Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 44


__ADS_3

Seorang perempuan tengah mematut dirinya di depan cermin. Sebuah gaun indah berwarna putih melekat di tubuhnya yang ramping. Lehernya yang jenjang, begitu terlihat sempurna hingga membuat kesan seksi dalam dirinya. Kulitnya yang putih semakin terlihat mencolok dengan desain gaun ini. Sungguh penampilannya sangat mengesankan dan begitu luar biasa.


Ditempat lain, seorang pria tampan tengah fokus mengancingkan kancing kemejanya. Penampilannya terlihat begitu gagah dengan jas hitam melekat di tubuhnya yang kekar. Wajahnya yang berbinar tentu menunjukkan jika dirinya begitu bahagia dengan momen kali ini. Sungguh aura pengantin begitu terlihat dalam diri seorang Nathan Wijaya.


Tak lupa pula, kepada twins L yang memakai jas berwarna hitam yang berwarna senada dengan sang ayah. Tampak serasi dan memukau, dengan wajah tampan dan menggemaskan mereka. Berjalan beriringan dengan kedua orang tuanya, senyum yang tak luntur dari wajah Al dan juga El. Mereka sangat bahagia, karena sebentar lagi bisa merasakan kasih sayang seorang ayah kandung.


Banyak orang yang mengagumi pasangan pengantin yang memiliki paras yang cantik dan juga tampan, apalagi dengan adanya twins L yang sangat mirip dengan Nathan menjadi penyempurnanya.


Sesuai keputusan bersama, pernikahan di gelar dengan sederhana, hanya beberapa tamu penting. Tak jauh dari sana, terlihat seorang perempuan cantik dengan pakaian seksi nya menatap Dita dengan penuh kebencian.


Karina meremas gaunnya yang melihat kenyataan di hadapannya, dia sangat berharap jika dialah yang duduk di altar pernikahan. Rasa sakit hati nya, membuat Karina nekat menghampiri Dita dan ingin melabraknya.


Al dan El yang bisa membaca situasi, dengan cepat memahami apa yang akan terjadi, "El, lihatlah wanita yang berjalan ke arah kita, " bisik Al.


"Kamu benar, sepertinya dia ingin membuat ibu di permalukan. Apa kamu tau, apa yang aku pikirkan, " El menatap Al dengan tersenyum menyeringai.


"Sebelum kamu memikirkannya, aku lebih dulu mengetahui hal itu, " sahut Al.


Dengan emosi yang akan meledak, Karina mengambil gelas yang berisi jus dan menghampiri Dita yang sedang bercengkrama dengan tamunya. Sebelum Karina menyiram jus itu, lebih dulu dia terjatuh dan terpeleset. Semua orang menertawainya, jus yang dia bawa juga mengenai tubuhnya.


El memotret kejadian itu menggunakan ponselnya, membuat Karina geram dengan mengepalkan kedua tangannya, "ini pasti ulah kalian, " tuduh Karina yang menunjuk twins L.


"Aku salut dengan kejahilan kalian yang tidak ada duanya, " batin Bara yang melihat seluruh aksi dari anak angkatnya, dia tersenyum yang tak berada jauh dari mereka.


Nathan tak terima jika Karina menuduh kedua anaknya tanpa bukti, membuat Karina kehilangan wajahnya saat ini. Dia yang sangat marah ingin menampar pipi mulus Dita, membuat Nathan terpaksa menahan rasa jijiknya saat mencekal tangan Karina.


"Jangan pernah mengusik keluargaku, atau kau akan kehilangan semua hartamu, karier, dan juga kekayaan yang tidak seberapa itu, " ancaman Nathan membuat Karina menelan saliva dengan susah payah.


Nathan menjentik jarinya, membuat Daniel sebagai sekretaris nya mengetahui langkah apa yang akan dia lakukan, dengan cepat Daniel memberikan sebotol hand sanitizer kepada atasannya dan memerintahkan para bawahan untuk menyeret paksa Karina, serta Daniel menghancurkan perusahaan milik ayah Karina dengan hitungan jam.


Twins L menatap ayahnya dengan membesarkan kedua pupil mata mereka, yang melihat mysophobia Nathan muncul.

