AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Penjelasan


__ADS_3

Dengan berusaha tenang, Farel dan Rafael kini menata duduknya kembali, sedangkan Dea dan Rena sudah ada di depan mereka berdua.


"Oh, jadi gini kelakuan kalian di luaran?" Ucap Rena.


"Sepertinya kau sangat menikmati sekali kak?" Sahut Dea menatap tajam kekasihnya.


"Bukan begitu De, kita tadi sebenarnya hanya bertiga duduk disini, dan mereka datang sendiri, ya kan El?" Jawab Farel.


"Iya bener, mereka saja yang seenaknya ada disini, dan kita hanya ngobrol saja, benar kan Eb?" Ucap Rafael.


Abraham hanya tersenyum dan mengangguk sambil mengamati Jasmine yang masih terdiam dengan raut wajah yang sulit di artikan oleh Abraham, hingga kemudian Abraham menggapai pinggang istrinya dan berniat mendudukkan Jasmine di atas pangkuannya.


Jasmine menahan apa yang di lakukan oleh Abraham lalu memilih duduk lebih dekat di sampingnya, Abraham mengerutkan alis sejenak, saat merasakan aura yang tidak biasa dari istrinya.


Sementara kedua sahabatnya sedang berdebat dengan pasangannya masing-masing, Abraham memindah posisinya dan merangkul Jasmine dari belakang.


"Ada apa yang?, Apa ada yang terjadi?" Ucap Abraham lirih sambil membelai perut istrinya.


"Apa kau tidak menyembunyikan sesuatu dariku yang?" Tanya Jasmine kemudian.


"Maksudnya?" Tanya Abraham terkejut dengan pertanyaan Istrinya.


"Sebaiknya kita pulang dan bicarakan hal ini berdua saja, aku tidak ingin menarik perhatian banyak orang, apalagi ada teman-teman kita disini" ucap Jasmine yang membuat Abraham semakin tidak mengerti.


"Baik, kita kembali ke kamar sekarang" ucap Abraham segera beranjak dan membantu istrinya untuk berdiri.


"Kalian mau kemana?" Tanya Rafael.


"Eb, jangan pergi dulu, setidaknya jelaskan dulu apa yang terjadi barusan untuk menenangkan mereka ini!" Ucap Farel memohon.


"Ish, kau ini_!" jawab Abraham,"kalian berdua tidak perlu khawatir, kita di sini hanya berbincang saja dari tadi, kedatangan para wanita itu tanpa kita undang, dan kita sudah berusaha untuk mengusir mereka, jadi tidak terjadi apapun sampai kalian semua datang ke sini" ucap Abraham dan sukses membuat perdebatan kedua sahabatnya segera berakhir.


Abraham dan Jasmine segera pamit dan pergi duluan untuk kembali ke kamarnya, sedangkan kedua sahabatnya masih melanjutkan menikmati malam bersama dengan kekasihnya masing-masing.


Tak jauh saat Abraham dan Jasmani melangkah menyusuri pantai menuju ke kamar hotelnya, tanpa diduga berpapasan dengan seorang wanita yang saat ini sangat ingin sekali di hajar oleh Jasmine.


"Wow..selamat malam tuan Abraham, rupanya ada nona Jasmine juga sedang menemani sang suami, sepertinya anda sangat menjaga suami anda nona Jasmine, kenapa hem?" Ucap Grace dengan sombongnya.


"Maaf nona Grace, saya tidak ada kepentingan dengan anda, jadi jangan mencari masalah dengan saya" ucap Jasmine menjawab segala emosinya.


"Oh tentu saja, saya juga hanya punya kepentingan dengan suami Anda, bukan begitu tuan Abraham, aku selalu merindukan kehangatan tubuhmu"


"Jaga ucapanmu Grace, jangan sampai aku berbuat kasar padamu"


"Oh benarkah, justru aku sangat suka saat kau menghangatkan ku dengan kasar Abraham!"

__ADS_1


"Diam!" Teriak Abraham emosi.


"Tahan dirimu yang, sepertinya banyak wartawan disini" ucap Jasmine segera menarik tangan suaminya pergi meninggalkan Grace begitu saja.


Grace tersenyum saat menyadari Abraham dan jasmine sepertinya sedang ada dalam masalah.


"Sepertinya rencana awal ku sudah berhasil, kali ini aku tidak akan melepaskan mu Abraham" batin Grace semakin membulatkan tekadnya.


Grace segera berjalan kembali dan kali ini menemui seseorang di sebuah restoran mewah yang ada di dekat Hotel, perlahan Grace tersenyum saat seorang laki-laki sudah tersenyum mendekat ke arahnya.


"Bagaimana kabarmu Nona Grace?"


"Tentu saja aku baik tuan Anton, dan sepertinya rencana ku sudah mengalami kemajuan, aku selalu membutuhkan dukungan mu untuk memberikan informasi apapun tentang keberadaan Abraham saat sedang sendirian dan tidak bersama dengan istrinya"


"Tentu saja Nona Grace, aku akan membantumu kapanpun kau butuhkan, tapi tentu saja semuanya tidak gratis"


"Hem, aku tau, aku akan melayani mu asal kau selalu membantuku saat aku butuhkan"


"Aku pastikan selalu ada untuk mu, dan sekarang aku membutuhkan mu untuk memu*askan ku di ran*jang hangat ku, apa kau siap?"


"Tentu saja, aku akan datang di kamar hotelmu sebentar lagi, bersiaplah beb"


"Tentu saja, aku pergi dulu" ucap Anton mengusap paha wanita yang ada di depannya sambil mengerlingkan matanya dan berlalu pergi meninggalkan Grace yang sudah mulai berhas*rat saat mendapati sentuhan nakal dari tangannya.


