
Saat jam menunjukkan pukul 20.00 mbok Darmi ke atas dan memberitahu Abraham mendapat telepon dari seseorang, Abraham segera keluar dari kamar dan kemudian turun ke bawah.
"Ada apa, ini Dinda?"
"Iya pak Abraham, maaf saya merepotkan Anda, saya gak tau harus menghubungi siapa lagi, mas Agam tidak bisa saya hubungi, saya juga tidak ingin membuat Jasmine cemas"
"Okey, katakan ada apa?"
"Tolong Risma, kami sedang bertengkar dan Risma pingsan"
"Dimana, aku ke sana sekarang"
"Di hotel.."
"Baik, tunggu aku segera kesana!" Ucap Abraham tanpa curiga sedikitpun hingga kemudian langsung menyambar kunci mobil dan berlari keluar.
Dan beberapa menit kemudian, orang suruhan Agung menghubungi Agam dan Jasmine bersamaan. Keduanya sangat terkejut saat di beritahu tentang perselingkuhan pasangannya. Hingga rasa penasaran membuat keduanya bergegas ke tempat yang di beritahukan.
Abraham sudah sampai di kamar hotel yang di beritahukan oleh Dinda, kebetulan sekali ternyata pintu sedikit terbuka, Abraham memanggil nama Dinda dan Risma tapi tidak ada jawaban, Abraham semakin cemas dan menerjang masuk ke dalam.
Betapa terkejutnya Abraham, saat melihat Risma tergeletak di lantai dengan tubuhnya yang polos tanpa memakai apapun.
"Sh"it!, Apa yang terjadi?, Kemana Dinda, Din, Dinda!!" Teriak Abraham sambil menyeret selimut untuk menutupi tubuh Risma, kemudian mengangkat tubuh Risma ke atas tempat tidur, Abraham terkejut saat Risma mulai membuka matanya.
"Sshh, pusing sekali, gue dimana?" Ucap lirih Risma dan terkejut saat dirinya masih dalam dekapan Abraham yang baru saja menempatkan dirinya di tempat tidur.
"Tuan Abraham?!" Ucap Risma terkejut
"Risma?!" Teriak Agam tak percaya
"Abraham?!" ucap Jasmine dengan suara bergetar
"Kalian!, Bagaimana ada disini?!" Ucap Abraham spontan terkejut melihat kedatangan Agam dan Jasmine yang sudah berada di dalam kamar hotel itu juga.
"Kalian..?!" Ucap Jasmine shock
"Baji*ngan kalian!" Ucap Agam berlari keluar sambil menarik tangan Jasmine.
Keduanya berlari dan masuk ke dalam mobil Agam bergegas pergi dari sana, Jasmine masih tidak bisa berucap apapun, tatapannya kosong dan wajahnya kaku, kemudian Jasmine tersengal-sengal susah untuk bernafas.
Agam menghentikan mobilnya, dan memeluk Jasmin.
"Jas, tenanglah, Jasmine, hei, bernafas lah, jangan seperti ini, kau membuatku takut!" Ucap Agam panik.
Jasmin segera membuka pintu dan berlari keluar, kakinya terasa tidak mampu lagi menopang tubuhnya hingga dia ambruk dan memuntahkan semua isi perutnya.
Sesaat kemudian dirinya bisa menangis dan berteriak kencang, Agam memeluknya dari belakang.
"Istighfar Jasmine, sabar, menangis lah kalau itu bisa meringankan semuanya"
"Apa dosaku mas, apa yang sudah aku lakukan sampai aku harus menerima cobaan seperti ini" ucap Jasmine dalam tangisnya.
Agam ikut meneteskan air mata selain menahan sakit di dadanya, dia melihat luka yang sangat dalam bisa di lihat dari Jasmine saat ini.
*
Sementara itu Abraham tidak bisa berbuat apa-apa selain akhirnya membawa Risma ke rumah sakit di bantu oleh pegawai hotel karena pingsan kembali.
