AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Wanita yang Mengejutkan


__ADS_3

Jasmine berada di kamar mandi, sejenak dirinya menatap cermin yang ada di dalam sana


"Apa yang terjadi, mungkinkah sudah ada cinta di hatiku untuk Abraham, ya Alloh, aku bingung apa itu cinta, heh.." batin Jasmine dan kemudian teringat kembali dengan Risma.


Selesai mandi, Jasmine keluar dan melihat Abraham sedang memegang senjata Api miliknya yang di ambil dari bawah tempat tidur.


"Apa yang kau lakukan Eb, berikan padaku"


Abraham terkejut dan menoleh ke belakang, kini Jasmine melangkah maju mendekat ke Abraham dan menengadahkan satu tangannya untuk meminta senjata apinya.


"Sebelum aku kembalikan, katakan dengan jujur, kau bisa menggunakan senjata api?"


"Tentu saja bisa, bahkan aku dulu sempat menyukainya, kematian bunda yang membuatku jatuh cinta dengan senjata itu"


"Maksudnya?"


"Kematian bunda bukan kecelakaan, tapi aku merasa itu suatu pembunuhan yang di rencanakan, entahlah, semakin aku memikirkannya, semakin emosiku ikut terbawa, Ayah akan murka kalau aku membahas ingin mengusut hal ini"


"Oh, jadi begitu, aku rasa ayah ada benarnya, dia sangat mencintaimu yang, ini ambilah" ucap Abraham sambil tersenyum, dia tidak menyangka dalam diri istrinya banyak kejutan besar yang membuatnya bangga.


"Apa lagi yang kau sukai selain senjata Api?"


"Memanah dan berkuda, aku lumayan menguasainya"


"Kapan-kapan, aku ingin melihatnya, nanti kita bertanding di sana, bagaimana?"


"Em, jadi kau juga bisa melakukannya?" Tanya Jasmine terkejut.


"Lihat saja nanti, apa bisa kau mengalahkan ku"


"Cih, sombong sekali!" Sahut Jasmine


Abraham hanya tertawa dan menarik tubuh Jasmine dalam pelukannya.


"Katakan, kau bukan anggota mafia kan?"


"Apa sih Eb, mana mungkin aku anggota Mafia, ketemu aja gak pernah, sama yang namanya Mafia"


"Syukurlah, ternyata wanitaku masih aman" ucap Abraham dan kemudian menelusup kan wajahnya di leher jenjang istrinya, menghirup aroma tubuhnya yang sangat dia sukai.


"Eb, hentikan, aku merinding!" Teriak Jasmine.


"Diamlah yang, aku suka bau tubuhmu, nagih"


"Stop, aku ingin nanti kau mengantarku ke rumah sakit, aku ingin minta maaf ke Risma dan melihat keadaannya"


"Iya, nanti malam aku antar, ini sudah sore, dan aku akan kembali kerumah mengambil baju"


"Untuk apa?"


"Menemani kamu tidur disini"


"Hah, nggak usah, nanti aku ikut kamu pulang kerumah, sebelum ayah mulai interogasi, dia paling gak suka aku disini tanpa kamu, kalian berdua sama-sama posesifnya, menyebalkan!"


Abraham tersenyum lalu melepaskan pelukan Jasmine dan segera masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


*


Sementara itu di tempat lain, ada seorang laki-laki yang kalang kabut karena mendapatkan surat panggilan dari kepolisian.


"Baji*ngan kau Abraham!, aku tau, ini pasti ulah mu!" Teriak Agung.


Dan tak lama kemudian, telepon berdering bergantian, dan semua pesan yang di terima adalah protes dari para kolega bisnis yang bekerjasama dengan perusahaan nya terkait dengan kabar pelanggaran hukum yang dilakukan perusahaan Vinan company.


PRANG


Agung Dwi Vinan mengamuk dan melempar barang-barang yang ada di atas meja kerjanya.


Tak lama kemudian datanglah Wanita yang menjadi partner ranjangnya selama ini.


"Ya Tuhan, Agung!, apa yang kau lakukan!" Teriak Kartika terkejut dan langsung menghampirinya.


"Diam!, Ini semua karena ulah suami brengsek mu itu, dasar Abraham bajingan, aku bersumpah, akan membalas mu!" Teriak Agung.


"Tenanglah dulu, jangan emosi seperti ini, ceritakan padaku, ada apa sebenarnya, bukankah rencana kita sudah berhasil?" Ucap Kartika.


