Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 64


__ADS_3

Naina yang baru melangkahkan kakinya masuk ke mansion melihat Wijaya yang menelfon dan menjatuhkan ponselnya. Karena khawatir Naina menghampiri Ayahnya dengan langkah tergesa-gesa, "ada apa, Pa?" tanya Naina sambil memegang lengan Wijaya.


"Cepat telfon kakak mu. " Dengan cepat Naina mengeluarkan ponsel dari tas kecil miliknya, mencari nomor kontak sang kakak di layar pipih itu.


"Hallo."


"Kak, Papa ingin bicara."


"Baiklah, ada apa?" tanya Nathan yang cemas.


"Dita mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit Wijaya," tutur Wijaya yang menguatkan dirinya.


Bagai petir di siang bolong, menggambarkan hati Nathan keluh mendengar penuturan dari Ayahnya. Meeting yang sebentar lagi akan dimulai, terpaksa di wakilkan oleh Daniel. Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, menerobos beberapa lampu lalu lintas. Dia tidak menghiraukan keselamatannya saat ini, pikirannya hanya tertuju pada sang istri.


Novi duduk bersender di kursi tunggu, menggenggam kedua tangannya dengan perasaan cemas yang di selimuti kekhawatiran. Tetesan cairan bening selalu saja lolos dari pipinya, "ya tuhan, aku merasa bersalah dengan menantuku itu. Tolong selamat kan dia, aku harus meminta maaf dengannya, " racau Novi yang selalu menyalahkan dirinya.


Tak lama kemudian, semua orang datang ke rumah sakit dengan perasaan kalut. Nathan begitu hancur dengan kejadian yang menimpa istrinya, dia menyalahkan dirinya yang tidak bisa menjamin keselamatan Dita. Twins L duduk diam sambil menangis, Naina memeluk keponakannya itu untuk menenangkan mereka.


"Tenanglah, tidak akan terjadi apa-apa terhadap Ibu kalian?" ucap Naina.


"Tetap saja kami mencemaskan nya Nana, " sahut El di sela-sela tangisannya.


"Kita berdoa saja ya."


Suara pintu yang terbuka itu membuat semua orang mengalihkan perhatiannya, Nathan dengan sigap menghampiri dokter, "bagaimana keadaan istri saya dok?"


"Pasien banyak kehilangan darah dan...." dokter itu menghentikan ucapannya dengan menghela nafas dengan kasar.


"Cepat katakan," teriak Nathan yang sudah tidak sabar.


"Karena cedera di kaki, membuat nona Dita lumpuh." Penuturan dokter membuat semua orang terkejut, terutama Nathan yang sangat syok.


"Apa masih bisa di sembuhkan?"

__ADS_1


"Bisa tuan, lumpuh yang di deritanya bersifat sementara. Saya pamit dulu!" Dokter pergi meninggalkan tempat itu.


Nathan segera masuk ke dalam ruangan dan melihat istrinya yang berbaring dengan tubuh lemahnya, Nathan memegang tangan Dita dan mengecup keningnya dengan sangat lembut.


"Cepatlah sadar, kamu wanita yang sangat kuat. Untuk kali ini, berjuanglah demi aku dan juga kedua anak kita. Sungguh, aku sangat takut jika kehilanganmu, apa jadinya aku tanpa dirimu, Sayang. " Nathan mengecup pipi Dita. Semua orang melihat itu dari balik pintu kaca, lagi dan lagi Novi merasa bersalah. Dia tidak tau, jika anaknya sangat mencintai Dita.


"Maafkan Mama, Nak. Jika saja Dita tidak menyelamatkan ku, mungkin akulah yang terbaring di sana, " batin Novi.


Twins L yang tak tahan lagi, melangkahkan kaki kecilnya masuk ke ruangan sang ibu, memeluk nya dan menangis. Hari ini merupakan hari terburuk bagi mereka, "Ibu cepatlah sadar, kami janji tidak akan nakal, " ucap El dan mengecup kening Dita yang di ikuti oleh Al.


Semua orang masuk ke dalam ruangan itu, Wijaya menghampiri cucunya berusaha untuk menenangkan nya, "jangan bersedih lagi ya, masih ada Opah dan semua orang di sini. Cukup lama kalian berada di rumah sakit, sebaiknya kita pulang. "


"Tidak, kami tetap ingin di sini, " tolak twins L dengan kompak.