__ADS_1


"Ayah sangat berlebihan, " ucap Al dan membuat Nathan mengalihkan pandangannya ke asal suara.


"Mau bagaimana lagi, ayah tidak bisa menyentuh wanita lain, selain ibumu, " sahut Nathan yang menghela nafas dengan kasar.


"Apa itu juga termasuk Omah?" El mengerutkan keningnya yang penasaran.


"Benar, " jawab Nathan yang singkat, padat, dan jelas.


"Sangat bosan di acara orang dewasa, bagaimana jika kita mengisi momo dulu, " usul Al yang melirik El.


"Momo? nama apa itu?" ujar Nathan yang memiringkan kepalanya.


"Itu sebutan perut yang belum terisi! sudahlah, orang dewasa tidak akan mengerti ini, " sahut Al yang menatap Nathan dengan jengah.


"Kalian jangan nakal, ya, " Dita mengelus pucuk kepala twins L dengan sangat lembut.


Al dan El berlarian menuju hidangan tempat kue itu yang di tata dengan sangat rapi, Nathan dan Dita menggelengkan kepala melihat tingkah laku twins L.


"Sabarlah dulu, para tamu masih ingin bersalaman dengan kita. "


"Ck, kapan ini akan selesai, " rengekan Nathan membuat Dita gemas dengan tingkah suaminya yang mirip dengan twins L.


Walaupun mereka belum mengakui perasaan masing-masing, mereka tetap melakukan hubungan suami istri dan juga melakukan kewajiban sebagai pasangan, biarlah cinta mengalir karena terbiasa.


Akhirnya mereka bisa bersantai, setelah menyalami begitu banyak tamu undangan. Menuju kamar pengantin yang sangat romantis, Nathan menggendong tubuh Dita ala bridal style yang menambah kesan keromantisan dua sejoli.


Nathan membaringkan tubuh Dita dengan sangat lembut dan perlahan. Nathan sangat tergoda dengan bibir ranum yang merah merekah milik Dita dan ingin menciumnya.


Suara ketukan pintu membuat suasana romantis menjadi buyar, membuat Nathan frustasi. Padahal, sedikit lagi dia bisa merasakan bibir merah milik istrinya. Dengan perasaan kesal, dia membuka pintu dan terlihat Al dan El yang tersenyum sangat lebar.


"Ada apa? kenapa kalian kesini? " ketus Nathan.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? " sahut Al dengan polos.


"Ini sudah malam, pergilah ke kamar kalian, " ucap Nathan yang kesal.


"Kami tau jika sekarang malam" jawab El. Twins L menerobos masuk kedalam kamar pengantin dan menatap kagum dengan dekorasi yang sangat mewah.


Nathan sangat kesal dengan perilaku kedua anaknya yang tidak sopan, "keluar dari kamar ini, dasar anak kecebong, " ujar Nathan membuat Dita mengelus lengan sang suami.


"Mereka masih anak-anak, " kata Dita dengan lembut.


"Jika kami anak kecebong, berarti ayah adalah ayah kecebong, " protes El yang menatap dengan tajam.


"Pergilah ke kamar kalian. "


"Tidak, kamar ini sangat indah, " tukas Al yang menatap kagum dekorasi kamar kedua orang tuanya.


"Dan kami memutuskan untuk tidur di sini, tanpa penolakan" kekeuh El.


"Jika kalian di sini, bagaimana ayah dan ibu memberikan kalian seorang adik, " ucap Nathan.


Penuturan sang ayah membuat twins L sangat bersemangat dan juga antusias, "kami ingin adik perempuan, " balas mereka dengan kompak.


"Tidurlah di kamar kalian, biarkan ayah yang melakukan tugas ini, " kata Nathan yang membusungkan dada. Dengan patuhnya, twins L keluar kamar.


Nathan sangat senang, hingga dia melanjutkan hal yang tertunda. Di saat Nathan ingin mencium bibir Dita, terdengar ketukan pintu yang sangat berisik. Nathan meremas rambutnya dengan kasar, melihat siapa yang menganggu nya kali ini.


"Kalian masih di sini? "


"Kami ingin adik dan melihat caranya secara langsung, " ucap twins L yang tersenyum lebar.


"Ya.... tuhan, bantu lah aku. "

__ADS_1


__ADS_2