Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 52


__ADS_3

Nathan dan Daniel menuju lokasi yang berhasil mereka lacak, dimana markas Mafia yang cukup sulit di jangkau oleh orang lain. Markas yang berada di tengah hutan rimba, perjalanan menuju temoat itu tidaklah mudah. Ada beberapa ranjau dan juga jebakan panah beracun, jika salah melangkah, nyawa menjadi taruhannya. Daniel cukup kesulitan dengan pergerakan yang terbatas, tapi tidak dengan Nathan, karena dia cukup mengenal tempat itu.


"Apa kamu membawa seluruh anggota inti? " ucap Nathan yang menatap dengan jiwa pimpinannya.


"Mereka sangat ingin menolong kita, semua dari anggota inti ikut andil dalam hal ini, " jawab Daniel.


"Bagus, perintahkan seluruh bawahan untuk mengikuti langkah ku, ini cukup berbahaya. Daniel, cepat mundur selangkah, " desak Nathan.


Dengan cepat Daniel mundur dan panah beracun itu tidak jadi mengenai tubuh Daniel, dia menghela nafas dengan kasar, sembari mengelus dada dengan tangannya.


"Huff, untung saja kamu mengatakannya. Jika tidak, aku akan mati di tempat ini, " cerocos Daniel.


"Huss, diamlah. Jangan sampai suaramu akan membunuh mu, " ucap Nathan yang berjalan menuju lorong tua. Lorong itu sangatlah kecil, hanya bisa muat untuk satu orang dewasa, mereka melakukan nya secara bergantian, serta senjata yang mereka bawa.


"Apa kita sedang melakukan film horor? tempat ini sangatlah gelap dan juga pengap, " keluh Daniel.


Pisau yang melayang mengarah ke Daniel dengan cepat di tangkap oleh Nathan, hingga pisau itu hanya berjarak 1 inci dari wajah Daniel. "Jangan berisik, jika kamu bersuara seperti tadi. Jangan salahkan aku, jika kamu mati di tempat ini, " ketus Nathan. Daniel mengangguk dengan cepat sembari menutup mulut dengan kedua tangannya.


****


Twins L yang sudah di kepung oleh orang-orang Zean, membuat mereka kelimpungan. Dengan banyaknya orang yang mengelilingi mereka, tak kehabisan akal. Mereka melawan para pria berbadan besar itu.


"Kalian semua pengecut, berani bermain keroyokan. Ayo hadapi kami satu persatu, " tantang Al.


"Aku sangat suka karakter kalian, cukup pintar dan juga


berani, " puji Zean tertawa menyeramkan. Zean melirik Alvin, dan dengan cepat Alvin mengangguk.


"Ikuti kemauan dua bocah itu, " titah Alvin dengan tegas. Sesuai permintaan Al, mereka menghajar twins L satu lawan satu, sementara Zean duduk dan menyaksikan pertarungan yang membuatnya tertarik.


Terpaksa twins L melawan mereka satu persatu, membuat mereka kelelahan. Mereka kalah dalam jumlah telak, hingga twins L berhasil di lumpuhkan. Zean bertepuk tangan dengan kemampuan yang di miliki twins L, "Aku takjub dengan kemampuan kalian yang menguasai 5 ilmu bela diri. Tapi sayangnya, permainan ini akan berakhir dengan cepat, " ucap Zean.

__ADS_1


"Kalian curang, memanfaatkan kelelahan kami, " pekik Al.


"Memangnga kenapa? karena di dalam pertarungan itu sangat wajar. Apa kalian pernah mendengar, lebih baik lari daripada memaksa untuk menyerang lawan dalam jumlah yang besar?, " ujar Zean yang duduk bersantai sembari menyeruput minuman dingin di tangannya.


"Kami baru mendengarnya, lepaskan kami, " ketus El.


"Tidak semudah itu. Alvin, cepat ikat mereka dengan tangan yang di gantung ke atas, " titah Zean. Dengan gerakan cepat, Alvin mengikat kedua anak kembar itu yang terus saja meronta untuk melepaskan diri.


"Sudah, tuan, " ucap Alvin menundukkan kepala tanpa berani menatap sang atasannya.


