AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kehancuran Musuh


__ADS_3

Keadaan benar-benar tidak seimbang, tiga lawan satu membuat Abraham lumayan kerepotan, apalagi mereka sepertinya orang-orang terlatih yang tidak mudah di robohkan begitu saja.


Begitu juga dengan ketiga pembunuh bayaran itu merasa sangat terkejut melihat kekuatan dan kecepatan gerakan Abraham yang semakin lama semakin susah di tangkap oleh penglihatan mereka, hingga beberapa kali tendangan menyakitkan berhasil di rasakan oleh ketiga orang pembunuh bayaran.


"Kenapa berhenti, apa kalian mulai kelelahan tidak bisa membereskan ku?" Ucap Abraham sambil mengatur nafasnya.


"Jangan sombong, sebaiknya kau bersiap menerima sesuatu dari kami, aku yakin kau pasti mam*pus secepatnya!!" Teriak salah satunya dan kemudian ketiganya mengeluarkan senjata Api.


Sontak Abraham melompat mundur di tengah keterkejutannya, lalu segera bersiap menajamkan penglihatan dan instingnya seperti apa yang sudah di ajarkan oleh ayah mertuanya.


Kemudian sebuah kejadian di luar nalar manusia tengah terjadi, Abraham melakukan gerakan yang sangat cepat hingga bisa menghindari semua peluru yang melesat ke arahnya, tidak hanya itu, dengan sapuan tangannya yang memancarkan sinar tenaga dalam , peluru itu mampu di balikkan kembali hingga berhasil melesat berbalik arah menembus tubuh tiga orang pembunuh bayaran itu, hingga terkapar di lantai dan bersimbah darah.


Agung yang melihat hal mengerikan ini, langsung terbelalak dan dengan cepat berlari menuju ke sebuah pintu keluar khusus yang dipersiapkannya untuk melarikan diri, namun diluar perkiraan, tiba-tiba saja dia merasakan tubuhnya tersedot ke dalam kembali dengan kekuatan yang tidak dia mengerti.


BRUG


"AAKH!"


Terdengar suara teriakan dari Agung saat tubuhnya terlempar ke lantai ruangan dimana Abraham berada, dengan cepat Agung berusaha untuk berdiri.


"Dasar iblis, kalian mempunyai kekuatan yang sama rupanya, jangan kira aku akan takut!!" Ucap Agung sambil menekan remote dan membuka sebuah pintu di mana beberapa serigala kelaparan berhamburan keluar dan siap menerkam Abraham.


Sementara Agung sudah berhasil berlari di tempat kusus yang di siapkan untuk dirinya saat keadaan genting.


Abraham yang tidak menduga akan hal ini sangat terkejut kemudian melesat kesana kemari, menghindar, menendang dan kadang sempat bergelut dengan hewan buas yang jumlahnya lumayan banyak, dan semuanya begitu beringas, tentu saja cakaran dari hewan itu ada beberapa yang berhasil mampir menggores kulit Abraham.


Abraham merasa terpojok dan dengan berat hati berencana membunuh kawanan hewan liar ini karena mempertahankan nyawanya, namun belum sempat Abraham melakukan niatnya, datanglah seseorang yang melesat masuk dan menarik Abraham ke tempat yang lebih tinggi.


"Yang!!" Ucap Abraham lirih, mendapati istrinya kini sudah berada di sampingnya dengan tersenyum manis.


"Kenapa terkejut, kau lupa kalau istrimu juga seorang petarung handal hem?" Ucap Jasmine.


"Sebaiknya kau pergi yang, ini sangat berbahaya, biar aku yang menangkap sendiri Agung dan menghadapi serigala-serigala itu"

__ADS_1


"Jangan membunuh hewan itu, mereka tidak bersalah dan hanya di manfaatkan saja oleh manusia bernama Agung sialan itu, tenang saja, sebentar lagi pihak berwajib dan rombongannya akan segera tiba, aku sudah melaporkan semuanya yang"


"Syukurlah, lalu apa yang akan kita lakukan yang?"


"Tentu saja bermain-main sebentar dengan mereka, lalu membebaskannya, hewan-hewan itu sangat kelaparan dan menderita dengan siksaan yang sengaja dilakukan untuk menjadikannya semakin brutal, lihatlah luka-luka yang ada di tubuhnya, dasar Agung benar-benar manusia tidak berperasaan" ucap Jasmine.


"Kalau begitu, aku akan menyeret Agung dari tempat persembunyiannya yang, dan kamu bisa mengatasi hewan-hewan itu?"


