
El terus mengejar mobil itu dan sesekali menembak, ada dua orang berjas hitam melakukan serangan balik. Mereka duduk di jendela mobil dan menembak El yang terus menghindar. Bukan hanya dua penembak yang di hadapi oleh El, melainkan 3 orang. Yang ketiganya adalah ketua dari musuh yang menembak lewat atap mobil sport, El sedikit kewalahan 3 penembak jitu sekaligus.
El terus mengejar tanpa henti, membalas setiap serangan dari musuh, menambah kecepatan motornya sambil menghindari tembakan itu, sang ketua musuh berhasil melukai lengan El yang mengeluarkan darah yang terus mengalir, mengambil sebuah pistol yang dia rakit sendiri dan menembakkan tepat di belakang mobil.
Ketua musuh itu tersenyum kemenangan dan melambaikan tangan dengan elegan saat menatap El yang sudah tidak mengejarnya.
"Dasar bodoh, kemanapun kalian pergi aku akan menemukan nya," batin El yang tersenyum tipis sembari menatap pistol yang hanya berisi 3 buah peluru yang telah di lengkapi GPS yang sangat akurat.
El membalut luka di lengan nya dengan robekan dari bajunya, kemudian memasang kacamata hitam yang dapat melacak keberadaan musuh. Dia terus mengikuti dan melewati jalan pintas, hingga melihat mobil yang menjadi targetnya membuat El tersenyum tipis sembari memblokir jalan musuh.
Mobil itu berhenti dan keluarlah sekitar 5 orang yang salah satunya sang ketua, "menyingkirlah! jangan mengganggu jalanku," ucap sang ketua musuh bernama Tristan.
"Ck, berani sekali kamu mengatakan hal itu padaku? yang ingin mengambil senjata rancanganku sendiri, dan melakukan hal yang sangat menjijikkan dan mengepung bawahanku? " jawab El yang turun dari motor, merapikan rambutnya dan juga pakaian.
"Bukan urusanmu," sahut ketua musuh yang menatap El dengan sengit.
"Heh, tentu saja menjadi urusanku. Jangan banyak bicara, ayo serang aku!" ucap El dengan tenang dan santai.
Sang ketua musuh memberi kode tangan yang membuat El di keroyok oleh 4 orang secara bersamaan, El telah menyiapkan segalanya. Banyak senjata yang terselip di tubuh pria tampan itu, karena dia telah menyiapkan segalanya.
Keempat para bawahan Tristan mengepung El dari segala sisi, mereka ingin memukul wajah si target secara bersamaan. Dengan cepat El berjongkok membuat pukulan mengenai masing-masing mereka. El menyerang saat keadaan mulai lengah, hingga akhirnya keempat pria bawahan dari Tristan terkapar tak berdaya.
"Aku sudah mengalahkan bawahanmu, ayo bermainlah bersamaku," ujar El yang menggerakkan jarinya menatap Tristan tersenyum devil.
"Aku Tristan, tidak akan pernah takut dengan mu," tantang nya.
"Sepertinya aku tidak pernah membuat kesalahan padamu, kenapa kamu mengusikku?" tanya El.
"Karena dosamu sangat banyak hingga melupakan kesalahanmu yang selalu meretas perusahaan orang lain, dan aku hanya membalasnya," tutur Tristan dengan santai dan mengangkat kedua bahunya.
__ADS_1
"Aku hanya meretas perusahaan yang berbuat curang saja, lawan aku dengan semua kemampuanmu. Jika kamu menang, maka ambillah seluruh senjata yang ingin aku impor itu."
"Itu mudah." Tristan mendekati El dengan memulai serangannya yang dengan cepat di cekal oleh El dan membalikkan serangan mengenai perutnya tanpa ampun.
"Apa hanya segitu saja kemampuanmu? gaya bicaramu tidak sebanding dengan keahlian yang kamu miliki," kata El yang membenturkan kepala Tristan di lututnya.
Tristan mencoba untuk melawan, tapi keahlian El tidak bisa di remehkan yang sangat brutal membuatnya babak belur. "Siapa yang menyuruhmu untuk melakukan ini?" bentak El yang mengunci pergerakan Tristan.