Tak lama Anton sudah mempersiapkan dirinya di kamar hotelnya, lalu Grace datang dengan pakaian seksinya. Dan permainan panas pun segera berlangsung, hingga membuat keadaan kamar menjadi berantakan.


Sementara itu Rafael dan Farel kini berjalan kembali ke hotel dan mengantar kekasih mereka menuju kamarnya, setelah saling memeluk dan mengucapkan selamat malam mereka akhirnya berpisah, Rena dan Dea yang hampir saja membuka pintu kamarnya di kejutkan dengan panggilan seseorang.


"Hai Ren, kamu Rena kan?, Ingat aku nggak?"


"Ya Tuhan, Rizky kan?, Rizky Ardiyansyah"


"Alhamdulillah.. kamu masih mengingatku, bagaimanapun kabarmu, kebetulan sekali kita ketemu disini ya?" Ucap Rizky.


"Aku baik, iya kebetulan aku menanti temanku sekaligus ada kerjaan disini, kamu sendiri?"


"Aku ada fashion show di hotel ini, sebentar lagi jam 11, kalau kau mau datang, aku akan sangat senang Ren"


"Wah sayang sekali, aku tidak bisa dan harus segera beristirahat, besok kegiatanku sudah padat, maaf ya?"


"Tidak apa-apa Ren, kau masih selalu cantik dan hangat seperti dulu"


"Ehem!, Maaf sudah saatnya kita beristirahat mbak Rena, ingat ya, ini sudah malam" sahut Dea segera mengambil kendali.


"Eh iya sorry, ini temanku Dea, kenalkan?!" Ucap Rena

__ADS_1


"Halo, lebih tepatnya aku calon adiknya Rena, namaku Dea" ucap Dea membuat Rena langsung membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Dea.


"Oh, jadi kamu sudah punya tunangan Ren?"


"Belum, kami masih pacaran, sudah, aku masuk dulu ya, da.."


Rizky tersenyum dan kelihatan sekali kalau dia tampak begitu bahagia saat menatap Rena, tentu saja itu semakin membuat Dea murka.


"Siapa itu si Rizky?" Tanya Dea ketus, sambil pergi membersihkan diri untuk bersiap tidur.


"Teman satu kampus duku, dia yang sering mengajariku saat menemui kesulitan di mata kuliah kami. Orangnya telaten dan baik hati" ucap Rena.


"Awas, kebablasan, jangan Sampek kamu mengkhianati kak Rafael ya Ren, aku akan buat perhitungan dengan mu"


Rena terkekeh lalu kemudian segera di samping Dea dan menggosok gigi bersama sambil sesekali Rena usil menggoda Dea. Keduanya tertawa menikmati kebersamaan.


Sedangkan di dalam sebuah kamar Jasmine terdiam membereskan kasurnya lalu membersihkan diri tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya, Abraham menjadi salah tingkah sendiri dengan sikap Jasmine dan akhirnya menarik tubuh istrinya yang kini sudah ada dalam pangkuannya.


"Kalau aku salah aku minta maaf yang, tapi setidaknya katakan sesuatu agar aku menyadari kesalahanku dan memperbaiki nya" ucap Abraham yang masih belum sadar dengan pemberitaan dirinya.


Segera Jasmine menghidupkan Televisi dan kebetulan sekali pemberitaan Abraham sedang ada disana. Sontak Abraham terperanjat dan mendengarkan dengan teliti berita seputar dirinya dan seorang model ternama. Yang bernama Grace Seralda.


"Sh*it!, Apa ini?" Ucap Abraham ditengah keterkejutannya.


"Berita itu sudah muncul mulai tadi, dan aku sudah melihatnya di berbagai stasiun Televisi" ucap lirih Jasmine yang tampak sekali kesedihan di matanya.


"Yang..apa kau mempercayainya?" Tanya Abraham.


"Tentu saja tidak, tapi bagaimana bisa kamu sedekat itu dengan wanita itu, hingga para pemburu berita bisa mengunggah foto seperti itu yang"


"Ini tidak seperti yang ada dalam foto itu yang, saat itu aku mengusir Grace yang sedang menghalangiku dan tanpa aku duga dia malah memelukku, aku Reflek mendorongnya ke tembok dan mencengkram lehernya, itulah yang sebenarnya terjadi" ucap Abraham.


Jasmine kemudian merasakan sesak di dadanya langsung berangsur menghilang dan di peluknya suami tercintanya dengan deraian air mata.


"Aku tau, kamu tidak akan pernah tega mengkhianati ku yang" ucap lirih Jasmine.


"Astagfirullah..aku tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu yang" ucap Abraham lalu kemudian membalas pelukan istrinya dengan erat dan menciumi puncak kepala istrinya.


Jasmine segera mendorong tubuh Abraham hingga terduduk di kursi Sofa lalu dirinya segera naik ke pangkuannya, Jasmine lalu tersenyum dan mencium dengan lembut bibir Suaminya, perlahan melu*matnya dan memasukan lidahnya yang kini saling membelit.


Abraham terkejut sejenak saat merasakan istrinya seakan begitu menginginkannya. Lalu dengan lembut Abraham menelusup kan jari jemarinya meraih bukit kembar kesukaannya. Seketika yang dibawah sana segera menegang, Jasmine terkejut saat merasakan ada sesuatu yang mulai mengeras di antara kedua pa*hanya, lalu kemudian..


(Eits, tunggu sebentar ya Readers.. Atur napas kembali dan harap bersabar...)


Yang masih punya VOTE..Yuk jangan lupa di kasihkan ya..

__ADS_1


HADIAH segera di luncurkan dong..


LIKE dan KOMEN setia Author tunggu..


__ADS_2