
Keesokan harinya, Jasmine sudah berada di kantornya sebelum sang ayah datang, hingga beberapa menit kemudian datanglah Rahmad sambil tersenyum mendekati Jasmine.
"Sudah dari tadi Jasmine?"
"Baru beberapa menit yang lalu Ayah, bagaimana kabar Ayah hari ini, sehat kan?" Ucap Jasmine bersalaman dan mencium punggung tangan sang ayah kemudian memeluknya sebentar.
"Alhamdulillah, kamu sendiri?"
"Tentu saja sehat ayah, aku sudah siap bekerja keras hari ini"
"Hem, duduklah sebentar Jasmine"
Jasmin kemudian segera duduk di depan ayahnya, Rahmad tersenyum lalu memegang tangan Jasmine dengan lembut, Jasmine merasakan ketenangan saat ayahnya sudah menggenggam tangannya.
"Ada apa yah?"
"Tidak ada, ayah sangat bersyukur anak ayah tumbuh menjadi sosok wanita yang luar biasa, Terimakasih sayang"
"Sama-sama ayah, terimakasih ayah sudah bersabar denganku selama ini"
"Iya, ayah hampir darah tinggi saat harus selalu adu otot denganmu, tapi ayah kadang merindukan hal itu, aneh ya, dasar anak bengal!" Ucap Rahmad sambil menoel hidung anaknya.
"Hehehe, nanti kita bakal banyak adu otot sama calon menantu ayah kayaknya"
"Tuan Abraham?"
"Hem, ayah belum tau bagaimana menyebalkan nya orang itu!"
"Tapi ayah yakin, seorang Jasmine pasti bisa mengatasi nya"
"Insyaallah, nanti ayah tinggal lihat bagaimana Jasmine akan gelut dengannya"
"Jangan terlalu menyusahkan nya, ingat, bagaimanapun dia suamimu nantinya"
"Sial sekali nasibku ya yah"
"Jangan begitu, apa kau tidak percaya dengan kebaikan takdir yang berikan oleh Alloh ke umatnya?"
"Sorry yah, Jasmine sangat percaya itu"
"Syukurlah, nanti malam pulanglah kerumah, Tuan Abraham akan datang berkunjung dan ingin berbicara pribadi denganmu"
"Tidak bisakah dia memutuskan sesuatu sendiri, gak usah merepotkan ku yah?"
"Itu tidak baik Jasmine, apapun itu, kalian berdua yang akan menjalaninya, jadi cobalah untuk sedikit terbuka dengannya"
"Baiklah ayah, sedikit terbuka saja ya yah, karena aku hanya calon istri ke dua"
Rahmad hanya tersenyum dan memeluk Jasmine kembali, sambil berbisik.
"Mungkin kau istri ke dua, tapi entah Kenapa ayah yakin, kalau kamu akan menjadi cinta pertama dan terakhir untuk nya" bisik Rahmad.
Jasmine hanya terdiam, kata-kata ayahnya terasa membiusnya hingga dia tidak di tau lagi apa yang harus di pikirkan nya.
Pagi ini Nugraha Company mengadakan pertemuan penting tentang masalah keuangan perusahaan, Jasmine menduga ada penggelapan dana yang terjadi di perusahaan oleh beberapa orang yang terlibat.
Hari ini semua orang-orang yang ada dalam permainan ini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, Rahmad memberikan pilihan untuk mereka berbicara jujur dan tetap bekerja di perusahaan atau tetap bungkam dan akan dipecat oleh perusahaan dengan semua bukti yang ada.
Ada kurang lebih lima orang yang terlibat dan yang sudah di duga oleh Jasmine ternyata memang pamannya juga terlibat, bahkan dari semua pengakuan yang di berikan, mereka terpaksa melakukannya atas perintah Anton Budiarta.
"Ada yang ingin paman katakan dengan semua bukti ini?" Tanya Jasmine.
"Ini pasti fitnah Jasmine!"
"Benarkah, bisa jelaskan padaku di bagian mana Paman merasa difitnah?"
__ADS_1
"Aku tidak tau, tapi yang jelas aku tidak melakukan semua itu, bukti itu bohong!"
"Disini ada bukti-bukti yang jelas paman, aku berikan Paman waktu satu Minggu untuk membuktikan apa yang saya dapatkan ini tidak benar, jadi untuk sementara Paman saya non Aktifkan dulu"
"Apa!, Kenapa harus begitu, aku ini Paman mu, adik dari Ayahmu Jasmine!"
"Justru itu yang sangat membuat Jasmine malu Paman, harusnya Paman bekerja keras untuk kemajuan perusahaan ini bersama kita, bukan malah sebaliknya!"
Ucapan Jasmine membuat Anton terkejut dan langsung diam, Jasmine dengan tatapan tajamnya masih memandang pamannya, hingga kemudian Anton pamit pergi dari ruang pertemuan.
"Sabar Jasmine, jangan terlalu di bawa emosi" ucap Rahmad.
"Iya yah, dan hasil dari pertemuan hari ini, saya akan merombak pegawai di bagian divisi keuangan, jadi untuk para pegawai harap maklum dengan keputusan ini" ucap Jasmin mengakhiri pertemuannya.
Rahmad tersenyum puas melihat kerja Jasmine hari ini dalam memimpin Rapat, Rahmad juga semakin yakin kalau nantinya Nugraha Company akan berada di puncak kesuksesan bersama dengan kepemimpinan Jasmine di sana.
"Apa yang akan kau lakukan Jasmine, kau sudah menemukan orang-orang yang tepat dalam divisi keuangan Perusahaan?"
"Tentu sudah ayah, aku akan merekrut satu tenaga handal dalam bidang ini, semoga saja dia mau bergabung"
"Siapa orang itu?"
