Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 62


__ADS_3

Naina begitu kesal dengan pria di belakangnya yang selalu mengikuti langkahnya, dia menoleh dengan raut wajah tak bersahabat, "jangan membuat aku semakin kesal dengan mengikuti ku, " ketus Naina. Bara menghentikan langkahnya dan menatap Naina dengan santai, "memangnya kenapa?"


"Masih bertanya kenapa?, batas kesabaran ku sudah habis, " jawab Naina yang mengipasi wajahnya menggunakan tangan. Dia berlari dan menginjak kaki bara menggunakan sepatu high heels yang dia kenakan,Bara merintih kesakitan dan melihat Naina yang sudah jauh sambil menjulurkan lidah kepadanya.


"Dasar gadis Bar-bar, lihat saja nanti, " gumam Bara yang pergi meninggalkan tempat itu.


****


Pria tampan yang sudah rapi dengan setelan jas yang melekat di tubuhnya, serta menyemprotkan parfum untuk menambah kesannya. Dia adalah Daniel, yang sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Karena sangat jenuh jika berada di apartemen nya, memutuskan untuk berangkat ke kantor.


Hari yang sangat menyenangkan baginya, mengendarai mobil menuju gedung pencakar langit. Melangkahkan kaki dengan sangat elegan, para bawahan menyapanya dengan sangat baik. Senyum yang selalu terukir di wajahnya tak luntur, hingga memasuki ruangan Nathan yang baru saja menelfonnya.


Pintu terbuka mengalihkan perhatian semua orang yang berada di ruangan itu. Yah, di sana ada Nathan dan istrinya Dita serta kedua putra kembar mereka.


"Ada apa memanggilku?" ucap Daniel dengan wajah tersenyum.


"Akhirnya kamu masuk kantor juga, bagaimana dengan kondisi mu? " tanya Nathan yang merangkul Daniel menuju sofa empuk dan duduk di sana.


"Jangan cemas, aku sudah lebih baik sekarang. "


"Bagus."


"Oh ya, kenapa kamu memanggilku kesini? "


"Karena kamu sudah sembuh, maka aku ingin membebaskan mu selama sehari dengan berkas-berkas itu, " jelas Nathan.


"Jadi? jika aku tidak bekerja, lalu aku harus apa? aku sangat bosan di apartemen, " racau Daniel.


Nathan tersenyum smirk menatap sang sahabat, "karena aku sedang berbaik hati kepadamu, aku ingin kamu menjaga kedua putraku. "


"Tidak, lebih baik aku mengerjakan tumpukan berkas dari pada menjaga anak-anakmu. Lebih baik kamu titipkan saja dengan orang lain, tolak Daniel yang berdiri, dengan cepat Nathan mencekalnya untuk tetap duduk di sofa.


"Itu suatu prestasi buatmu, yang bisa menjaga pewaris dari orang terkaya di kota ini. Dan aku tidak mempercayai siapa pun selain kepadamu, " bujuk Nathan.


"Memangnya kalian mau kemana?" ucap Daniel yang menghela nafas dengan kasar.

__ADS_1


"Tentu saja ingin berkencan dengan istriku, dan menambah kecebong baru, " ucap Nathan dengan berbisik.


"Terserahmu saja, jika aku menolak kamu tetap memaksaku."


"Tepat sekali, kami pergi dulu. Jaga kedua anakku dengan sangat baik, jangan sampai mereka tergores atau aku akan menggantungmu, " ancam Nathan.


"Sayang, Ibu pergi dulu Kalian jangan nakal kepada Paman Daniel, " tutur Dita dengan lembut.


"Baik ibu," sahut Al.


"Dan Ayah jangan lupa untuk mengembalikan ponsel itu kepada kami, sesuai kesepakatan kita," sambung El yang menatap Nathan dengan tegas.


"Tidak masalah, selama kalian tidak menganggu kencan Ayah dan Ibu. "


"Pergilah, jangan lupa dengan program baru yang Ayah buat untukku, " tambah Al.


"Baiklah." Daniel dan twins L melihat kepergian Dita dan Nathan yang menghilang dari balik pintu. Daniel melihat ekspresi dari twins L yang sangat antusias, "kenapa kalian menatapku begitu?"


"Kami ingin bermain di taman, ayo kita kesana!" ajak Al yang di iyakan oleh El.


