Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 189 ~ S2


__ADS_3

Abian sangat merindukan Lea, hingga dia menghubungi Kenzi dan menanyakan keberadaan sang pujaan hatinya.


"Halo."


"Ada apa menghubungiku?"


"Apa kamu melihat Lea?"


"Tadi dia mengatakan untuk pulang ke mansion, coba cari saja di sana."


"Ck, aku sudah mencarinya di sana tapi tidak ada."


"Aku juga tidak tau, aku akan mencarinya."


Abian mematikan ponselnya dengan perasaan yang sangat gelisah, khawatir, dan juga cemas, merutuki dirinya sendiri atas kehilangan jejak Lea.


"Sial, aku kehilangan jejaknya," umpat Abian yang bergegas pergi untuk mencari keberadaan gadis yang sangat berarti dalam hidupnya.


Di sisi lai, Lea berusaha mencari jalan keluarnya, tapi nasibnya tidaklah beruntung, hanya ada 1 jalan keluar yaitu pintu yang terkunci. "Sial, bagaimana aku bisa keluar dari sini," gumam Lea yang mengusap wajahnya dengan kasar. Mencoba untuk menenangkan pikiran dan menghirup udara sangat dalam, mengeluarkan secara perlahan, sedikit membantunya saat ini.


Lea mengingat jika dia mempunyai jepit rambutnya yang sangat berguna, mengambil jepit rambut itu dengan sedikit bengkokan kecil. Kerja keras tidak mengkhianati hasil, Lea sangat senang bisa membuka pintu itu dan menyelinap keluar kamar.


"Ini sangat mudah," batin Lea yang tersenyum tipis. Keahlian kabur Lea tidak perlu di ragukan lagi, menyelinap keluar secara diam-diam, menggunakan keahliannya dalam parkour.


Lea terus berlari hingga dia berhenti saat melihat sebuah pagar besi yang sangat tinggi, "bagaimana ini? ternyata kawasan hutan ini di kelilingi pagar yang menjulang tinggi," monolog Lea yang tampak berpikir dan terpaksa memanjat pagar besi itu dengan cepat.


Di saat Lea hampir saja berhasil, tiba-tiba kakinya tertahan oleh sebuah tangan. Dia menengok ke bawah dan terlihat seorang pria es yang bernama Haidar.


"Ingin kabur? jangan bermimpi untuk bisa lolos dari Haidar," ucap yang yang tersenyum devil.


Lea menggerakkan kaki nya sengan kasar berharap bisa lolos dari pria itu, "lepaskan kakiku!" teriak Lea.

__ADS_1


"Tidak akan." Haidar terus saja menahan kaki Lea agar tidak bisa melompat, Lea yang kelelahan itu tak sengaja melepaskan tangannya dan terjatuh. Haidar melompat dari pagar besi seraya menatap nasib malang gadis itu tanpa berniat membantu, Lea mendongakkan kepala seraya menatap Haidar dengan tajam.


"Sudah cukup! jangan menatapku saja setidaknya bantu aku untuk berdiri, ini semua ulahmu. Jika saja kamu tidak menahan kaki ku, sudah kupastikan berada di sebalik pagar besi sialan ini," ucap Lea yang berusaha berdiri sambil memegang pantatnya yang sangat sakit.


"Itu akibatnya jika kamu ingin kabur dariku."


"Setidaknya aku sudah berusaha, katakan siapa nama mu? tidak mungkin aku memanggilmu beruang kutub karena aku yakin jika kamu mempunyai nama," ucap Lea sembari melihat situasi di sekelilingnya untuk mencari celah.


"Haidar, apa kamu ingin merencanakan kembali melarikan diri? tanya Haidar yang menatap mata Lea.


"Kamu pikir apa hah? aku nyaman tinggal di sini? oh halo, tempat ini sangat lah buruk. Minggir, aku hanya ingin pulang," ketus Lea yang mendorong tubuh Haidar.


"Tidak, sebelum aku membuatmu menderita."


"Hidup mu sangat tidak menyenangkan ya, benar-benar membosankan."