Tak lama kemudian terlihat Rafael berlari masuk ke sebuah Rumah Sakit dimana Abraham dan Risma ada di sana.
"Sh*it!, Apa yang terjadi Eb, kenapa bisa begini!" Teriak Rafael ikut emosi setelah mendengar sedikit penjelasan dari Abraham.
__ADS_1
"Sepertinya ada yang sudah merencanakan hal ini dengan matang El, aku yakin itu" ucap Abraham
"Tentu saja, lalu bagaimana keadaan teman Jasmine saat ini?"
"Masih belum sadar, over dosis obat bius, yang di masukkan ke dalam tubuhnya terlalu banyak, dia tadi sempat bangun sebentar saat kejadian itu dan pingsan kembali"
"Oh ya Tuhan, lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Aku minta tolong kau cari keberadaan Dinda, dia satu-satunya kunci permasalahan ini, aku segera pulang, semoga aku bisa menemui Jasmine di rumah"
Keduanya berjalan keluar dari rumah sakit, setelah menitipkan Risma ke tenaga medis yang menjaganya.
Beberapa saat kemudian, Abraham sudah sampai dirumah dan segera berlari ke kamar Jasmine yang ternyata masih kosong, bisa di pastikan Jasmine belum kembali kerumah.
"Dimana kau Jasmine, ini sudah jam Satu malam" ucap lirih Abraham sambil terduduk di sofa kamar Jasmine.
Jasmine sudah berada Rumah ayahnya dengan diantar oleh Agam.
"Ada apa Jasmine, kenapa pulang selarut ini, dan bukan Abraham yang mengantarmu?"
"Tadi mas Agam yah, malam ini Jasmine ingin tidur disini, boleh kan yah?"
"Ijin suamimu dulu, hanya suamimu yang punya hak apapun atas dirimu Jasmine"
"Aku tidak bisa berbicara dengan Abraham saat ini ayah, bisakah ayah yang melakukan nya untukku?"
Rahmad langsung mendekat dan memeluk Jasmine, seketika Jasmine menangis tersedu-sedu dalam dekapan ayahnya.
"Apapun masalah yang kalian hadapi, berkomunikasi lah yang baik, selesaikan dengan kepala dingin, kadang apa yang kita lihat tidak seperti kenyataannya Jasmine" ucap Rahmad sambil mengusap lembut punggung anaknya dengan lembut untuk memberikan ketenangan.
Jasmine terdiam dan sudah merasa tenang, dia duduk di kursi dan kemudian meminum air yang disediakan oleh asisten rumah tangganya.
"Apa harus aku yang menelpon Abraham ayah?"
"Baik yah"
Jasmine segera beranjak dari duduknya dan kemudian menelpon Abraham. Sekuat tenaga Jasmine menahan amarah dan tangisnya, berusaha berbicara tenang dengan Abraham, setelah mendapat ijin untuk tidur di rumah ayahnya, Jasmine segera pergi ke kamarnya, membersihkan diri dan berusaha untuk tidur.
Sementara itu Abraham segera pergi ke rumah mertuanya tanpa mengabari Jasmine. Tiba di sana, Rahmad rupanya sudah menyambutnya dan segera mengajak Abraham masuk ke dalam.
"Maaf yah, ada kesalahpahaman antara saya Jasmine" ucap Abraham.
"Aku tau, ayah tidak memaksamu untuk menceritakannya, tapi ayah akan membantu memberikan saran kalau kau menginginkannya" jawab Rahmad.
Kemudian Abraham segera menceritakan duduk permasalahannya, Rahmad sangat yakin apa yang diucapkan oleh Abraham sangat jujur adanya.
*
Ditempat lain, Agam sudah berada di kontrakan kecil milik Dinda, dirinya menangis menceritakan semuanya, hingga sesuai dengan yang di rencanakan, Dinda pun mengajak Agam untuk pindah tempat dan pergi ke luar negeri untuk meninggalkan kenangan yang sangat menyakitkan dari kota ini.
