Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 159 ~ S2


__ADS_3

El hanya duduk di sofa empuk dan menonton televisi dengan memakan kripik kentang di dalam toples. Karena merasa kurang nyaman dengan posisi itu, dia mencoba untuk merebahkan tubuhnya di sofa sembari melihat film kartun Doraemon kesukaannya.


Bukan hanya ada El, tetapi ada 2 orang pasukan inti Black Wolf yang memenuhi apartemen mewah itu. El tertawa sangat keras membuat perhatian kedua bawahannya menatap seakan tak percaya dengan yang mereka lihat.


"Apa itu benar-benar King?" celetuk Audrey yang melirik Roger.


"Aku sangat yakin jika King sedang kesurupan kun....kun....kun apa ya?" tukas Roger yang tampak berpikir.


"Kunci?" sela Audrey.


"Bukan, hantu wanita yang berdaster putih."


"Kuntilanak?"


"Itu maksudku," ucap Roger yang mendapat toyoran di kepalanya.


"Dasar bodoh, jangan membicarakan hal ghaib di sini. Lihatlah dengan jelas, King sedang menonton kartun favorit nya."


"Heheh....karena aku tidak pernah melihat King tertawa begitu. Bisa jadi kesurupan," ucap Roger dengan sangat antusias yang lagi-lagi mendapatkan reward yang kali ini sepatu yang melayang mengenai kepalanya.


"Berani sekali kamu membicarakan aku di belakang."


"Maaf King," ucap keduanya yang serempak.


"Akan aku maafkan, tapi kalian harus duduk di sebelahku dan menonton televisi," ucap El.


Roger dan Audrey menimbang-nimbang perkataan dari pemimpinnya, sebenarnya mereka sangat malas untuk menghabiskan waktu ke hal-hal yang tidak berguna seperti menonton televisi yang di lakukan oleh pemimpin nya. Dan jika menolak, maka nyawa mereka akan terancam.


"Baik King." Roger dan Audrey duduk bersebelahan yang posisinya El berada di tengah, jika El tertawa mereka juga ikut tertawa. Walaupun mereka berdua tidak tau apa yang lucu dari kartun itu.

__ADS_1


Setelah 30 menit menonton hal yang membosankan, mereka ingin beranjak dari sofa. "Siapkan keberangkatan untuk pulang ke Indonesia, kita akan pulang hari ini." Mendengar penuturan dari El membuat kedua bawahannya menjadi bersemangat, mereka bisa kembali berkumpul dengan istri yang sedang menunggu mereka di rumah.


Yah, El memutuskan untuk untuk pulang seminggu lebih awal yang telah menyelesaikan seluruh pekerjaannya. Dia sangat merindukan seluruh keluarga nya dan juga Anna, wajah cantik Anna selalu membayangi El kemanapun dia pergi. "Aku akan membuat kejutan untuk semua orang," batin El yang tersenyum jahil.


****


Seorang wanita separuh baya menatap cermin sambil menatap wajahnya yang mulai berkeriput halus, dia hanya melamun dengan perasaan yang tak menentu.


"Ada apa hem?" ucap Nathan yang memeluk Dita dari belakang.


"Aku tidak tau, tapi hatiku berkata jika El ada di sini."


"Aku sangat yakin jika kamu sangat merindukan putra nakalmu itu," terka Nathan.


"Entahlah aku juga tidak yakin," ucap Dita.


"Yasudah, jangan di pikirkan!" seloroh Nathan yang di angguki kepala oleh Dita.


Semua orang tengah bercengkrama menghabiskan waktu di mansion, pintu yang berbunyi membuat Dita melangkah ke sana sambil membukakan pintu. Betapa terkejutnya Dita dan meneteskan air mata bahagianya, saat melihat putra nya pulang ke mansion. Dita memeluk El dengan sangat erat, begitupun sebaliknya.


Nathan menyusul Dita dan melihat El yang memeluk Ibu nya, "dasar anak nakal, kenapa kamu tidak memberitahukan kami jika kamu pulang lebih awal," omel Nathan.


"Maaf Ayah, aku melupakan hal itu karena ingin segera sampai pulang dan memeluk kalian."