"Lalu? aku tidak peduli dengan itu," jawab Haidar yang berjalan mendekatinya, Lea mengepal tangan dengan sempurna seraya melayangkan nya ke wajah Haidar yang memiliki refleks bagus. Dia menangkis serangan Lea tanpa berniat membalasnya, "aku akui refleksmu sangat bagus, tapi itu hanyalah permulaan saja." Lea tersenyum tipis dan kembali menyerang Haidar.


"Pria itu tangguh juga, tapi aku akan selalu berusaha untuk bisa terbebas dari sini," gumam Lea di dalam hati.


Haidar menghentikan pertarungan dengan menancapkan jarum kecil ke leher Lea, dia melihat reaksi saat Lea jatuh pingsan. Dia tersenyum tipis dan menggendong Lea menuju kamar yang telah di persiapkan, membaringkan tubuh mungil itu di atas tempat tidur yang sangat empuk. Kamar yang berbanding terbalik saat Lea di tempatkan.


"Gadis ini benar-benar membuatku pusing, tapi aku harus melakukan ini demi adikku," gumamnya yang menatap wajah Lea dengan seksama. Telfon berdering, dengan cepat Haidar mengangkatnya.


"Halo tuan."


"Hem, katakan ada apa?"


"Nona Ara menyiksa dirinya sendiri dengan mengunci pintu kamar dan tidak ingin makan."


"Paksa saja, aku akan datang setelah menuntaskan semuanya."

__ADS_1


"Baik tuan."


Haidar mematikan ponselnya dan menatap kosong dengan pandangan lurus, memikirkan dengan kondisi Ara. Yah, Arabella adalah adik kandung Haidar, dia akan menyelesaikan permasalahan dari adiknya yang sekarang tengah kesal dengan wanita yang menjadi tawanan Haidar. Ara menyukai Kenzi sejak lama, tetapi Kenzi tidak pernah menghiraukan dan menanggapnya ada. Fokus Kenzi adalah keluarga bukan percintaan yang menurutnya sangatlah membosankan dengan ikatan yang tidak jelas.


Haidar merupakan pemimpin Mafia Black Diamond yang sangat di takuti nomor 2 setelah Black Wolf yang di pimpin oleh El. Ara adalah segalanya hingga dia berniat untuk membuat musuh adiknya menderita.


Lea membuka matanya dan melihat pria itu sedang melamun, dia ingin memukul Haidar tetapi lagi-lagi tangannya tertahan. Haidar menoleh dan mata mereka saling menatap, "lepaskan tanganku, dasar tidak sopan. Walaupun wajahmu itu sangat tampan, aku tidak akan tergoda. Lepaskan tanganku," cetus Lea yang menatap Haidar dengan kesal.


"Tidak semudah itu."


"Siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu menahanku di tengah hutan," tanya Lea yang menautkan kedua alisnya.


"Itu tidak penting sekarang," jawab Haidar yang membuka paksa mulut Lea. Dia telah mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman itu, Lea berusaha untuk melawan tapi tidak bisa, kekuatan Lea tidak sebanding dengan Haidar.


Tak lama obat itu beraksi, Haidar tersenyum saat melihat tingkah Lea yang sebentar lagi akan merayunya untuk tidur bersama.


Di mansion Wijaya tampak semua orang mencemaskan nasib Lea yang belum di temukan, Hingga El melacak keberadaan sang adik. Sedikit membutuhkan waktu untuk mendapatkan lokasi yang sangat akurat, usaha El tidak sia-sia, dia menemukan keberadaan Lea di tengah hutan.


"Dapat!" ucap El membuatnya Al, Kenzi, Abian menuju lokasi.


Abian mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, menyalib beberapa kendaraan. Ke empat pria itu sangat marah dengan orang yang berani menyekap Lea, El sangat mengenal siapa orang itu.


"Katakan siapa orang itu?" tanya Abian yang di penuhi amarah.


"Aku melihat jejak pria itu dan sangat hafal, dia adalah Haidar. Pemimpin Black Diamond yang di takuti nomor 2 setelah Black Wolf," jawab El.


"Aku tidak akan mengampuninya," sambung Kenzi.


"Haidar....ingin sekali aku memutilasi tubuhnya itu yang telah berani menculik adik kesayanganku," tambah Al.


Hingga mereka sampai di lokasi itu dengan sangat cepat dan menyelinap untuk masuk.

__ADS_1


__ADS_2