"Bagus, periksa di setiap inci tubuh mereka. Aku sangat yakin, jika mereka menyimpan senjata tajam lainnya. "


Alvin melakukannya sesuai perintah, dan benar saja. Saat mereka melakukan penggeledahan di tubuh twins L, mereka mendapati shuriken, pisau, bubuk magnesium, dan beberapa alat peladak lainnya. "Sekarang mereka sudah bersih, tuan. "


"Hem, siksa mereka, " perintah Zean tanpa memandang bulu pada lawannya, entah itu pria maupun wanita, dewasa ataupun anak-anak. Siapa pun yang menghalanginya akan mendapatkan hukuman.


Suara gebrekan pintu yang sangat keras, membuat semua orang menatap ke sumber suara. Twins L menatap nanar ke arah pria yang sangat mereka kenal, "Ayah, " ucap mereka dengan serempak.


Zean berbalik badan dan membesarkan pupil matanya, "selamat datang di Markas Tiger milik ku, ada apa kamu mengunjungiku? " sambut Zean yang merentangkan kedua tangannya.


"Dunia ini sangatlah sempit, tidak khayal jika mereka sangat memukau dengan keahliannya. Ternyata dia anak mu. "


"Jangan sampai kesabaran ku habis, ZEAN ANDERSON. " tekan Nathan.


"Jangan terburu-buru, bukankah kita baru saja bertemu setelah sekian lama. Ayo, peluk aku! teman lamaku, NATHAN WIJAYA, " sahut santai Zean.


Sementara Al dan El menatap drama di hadapannya dengan memiringkan kepalanya yang bingung sekaligus penasaran.


"Ck, aku tidak mengakui mu sebagai temanku. Yang lama ataupun yang baru. "


"Kesombongan mu tetap tidak pernah berubah. "

__ADS_1


"Jangan banyak bicara, cepat lepaskan kedua putraku. Tempat ini sudah aku kepung, dan anggota mu sudah kami lenyapkan, " sarkas Nathan dengan tegas.


"Akan aku lepaskan, lawan aku terlebih dahulu," tantang Zean.


"Aku menerima nya dengan senang hati, " balas Nathan yang mendekat ke arah Zean.


Mereka saling memukul satu sama lain, hingga Alvin dan Daniel saling menyerang satu sama lain. Twins L mengambil kesempatan untuk meloloskan diri. Tak butuh lama, tali ikatan itu terlepas dari tangan mereka.


Twins L ikut membantu Ayahnya dan juga Daniel dan beberapa anggota inti yang masih tersisa saat penyergapan di luar ruangan.


Nathan dan Zean adalah lawan yang sangat seimbang, tidak ada kalah ataupun menang di antara mereka. Saling memukul, menghindar, dan juga membalas.


"Wah, tampaknya kekuatanmu masih sama seperti dulu," cibir Zean.


"Aku tidak mempunyai pilihan lain, ini menyangkut kedua putraku yang sedang kamu sekap. "


"Aku menyekap orang yang berani mengusikku, bukankah kamu sangat hafal dengan kebiasaanku, Nathan. "


"Ck, niat mereka baik. Kamu saja yang terlalu berlebihan, kekayaan dan juga kejayaanmu berasal dari uang kotor, " Nathan menangkis serangan Zean dan membalasnya dengan dua pukulan yang sangat keras di wajah dan juga perut.


"Ck, kamu baru mengatakannya sekarang? setelah menikmati hasil dari uang kotor itu, " cibir Zean yang menendang perut Nathan.


"Keputusanku sangat tepat, berhenti dari dunia hitam, dasar pengkhianat, " tegas Nathan yang menatap tajam.


"Dasar munafik, aku akan menyelesaikan semuanya di sini."


Twins L membantu Nathan dengan tangan kosong, hingga Zean yang licik memanfaatkan situasinya. Dia mengeluarkan pistol dari saku celana dan menembak Al, suara tembakan itu terdengar nyaring hingga Nathan melihat sekelilingnya.


"Paman, " teriak Al yang menghampiri Daniel yang berada di hadapannya. Yah, Daniel melihat Zean yang mengarahkan pistol ke arah Al, dia terlari untuk melindungi Al agar tidak tertembak.


"Paman, apa yang kamu lakukan? bertahanlah, " ucap Al yang menangis.

__ADS_1


"Anak laki-laki tidak boleh menangis, ini biasa terjadi padaku. Cepat bantulah Ayahmu, " ucap Daniel yang memegang perutnya yang terkena tembakan.


Dengan cepat Nathan mengalahkan Zean dan mengeluarkan benda yang bisa membuat asap begitu tebal, dia menyeret twins L, Daniel, dan anggotanya meninggalkan Markas Tiger.


__ADS_2