"Jangan berdiri saja, ayo masuk. Kebetulan kita akan mengadakan makan malam bersama," ucap Dita yang menarik lengan El. Semua orang kaget melihat El pulang lebih awal, membuat suasana menjadi kisruh.


Apalagi Lea sangat heboh saat melihat kakaknya yang baru pulang dari Swiss, dengan cepat Lea berlari dan melompat ke gendongan El. Semua orang sangat bahagia dengan kejutan kepulangan El.


"Kenapa kak El tidak mengabari ku dulu? dan mana oleh-oleh ku?" ucap Lea dengan manja celingukan karena tidak ada hadiah di tangan sang kakak.

__ADS_1


"Maaf, sepertinya kakak melupakan hadiahnya," goda El yang menatap Lea dengan raut wajah sedihnya.


"Tega sekali kakak berbicara seperti itu? apa kakak melupakan aku?" gumam Lea.


"Tentu saja tidak," sahut El yang menepuk tangannya sebanyak 3 kali, ada begitu banyak hadiah yang di bawakan oleh pelayan untuk semua anggota keluarga. Lea sangat antusias dan melepaskan pelukannya nya berlari menuju semua hadiah itu, dan di ikuti oleh Vivian dan juga Kenzi. Shena hanya diam karena Al melototinya, "kenapa dia melototiku begitu, sayang sekali hadiah itu," gumam Shena di dalam hati.


Kepulangan El di sambut baik oleh keluarganya, dia sengaja tidak mengabarkan kepulangannya kepada Anna. Besok pagi akan menjadi kejutan untuk wanita pujaannya yang telah di persiapkan dengan matang.


Keesokan pagi nya, El membersihkan diri dan berpakaian casual dan memakai wewangian di tubuhnya akan menanbah nilai plus ketampanan, "wah El, kamu ini benar-benar sangat tampan seratus persen sangat akurat," lirih El yang memuji dirinya sendiri.


Dia berjalan dengan elegan dan mengemudikan motornya dengan cepat, tapi dia sangat kebingungan dengan dekorasi yang ada di rumah Anna. "Dekorasi aneh apa ini? apa ada yang meninggal?" terka El yang memarkirkan motor nya melangkahkan kakinya untuk mendekat ke rumah itu.


El melihat dengan jelas wajah pak pitak yang tersenyum ramah, membuatnya kebingungan dan berjalan mendekati sang calon mertua. "Apa ini acara kematian? siapa yang meninggal dunia?" ucapan El membuat Bonar terlonjak kaget dan menoleh ke asal suara.


"Hah, kamu mengejutkan ku saja. Ini bukan acara turut berduka cita, tapi turut bersuka cita," jawab Bonar yang menatap El.


"Apa maksudmu Paman?" tanya El yang mengerutkan keningnya.


"Karena anakku sudah menikah hari ini juga," ucap Bonar. Dunia Ek seakan runtuh dengan ucapan yang terlontar di mulut sang calon mertuanya, waktu seakan berhenti, dan nafas seakan terasa sesak di dada.


"Kenapa Paman menyetujuinya? aku sangat mencintai Anna, kenapa Paman sangat tega kepadaku? aku kesini untuk mengejutkan wanita pujaan hatiku itu, tapi aku lah yang sangat terkejut dengan ini, hiks....nasibku sangat malang," ucap El yang menangis di pelukan Bonar dan mengelap ingusnya di baju sang calon mertua yang gagal.


"Apa yang kamu bicarakan, ini pernikahan...." belum sempat Bonar menjelaskan, El lebih dulu menutup mulut Bonar seraya menangis.


"Jangan di lanjutkan lagi Paman, itu hanya akan membuatku semakin terluka," ucap El yang mengelap air matanya di baju Bonar yang sudah kesal dengan kelakuan El.


"Dasar sialan, kamu mengotori bajuku. Dan apa ini? jangan banyak drama sebelum kamu mengetahuinya hingga selesai. Yang menikah ini adalah kakaknya Anna yang bernama Lolita," ucap Bonar yang meninggikan suaranya menatap El dengan tajam.


Seketika El berhenti menangis dan tersenyum saat melihat Anna yang memakai baju kebaya dan terlihat sangat cantik.

__ADS_1


"Anna?"


"El?"


__ADS_2