Agam pun setuju, malam itu juga mereka berdua langsung memesan tiket ke luar negeri menyusul orang tua Dinda yang ada di Paris, tanpa seorangpun yang tau.
*
Keesokan paginya, Jasmine terbangun agak siang karena setelah sholat subuh, dia langsung tidur lagi dengan kasur yang masih berantakan. Sungguh hari ini rasanya Jasmine sangat malas untuk melakukan apapun. Ditambah nyeri di perutnya semakin sakit dia rasakan.
Abraham yang sudah sedari tadi menunggu, akhirnya meminta ijin sang mertua untuk membangunkan Jasmine, berniat untuk tau keadaannya.
Perlahan Abraham masuk dan melihat posisi tidur Jasmine sambil menahan perutnya, tentu saja Abraham terkejut dan langsung menghampiri Jasmine.
"Jas, Jasmine..kau tidak apa-apa?" Tanya Abraham sambil berusaha membangunkan istrinya.
__ADS_1
"Hem, apa sih yah, aku masih ngantuk, jangan pegang perut Jasmine yah, masih nyeri" ucap Jasmine masih sambil memejamkan matanya tidak sadar bahwa suaminya yang kini berada di dekatnya.
"Bangunlah jas, ini aku Abraham, biar aku bantu obati perutmu" sahut Abraham.
Detik berikutnya Jasmine segera membuka matanya dan sangat terkejut mendapati Abraham sudah ada di sana.
"Apa yang kau lakukan di kamarku, pergi!, baji"ngan!!" Teriak Jasmine.
Abraham terkejut mendapati Jasmine dengan wajah emosinya.
"Tenanglah, aku akan menjelaskan semuanya Jas"
"Pergi dari kamarku, sekarang!!" Teriak Jasmine.
"Jas, akan aku jelaskan semuanya, tolong tenang dan dengarlah"
Jasmine yang masih sangat emosi karena sakit hatinya dengan kejadian semalam, langsung menyerang Abraham, dengan gerak cepat Abraham mundur dan menghindari serangan Jasmine.
"Hentikan Jas, tolong dengarkan aku!"
"Aku tidak Sudi, dasar laki-laki biadab, kenapa harus dengan sahabatku, bangsat!!" Teriak Jasmine dan semakin cepat menyerang Abraham
Abraham tidak punya cara lain lagi selain melumpuhkan serangan dan gerakan Jasmine, dengan terpaksa Abraham menyerang Jasmine dan kini berhasil menindih tubuh Jasmine dari belakang diatas tempat tidur.
"Lepaskan Eb, aku akan membunuhmu!"
"Maaf Jasmine aku terpaksa melakukan hal ini, tolong dengarkan aku dulu, kita dijebak, ada yang berniat membuat kita hancur!"
"Omong kosong!" Itu hanya caramu agar aku mempercayai mu kan!, Hari ini juga aku ingin berpisah denganmu!" Teriak Jasmine.
"Diam!!" Bentak Abraham.
"Jangan sekali-kali mengucapkan kata perpisahan denganku Jasmine!!" Teriak Abraham lagi semakin murka.
"Lalu apa!, Setelah apa yang kau lakukan dengan Sahabatku sendiri, kau ingin aku menerimamu?, jangan mimpi, aku tidak sudi kau sentuh bang*sat!!"
Abraham semakin terbawa arus emosi mendengar perkataan Jasmine.
"Oh, benarkah, aku berhak sepenuhnya akan dirimu Jasmine, aku suamimu!"
Abraham langsung memaksa melepas baju atas Jasmine, dan membuangnya ke sembarang arah. Jasmine sangat terkejut saat bibir Abraham mulai mencium dan mengigit punggung, bahu dan tengkuknya.
"Apa yang kau lakukan, Abraham!, Lepaskan, jangan berani menyentuhku!, Jasmine terus meronta dan berteriak, namun tubuhnya tidak cukup kuat untuk melepaskan dirinya dari Abraham.
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 62-70
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.6
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
*
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE