Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 206 ~ S2


__ADS_3

Pagi yang sangat indah, sinar matahari yang menyeruak masuk ke dalam ruangan dan menembus pori-pori kulit yang membangunkan seseorang dari tidurnya. Anna mengerjapkan mata, menggeliat dan sesekali menguap, berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Anna tersenyum saat menatap suaminya yang tengah tertidur, tak sengaja tatapan matanya mengarah ke paper bag yang memenuhi kamarnya, "apa itu? kenapa banyak sekali paper bag di dalam kamar?" gumam Anna yang berjalan ke arah paper bag yang tersusun rapi. Karena penasaran, dia melihat isi paper bag dan betapa terkejutnya melihat berbagai aksesoris dan juga baju yang pernah dia sentuh saat ke jalan bersama suaminya ke Mall.


Anna memeriksa semua paper bag itu dan benar adanya, jika semua barang yang dia sentuh ada di hadapannya sekarang. "Bagaimana? apa kamu menyukainya?" tatapan mata Anna mengarah menatap suaminya yang tengah tersenyum.


"Kenapa kamu membeli semua barang ini? ini namanya pemborosan," nasehat Anna.


"Mau bagaimana lagi, tidak ada satu pun yang kamu beli saat mengunjungi beberapa toko. Jadi aku berinisiatif untuk membelikannya untukmu, apa kamu menyukainya?" tukas El dengan wajah tanpa dosa.


"Kenapa tidak sekalian membeli Mallnya," cetus Anna.


"Ide yang sangat bagus," sahut El dengan cepat sembari mengambil ponsel di atas nakas dan menghubungi Ben untuk mengabulkan perkataan dari sang istri tercinta. Anna mendengus kesal dan merebut ponsel itu dari tangan El, "jangan katakan jika kamu berniat membeli Mall?" tatapan Anna yang sangat serius membuat El tersenyum.


"Itu benar, bukankah kamu menginginkannya? jadi aku berinisiatif untuk membelikan apapun yang kamu inginkan."


"Ini masih pagi dan kamu membuatku kesal saja," seloroh Anna.


"Baiklah maafkan aku, tapi mau bagaimana lagi? aku harus membahagiakan istriku." El memeluk Anna dan mengecup bibirnya sebagai ungkapan cinta dan selamat pagi untuknya.


"Bagaimana dengan barang-barang yang memenuhi kamar kita?"


"Ambillah yang kamu inginkan, sisanya akan aku buang saja."


Anna yang kesal memukul lengan suaminya, "jangan membuang barang yang baru saja di beli, aku akan mengambilnya semua. Dan yah, jangan membeli barang tanpa seizin ku," ucap Anna yang menunjuk wajah suaminya sebagai peringatan.


"Baiklah nyonya apapun keinginanmu."


"Bersihkan diri mu dulu," pinta Anna dengan lembut.


"Baiklah," jawab El yang berjalan menuju kamar mandi.


Anna yang menunggu El yang tengah mandi menghabiskan waktunya menonton televisi, hingga tatapan matanya menatap orang yang tengah mereview makanan membuat Anna menelan saliva dengan susah payah.


"Sepertinya jengkol itu terlihat sangat lezat," monolog Anna yang mengelap air liurnya yang hampir menetes, tatapan fokus menatap televisi.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya El yang baru keluar dari kamar mandi, dengan handuk yang melilit di pinggang menutupi sebagian tubuhnya.


"Kamu mengejutkan ku saja, lihatlah itu!" Anna menunjuk televisi dan terlihat orang yang tengah mereview makanan yang berhubungan dengan jengkol.


"Aku menginginkan itu," rengek Anna yang menatap suaminya dengan mata yang berdelik.


"Kamu menginginkan olahan jengkol?" tanya El yang di iyakan oleh Anna.


"Hem, aku sangat menginginkannya," tutur Anna dengan raut sedih membuat El tidak tega.


"Baiklah, jika itu keinginan mu. Aku akan meminta pelayan untuk membuatkan beberapa olahan masakan dari jengkol," jawab El membuat raut wajah Anna seketika tersenyum mengembang.


****


Semua orang berkumpul untuk sarapan pagi, tapi mereka sedikit keheranan dengan beberapa olahan dari jengkol yang tidak di sukai oleh keluarga Wijaya terutama twins L. Bara dan Nathan saling menatap ke menu masakan yang tertata rapi, "Dita, Naina, kenapa sarapan pagi ini semuanya jengkol?" Nathan menatap istrinya yang menahan senyum.


"Itu karena keinginan calon cucumu."


"Apa ada makanan yang lain, aku rasa masakan jengkol tidak terlalu baik di makan pagi hari," celetuk Bara.


"Karena itu permintaan dari calon keponakan mu," sahut Dita.


"Yasudah jangan banyak bicara, makan saja!" tukas Naina.


Anna yang baru saja bergabung menatap semua masakan jengkol yang sangat menggugah selesa, dia duduk di samping El dan mengambil makanannya tanpa menghiraukan semua orang yang menatapnya. Dengan begitu santainya Anna memakan masakan jengkol membuat El bergidik ngeri.


"Kenapa kalian diam saja, ayo makanlah ini sangat lezat," tutur Anna.


Shena yang melihat bagaimana Anna melahap makanannya membuatnya meneguk saliva dan mencoba memakan jengkol untuk yang pertama kalinya, "sepertinya sangat lezat," gumam Shena yang menyuapi mulutnya dengan makanan yang ada di atas piring. Semua orang menatap kedua wanita hamil itu dengan seksama, karena porsi makan mereka sangatlah banyak.


"Buka mulutmu," pinta Anna yang menatap El.


"Tidak, terima kasih."


"Hanya sedikit saja," ucap Anna dengan wajah yang memelas membuat El tidak bisa menolak.

__ADS_1


El terpaksa memakannya dan di ikuti oleh semua orang, "kenapa selera anakku sangat berbanding terbalik," batin El.


Semua orang makan dengan sangat lahap, yang tadinya tidak menyukai jengkol sekarang semua orang menikmati dan memasukkan ke dalam list makanan favorit.


"Aku tidak tau jika jengkol seenak dan selezat ini," ucap Al yang menjilati jari-jarinya.


"Kamu benar, ternyata calon bayiku sangat pintar ya. Di dalam perut saja dia membuat semua orang mengikuti keinginannya," jawab El dengan bangga.


"Aku rasa anak mu keduanya laki-laki," tutur Dita yang menatap tingkah Anna.


"Benarkah? itu sangat bagus, jadi ada penerusku."


"Nikmati dan rasakan saja ketika kamu menjadi seorang ayah," celetuk Nathan yang tersenyum dan bertos ria dengan Bara.


"Memangnya kenapa?"


"Kamu akan tau nanti," jawab Bara yang tertawa cengingikan.


"Kenapa mereka berdua tertawa, memangnya kenapa jika punya dua anak laki-laki?" batin El yang sangat penasaran.


"Akhirnya pembalasan kenakalan twins L akan diteruskan oleh anak-anak mereka, aku senang akan hal itu. Aku sudah tidak sabar menunggu mereka lahir nanti," batin Bara yang tersenyum.


"Hehe....aku sudah tidak sabar menanti penerus Wijaya lahir," ucap Nathan di dalam hati.


Setelah mereka sarapan pagi, mereka kembali melanjutkan aktivitasnya. Anna dan Shena lebih tertarik memakan cemilan sehat yang di berikan oleh mertuanya yang sangat perhatian kepada kedua menantunya.


Al dan El pergi bekerja ke kantor dengan menaiki 1 mobil, di sepanjang perjalanan mereka hanya diam saja tanpa ada obrolan. Keheningan melanda membuat suasana menjadi sunyi, hingga terdengarlah suara nyaring yang membuat mereka menutup hidung dan saling menatap.


"Ayo mengakulah, kentut siapa ini? baunya sangat busuk sekali," ketus Al yang menutup hidung sembari menatap El dan juga supirnya.


"Bukan aku, apa ini ulah mu Paman?" ucap El yang menatap sang supir.


"Bukan saya Tuan."


Dan sekali lagi terdengarlah suara yang lebih nyaring dari yang pertama dan pelakunya ternyata Al membuat El menjitak kembarannya dengan kesal.

__ADS_1


"Sialan....ternyata pelakunya adalah dirimu," cetus El yang di balas senyum pepsodent oleh Al.


__ADS_2