"Kalian pulanglah, biarkan Ayah yang menjaga Ibu kalian," pinta Nathan menatap kedua putranya dengan nanar. Awalnya twins L menolak, dan di bujuk oleh semua orang. Tinggallah Nathan sendiri di dalam ruangan itu, mengamati wajah Dita sembari mengelus rambut panjang milik istrinya. Nathan mengangambil benda pipih dari saku celananya untuk menelfon seseorang.


"Hallo."


"Baik tuan. "


Nathan mematikan sambungan telfon dan kembali dengan menatap wajah Dita.Nathan merasa ada yang menusuknya dengan jarum yang sangat kecil, jarum yang menusuk lehernya.


"Siapa yang berani bermain-main denganku? " gumam Nathan dengan setengah kesadarannya, dia bisa melihat beberapa pria berbaju hitam, yang dia yakini sebagai anggota Mafia Tiger.


Nathan yang hanya sendiri, berusaha untuk melawan serangan dari pria berbaju hitam. Bisa saja Nathan mengalahkan mereka dengan sangat mudah, tapi jarum yang mengenainya, membuat langkahnya terhambat.


Dia melukai tangannya agar tidak kehilangan kesadaran, melawan para pria berbaju hitam yang ingin menculik Dita.


"Berani sekali kalian ingin membawa istriku pergi, " seloroh Nathan yang menumbangkan para pria berbaju hitam. Jarum kecil itu kembali mengenai leher dan membuatnya kehilangan kesadaran dan pingsan.


****


Seorang pria tampan tertawa dengan kemenangannya, yang mengalahkan Nathan dengan sangat mudah, "Nathan yang bodoh dan juga malang, sebentar lagi Dita akan menjadi istriku, " ucap Pria itu dengan tawa yang menggelegar. "Alvin, " panggil pria itu yang tak lain adalah Zean.

__ADS_1


"Iya tuan."


"Siapkan keperluan untuk Tata ku, berikan dia perawatan dan dokter yang terbaik untuknya, " ucap Zean tanpa menoleh.


"Baik tuan. "


Zean sangat senang dengan rencananya yang berjalan dengan mulus, mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dia mengetahui kabar buruk yang Dita alami, dia tidak bisa menahan dirinya untuk menculik Dita dan ingin membawanya jauh dari Nathan.


"Nathan tidak bisa menjagamu dengan baik, Tata. Maka biarkan aku yang akan menjagamu, kita akan memulai hidup yang baru, jauh dari mereka. Hanya kita berdua!" ucap Zean yang menatap Dita dengan nanar.


"Alvin, " pekik Zean yang memanggil tangan kanannya.


Dengan bergegas, Alvil berlari untuk menghampiri asal suara, "iya tuan, ada apa?"


"Urus ke berangkatan kita keluar negri, dan bawa beberapa dokter untuk pergi bersama kita, " cetus Zean dengan tegas.


"Baik tuan. "


Zean tersenyum menyeringai, karena sebentar lagi dia akan membawa Dita pergi jauh dan tidak bisa di lacak oleh Nathan.


****


Nathan menjadi panik karena Dita di culik oleh anggota Zean, melacak lokasi keberadaan Dita saat ini. Bukan hanya Nathan, tetapi twins L mengerahkan seluruh kemampuan mereka untuk mendeteksi keberadaan sang ibu.


"Bagaimana? apa kamu sudah menemukan lokasi Ibu?" ucap Al yang menatap El.


"Aku masih berusaha, berikan aku waktu. Ini semua salah Ayah, jika saja mereka tidak meminta kita untuk pulang, mungkin hal ini tidak akan terjadi, " cetus El.


"Sudahlah, jangan menyalahkan siapa pun. Cepat kerjakan tugas mu, " jawab Al.


Nathan yang terus saja berkutat dengan layar pipih di hadapannya serta jari-jari yang sangat cepat, karena kecerobohannya membuat Dita di culik. Tak ada usaha yang sia-sia, akhirnya Nathan mendapatkan lokasi Zean. Kali ini, Nathan tidak ingin membuat kesalahan lagi.


"Aku akan memberimu hukuman yang telah menculik istriku ZEAN ANDERSON" gumam Nathan yang mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2