
El terus saja memiting kepala sang pelaku tanpa memberi ampun, orang itu tetap memberikan perlawanan dengan meninjakkan kaki dan juga mengigit lengan El.
Dengan spontan El melepaskan tangannya dan menarik jaket yang menutupi orang itu, hingga dia terkejut saat melihat pelakunya yang tak lain adalah seorang wanita yang sedang mengunyah permen karet di mulutnya.
"Sialan, aku melawan seorang wanita. Reputasiku bisa hancur nanti," gumam El yang segera pergi dari tempat itu, tapi tangannya di cekal dengan cepat.
"Eit, mau lari kemana hah? urusan kita belum selesai," ketus wanita itu.
"Pantang bagiku untuk melawan seorang wanita," ledek El dengan seringaian kecil di wajahnya.
"Ck, bilang saja jika kamu takut dengan ku," jawab wanita itu dengan sombong.
"Bagaimana jika kita membuat kompetisi, yang kalah akan menjadi pelayan selama 15 hari," tawar El yang menjulurkan tangan kanannya.
"Aku tidak takut dengan siapa pun, deal." Wanita itu membalas uluran tangan menandakan kesepakatan mereka terjalin.
"Itu bagus, bersiaplah untuk mengalami kekalahan," bisik El di telinga lawannya sembari menyeringai.
"Itu tidak akan terjadi."
Wanita itu terus saja memukul dan menendang, mengerahkan seluruh kemampuannya. El hanya menghindar dengan begitu santai, hingga dia menguap beberapa kali. "Apa kamu sudah merasa lelah? aku sangat mengantuk dengan serangan lemahmu," cibir El.
"DIAM, jangan merendahkan ku," ketus wanita itu yang terus menyerang El.
"Baiklah, aku akan mempersingkatnya." Tak butuh waktu lama untuk El melumpuhkan wanita itu.
"Sesuai kesepakatan, kamu menjadi pelayanku semalam 15 hari. Dan tugasmu yang pertama adalah, bersihkan sepatu ku," tegas El membuat wanita itu mematuhinya.
__ADS_1
"Jika aku punya kesempatan, aku akan membalas pria ini," batinnya.
"Yayaya, siapa namamu?"
"El, itu nama ku. Dan siapa namamu?"
"Anna, aku seperti mengingat sesuatu. jangan katakan jika kamu si kembar yang selalu menyusahkan dan merugikan wahana permainan milik Ayahku?" ucap Anna yang tercengang.
"Wah, kita bertemu lagi. Dunia ini sangatlah sempit dan jangan menatapku dengan begitu, atau kamu akan terpesona dengan ku nanti," ucap El dengan mengejek.
"Aku tidak akan terpesona dengan mu."
"Jangan banyak bicara, bersihkan sepatuku dengan benar, dasar tidak becus," ujar El membuat Anna kesal melempar sepatu El masuk ke dalam tong sampah, dan melarikan diri. Sedangkan El mengumpati wanita tomboy itu, "aku akan membalas ini, tunggu saja ANNA."
****
Seseorang menghirup udara sebanyak-banyaknya, pria yang sudah lama menetap di luar negeri membuatnya begitu merindukan negara itu, banyak kenangan yang dia tinggalkan. Tujuan nya datang ke indonesia adalah untuk melenyapkan seseorang yang telah di targetkan oleh aliansi miliknya dan juga mencari orang yang telah mencuri data perusahaannya.
"Pemandangan yang masih sama, tidak ada yang berubah dari kota ini," batin pria itu yang menatap jalanan.
Lamunannya terhenti saat mendengar suara yang memanggilnya, "tuan A, kita sudah sampai."
"Hem, bereskan semua barang bawaaanku," titah pria itu yang keluar dari mobil menuju apartemen sederhana.
Dia membersihkan diri dan menyantap makanannya dengan tatapan mata yang mengarah pada sebuah foto yang menjadi target nya, "gadis kecil yang malang. Aku rasa ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama, untukku melenyapkan wanita malang ini," ringis pria pembunuh bayaran yang tak lain adalah Aron. Dia mendapatkan misi dengan bayaran yang sangat tinggi, dan pekerjaan sampingannya yang mendirikan beberapa perusahaan tanpa di ketahui oleh Ibu angkatnya.
