar dari kamar.


"Maaf Non Jasmin, tuan pemilik rumah sudah datang dan ingin menyambut kalian di halaman belakang"


"Okey, kami siap-siap dulu" ucap Jasmine.


Jasmine segera masuk lalu bersiap dengan kedua temannya, setelah selesai semuanya segera keluar untuk diantar ke halaman belakang, dimana sudah ada sang tuan rumah berada di sana.


Ketiganya berjalan pelan, terlihat sosok laki-laki yang sedang memunggungi mereka sambil melihat hamparan pemandangan di depannya.


Sang tuan rumah yang membuat penasaran segera membalikkan badan pelan, Jasmine yang semula berjalan cepat, langsung menghentikan langkahnya dan


BRUK


Risma dan Dinda terpaksa harus menerima kecelakaan tubrukan akibat ulah Jasmine yang berhenti mendadak


"Tuan Abraham?" Ucap lirih Jasmine


"Sialan Jasmine!" Teriak Risma


"Anjir loe min, kepala gue sakit tau!" Teriak Dinda


Hingga Risma segera mencolek Dinda untuk melihat siapa yang sudah ada di depannya, keduanya terkejut dan melongo saking shock nya tak percaya bahwa seorang Abrahan sudah berdiri di sana


"Jadi tuan Abraham dan tuan Rafael sengaja mengerjai ku ha!" bentak Jasmine murka


"Bukan mengerjai mu, lebih tepatnya memberikan pelajaran buat orang licik seperti kau dan ayahmu" jawab Abraham


"Terserah kau mau bilang apa, aku sudah menjelaskan semuanya, dan kami sangat menjunjung tinggi kejujuran" ucap Jasmine


"Hahaha, jujur katamu?, dengan mencuri rancangan orang lain dan mengambil keuntungan dari hal itu kau bilang menjunjung kejujuran?, Omong kosong!"


"Silahkan kau ngomong seenak mu, aku tidak perduli, teman-teman, kita pulang!" Ucap Jasmin keras dan kemudian berbalik arah hendak melangkah pergi


"Jadi kau tidak ingin menyelamatkan perusahaan mu?" Ucap Abraham.


Jasmine berhenti dan terdiam, dirinya tau tidak mungkin mantan majikannya itu akan memberikan pertolongan gratis untuk saat ini.

__ADS_1


"Apa syarat nya?" Tanya Jasmine sambil berbalik menatap Abraham


"Bersujud di hadapanku dan mengakui kesalahanmu, mungkin aku bisa memikirkan untuk meringankan tuntutan ku"


Saking keselnya, bukannya bersujud, Jasmine langsung menyerang Abraham dengan gerakan cepat hingga Abraham sedikit terhuyung ke belakang.


"Sh*it!, Akhirnya kau nampak kan wajah aslimu Jasmine Agatha Nugraha!" Ucap Abraham sambil membenarkan posisi berdirinya


"Kau benar-benar kurang ajar Abraham!" Teriak Jasmine menyerang Abraham lagi dengan gerakan bela diri yang lebih cepat lagi


Terjadi perkelahian, tendangan, dan pukulan datang silih berganti diantara keduanya, sementara kedua teman Jasmine hanya melongo melihat apa yang sedang terjadi.


"Rupanya raja singa ini mempunyai kekuatan khusus selain ilmu bela diri yang luar biasa" batin Jasmine.


Sementara itu Abraham juga masih terkejut dengan kenyataan bahwa wanita yang di hadapinya ternyata benar-benar tangguh.


hingga akhirnya Jasmin terpojok dan memilih menghentikan pertikaiannya lalu segera melangkah pergi dari rumah itu, Abrahan hanya melihat kepergian Jasmine dan tersenyum penuh maksud.


Kini ketiganya perjalanan pulang lewat jalan setapak yang di lalui nya tadi, semuanya masih mode diam, saat kemudian.


"Awas Lari, bahaya !!" Teriak Dinda saat


datang beberapa angsa yang siap nyosor mereka hingga lari terbirit-birit


Sepatu dan sandal yang mereka bawa melayang entah kemana, dan sang sopir Jasmine yang menunggu di ujung jalan setapak terkejut melihat ketiga nona nya yang pergi dengan rapi, pulang seperti terkena letusan gunung Merapi.


"Gak usah lihat-lihat pak, yok jalan pulang, sekarang!" Teriak Jasmine kesal setengah mati.


"Gimana nasip loe sama perusahaan loe besok Jas, gue ngeri ngeri sedap mikirin nya" ucap Risma.


"Bodoh, serah besok yang terjadi terjadilah, kalau perlu gue mau bikin perhitungan lagi sama raja singa itu"


"Uda deh jas, jangan cari gara-gara loe, atasi saja masalah loe sekarang ini, ngalah dikit sana tuan Abraham gak membuatmu rugi kan?" Sahut Dinda.


"Iya, tapi buat kehilangan harga diri, gak mau gue"


"Serah loe dah Jas, percuma juga ngomongin loe yang kayak batu" ucap Risma


Penasaran dengan kelanjutannya?


Yuk mampir di Channel YouTube Sinho Novel


Caranya, ketik : Cerita Novel Romantis by Sinho


Jangan lupa Subscribe, like, Coment


BERSAMBUNG


Hari ini Author UPDATE LEBIH DARI 1 KALI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2