
Untuk merayakan perasaan yang sangat bahagia, Bara memutuskan untuk mengajak Nathan dan Daniel menuju sebuah Bar. Mereka merencanakan ini tanpa sepengetahuan dari pasangan mereka, tak lupa juga mereka mengundang Zean untuk meramaikan acara pesta yang akan di selenggarakan. Kebetulan, Zean mengurus perusahaannya yang ada di indonesia dan memerlukan selama beberapa tahun.
Bara mengutak-atik ponsel miliknya untuk menghubungi Naina, "Honey, sepertinya aku harus membatalkan acara kita. Ada panggilan mendadak dari atasanku," ucap Bara yang meyakinkan.
"Kenapa baru mengatakannya sekarang? aku sudah bersiap dan juga berdandan cantik untukmu."
"Mau bagaimana lagi? ini sudah menjadi tugasku."
"Baiklah."
"I love you. "
"love you too."
Bara mematikan telfon, "yes, akhirnya aku bisa berpesta tanpa nya hehe," gumam Bara dengan lirih. Dia berjalan menuju mobil dan mengemudikan menuju sebuah Bar terbesar di kota itu.
****
Daniel yang sedang mengantarkan Nurma pulang menuju kontrakan sederhana, Daniel menatap sang kekasih.
"untuk kali ini aku tidak bisa mampir, karena Nathan memberiku pekerjaan dadakan."
"Semalam ini? jahat sekali pria itu, aku menyesal karena pernah mengaguminya," ketus Nurma yang kesal.
"Hehe....maafkan aku yang selalu memakai namamu Nathan," batin Daniel yang menyunggingkan senyuman.
"Karena dia bos yang seenaknya menyuruhku, itulah nasib bawahan."
"Pergilah, tidak masalah. Hubungi aku jika sudah sampai di apartemen mu."
"Aku pergi dulu," ucap Daniel yang pergi dari tempat itu, serta senyuman di wajahnya yang berhasil membuat alasan.
****
Nathan memeluk tubuh Dita, "Sayang, aku ingin ke kantor. Ada hal yang harus di ambil," ucap Nathan.
"Besok saja, ini sudah sangat malam. Minta saja orang lain mengambilkannya, seperti Daniel misalnya," tolak Dita dengan halus.
__ADS_1
"Dia tidak bisa di andalkan semenjak menjalin hubungan dengan sahabatmu, aku pergi dulu. Ini tidak akan lama, jangan menungguku untuk pulang, tidurlah dulu." Nathan pergi menyusul Bara menuju sebuah Bar.
"Ini sangat mencurigakan, bagaimana jika kita mengikuti Ayah," usul El yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Nathan yang tersenyum smirk dari balik pintu kamarnya.
"Jangan buang waktu, kita harus masuk ke dalam mobil dengan cepat sebelum Ayah," ajak Al yang menatap El dan juga Abian.
Keempat pria dewasa sedang sedang berkumpul dan duduk di salah satu meja yang telah mereka pesan. Suara yang memekakkan telinga serta orang-orang yang berdansa wara-wiri membuat mereka bersemangat, terutama Bara. Dengan minuman alkohol di atas meja sebagai penambah suasana. "Akhirnya kamu kembali lagi kesini?" cibir Nathan yang tersenyum sinis ke arah Zean.
"Mau bagaimana lagi, aku harus mengatasi perusahaanku yang ada di sini."
"Ayolah, di sini kita bersenang-senang dan merayakan pesta lajangku kan? jangan membahas hal pribadi, nikmati suasana di sini," ucap Bara yang menengahi perdebatan kecil itu.
"Bersulang," cetus Daniel yang meyodorkan gelas kecilnya dan di ikuti oleh Nathan, Zean, dan Bara. Seketika mereka meneguk alkohol di dalam gelas itu hingga habis.
"Heh, apa yang kamu katakan kepada Dita? hingga dia memperbolehkannya mu untuk kesini," seloroh Daniel yang sangat penasaran.
"Tentu saja dengan sedikit tipuan dan kebohongan, aku ini sangat pintar dan ahli dalam hal itu," sahut Nathan dengan bangga.
"Tidak buruk," cetus Zean.
"Kami bertiga mempunyai pasangan dan bagaimana dengan mu?"
"Aku akan menunggu Tata menjanda," jawab Zean dengan santai. Nathan yang geram menjitak kepala Zean dengan keras, "Kamu menyumpahi ku mati?"