"Itu hanya kemauan ku sendiri yang membalaskan dendam ini."
"Dasar pembohong, kamu tidak bisa menipuku. Mana ada ketua payah sepertimu, jangan membuang waktuku atau leher ini akan terlepas dari wajahmu," ancam El menggunakan sebuah belati di tangannya.
"A-akan aku katakan, Alan yang memintaku untuk melakukan hal ini," ucapnya yang gugup.
"Oho, ternyata kamu bekerja dengan si cupu itu. aku akan membalas perbuatanmu ALAN!" ucap El dengan lantang dan menggores leher Tristan dengan secepat kilat.
****
Hubungan Caroline dan Zean semakin dekat, tumbuh benih-benih cinta di antara janda dan duda beranak satu. Awalnya Zean tidak menyukai Caroline, tapi semua pikiran buruknya tersangkal dengan sifat dan tingkah laku Caroline yang sangat lembut yang dapat meluluh hati seorang Zean sang pemimpin Mafia Tiger.
Benih cinta tumbuh karena terbiasa, Zean yang jarang tersenyum kini dapat tersenyum saat menghabiskan waktu bersama Caroline yang hanya seorang wanita pembunuh bayaran.
Caroline akhirnya bisa berdamai dengan masa lalu yang membuat perilakunya sangat buruk, begitupun dengan Zean yang bisa menerima kematian Raya, wanita yang menjadi cinta pertamanya.
Mereka sekarang makan malam romantis di mansion milik Zean yang telah di persiapkan olehnya, Zean terus menatap Caroline tanpa berkedip sedikit pun.
"Kenapa kamu menatapku begitu? apa riasanku ada yang salah?" ucap Caroline yang menatap Zean.
"Tidak ada yang salah dengan itu, kamu terlihat sangat cantik malam ini," puji Zean membuat Caroline tersenyum manis.
__ADS_1
"Kamu juga sangat tampan."
Zean mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi cincin berlian yang sangat mahal dan menyodorkan di hadapan Caroline.
"Aku merasa sangat nyaman dengan mu, apalagi sikapmu yang bisa meluluhkan hati ku yang seperti batu ini. Aku hanya percaya jika cinta itu hanya datang sekali, tapi tidak tau kenapa kamu mematahkan prinsipku. Caroline, maukah kamu menikah denganku dan menghabiskan seluruh waktumu bersama ku?" ucap Zean yang menatap Caroline dengan cinta.
Caroline terkejut mendengar jika Zean menyatakan perasaannya, "apa kamu sedang bercanda?"
"Tidak, aku sangat serius dengan perkataanku. Aku membutuhkan kehadiranmu, dan Mommy untuk Rayyan."
Caroline tampak berpikir membuat Zean sedikit khawatir dengan kata penolakan dari wanita yang membuka hatinya dan bahkan dia selalu membayang wajah Caroline.
"Jujur saja, jika aku juga mencintaimu. Aku juga butuh seorang suami dan juga Daddy dari Abian, aku mau menikah denganmu," ucap Caroline membuat Zean bahagia dan memeluk wanita itu dengan sangat erat.
Kabar bahagia itu membuat Zean ingin memberi tau Rayyan begitupun dengan Caroline yang ingin membagi kabar itu kepada Abian.
Abian dan Rayyan saling melempar tatapan sinis saat mereka kembali di pertemukan.
"Mom, kenapa memanggilku kesini?" ucap Abian yang menatap Caroline.
"Hawa di sini sangatlah panas," cetus Rayyan yang melirik Abian.
"Ada kabar bahagia yang ingin kami berikan kepada kalian," ucap Zean yang tersenyum menatap Caroline dan memeluknya dengan mesra.
"Daddy sangat mengkhawatirkan Rayyan yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tua yang utuh, dan untuk itu, Daddy dan Caroline akan segera menikah," terang Zean.
"Dan kalian akan menjadi saudara, memulai awalan yang baru untuk kita berempat, " sambung Caroline dengan antusias.
"APA?" ucap Abian dan Rayyan serempak.
__ADS_1