Aron menatap sebuah liontin yang ada di genggaman tangannya, dia tersenyum menghangat. Alasan ketiga untuk nya kembali ke indonesia.
__ADS_1
"Aku sangat merindukanmu, Bu. Tidak ada yang bisa menyayangi ku melebihi dirimu, bahkan Caroline hanya memanfaatkan ku saja. Setelah aku menyelesaikan misi ini, aku akan menemuimu dan mencium kedua kaki Ibu," lirih pelan Aron dengan tatapan sendu seraya mencium liontin yang berada di tangannya.
****
Lea sangat bosan dengan para pria yang selalu mengejarnya, raut wajah cemberut terlihat jelas oleh Kenzi yang berada di sampingnya. "Kenapa wajahmu cemberut begitu?" tanyanya dengan mengerutkan keningnya.
"Pria-pria bodoh itu selalu saja mengejarku, aku benci dengan situasi ini," keluh Lea yang menghentakkan kaki dengan kesal.
"Situasi itu, kamu sendirilah yang menciptakan. Aku sudah memperingatimu untuk tidak menggoda pria yang berwajah tampan. Semacam bumerang, maka terimalah dengan lapang dada," sahut Kenzi dengan santai yang mendapat jitakan hangat dari Lea.
"Aku butuh solusi, bukan mengungkit kesalahanku," cetus Lea yang mengerucutkan bibirnya dengan pipi yang di gembungkan.
Kenzi terkekeh melihat ekspresi dari sepupunya, dan menawarkan diri untuk menggendong Lea di punggungnya hingga ke kelas. Banyak siswa dan siswi yang sangat iri dengan mereka berdua, tapi mereka tidak tau jika Kenzi dan Lea hanya sepupuan. Yah, identitas Lea di lindungi oleh kedua kakak kembarnya.
Pelajaran telah usai, Lea terus menunggu Kenzi di halaman sekolah. Hingga dia mendengarkan notif ponsel nya, dan ternyata pesan masuk dari Kenzi yang ternyata ada rapat osis.
"Dia mengirimiku pesan setelah aku menunggu lama di sini, sangat menyebalkan. Dan apa ini? kedua kakakku belum juga menjemputku," keluh Lea yang terus menghubungi kedua kakaknya yang tidak tersambung.
Lea sangat kesal, dia hanya duduk berdiam di taman sekolah. Karena Nathan tidak memperbolehkan putrinya untuk menaiki taksi ataupun kendaraan umum lainnya. Tanpa sadar, sedari tadi ada yang mengawasi pergerakan Lea dengan tatapan elang miliknya.
"Ini pekerjaan yang mudah untukku," batin orang itu yang tersenyum tipis.
Karena kebosanan nya tidak kunjung hilang, Lea mengalihkan perhatiannya dengan makanan yang baru saja dia pesan. Dia akan melupakan segalanya saat ada makanan di hadapannya, sama seperti twins L. Walaupun porsi makan nya sangat banyak, tak membuat tubuh Lea gemuk. Dia menyuapi mulutnya dengan beberapa makanan dan juga hidangan penutup, hingga orang yang terus mengawasinya menjadi tercengang dengan porsi makan gadis itu.
"Apa dia cacingan?" lirih orang itu yang seakan tidak percaya dengan kejadian yang tak jauh darinya.
Perut kenyang membuat hati Lea riang gembira, semangatnya kembali bangkit, "hanya makanan lezat yang membuat aku lupa dengan segalanya. Dan urutan kedua adalah pria tampan, semoga saja aku bertemu dengan pria tampan yang tidak akan membuat aku bosan, tidak seperti pria-pria bodoh yang selalu menggangguku," monolog Lea.
__ADS_1
Lea sangat terkejut, saat ada orang yang membekap mulutnya dengan kain. Dia berusaha meronta, tapi kain yang sudah di olesi bius membuatnya kehilangan kesadaran.
"Heh, dia akan menjadi targetku yang ke 300," ucap orang itu dengan senyuman tipis sembari menggendong tubuh Lea masuk ke dalam mobilnya.