"Bisa dikatakan begitu."
Nathan memukul wajah tampan Zean dan membuat Zean membalas, dan beberapa detik kemudian mereka semua tertawa.
"Pukulan mu masih sama seperti dulu," ledek Zean.
"Tentu saja," sahut Nathan.
"Ini tidak seru, bagaimana jika kita ikut menari dengan beberapa wanita," usul Daniel.
"Ide yang bagus," celetuk Bara dengan semangat. Sementara Nathan dan Zean lebih memilih duduk di sofa di temani oleh minuman alkohol.
Twins L dan Abian keluar dari persembunyiannya di mobil milik Nathan, mereka tidak ingin masuk ke dalam sana karena di tempat itu sangatlah berisik. Hingga Dita menelfon Al dan menanyakan keberadaan mereka yang tidak ada di kamar.
__ADS_1
"Kalian dimana?"
"Kami ada di mobil Ayah."
"Jangan menganggu pekerjaan Ayah kalian, dia sangat sibuk di kantor."
"Ibu di bohongi oleh Ayah, karena dia tidak ada dikantor. Kami tidak tau nama tempat ini, tapi terdengar suara musik yang sangat keras. Ayah juga bertemu dengan Paman Zean, Paman Daniel, dan juga Papa Bara."
"APA? kirim lokasinya sekarang juga, Ibu akan menjemput kalian."
"Baiklah."
Dita sangat kesal dengan suaminya yang sekarang mulai membohonginya, apalagi dengan dalih pekerjaan. Dan dia juga terkejut melihat lokasi yang di kirim oleh Al kepadanya, "Apa? tidak salah lagi, jika ini adalah sebuah Bar yang terbesar di kota ini. Lebih baik aku menghubungi Nurma dan mengatakannya kepada Naina," gumam Dita yang berjalan dengan tergesa-gesa.
Ketiga wanita itu bersiap-siap untuk menghampiri pasangannya, mereka berpenampilan sangat cantik untuk membalas para pasangan masing-masing. Ide itu berasal dari Naina, yang di setujui oleh Nurma.
Dita menghampiri twins L dan Abian yang sedang menunggu kedatangan mereka di dalam mobil, karena Dita tidak mengijinkan mereka untuk masuk ke dalam.
Saat ketiga wanita itu masuk ke dalam Bar, membuat beberapa pria mengangumi mereka serta mengajaknya untuk berdansa. Naina yang melihat pria tampan itu langsung menyetujuinya, sedangkan Naina dan Dita celingukan mencari pasangannya.
Naina yang keasikan berdansa, membuatnya lupa akan tujuannya untuk datang ke Bar. Tanpa menyadari tatapan tajam yang sedari tadi memperhatikannya, hingga tatapan mereka bertemu.
"Itu Bara, ternyata dia tidak insaf. Ck, dasar playboy," batin Naina tanpa menghiraukan tatapan tajam itu.
"Ternyata dia tidak kapok menjadi player, aku akan menghukum mu," batin Bara yang menyeringai.
Dita melihat Nathan yang sedang berlomba meminum alkohol, membuatnya geram. Sepatu dengan hak rendah berhasil mendarat mengenai kepala Nathan dengan keras, sedangkan Zean tertawa dengan kesialan Nathan yang baru saja Dimulai.
Nathan menoleh dan terkejut melihat tatapan Dita yang siap untuk menelannya hidup-hidup. "Mati aku," batin Nathan sedih.
Nathan dengan cepat menghampiri sang istri sambil membawa sepatu yang baru saja mengenai kepalanya. Membujuk Dita dengan kemampuan yang dia miliki, serta minta maaf.
"Sayang, maafkan aku yang khilaf. Ini kesalahan Bara yang ingin mengadakan pesta lajangnya yang sebentar lagi akan menikah," jujur Nathan yang pasrah.
"Kamu ingin menikmati pestanya, bukan? maka nikmatilah, selama seminggu kamu tidur di luar," cetus Dita yang keluar Dari Bar dan di ikuti Nathan yang memohon.
Twins L dan Abian tertawa dengan nasip para pria dewasa yang sangat malang. "Jadikan itu sebagai membelajaran, jangan pernah berbohong," tutur Abian seraya bertos ria dengan twins L.
__ADS_1