Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 115 ~ S2


__ADS_3

Perasaan Dita menjadi khawatir dengan anak perempuannya, entah mengapa dia selalu memikir kan Lea. Perasaan cemasnya terlihat jelas di mata Nathan, dia menghampiri sang istri, "ada apa?"


"Perasaanku sangat cemas, coba hubungi Lea dan tanyakan kabarnya," pinta Dita yang menggenggam tangan suaminya dengan erat. Nathan tersenyum dan menenangkan istrinya, "Lea sekarang berada di sekolah, jangan mencemaskan nya."


"Tidak, sebelum aku mendengarkan suaranya terlebih dahulu, barulah aku akan tenang."


Nathan menghela nafasnya dan mengambil ponselnya yang tak jauh dari jangkauannya, menekan nomor putri nya tapi tidak di angkat membuat Dita semakin cemas. Nathan menghubungi twins L dan meminta mereka mencari tau keberadaan si bungsu.


Al yang sangat khawatir dengan adik perempuannya terpaksa membatalkan rapat penting para klien, karena Lea adalah segalanya dan yang paling utama. Begitupun El, walau dia selalu mengerjai adiknya, tetap saja Lea adalah yang sangat dia sayangi.


Twins L melacak keberadaan Lea yang sekarang berada di rumah sakit. Semua orang khawatir mengenai kondisi Lea dan menghampiri nya ke rumah sakit yang tak jauh dari sekolah.


Dita dan Nathan berjalan dengan tergesa-gesa, mereka sangat cemas dengan kondisi Lea yang berada di rumah sakit, "ya tuhan, semoga anakku baik-baik saja," batin Dita. Saat twins L sampai di rumah sakit, mereka melihat seorang laki-laki berseragam sekolah yang sama dengan adiknya. Mereka menghampiri Lucifer yang menyalahkan dirinya, "oh tuhan, kenapa aku mempunyai dua kepribadian ganda yang selalu membuat orang di sekeliling ku menjadi korban," lirih pelan Lucifer yang mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kenapa bisa adik ku berada di rumah sakit?" ucap Al yang menatap Lucifer dengan intens. Lucifer mendongakkan kepala menatap Al, dia menceritakan masalah yang terjadi. Bahkan, Lucifer juga mengatakan memiliki kepribadian ganda.


Al mengepal tangannya dengan sempurna, hendak memukul Lucifer karena telah melukai adik kesayangannya. Namun, tangan Al di cekal seseorang dari samping, dia menoleh dan membesarkan matanya yang seakan terkejut dengan kedatangan pria itu.


"Paman Zean!" decit Al. Sementara Nathan dan Dita terkejut dengan kedatangan dari Zean, begitupun dengan Bara dan Naina yang baru saja datang setelah mendengar kabar Lea yang berada di rumah sakit.


"Kamu di sini?" ucap Nathan yang menghampiri Zean, mereka saling memeluk rindu. Begitupun Bara, "bahkan di usia mu sekarang tidak menghilangkan kharisma seorang Leader Mafia Tiger. Bagaimana kabarmu?" tanya Bara yang melepaskan pelukan nya.


"Hem, aku baik. Bagimana keadaan kalian setelah aku pergi cukup lama?" ujar Zean yang menatap Dita, membuat Nathan cemberut.


"Jangan memandang istri ku," ketus Nathan. Bara, Naina, dan Dita terkekeh dengan sifat cemburu Nathan yang tidak berubah.


"Hem, kamu masih sama. Tenanglah, aku tidak akan merebut Dita mu. Yah, walau masih ada sedikit perasaan terhadap Tata ku," goda Zean.

__ADS_1


Nathan mencium pipi Dita dengan mesra di hadapan semua orang membuat yang lainnya menggeleng-gelengkan kepalanya. "Ini milikku, bukan kah kamu sudah menikah. Dimana dia? aku tidak melihatnya?" tutur Nathan celingukan membuat Zean menundukkan kepala.


"Dia sudah ada di surga saat melahirkan anakku," jawab Zean membuat Nathan merasa bersalah.


"Maafkan aku yang tidak tau mengenai istrimu."


"Tidak apa-apa." Dengan cepat Zean mengubah ekspresinya dan menatap Al yang hendak memukul anak semata wayangnya.


