
Di pagi hari yang indah, Dita sengaja memasak untuk suami dan kedua putranya, memasak dengan sangat lihai. Menu kali ini, Dita membuat nasi goreng spesial, dan menatanya dengan sangat rapi. Setelah semua telah selesai, Dita kembali menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Dia tampak cantik dengan pakaian santainya dengan sedikit polesan, menambah kecantikannya. Dita berjalan menghampiri suaminya yang masih terlelap, "ayo bangun, bersihkan dirimu. " Dita menggoyangkan bahu Nathan dengan lembut.
Nathan mengerjapkan mata dan tersenyum, melihat penampilan sang istri yang sangat menyegarkan matanya. Dengan cepat, Nathan memeluk tubuh Dita dengan sangat erat, sembari mencium ceruk tengkuk Dita yang membuatnya candu.
"Hei, apa yang kamu lakukan, lepaskan aku!" Dita memukul pelan bahu Nathan.
"Aroma tubuhmu membuat aku kecanduan, bagaimana jika kita melakukannya sekarang, sayang, " bisik Nathan yang menggoda, Dita tersenyum membuat Nathan merasa senang.
Mereka mulai menatap satu sama lain, dengan wajah yang semakin dekat, suasana kian romantis itu hancur seketika. Ketika twins L yang berhasil membuka pintu kamar yang terkunci, "kalian sedang apa? " tanya El polos yang menatap mereka dengan kebingungan.
"Ya tuhan.... mereka lagi. Apa aku boleh menggantung mereka? " batin Nathan sembari menatap twins L dengan jengkel.
"Apa kalian tidak kasihan dengan Ayah? " Nathan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Untuk apa kami mengasihani mu, Ayah. Kami kesini hanya mengatakan, untuk ikut sarapan bersama, " jawab Al yang di iyakan oleh El.
"Kalian selalu saja datang di waktu yang salah, " gerutu Nathan.
"Kalian pergilah dulu, Ayah dan Ibu akan menyusul. "
"Ya sudah, kami pergi dulu! " sahut twins L yang melangkah pergi.
Nathan menghela nafas dengan kasar, "kapan aku terbebas dari mereka? "
"Bersabarlah, mereka hanya anak-anak" jawab Dita yang mengelus pindak sang suami.
"Jika saja mereka bukan anakku, sudah lama aku menenggelamkan mereka ke dasar laut. Mereka mambuat kesabaranku kian menipis, " ujar Nathan.
"Jangan di pikirkan, sekarang pergilah membersihkan tubuhmu. "
Nathan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Dita dengan sangat lembut, "mulai sekarang, panggil aku dengan sebutan sayang dan juga ciuman pagi. "
"Aku akan mengabulkannya, aku akan menunggu mu di bawah untuk sarapan bersama, " ucap Dita yang tersenyum dari balik pintu.
Di meja makan, mereka makan tanpa obrolan. Tiba saatnya, Nathan menghampiri mereka dan memeluk Dita dengan sangat mesra, membuat twins L cemburu.
__ADS_1
"Singkirkan tangan mu, Ayah, " ketus Al.
"Eh, apa masalahnya. Dia adalah istriku, dan itulah kenyataannya sekarang, " sahut Nathan tak mau kalah. Twins L mendekati sang ibu dan memeluknya dengan posesif.
Dita memijat pelipisnya yang terasa sesikit pusing akibat drama di pagi hari, "kalian duduk dan makanlah dengan tenang, yaa, " bujuknya.
El menunjuk kedua mata Nathan, seakan mengancamnya jika berani mendekati ibu mereka, "aku tidak takut dengan kalian, dasar anak kecebong, " cicit Nathan.
"Jangan memanggil kami dengan sebutan itu, Ayah kecebong, " ketus El yang manatap tajam mata elang milik Nathan.
"Apa kita ini keluarga kecebong, Bu? " Al menatap Dita dengan raut wajah bingung.
Galak tawa Dita hampir saja pecah, "kalian berdua, hentikan perdebatan ini. Ini meja makan, jadi gunakan adab dengan baik, " ujar Dita.
"Sayang, suapi aku! " pinta Nathan dengan manja.
"Tidak boleh, suapi Al saja, " cela Al.
"El saja, Bu, " ujar El tak mau kalah.
