AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Gagal Total


__ADS_3

Jasmine segera kembali lagi ke kamarnya, lalu masuk ke kamar mbok Darmi.


"Loh kok cepet non Jasmine?"


"Mbok, ngapain sih panggil aku pakek non segala, panggil saja Jasmine"


"Nggak boleh, itu namanya gak sopan, aku pengen panggil kamu mulai sekarang non Jasmine saja, bagaimana?"


"Serah mbok dah, aku pusing ini mbok, pinjem bajuku yang dulu masih ada kan mbok disini?"


"Eh, ya gak bisa gitu non Jasmine, itu baju daster pembantu gitu, jangan di pakai, memangnya koper ma baju non Jasmine kemana?"


"Di curi orang mbok, lenyap"


"Hah, astagfirullah, kok bisa, penjaga rumah di depan gak ada yang lihat?"


"Ada mbok, yang membawa koperku, tuan mbok yang rada gila itu"


"Hah, tuan Abraham?"


"Iya mbok,emang siapa lagi"


"Ya ampun non Jasmine, jangan gitu, mulai sekarang hormati tuan Abraham sebagai suamimu, bisa kualat lo kalau melawan sama suami"


"Iya mbok, tau, aku kan juga lagi belajar ini, pelan-pelan, namanya juga masih awal"


"Alhamdulillah, ya sudah, pakek daster ini dulu, tapi nanti janji ya, segera temui tuan Abraham dan meminta maaf, tadi sudah berteriak di depannya gitu"


"Iya mbok, aku mau rebahan bentar, mana kunci kamarku mbok, nanti habis capek ku hilang, aku mau ke atas nemuin Abraham"


"Manggil suami kok gitu, gak sopan itu namanya"


"Elah mbok, Abraham saja manggil aku juga Jasmine, sudah deh ah, gak perlu ribet, tambah pusing nih, mana kuncinya?"


Mbok Darmi hanya menggelengkan kepala sambil meringis menahan sakit di wajahnya yang masih terlihat lebam.


*


Sementara itu di tempat lain, Risma dikejutkan dengan kedatangan Dinda yang masih dalam keadaan kurang sehat, Dinda masuk ke dalam kamarnya tanpa menyapa Risma seperti biasanya, Risma pun akhirnya tidak tega melihat Dinda walaupun sudah sangat menyakitinya.


"Din, aku minta maaf, tidak bisa menjenguk mu di rumah sakit, apa kau sudah sehat?" Tanya Risma.


"Hem, aku tidak apa-apa, dan malam ini aku akan pergi dari kontrakan ini"


"Apa!, Kau mau pindah?"


"Iya, aku sudah menemukan tempat yang baru, dekat dengan tempatku bekerja, aku bisa menghemat uangku karena cukup dengan berjalan kaki"


"Tapi Din, kamu akan sendirian di sana nanti"


"Aku disini juga sendirian, kalian meninggalkanku dan menyalahkan ku kan, Laki-laki yang sudah menghamili ku juga memilih kembali ke kekasihnya, tanpa perduli bagaimana perasaanku dan nasip bayiku nanti, aku rasa tidak ada bedanya, justru disini aku semakin tertekan"

__ADS_1


"Din, jangan seperti ini, mas Agam akan bertanggung jawab membesarkan anak ini, aku juga akan merawatnya seperti anakku sendiri"


"Lalu bagaimana dengan perasaanku sebagai seorang ibu, wanita yang sudah melahirkan anak ini, kalian pikir aku ini hanya alat mencetak anak tanpa memakai perasaan?, Aku juga manusia, sama seperti dirimu Ris, sudahlah, aku pergi dulu, semua sudah aku packing, salam ke Jasmine kalau dia masih mau menanyakan kabarku"


Risma hanya bisa terdiam, hatinya sangat sakit melihat kepergian Dinda sahabatnya, namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena ini adalah keputusan Dinda yang menurutnya terbaik untuk dirinya saat ini.


*


Setelah membersihkan kamarnya yang dulu di tempati mbok Darmi


"Udah Mbok, aku pengen mandi dulu, pinjam peralatan mandi mbok Darmi, sama baju-baju ku dulu, ada kan mbok?"


Mbok Darmi gak bisa menolak lagi, dan akhirnya meminjamkan semua yang diinginkan Jasmine, senyuman langsung mengembang saat Jasmine mendapatkan baju dasternya dan beberapa hijabnya yang sempat tertinggal.


Jasmine segera keluar dari kamar mbok Darmi dan


BRUG


Tubuhnya menabrak seseorang saat membuka pintu dan melangkahkan kakinya.


"Aw!, Abraham?!"


"Mau kemana?" Tanya Abraham.