"Tentu saja, serahkan padaku yang!" Teriak Jasmine yang sudah melompat dan menerjang kawanan hewan buas itu lalu menggiringnya ke tempat mereka yang seharusnya, entah seperti nya hewan itu mengerti atau apa, saat berada di luar gedung itu dan mereka sadar ada di tepian hutan, mereka terdiam dan tidak lagi mengejar Jasmine.


Jasmine tersenyum sambil tetap berdiri di sebuah batu besar yang lebih tinggi.


"Kalian semua pulanglah, kalian bebas, dan tidak akan ada lagi yang menyiksa kalian, hiduplah dengan baik di tempat kalian yang seharusnya!!" Teriak Jasmine tanpa perduli itu tadi di mengerti atau tidak oleh kawanan serigala itu.


Jasmine terkejut saat terdengar Auman keras dari salah satu serigala yang paling besar diantara mereka, dan Jasmine waspada saat serigala itu berjalan pelan mendekatinya, sontak Jasmine sedikit mundur untuk menjaga kemungkinan terburuk.


Namun yang terjadi di luar dugaannya, Serigala itu seolah bersujud memberikan penghormatan dan kemudian berdiri pelan, menatap Jasmine sekejab lalu segera berlari ke dalam kelompoknya kemudian memimpin para serigala lain memasuki hutan belantara.


Diruangan yang berbeda, kini abraham berlari masuk dan mendobrak semua pintu untuk mencari keberadaan Agungkan hingga akhirnya dapat di temukan, Abraham berlari mengejar Agung yang ingin naik ke atas bangunan, menuju sebuah helikopter yang rupanya sudah di siapkan olehnya.


Tidak tinggal diam, kini Abraham meloncat dan berlari berusaha mengejar Agung dan kemudian berhasil di dapatkan nya, dengan kekuatan tenaga dalam yang di milikinya, Abraham menghempaskan Agung ke lantai saat kakinya hampir saja masuk ke dalam helikopter.


"Bangsat kau Abraham, lepaskan aku!!"


"Jangan mimpi, tidak mungkin aku melepaskan mu, brengsek!!, Kau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan mu, sebentar lagi polisi akan tiba" ucap Abraham yang kini sudah menginjak tangan Agung hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Hentikan!!, Akh!, Kau menyakitiku Abraham!!" Teriak Agung.


"Ini tidak seberapa di banding dengan semua perbuatan keji mu selama ini, dan sebentar lagi kau akan membusuk di penjara!!"


"Dan disaat itu, aku juga akan menyeret Kartika istrimu bersamaku, karena selama ini dialah yang sudah membantuku!!" Jawab Agung keras dan membuat Abraham terkejut.


"Aku tidak perduli, siapa yang bersalah harus mempertanggung jawabkan nya, walaupun itu istriku sendiri" ucap dingin Abraham sambil menatap tajam ke arah Agung.

__ADS_1


Hingga kemudian Abraham segera melepas injakan nya saat terdengar bunyi sirine yang terdengar dan bisa pastikan pihak berwajib sudah ada disana.


Jasmine berlari menghampiri suaminya, lalu memeluknya sebentar, dan kini beberapa penegak hukum sudah berdiri mengacungkan senjata ke arah Agung untuk segera menyerahkan dirinya.


Agung yang tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini, berusaha sekuat tenaga untuk melarikan diri dan melakukan perlawanan dengan menembaki petugas kepolisian,


dengan terpaksa Agung di lumpuhkan dengan timah panas yang tertancap di dadanya, hingga membuat dirinya Coma dan dirawat di ruang ICU.


Empat hari kemudian kabar kematian Agung sudah tersebar ke semua media masa, orang yang mengenal nya terkejut dan memberikan ucapan bela sungkawa, begitu juga dengan Rena yang ikut membantu menyiapkan proses pemakaman sepupunya.


Kini perusahaan Vinan Company sudah resmi menjadi milik perusahaan Nugraha Company. Kehidupan keluarga Agung yang di tinggalkan pun mendadak berubah total dengan kehidupan yang sangat sederhana dan pindah ke pinggiran kota.


Kini saatnya Abraham mengambil langkah dengan semua bukti keterlibatan Kartika untuk mencelakai Jasmine. Rafael juga mendukung langkah yang akan diambil oleh Abraham karena di rasa Kartika juga sangat berbahaya untuk keselamatan Jasmine.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 91-99


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.10


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2