"Eh, kenapa kalian tiba-tiba menjadi manja? " Dita menyergitkan kening.
Akhirnya, Dita menyuapi ketiga pria itu dengan sangat lihainya. Di sela-sela menyuapi, mereka berebutan dan juga berdebat, Dita sangat pusing dengan tingkah mereka.
"Jika kalian berdebat, aku akan berhenti menyuapi kalian, " tegas Dita menatap mereka satu persatu. Mendengar penuturan Dita membuat mereka senyap dan diam.
****
Di sisi lain, wanita paruh baya sedang membuat rencana untuk menyingkirkan Dita dari kehidupan putra dan juga kedua cucunya. Dia tidak ingin mempunyai menantu yang tidak berpendidikan seperti Dita. Dia adalah Novi, dia merencanakan hal itu dengan karina.
"Kamu harus bisa membuat anakku membenci Dita, " tegas nya.
"Tenang saja tante, tidak ada yang bisa menolak pesonaku, " balas Karina dengan senyum percaya diri.
"Bagus."
"Tapi mengapa tante tidak menyetujui mereka, bukankah Dita itu desainer pemilik L boutique yang terkenal itu? " ujar Karina yang penasaran.
__ADS_1
"Dia sempurna, tapi aku ingin menantu yang mempunyai pendidikan yang sangat tinggi dengan lulusan terbaik seperti mu, " puji Novi.
"Tante bisa saja memujiku, " senyum Karina.
"Ingat! jalankan tugasmu dengan sangat baik, jangan sampai ada yang mengetahui ini, " bisik Novi.
"Siap tante. "
"Dapat, " batin seseorang yang merekam percakapan mereka yang sedari tadi berada di balik pintu. Dia mengirimkan rekaman itu kepada Nathan. Dengan cepat, Nathan memutar rekaman itu, dan sangat terkejut dengan rencana sang Mama yang terbilang nekat. Dia mengepalkan kedua tangan nya dengan rahang yang mengeras sembari menghubungi seseorang lewat ponselnya.
"Hallo"
"Lakukan dengan benar, dan hancurkan wanita itu, " titah Nathan dan memutuskan telpon secara sepihak.
Perintah itu segera di lakukan oleh Daniel yang tak sengaja mendengarkan obrolan itu, dia berjalan dan menghubungi seseorang lewat telfon, untuk menyebar berita tentang Karina, dan Daniel memasukkan keluarga Karina dalam buku hitam.
Kabar itu menyebar setelah menunggu 30 menit, menyebar dengan sangat cepat dan menjadi trendy topik. Novi yang bosan membaca majah, mengalihkan perhatiannya menatap layar besar di hadapannya.
Novi sangat terkejut, melihat berita tentang Karina yang selalu tidur dengan beberapa pengusaha terkenal dan ternama. Dia membekap mulutnya, seakan tidak percaya dengan kejadian yang baru saja dia lihat. Nada dering ponsel membuat Novi mengangkatnya.
"Hallo."
"Apa mama masih ingin menjodohkanku dengan wanita itu? "
"Ma.... Mama tidak tau jika sifatnya seperti itu. "
"Aku kecewa dengan Mama yang mempunyai rencana picik itu. "
"Nathan, maafkan Mama yang khilaf. "
"Terserah, aku sangat kecewa dengan Mama. "
Belum sempat Novi menjelaskan untuk membela dirinya, Nathan lebih dulu memutuskan telponnya dengan sepihak.
Novi sangat menyesal dengan tindakannya yang lebih percaya dengan Karina daripada Dita, sang menantunya. Dia merasa terpukul, saat mendengar penuturan Nathan yang kecewa dengan dirinya, "apa yang harus aku lakukan, karena keegoisan ku membuat aku menjauh dari anakku. Nathan maaf kan Mama, sayang, " gumam Novi yang menatap Nanar.
Nathan mencengkram gelas hingga gelas itu sedikit retak, rencana dari Novi membuatnya sangat kecewa dan terluka. Bisa-bisanya Novi menjebak nya untuk tidur dengan Wanita yang bernama Karina.
__ADS_1
"Kenapa Mama ingin menjebakku? aku sangat percaya dengannya, apa yang aku dapatkan dengan ini. Malang sekali nasibku, " batin Nathan yang menatap nanar ke arah Dita dan Twins L yang sudah terlelap.