Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 51


__ADS_3

Pria tampan itu semakin mendekat ke arah twins L, dia menyamakan tingginya dengan Al dan El seraya mencengkram dagu kedua anak malang itu.


"Aku tidak menyangka, jika kalianlah pelakunya. Dengan wajah yang menggemaskan dan juga polos, mampu menipu banyak orang, " ucap pria itu yang melepaskan cengkraman nya dengan kasar.


"Kami tidak takut dengan siapa pun, perusahanmu banyak merugikan orang lain, " cetus Al yang menatap tajam.


"Selama ini, tidak ada yang berani bermain-main dengan ku. Kalian berdua tidak akan bisa lolos dari tempat ini, " ujar pria itu tertawa menyeramkan.


"Kami tidak takut dengan mu, " sahut El dengan ketus, membuat pria itu menatap tajam El.


"Alvin, " teriak pria itu yang tak lain adalah Zean. Mendengar namanya di panggil oleh atasannya, dengan cepat dia menghampiri ke asal suara.


"Iya, tuan. "


"Cepat kamu urus dua tikus kecil itu, " perintah Zean yang pergi meninggalkan tempat itu.


"Baik, tuan, " Alvin menjalankan tugasnya dengan sangat baik, dia memerintahkan bawahannya untuk memindahkan twins L menuju penjara besi yang berada di markas mereka, sementara Alvin menyusul sang atasannya.


Al dan El saling melirik satu sama lain, mereka tersenyum karena bisa mendapatkan cela untuk melarikan diri. "Paman, kemana kalian membawa kami? " ucap El dengan polos.


"Kalian akan di bawa ke penjara besi, jika kalian masuk kesana. Maka, kalian tidak pernah kembali, " sahut pria berbadan kekar sembari menyeret twins L.


"Apa isi dari penjara besi itu, paman? " tambah Al.


"Ck, kalian ini banyak bertanya! Tapi baiklah, akan aku jelaskan. Di sana tempat penangkaran buaya."


"Apa tempat itu masih jauh? " sambung El, sebenarnya mereka hanya mengalihkan perhatian, melihat situasi dan membacanya. Berapa banyak orang di tempat itu? dan jalan keluar untuk kabur. Cukup jauh mereka di seret dengan kasar, tak membuat nyali keduanya pudar. Pikiran mereka buyar, saat pria berbadan kekar itu berhenti di depan sebuah pintu kayu jati yang sangat unik. Ternyata bukan hanya 1 pintu, melainkan 3 pintu yang sangat kuat.

__ADS_1


Twins L bisa melihat ada begitu banyak buaya di sana, jika mereka tafsirkan sekitar puluhan buaya yang kelaparan.Akhirnya, Ikatan tali yang melilit tangan Al sudah terlepas, pria berbadan besar itu ingin melempar twins L ke dalam penangkaran buaya. Tapi sayang, pria itu kalah cepat dengan Al yang berhasil menotok tubuhnya hingga tidak bisa bergerak selama beberapa detik.


El yang mendapat cela, tidak menyia-nyiakan nya. Dia menendang pria itu hingga menjadi santapan para buaya yang kelaparan, twins L melihat bagaimana para buaya mengoyakkan mangsanya menggunakan gigi tajam nan runcing itu.


Al melepaskan ikatan tali di tangan adiknya, mereka segera pergi meninggalkan penjara besi dengan cara mengendap-endap. Setelah situasi cukup aman, mereka mencari pintu keluar dari markas itu. Tapi sayangnya, ada penjaga yang melihat mereka.


"Sial, " umpat Al yang menghela nafas dengan kasar. Mereka menghindari para pria berbadan besar yang mengejar mereka, twins L saling melirik satu sama lain dan mulai berpencar. Al berlari sebelah kanan, sementara El berlari sebelah kiri. Hingga mereka bisa membagi para penjahat itu menjadi 2 tim, keadaan yang gelap dan juga luas membuat twins L di untungkan dengan itu.