****


Dita dan Nathan bergandengan dengan mesra menuju sebuah tempat romantis yang telah di siapkan oleh Nathan sebelumnya, mereka menghabiskan waktu bersama.


"Apa tidak masalah jika kita menitipkan Al dan juga El, " ucap Dita.


"Aku mempercayai Daniel sepenuhnya. "


"Jujur aku tidak bisa mempercayainya, kamu tau sendiri bagaimana sikap nakal twins L. "


"Tidak mungkin kita membawa mereka kesini, mereka akan merusak moment ini," jawab Nathan yang menatap mata istrinya.


"Bukan begitu, hanya saja aku sudah memikirkan orang yang tepat untuk menjaga kedua anak kita."


"Siapa?" tanya Nathan yang menautkan alis.

__ADS_1


"Nurma, dia asistenku di butik dan juga sahabat baikku, " tutur Dita yang mengambil ponselnya.


"Mau menelfon siapa, hem!" Nathan menghampiri Dita dan memeluknya dari belakang.


"Aku ingin menelfon Nurma, dan mengatakan untuk menjaga twins L."


"Biar aku bantu untuk mencari keberadaan Daniel dan anak-anak sekarang, " Nathan melepaskan pelukannya dan mengambil ponsel, menelfon keberadaan Daniel dan twins L. Setelah menyelesaikan ke khawatiran Dita, mereka melakukan hal selayaknya yang di lakukan suami istri.


****


Daniel sangat kerepotan dengan twins L yang berlarian, "Jangan berlarian, " pekik Daniel. Twins L tidak menghiraukan Daniel dan berlarian kesana kemari, membuat Daniel kelimpungan menjaga mereka.


"Mereka membuat aku kelelahan, lebih baik aku duduk di sini saja, " gumam Daniel yang mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang tersedia di taman. Karena keasikan berbalas pesan, melupakan keberadaan twins L.


"Ya ampun, aku melupakan dua kutu itu. Jika Nathan sampai mengetahuinya maka, habislah aku!" gumam Daniel yang memasukkan ponsnya ke dalam saku dan celingukan mencari twins L yang menghilang di taman. Dia sedikit kesulitan dengan ramainya pengunjung di sana, dan akhirnya dia bernafas dengan lega di kala melihat keberadaan twins L yang sedang berbicara dengan seorang wanita.


Daniel sangat takut, jika itu suruhan dari Zean atau penjahat yang ingin menculik twins L. Daniel mempercepat langkahnya dan menghampiri wanita yang bersama twins L. "Kamu siapa? apa kamu ingin menculik mereka," tuduh Daniel kepada wanita itu sembari melirik twins L dengan pelototan mata.


"Aku tidak berniat untuk menculik mereka, " ketus wanita itu yang menoleh menatap tajam Daniel. Tatapan menyelidik seketika berubah dengan tatapan memuja, bagaimana tidak! wanita di depannya ini sangatlah cantik dan termasuk kategori wanita idamannya. Daniel mengubah ekspresinya dengan tegas, membuat twins L menatap kedua orang dewasa itu dengan bingung.


"Baiklah, jika kamu tidak berniat menculik mereka. Lalu, kenapa kamu bisa bersama mereka? "


"Karena kamu sangat lalai menjaga Al dan juga El, untung saja Dita meminta ku kesini. Firasat seorang Ibu tidak pernah salah, " sahut wanita itu dengan tegas.


"Kalian mengenai nona ini? " tanya Daniel yang penasaran.


"Tentu saja, dia sahabat Ibu dan juga asistennya di butik, " jelas Al.


"Dasar ceroboh! Untung aku bertemu dengan mereka, jika sampai mereka menghilang, mungkin kamu hanya tinggal nama, " ketusnya.


"Heheh.... maaf, perkenalkan namaku Daniel. Tangan kanan dari NATHAN WIJAYA, orang terkaya nomor 1 di kota ini, dan siapa namamu?" ucap Daniel yang mengulurkan tangan.


"Tidak penting, ayo kita bermain di sana, " ajak Nurma dengan ketus dan pergi dari tempat itu.


"Walaupun dia sangat galak, tapi kecantikannya menutupi hal itu. Dia wanita idaman ku, akan aku ketahui namanya nanti, " batin Daniel yang tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2