"Nanti ayah akan tau sendiri, bantu aku berdoa semoga dia tidak keberatan bergabung dengan kita ayah"
"Hem, aku percayakan masalah ini denganmu Jasmine, ayah akan berdoa dan selalu mendukungmu"
Jasmine tersenyum dan kemudian kembali lagi untuk bekerja, sebelumnya Jasmine memberitahu Kedua sahabatnya dan juga Agam untuk berkumpul di Restoran terdekat dengan perusahaan untuk di traktir makan siang.
Setelah hampir beberapa jam berkutat dengan pekerjaannya, akhirnya Jasmine merasa tubuhnya butuh untuk beristirahat, kebetulan sekali sepuluh menit lagi jam istirahat, hingga Jasmin langsung beranjak dari duduknya menuju ke sebuah Restoran.
Tak lama kemudian, muncullah tiga orang yang sudah di tunggu oleh Jasmine, kini mereka sudah duduk dengan nyaman dan sesekali bercanda sambil menunggu pesanan makan siang datang.
"Gue punya kabar gembira gaes" ucap Dinda terlihat sangat bahagia.
"Kabar apa ni, penasaran" ucap Risma.
"Hah, wah selamat ya Din, semoga sukses" ucap Risma lalu memeluknya, begitu juga dengan Jasmine, Agam juga mengucapkan selamat.
"Wah gue kalah cepet nih, padahal perusahaan ku lagi butuh orang, rencana kalian yang mau aku tawarin pekerjaan ini"
"Waduh sayang sekali Jas, gue dah di terima di Perusahaan Vinan Company"
"APA!!" Ucap Jasmine, Risma dan Agam kaget.
"Kalian ini kenapa sih, paduan suara banget" sahut Dinda.
Ketiganya saling pandang dan kemudian hanya tersenyum kearah Dinda, Jasmine memberikan pesan agar berhati-hati kerja di sana.
"Dan waktunya gue kasih kabar bahagia ke kalian gaes"
"Udah tau, loe mau nikah duluan kan, pamer mau belah duren ni pasti?" Ucap Risma.
PLAK
"Aduh Jas, loe main tabok aja, sakit tau" ucap Risma sambil memegangi tangannya yang terkena imbas tabokan Sahabatnya.
"Mangkanya jangan sok tau, denger ni, gue mau ngajak Risma kerja di perusahaan gue, gimana Ris?" Ucap Jasmine sambil tersenyum lebar selebar lapangan golf.
"Gak mau gue, entar loe bikin Samsak badan gue, loe tabokin mulu Jas, gak ada pilihan lain apa?" Ucap Risma.
"Gak ada, pilihan loe cuman dua"
"Apa itu?" Ucap Risma penasaran.
"Dengar gue baik-baik" ucap Jasmine dengan wajah sangat serius membuat ketiga temannya makin tegang.
__ADS_1
"Pertama, loe harus ikut gue bantu kerja di bagian keuangan perusahaan gue yang amburadul" ucap Jasmine masih mode serius.
"Lalu yang kedua?" Tanya Risma serius.
"Kedua, loe harus kerja di perusahaan yang sangat besar, menguasai dunia bisnis dan berkuasa di seluruh jagat raya"
"Nah ini nih yang gue cari, setuju kalau yang terakhir gue Jas, berarti loe bisa bantu gue masuk di sana kan, gede pasti gajinya nih" ucap Risma.
"Tentu saja bisa Risma sayang, itu masalah kecil" jawab Jasmine.
"Terus ngomong-ngomong Nama perusahaanya Apa Jas?" Ucap Agam juga serius.
"Namanya dengar baik-baik, sini-sini kalian mendekat semua, soalnya ini sangat rahasia" ucap Jasmine.
Ketiganya langsung mendekat dan bersiap mendengarkan suara Jasmine.
"Namanya NC" ucap lirih Jasmine.
"Apaan sih Jas, gak dengar nih gue, pelan banget ngomongnya!" Teriak Risma gak sabar.
"Okey aku ulangi, ayo mendekat lagi"
Hingga kemudian mereka mendekat kembali dan Jasmine mengucapkan.
"Nama perusahaannya NC"
"NC?, Perusahaan apaan itu, gue gak pernah dengar Jas" ucap Risma.
"NC, alias Nugraha Company"
PLAK BUG PLAK
Sontak kedua sahabatnya langsung menganiaya Jasmine karena kesal dengan keisengannya, Agam sampai tertawa ngakak sambil memegangi perutnya.
"Dasar bocah Sableng, rugi gue serius gitu dengarnya, ujung-ujungnya Nugraha Company, dasar loe Mina!" Teriak Risma.
"Gue kira singkatan perusahaan apa NC itu, eh gak taunya Nugraha Company, dasar kampret loe Jas, gue sampai penasaran setengah mati" ucap Dinda masih dengan kekesalannya.
"Hahaha, loh jangan salah, perusahaan Nugraha Company bakalan seperti apa yang gue omongin, ya kan mas Agam?"
"Aminn, pasti bisa"
"Gimana Ris, mau ya, please?!" Ucap Jasmine memohon dengan wajahnya yang di buat se menderita mungkin, agar Risma menerima tawarannya.
"Dasar kau ini, iya, gue akan bantu loe, tapi ingat, gak boleh merecoki gue saat kerja" ucap Risma akhirnya menyerah dari pada panjang urusannya dengan sahabat sablengnya .
Dinda dan Agam tertawa melihat tingkah kedua wanita yang sedang mengadakan negoisasi.
Tanpa di duga oleh mereka, rupanya ada sepasang mata yang tidak lepas memperhatikan mereka dari lantai atas.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 41-45
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.2
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE LEBIH DARI 1 KALI, Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE