
Pria itu turun dari mobil mewahnya, menggunakan jas hitam dan memakai kacamata hitam, menambah daya tariknya. Wajah tampan nan rupawannya mampu membius para wanita, serta tatapan tajam dengan wajah yang dingin. Berjalan lurus tanpa menghiraukan sapaan dari para bawahannya, "Alvin." pria itu memanggil sekretaris nya tanpa menoleh.
"Iya tuan. "
"Apa kamu sudah menemukan alamat tikus kecil itu?"
"Belum tuan, beri kami waktu untuk melacaknya. " Alvin menundukkan kepala, tanpa berani menatap wajah atasannya.
"Lakukan dengan cepat, aku tak jika ada kesalahan. "
"Baik tuan, " sahut Alvin.
Pria itu pergi menuju mansion yang sudah lama tidak dia tempati, berbagai kenangan lama masih tersimpan dengan sangat rapat di sana. Dia menghela nafas dengan kasar dengan menatap sekeliling mansion yang masih terlihat sama walau dia telah meninggalkan tempat itu 20 tahun yang lalu.
Dia adalah Zean Anderson, pria blasteran yang berhidung mancung dengan manik mata berwarna abu-abu, pemilik perusahaan Zean Corp.
Perusahaan yang dia berdirikan dengan kerja kerasnya di dunia hitam, menjadi Leader Mafia Tiger yang terkenal kejam dan juga sadis dalam dunia bisnis. Zean mengkahkan kaki menuju kamar yang dia tinggalkan 20 tahun yang lalu. Dia terpaksa pulang ke indonesia demi mencari orang yang berani mengambil data anak cabangnya dan merindukan kenangan lama.
"Kamar ini tidak berubah, setelah 20 tahun, " gumamnya, dan mengambil foto yang berada di atas nakas, dia tersenyum saat melihat foto dirinya bersama kekasih kecilnya.
"Aku sangat merindukan mu, bagaimana kabarmu sekarang? aku yakin kamu sangat cantik. " Zean mengusap foto itu sembari menciumnya dengan sangat lembut.
Zean kembali meletakkan foto itu seperti semula dan menuju kamar mandi, tubuhnya terasa sangat lengket dan butuh waktu seharian untuk sampai ke negara tempat kelahirannya.
****
Nathan yang berperan sebagai ayah yang baik terus saja membujuk Al dan juga El untuk ikut menghabiskan waktu bersamanya, "Bagaimana? apa kalian setuju?"
"Jangan sekarang Paman, kami tidak ingin kemana pun, " tolak Al.
__ADS_1
"Benar, biarkan kami di sini saja! pergi sana, urus saja pekerjaan Paman, " ujar El.
Dita datang menghampiri ketiga pria itu, dengan membawa jus dan juga cake kesukaan twins L, "coba lihat, ibu bawa apa! " ujar Dita yang menengahi perdebatan kecil itu dan menyodorkan cake di atas meja yang tak jauh dari Nathan dan juga twins L.
Ketiga pria itu mengalihkan perhatiannya dengan menatap Dita, dan melihat nampan yang berisi cake kesukaan twins L. Ketiga pria itu saling melirik satu sama lain, dan gerakan yang sangat cepat mereka mengambil cake dengan cara rebutan.
"Paman, ini cake kesukaan ku! jangan merebutnya dari ku. " Al berusaha mengambil cake dari tangan Nathan yang sengaja berdiri agar tidak bisa di jangkau oleh kedua anak kembarnya.
"Kalau kalian sangat ingin cake, cobalah berusaha lebih keras lagi. " Nathan tertawa kecil membuat twins L terutama Al sangat geram dengan pria yang baru menjadi ayahnya.
"Oh ayolah, apa yang Paman inginkan, cepat berikan itu kepada kami dan jangan memakan semuanya. " twins L meneteskan air liurnya karena tidak tahan melihat godaan saat Nathan menyantap cake favorit mereka.
"Kebetulan sekali, aku juga menyukai cake ini! tidak baik memakan nya untuk anak seusia kalian."
" Ck, apa hubungannya?" gerutu El.