Al berhenti membuat 5 orang pria itu ikut berhenti, "sudah cukup main-mainnya, " ucap Al yang pemanasan dengan jari-jarinya.


"Hei, anak kecil. Kamu tidak akan bisa lari dari tempat ini, " icap salah satu pria itu.


"Oh ya, mari kita buktikan. " Al berlari dan menginjak sebuah kursi agar sebagai patokannya untuk menjangkau wajah pria itu. Perkiraan Al sangat tepat, hingga pria yang terkena pukulannya tersungkur dengan pipi yang lebam dan juga bengkak, para pria itu geram dengan Al yang membuat teman mereka terkapar tidak berdaya hanya dalam satu pukulan saja.


"Dasar anak kecil, sialan. Kita serang dia beramai-ramai, " usul salah satu pria itu. Al tetap tidak goyah, dia tersenyum sangat tipis hingga tidak terlihat jelas.


Penuturan El, mampu membuat para pria itu marah, dan menyerang El secara bersama-sama.


El tidak takut dengan banyaknya orang yang akan melawan dengan tubuhnya yang kecil, "menyerang seorang anak kecil sepertiku, apa perlu menyerangnya bersama-sama? dasar pengecut, " ejek El menyeringai.


"Jangan banyak bicara, " jawab salah satu pria itu, mereka menyerang El secara bertubi-tubi.


Ilmu yang di berikan dan di ajarkan Bara sangatlah berguna dengan kondisi yang genting saat ini, hingga mereka mampu mengalahkan para pria itu. Twins L tidak tau, jika yang mereka kalahkan hanya 2 persen dari penghuni markas.


Twins L bertemu di sebuah ruangan yang gelap, mereka berusaha mencari jalan keluar dari tempat pengap itu. Di saat mereka menemukan pintu keluar, dengan cepat Alvin menutup akses mereka.


"Kalian cukup hebat juga, " puji Alvin yang tersenyum tipis.

__ADS_1


"Cepat buka pintu itu, kami ingin keluar, " ketus El.


"Tidak semudah itu, TIKUS KECIL, " jawab seseorang yang mendekat ke arah mereka.


"Kau lagi, " ujar twins L bersamaan sambil menghela nafas dengan kasar.


"Wow, selain ahli IT, ternyata kalian juga ahli dalam bela diri, " tutur Zean tanpa ekspresi.


"Tentu saja, " sahut El yang membanggakan dirinya.


"Sepertinya ini sangat seru, setelah aku melihat aksi kalian yang memukau di Cctv, " seru Zean.


****


Nathan menenangkan Dita dan memintanya untuk pulang ke mansion. "Sayang, tenangkan dirimu. Lebih baik kamu tenangkan diri ke mansion, " usul Nathan.


"Bagaimana aku bisa tenang, kedua anakku menghilang. Biarkan aku ikut mencari mereka, " pekik Dita di sela-sela tangisannya. Nathan memegang pipi istrinya yang lembut dengan kedua tangannya, menatap malam manik mata Dita.


"Sayang, dengarkan ucapan ku. Pulanglah ke mansion, biarkan aku dan Daniel yang mencari mereka. Kami akan pulang dengan membawa kedua putra kita. " Ucapan Nathan membuat tangisan Dita terhenti.


"Apa kamu berjanji?. "


"Aku berjanji, sayang. Pulanglah, aku akan mengurus semua ini."


Sesuai titah Nathan, Dita terpaksa pulang sambil menunggu kabar kedua putranya, sementara Daniel dan Nathan melakukan pencarian. Daniel yang berkutat dengan laptopnya, berusaha melacak keberadaan twins L.


Tak butuh waktu yang lama, Daniel berhasil menemukan lokasi di mana Al dan El di sekap. Sebenarnya Lokasi itu cukup sulit di lacak, karena kepintaran Nathan yang berhasil menemukan tempat itu. Nathan membesarkan pupil matanya, yang mengetahui tempat itu yang tak lain adalah markas Mafia.

__ADS_1


__ADS_2