
Fokus bekerja tanpa ada kesalahan merupakan hal yang penting bagi Al, Menatap layar laptop dengan sangat teliti. Pintu di ketuk menghentikan pekerjaannya, "masuk," balas Al tanpa menoleh.
Seorang wanita cantik memasuki ruangan dengan membawa beberapa berkas, "ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani tuan," ucap Cantika yang meletakkan berkas itu di dalam atas meja kerja sang atasan.
"Hem, apa ada lagi?"
"Tidak tuan," sahut Cantika dengan sangat antusias.
"Buatkan aku kopi, sekarang!" titah Al tanpa menoleh.
"Saya tuan?"
"Di sini hanya ada kamu, cepat buatkan aku kopi."
"Aku akan memanggil office Boy dan memintanya untuk membuatkan kopi untuk anda tuan," tolak Cantika.
"Apa kamu tuli? aku meminta mu bukan orang lain, cepat buatkan atau aku akan memecatmu," cetus Al yang menatap Cantika dengan dingin.
"Baik tuan," jawab Cantika yang meninggalkan ruangan presdir dengan berjalan tergesa-gesa sembari mengumpati Al dengan sumpah serapah.
"Ck, dia selalu saja menyuruhku ini dan itu. Begitu banyak office boy dan office girl di sini," batin Cantika yang terus mengomel tanpa memperhatikan kopi buatannya.
Tak lama, Cantika datang dengan mengetuk pintu sembari merubah raut wajah tersenyum miliknya.
"Masuk." Terdengar suara atasannya yang mempersilahkan untuk masuk, Cantika masuk kedalam dan memberikan secangkir kopi, "ini kopinya tuan." Al dengan cepat menyeruput kopi di dalam cangkir, dan menyemburkan kopi itu mengenai wajah Cantika yang berada di sampingnya.
"Apa yang tuan lakukan? ini sangat panas, " ketus Cantika yang membersihkan wajahnya menggunakan tisu.
"Itu pantas untukmu, cepat minum kopi itu dan katakan bagaimana rasanya."
"TIDAK, aku tidak ingin minum di cangkir yang sama denganmu, tuan."
"Oh ya," jawab Al yang tersenyum menyeringai, di memegang cangkir yang berisi kopi dan memaksa Cantika untuk meminumnya, hingga Cantika juga menyemburkan kopi itu.
"Pantas saja dia menyuruhku untuk mencicipi kopi yang rasanya sangat asin," batin Cantika yang tersenyum menghilangkan kegugupannya.
__ADS_1
"Sangat ceroboh, benar-benar ceroboh. Aku menghukummu berdiri di depanku sebelum aku memerintahkan mu untuk duduk."
"Tapi tuan...."
Ucapan Cantika terhenti saat tatapan tajam dari Al yang menurutnya sangat menakutkan. Hingga dia hanya pasrah dengan hukuman nya sembari menghela nafas dengan kasar.
****
Seseorang di apartemennya sedang terlelap dengan sangat nyenyak, dia terbangun karena ponselnya berdering. Mengangkat telfon seraya menyumpahi orang yang telah mengganggu nya, "Al sialan, dia menelfon di waktu yang salah," gumam El yang mematikan telfon, tanpa menghiraukan seseorang di seberang sana juga mengumpatnya.
El berjalan menuju kamar mandi, membersihkan diri sambil bernyanyi. Dia berjalan menuju dapur sambil nge-Dance dan hanya menggunakan celana pendek tanpa atasan, sembari mendengarkan lagu favorit nya di haedset yang terpasang di kedua telinganya.
El terus saja menari sambil mengikuti irama yang telah dia dengarkan dengan seksama, membuka kulkas dan mengambil minuman dingin serta menuangkannya ke dalam gelas yang tak jauh dari jangkauannya.
Hingga dia berbalik dan melototi matanya saat melihat Lea dan Anna yang sedang menatapnya, El tidak menghiraukan kedua orang itu. Dia memutuskan untuk kembali ke kamarnya sembari menari, sesampainya di dalam kamar El merutuki kekonyolannya.
"Sial, kenapa mereka ada di sana? aku telah kehilangan wajahku," gumam El yang memukul bantalnya.
Lea dan Anna saling menatap dan tertawa terbahak-bahak, "apa itu kakak mu?" tanya Anna yang memegang perutnya.
