Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 88


__ADS_3

Nathan mondar-mandir di depan pintu ruang operasi, dia mengusap wajah dengan kasar sembari menarik rambutnya. Perasaan cemas akan keselamatan istri dan juga bayinya, "kenapa ini bisa terjadi kepadaku? kenapa aku selalu di uji? ya tuhan....tolong selamatkan anak dan juga istriku, aku tidak ingin kehilangan salah satu dari mereka," ucap Nathan yang menundukkan kepala.


Tak lama, twins L dan Abian datang ke rumah sakit membawa semua orang. Wijaya menghampiri sang anak dan menenangkannya, "berdoalah, tidak akan terjadi apa-apa."


Sementara Al dan El meneteskan air matanya, mereka tidak sanggup jika harus berpisah dengan Dita. Apalagi Abian yang juga menangis, karena dia tidak ingin kehilangan Ibu angkat yang sangat dia sayangi. Semua orang sedih dengan keadaan Dita, sedangkan Naina menenangkan ketiga anak kecil.


"Nana, Ibu pasti selamatkan?" ucap Al di sela tangisnya.


"Ssttt....jangan katakan apa pun lagi, kita berdoa untuk keselamatan Ibu kalian."


"Bagaimana dengan nasib adik yang ada di perut Ibu?" lirih pelan El yang juga menangis.


"Kita harus optimis, jangan memikirkan hal yang buruk. Kalian adalah anak laki-laki, berhentilah menangis." Naina memeluk twins L dan juga Abian. Semua orang sedih dengan masalah yang baru saja mereka lalui, hingga dokter keluar dari ruangan operasi.


Nathan sangat antusias untuk menghampiri Antoni, "bagaimana keadaan mereka? apa Dita baik-baik saja? dan bagaimana dengan anak kami? ayo katakan, KENAPA KAMU DIAM?" desak Nathan yang meninggikan suara, hingga semua orang tersentak kaget.


"Selamat, anakmu lahir dengan selamat dan berjenis kelamin perempuan, " ucap Antoni yang menghela nafas dengan kasar.


"Syukurlah anakku lahir dengan selamat...." Nathan tersenyum bahagia, "bagaimana dengan istriku, apa keadaannya baik-baik saja?" Nathan melanjutkan perkataannya.


Semua orang menatap Antoni dengan raut wajah serius dengan penuh harapan, Antoni menatap satu persatu keluarga Wijaya dan menghela nafas dengan kasar sembari Menggelengkan kepalanya dengan sangat pelan.

__ADS_1


"Maafkan aku."


"Apa maksudmu berkata begitu?" sahut Nathan yang menatap dengan tajam ke arah Antoni.


"Dita tidak bisa di selamatkan." Seakan waktu terhenti, membuat semua orang syok akan penuturan dari Antoni, Nathan mengepal tangannya dengan sempurna dan memukul wajah Antoni dengan sangat keras.


"Aku tidak suka dengan candaan mu ini, mana mungkin istriku meninggalkan aku?" ucap Nathan yang tertawa dan seketika menangis.


"Aku mengatakan yang sebenarnya," teriak Antoni yang mengguncang tubuh Nathan.


"Kamu berbohong, akan aku buktikan kepada semua orang. Jika, istriku masih hidup," cetus Nathan yang menerobos masuk.


Semua orang menangis mendengar kabar kematian Dita, bahkan twins L dan Abian menangis sangat keras. Baru saja mereka bahagia, dan dengan cepat kebahagiaan itu berubah tangisan kehilangan. Lilis dan Novi yang mendengar kematian Dita seketika terkulai lemas dan pingsan.


"Nathan, sadarlah! istri mu sudah tiada, dia sudah meninggal dunia," jawab Antoni yang meninggikan suaranya. Nathan tertawa menyeramkan dengan matanya yang memerah menatap tubuh Dita dan memeluknya, dan dengan semangat Nathan menghampiri Antoni.


"Dimana anak perempuanku?" desak Nathan, semua orang melihat sikap Nathan yang berubah-ubah karena tekanan batinnya. Twins L dan Abian menerobos masuk setelah memberanikan diri untuk melihat adik yang baru saja lahir dan memastikan Ibunya yang telah tiada.