Kemudian Agung melempar surat panggilan dari kepolisian, dan bukti-bukti kejahatannya yang dikirim oleh seseorang yang dia yakini itu adalah Abraham.


"Sialan!, Bagaimana mungkin ini terjadi Agung, bukankah kita sudah merencanakan semuanya dengan matang, aku tidak ingin Abraham tau kalau aku ikut merencanakan semua ini denganmu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Kartika mulai panik.


Agung tersenyum miring, otak licik ya mulai bekerja kembali.


"Tenang, aku tidak akan hancur sendirian, Abraham tidak akan aku biarkan bahagia dengan Jasmine begitu saja"


"Lalu, Apa rencana mu Agung?"


"Kau tidak perlu tau, cukup mengikuti saja apa yang aku perintahkan, kau mengerti?"


"Jangan khawatir, aku akan menjaga namamu di depan Abraham, tapi aku ingin kau menghancurkannya dari dalam saat aku butuhkan"


"Baiklah, aku setuju" jawab Kartika yang kini sudah berada dalam pangkuan Agung Dwi Vinan.


*


Abraham dan Jasmine segera pamit ke Rahmad untuk kembali ke rumahnya lagi, dalam hati Rahmad bersyukur saat melihat anaknya sudah kembali tersenyum di samping suaminya.


"Baik, hati-hatilah dijalan, dan ingat, tutup pintu kamar kalian rapat-rapat"


Abraham langsung mengangguk dan tersenyum malu-malu menatap Rahmad, sedangkan Jasmine justru langsung nylonong mempercepat langkahnya tanpa melihat ke wajah Ayahnya.


"Yang!, Belum salam ke ayah!" Teriak Abraham.


Jasmine menghentikan langkahnya dan terpaksa berbalik arah kemudian menyalami dan mencium punggung tangan ayahnya dengan cepat, Rahmad terkekeh melihat tingkah anaknya yang aneh karena malu.


Di dalam mobil, Abraham melihat Jasmine menarik nafas panjang dan sepertinya merasa lega setelah meninggalkan halaman rumah ayahnya.


"Kenapa?" Tanya Abraham.


PLAK


"Aduh, kenapa memukulku yang?!" Ucap Abraham terkejut.

__ADS_1


"Lain kali kalau mau melakukan sesuatu lihat dulu kondisi, paling tidak pintu kamar pastikan terkunci, kau sudah membuatku malu di depan ayah!" Ucap Jasmine.


Abraham tertawa, sementara Jasmine semakin jengkel.


"Gak udah Bete gitu, Ayah itu sudah pengalaman melakukan hal itu, hanya tadi terkejut melihat anak gadisnya yang dikira polos sudah pandai membalas ciuman yang panas"


"Apa sih, aku biasa saja, mana ada balas ciuman kamu"


"Iya gak balas ciuman, tapi mulai bisa mende*sah"


"Abraham!!"


"Kenapa?, ingin mendesah lagi, nanti malam boleh"


"Diam!, Dasar kau ini!" Teriak Jasmine semakin jengkel dengan perkataan suaminya, sedangkan Abraham malah semakin tertawa melihat wajah menggemaskan istrinya.


Abraham terdiam saat dilihatnya Jasmine menunduk seperti memikirkan sesuatu.


"Kenapa lagi, nanti aku akan mengantarmu ke Rumah Sakit melihat Risma, aku yakin dia akan segera pulih"


"Bukan itu"


"Lalu apa?"


Sejenak Jasmine terdiam, bingung harus memulainya darimana, akhirnya diapun terpaksa mengatakan maksudnya.


"Maaf Eb, aku belum bisa memberikan kewajiban ku sebagian seorang istri, aku masih takut"


Abraham terkejut dengan perkataan Jasmine dan langsung menghentikan mobilnya. Perlahan Abraham menggenggam tangan Jasmine.


"Tidak apa-apa, aku akan menunggumu sampai kamu ikhlas memberikannya untukku, aku juga tidak ingin kamu terpaksa melakukan hal itu yang"


"Benarkah, tapi aku takut dosa membiarkanmu menunggu Eb"


"Tidak, aku ikhlas melakukan hal itu, insyaallah tidak akan membuatmu berdosa, sudah, jangan dipikirkan lagi, aku tidak apa-apa, nanti aku ajari lagi ya?"


"Abraham!!"


"Hahaha, bercanda yang, biar kamu gak jutek gitu" ucap Abraham dan kemudian melanjutkan perjalanannya lagi.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 71-80


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.7


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2