"Ini sangat manis dan bisa membuat gigi kalian berlubang, apa kalian ingin sakit gigi? " Nathan terus memakan cake itu hingga menyisakan 3 potong cake.
"Dasar serakah, " ketus El.
"Sisakan untuk kami juga, " sambung Al. Twins L saling melirik satu sama lain dan tersenyum smirk, El menginjak kaki Nathan dengan sekuat tenaga dan Al bertugas merampas cake yang di kuasai Nathan.
"Dasar bocah nakal, " Nathan yang merasa jengkel karena di kerjai oleh anaknya sendiri, sebelum melangkah mengejar twins L, mereka lebih dulu mengambil langkah seribu. Nathan yang sangat gemas dengan kedua putranya, berusaha mengejar.
"Wleekk....ayo kejar kami, Paman galak. " El menjulurkan lidahnya untuk menghina Nathan. Nathan sangat kesal dengan twins L yang telah memancing emosinya. Mereka bermain kejar-kejaran bagai Tom and Jerry di serial salah satu kartun favorit Al dan juga El. hingga membuat rumah itu berserakan hingga Dita hanya memijat pelipisnya, berharap pusing di kepalanya mereda.
Twins L berlari menuju kamar mereka, di saat Nathan hampir sampai meraih Al dan juga El, pintu kamar tiba-tiba menutup dengan sangat keras. Hidung mancung yang di miliki Nathan mendarat dengan sempurna, membuat Nathan meringis kesakitan.
"Dasar kutu sialan, cepat buka pintu ini atau aku akan mendobraknya, " teriak Nathan sambil menggedor pintu.
__ADS_1
"Paman melakukan kesalahan, anggaplah itu salah satu hukumannya, " jawab El yang tertawa terbahak-bahak.
"Punya nyali juga kalian mengerjaiku. " Nathan mengeraskan rahangnya dan menggertakkan gigi.
"Kami tidak takut dengan siapa pun, " sombong Al.
"Jangan banyak bicara, buka pintunya sebelum aku membukanya dengan paksa, " ketus Nathan.
"Heh, coba saja, " sahut mereka kompak.
Nathan mengambil ancang-ancang dan dan ingin mendobraknya, 1....2....dan hitungan ketiga twins L membuka pintu membuat Nathan kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Al dan El saling bertos ria dan tertawa melihat Nathan yang memegang pantatnya . Nathan berdiri dan meringis kesakitan, "dasar kutu kecil, berani sekali kalian menaburkan kelereng dan membuka pintu dengan mendadak. " Nathan tak habis pikir dengan tingkah laku twins L yang sangat nakal.
"Pantas saja, Daniel tidak ingin berurusan dengan anak kutu ini, dan sekarang aku merasakannya juga, " batin Nathan yang sangat malang.
"Tidak ada yang meminta Paman untuk mendobrak pintu ini, " sahut El dengan santai.
Seseorang yang melihat kejadian itu tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya, "sebaiknya kamu hindari dua tuyul itu, mereka selalu begitu. Kamu tau, aku selalu saja di kerjai oleh mereka!! untungnya kesabaranku ini berlapis-lapis yang tidak habis, " ucap pria itu yang tak lain adalah Bara.
"Aku sangat geram dengan dua kutu yang sangat nakal ini, " ujar Nathan yang menatap Bara dan melirik twins L.
"Apa kamu membutuhkan bantuan? aku bisa menawarkan diriku, karena aku juga ada dendam pribadi dengan mereka, " usul Bara.
"Ck, kalian orang dewasa sangat lemah. Melawan dua anak kecil yang tak berdaya ini, " akting El yang tersakiti.
"Ide yang bagus. " Nathan menatap Bara dan saling tersenyum menyeringai.
Al dan El membesarkan pupil matanya yang terjebak dengan dua pria yang berbadan kekar, "kita benar-benar terkepung, " bisik El.
"Hem, kamu benar bagaimana ini? " ujar Al yang melirik El.
__ADS_1
"Sekarang apa? mau lari kemana kalian hah," ucap Bara.
Bara dan Nathan menggantung twins L di penggantungan kain dan melukis wajah mereka dengan cat.