"Mandi, memang mau kemana lagi"


"Ikut aku, mandi di tempat yang seharusnya, tempatmu bukan disini" ucap Abraham.


"Kau ini, ikut!!" Teriak Abraham dan sudah menyambar tangan Jasmin dan memaksanya mengikutinya naik ke lantai dua.


"Hentikan!" Ucap Jasmine yang terkejut saat Abraham menyeretnya masuk ke dalam kamarnya.


"Masuk!" Ucap Abraham


"Nggak mau, memangnya kenapa aku harus masuk ke kamarmu?!"


"Ini memang kamarku dan sekarang menjadi kamarmu juga"


"Apa!!, Kau sinting Eb, aku pengen kamarku sendiri!" Ucap Jasmine.


"Gak ada tawar menawar, masuk!, Atau aku yang akan memaksamu?!"


"Aku gak mau!" Teriak Jasmine.


Abraham sudah gak bisa bersabar lagi dan langsung menyambar tubuh Jasmine yang di gendong seperti karung beras, lalu menutup pintu kamarnya dengan kakinya.


"Abraham, apa yang kamu lakukan, turunkan aku, atau aku akan menghajar mu, turunkan!" Teriak Jasmine sambil meronta-ronta.


BRUG


Abraham melemparkan Jasmine di atas kasur dan kemudian menindihnya, sontak mata Jasmine melebar saking terkejutnya dengan apa yang dilakukan Abraham yang sudah sempurna berada di atas tubuhnya.

__ADS_1


"Eb, lepas, apa yang kamu lakukan!, minggir!"


"Nggak akan, sebelum kamu minta maaf, lakukan, cepat!"


"Gak mau, memangnya aku salah apa sampai aku harus minta maaf"


"Kau sudah berteriak di depan suamimu, apalagi di depan mbok Darmi dan Kartika, itu artinya kamu sama sekali tidak menghargai ku sebagai suami, apa perlu aku cerita ke ayah dengan sikapmu ini, hem?!"


Jasmine menoleh kesamping dan terdiam, hatinya lega ternyata Abraham tidak menyalahkan sikapnya ke Kartika, melainkan memprotes sikap keterlaluan nya sebagai seorang istri ke suaminya.


"Iya maaf, aku salah" ucap lirih Jasmine.


"Apa, ulangi lagi?, Aku gak dengar" ucap Abraham sengaja jahil.


"Kita udah nempel kayak gini, masak aku ngomong gak dengar sih" sahut Jasmine.


"Mangkanya kalau ngomong tatap yang diajak ngomong, biar dengar, sini" ucap Abraham sambil tangannya membenarkan posisi wajah Jasmine hingga tepat berada di depan wajahnya.


Keduanya sesaat terdiam saat netra mereka bertemu dan menembus relung hati yang terdalam, Jasmine menatap lekat wajah suaminya yang baru dia sadari begitu tampan dan tegas, begitu juga Abraham yang kini dibuat hatinya berdesir dengan keindahan dan kecantikan paras istrinya yang begitu sempurna.


Perlahan Abraham membelai dengan lembut wajah istrinya, mengusap alis matanya, mengusap hidung dan pipinya, yang terakhir dengan lembut jari jemari Abraham mengusap dan menjelajahi bibir ranum milik Jasmine.


Jasmine sangat terkejut sekaligus merasakan sesuatu yang aneh dengan tubuhnya, hatinya berdesir sekaligus bergemuruh, usapan lembut tangan suaminya seperti menyihirnya hingga menyalurkan hawa panas perlahan di sekujur tubuhnya, entahlah itu apa, tapi perlahan dan pasti Jasmine menyukainya.


Abraham dibuat semakin tidak tahan dengan kemolekan paras nan cantik istri tercintanya, perlahan bibirnya mendekat dan dengan lembut kini sudah menempel di bibir Jasmine, dengan pelan Abrahan melu*matnya, hasrat di hatinya seketika melesat hingga nalurinya semakin meminta lebih.


Luma*tan yang pelan berubah semakin dalam, Jasmine masih terdiam tidak tau harus berbuat apa karena ini pengalamannya yang pertama kali dalam hidupnya, dia hanya merasakan rasa yang ingin meledak saat luma*tan itu bertambah intens, hingga dia terkejut ketika Abraham berusaha membuka mulutnya dengan lidahnya dan


DUG


"Awh, ****!, Jasmine!!" Teriak Abraham kesakitan, dan kini sudah menjauh dari Jasmine.


"Eh, sorry Eb, hehe, sumpah gak sengaja" ucap Jasmine nyengir dan sudah duduk di tepi tempat tidur dengan wajah bingung dengan apa yang baru saja terjadi.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 62-70


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.6


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2