"Karena aku kalah taruhan dengan nya."
"Semoga saja kamu bertahan bekerja di sini, aku harus pergi dulu. Oh ya, waspada lah kepada orang bodoh itu, " bisik Lea sembari berjalan keluar dari apartemen milik El.
****
Mona mempengaruhi Angela untuk mengikuti rencana liciknya, "ayolah, lakukan ini untuk Mommy. Bukankah kamu menyukai Abian," bujuk Mona.
"Tapi Mom, kakak sudah baik kepada kita. Bagaimana kita melakukan rencana picik itu, aku takut jika sampai ketahuan nanti," tolak Angela.
"Apa kamu yakin? kamu bisa memiliki Abian seutuhnya dan kehidupan kita akan membaik."
"Bagaimana jika ketahuan, aku tidak tau konsekuensi nya, kak Abian terlihat sangat kejam!"
"Itu tidak akan terjadi, karena Abian sangatlah bodoh."
__ADS_1
"Baiklah."
"Itu baru anak Mommy," ucap Mona yang memeluk anaknya.
Angela melakukan sesuai dari rencana sang Ibu yang sangat tamak, dia mencampurkan obat perangsang ke dalam minuman milik Abian dengan dosis yang tinggi, Angela tersenyum tipis membayangkan dia akan bersanding dengan Abian. Tanpa menyadari seseorang mengetahui aksi licik Mona dan Angela, "dasar bodoh, berani sekali dia menjebakku. Lihat bagaimana permainan dariku," gumam Abian yang tersenyum smirk.
Anggela mengetuk pintu ruang kerja Abian dengan membawakan 2 jus untuk Abian dan dirinya. Dia memberikan gelas yang berisi obat perangsang kepada Abian, "ini minumlah kak."
"Hem, apa kamu mengalami kesulitan? semoga kamu betah di sini, aku sudah menganggapmu adik ku sendiri. " Abian mengusap pucak kepala Angela dengan lembut.
"Boleh aku memelukmu kak?"
"Tentu saja, kamu adikku sekarang," jawab Abian yang memeluk Angela.
Dia sangat senang, karena sebentar lagi akan menjadi nyonya Abian, "sekarang minumlah jus itu kak," ucap Angela yang tersenyum manis. Abian melepaskan pelukannya dan menyeruput jus itu hingga habis tak tersisa.
"Jus itu untuk siapa?" tanya Abian yang menunjuk gelas yang masih berisi jus.
"Itu milikku kak," sahut Angela dengan sangat antusias.
"Minumlah, setelah itu keluar dari ruangan ini. Aku ingin menyelesaikan pekerjaan dulu," titah Abian yang tersenyum, membuat Angela terkesima dan dengan cepat menghabiskan jus itu.
Setelah keluar dari ruangan kerja, Mona menarik lengan Angela dan menjauh dari sana. "Bagaimana? apa kamu berhasil?" desak Mona yang tidak sabaran.
"Berhasil Mom," jawab Angela yang tersenyum licik.
Abian melihat jam yang melingkar di tangannya, dia menghitung detik-detik permainan yang akan di mulai. Abian meminta seseorang untuk berada di dalam ruang kerja nya dengan berpenampilan sebagai dirinya.
Angela sedang mengenakan pakaian bikini dan tak lama reaksi obat mulai bekerja, dia merasakan panas di sekujur tubuhnya, "eh, ada apa dengan ku? apa aku salah memberi gelas yang berisi jus itu?" batin Angela yang tidak bisa mengontrol hasratnya. Dia memasuki ruang kerja Abian seraya menggodanya menggunakan tubuh seksinya.
Malam yang sangat sengit bagi keduanya, Angela merasa sangat senang bisa memiliki Abian seutuhnya. Karena merasa sangat lelah, Dan terlelap dengan senyuman di wajahnya.
Di pagi harinya, Angela mengerjapkan mata dan menatap wajah Abian. Betapa terkejutnya dia, saat melihat pria asing tanpa sehelai benang.
"Aaarg, siapa kamu?" pekik Angela yang mendorong tubuh pria itu, membuat semua orang mendatangi asal suara. Betapa terkejutnya Mona dan Farel melihat anaknya dengan tubuh polosnya, serta pria asing yang tersenyum tipis ke arah Abian tanpa di ketahui oleh Farel, Mona, dan Angela.
__ADS_1