"Siapa kamu? kenapa kamu ingin memukul anakku?" ucap Zean yang menatap Al dengan tajam, hingga dia terkejut dengan El yang berada tak jauh darinya. Zean tersenyum saat melihat twins L yang penah menjahilinya dulu.


"Apa ini si kembar yang selalu mengerjai aku?" ucapnya yang melirik Nathan, Nathan mengangguk pelan.


Al dan El menghamburkan pelukannya ke tubuh Zean, sedangkan Lucifer sedang memahami kejadian yang berada di depannya.


"Wah, dua kutu telah berubah menjadi dua pria tampan yang bahkan lebih tinggi di bandingkan Paman," ucap Zean.


"Oh hallo, ada yang bisa menjelaskan ini padaku?" ucap Lucifer yang keberadaannya seperti transparan.


"Ah iya, aku hampir lupa. Dialah yang mencelakai Lea, adik perempuan kami, " ucap El yang menunjuk Lucifer.


"Apa yang di lakukan anakku kali ini?" ucap Zean dengan wajah dingin menatap Lucifer menusuk. Lucifer sangat ketakutan dengan tatapan Zean, Dita menyadari itu dan berusaha mendekati Lucifer yang ketakutan sembari menenangkannya.


"Lucifer, kamu akan Dad hukum."


"Jangan kasar begitu dengan anak mu, lihatlah dia sangat ketakutan dengan tatapan mu itu."


"Jangan membelanya Bu, dia telah membuat adikku masuk ke rumah sakit. Jika perlu, aku sendiri yang memberi hukuman kepadanya," cetus Al.

__ADS_1


"Jangan menghakiminya, kita tanyakan masalah yang terjadi," ucap Dita membuat Lucifer terharu dengan sosok Dita yang membelanya layaknya seorang Ibu, yang dia sendiri tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari sang Ibu.


Lucifer menceritakan segalanya, bahkan dengan kepribadian gandanya yang dapat membahayakan orang-orang yang berada di sekelilingnya. Semua orang terkejut sekaligus menjadi sedih dengan kisah dari Lucifer semenjak kematian Ibunya.


Nathan menatap Zean dengan dalam, "itu tidak benar Zean, aku tau kamu bersedih saat kehilangan istri tercintamu. Tapi, kamu juga menelantarkan anakmu tanpa memberi kasih sayang yang dia inginkan. Itu sebabnya, kepribadiannya menjadi dua, dan bisa membahayakan jika anak ini dalam kemarahan."


"Hem, aku tau itu. Dan aku sekarang berfokus untuk menghilangkan Altar jahatnya, sudah banyak cara yang aku lakukan. Tapi tetap saja, kepribadian keduanya tidak bisa hilang," jawab Zean yang menundukkan kepala.


"Itu tidak akan berhasil, jika kamu tidak memberikan kasih sayang utuh untuknya. Aku akan membantu untuk memulihkannya dan membawanya ke mansion Wijaya," celetuk Dita yang kasihan dengan Lucifer.


"Tidak, bagaimana jika dia melukai adikku?" tolak Al.


"Aku juga tidak setuju," tambah El, sementara Nathan mengerti isi pikiran dari sang istri.


"Dia tidak akan melukai siapapun selagi Ibu ada, dia hanya memerlukan kasih sayang dan kehangatan keluarga."


"Tapi...." ujar El yang terpotong saat Dita mengembangkan tangannya di hadapan El untuk tidak melanjutkan kata-katanya.


"Sayang, siapa namamu?" ucap Dita dengan lembut sembari mengelus pucuk kepala Lucifer dengan lembut.


"Lucifer."


"Mulai sekarang kamu tinggal di mansion Wijaya, panggil tante dengan sebutan Ibu, seperti yang lainnya."


"Baik Bu," sahut Lucifer.


Zean terharu dengan tindakan Dita yang menyayangi anaknya dengan tulus, setetes cairan bening yang lolos mengalir di sudut mata Zean, dan dengan cepat dia menghapusnya.

__ADS_1


Dokter keluar dari ruangan tempat Lea di rawat, semua orang menghampiri sang dokter dan menanyai kabar Lea. Hingga sang dokter mengatakan kondisi Lea yang hanya luka kecil dan segera sembuh, membuat semua orang merasa lega.


__ADS_2