Nathan menggendong bayinya yang baru lahir dan mengecupnya, "kamu sangat cantik, sama seperti ibumu. Ayo bantu Ayah untuk membangunkan Ibumu yang nakal itu," ujar Nathan yang menatap bayinya dengan sendu.


"Sayang bangunlah, mau sampai kapan kamu akan tertidur. Bukalah mata mu, dan lihatlah putri kecil kita, dia sangat cantik sepertimu. Dita....Dita....DITAAA," teriak Nathan yang menekan Nama istrinya, hingga bayi yang malang itu menangis setelah mendengar teriakan Ayahnya.

__ADS_1


Antoni dengan cepat mengambil bayi itu dan memberikannya kepada Naina, ini pertama kalinya dia melihat Nathan seperti orang gila. "Sayang bangunlah, jangan bercanda denganku. Aku sangat takut kehilanganmu, bukalah mata mu! ku mohon," lirih pelan Nathan yang menggenggam tangan kanan Dita.


Twins L dan Abian tak kuasa dengan kejadian ini, hingga mereka memeluk sang ibu dengan begitu erat dan menangis sesegukan."Ibu jangan tinggalkan kami," ucap Al.


"Kenapa Ibu pergi? kami berjanji tidak akan nakal lagi, ayo bangun lah Bu," sambung El.


"Aku tau artinya keluarga dan juga kasih sayang dari seorang Ibu, jangan tinggalkan kami. Aku sangat menyayangi mu Ibu," tambah Abian.


"Kamu lihat itu! mereka sangat membutuhkan mu, dan aku juga. Bagaimana aku menjalani kehidupanku tanpa mu," seloroh Nathan yang menangis.


Daniel dan Bara sangat khawatir dengan keadaan Nathan yang terlihat depresi, mereka menatap sendu ke arah keluarga kecil itu. Seakan tau, Daniel mencari pelaku tabrak lari dengan menggunakan akses dunia hitam dan bantuan dari anggota inti dari Zean. Pasukan elit dari Tiger Black Wolf membuat pencarian sangat mudah, hanya butuh 1 jam dapat menemukan pelakunya. Zean, Bara, dan Daniel telah menemukan dalang dari kecelakaan berencana, mereka menyiksa orang itu hingga babak belur.


Nathan mengambil bayi nya yang baru lahir, dan menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur. Semua orang hanya menatap Nathan dengan sendu dan sedih yang bercampur.


Karena keputus-asaan nya, Nathan meletakkan bayi nya di atas dada Dita, bayi itu menangis sangat keras seakan tau apa yang baru saya dia lewati. Elektrokardiograf adalah sebuah alat yang dapat merekam aktivitas elektrik di dalam jantung itu kembali mendeteksi detak jantung Dita yang berjalan normal. Nathan seakan tak percaya, apa yang baru saja dia lihat adalah kenyataan. Keajaiban datang kepadanya, Nathan tersenyum dan meminta Antoni untuk segera memeriksa.


"Aku baru melihat keajaiban ini selama hidupku, ini sangat mustahil tapi ini sangat nyata. Ikatan batin seorang ibu dan anak sangatlah kuat," ucap Antoni yang selesai memeriksa Dita, dia sangat kagum dan juga salut dengan ikatan ibu dan anak.


"Jadi, bagaimana dengan kondisi Ibuku, Paman dokter?" celetuk El yang sangat antusias.


"Ibu kalian hanya mengalami mati suri, kalian sangat beruntung. Kejadian ini sangatlah langka, dan kondisi pasien sekarang baik-baik saja. Hanya saja...." perkataan Antoni terputus membuat Nathan sangat penasaran bercampur kesal.

__ADS_1


"Cepat katakan, jangan membuatku penasaran dan juga khawatir," bentak Nathan.


"Hem, keadaan istrimu sekarang koma. Aku tidak tau pasti kapan dia akan sadar, percayakan ini ke yang maha kuasa. Semua ini terjadi berkat yang di atas, aku pamit undur diri dulu," ucap Antoni yang berlalu pergi.


__ADS_2