Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir

Anak Genius: Jadilah Ayahku, Tuan Presdir
Bab 66


__ADS_3

Nathan berhasil membawa Dita dengan selamat, mereka bergegas pergi dari sana menuju mansion Wijaya. Wijaya, Naina, dan Novi menyambut kepulangan mereka dengan suka cita. Novi memeluk tubuh Dita yang duduk di atas kursi roda, "maafkan semua kesalahan Mama ya Sayang. Karrna Mama membuatmu berada di kursi roda, " ucap Novi dengan tulus.


Dita mengelus punggung tangan mertuanya dengan sangat lembut, "tidak apa-apa, Ma. Kita lupakan kejadian lalu dan membuka lembaran baru."


"Kamu sangat baik sekali, Mama sangat malu dengan perbuatan yang pernah Mama lakukan. "


"Aku sudah melupakannya, " ucap Dita dengan tersenyum, semua orang yang melihatnya menjadi terharu.


"Mama sudah memasak untuk kalian, ayo kita makan bersama dulu, " ajak Novi yang mendorong kursi roda milik Dita.


"Sangat cocok sekali, kebetulan perut kecil El belum terisi apa pun sejak 2 jam yang lalu," ucap El yang memperlihatkan perut datarnya membuat semua orang tertawa.


Selesai makan, mereka mengobrol di ruang keluarga, bersenda gurau dan juga membahas bisnis. Bara yang tidak tertarik, lebih memilih duduk di samping Naina yang sibuk dengan ponselnya. Naina sangat geram dengan Bara yang telah mengambil ponsel itu dari tangannya, "hei, itu ponselku," ketus Naina.


"Sayang, temui aku di cafe tempat pertama kali kita jadian." Bara membaca isi pesan itu dengan santai, Naina sangat marah dengan privasinya yang di ketahui oleh orang lain terutama Bara.


"Jangan membaca pesanku, dasar tidak sopan." Naina mengejar Bara demi mendapatkan ponselnya kembali, sebelum Bara mengetahui seluruh rahasianya. Mereka berlarian layaknya anak kecil yang berebutan mainan, twins L yang melihatnya menggelengkan kepala.


"Apa kamu ingin berlarian seperti itu?" ucap El yang menatap Bara dan Naina dengan sangat antusias.


"Tidak," tolak Al membuat El menghela nafas dengan kasar.


"Jika tidak mau, tidak masalah. Lebih baik aku juga mengejar mereka, sepertinya sangat seru," tutur El yang ikut mengejar Bara.

__ADS_1


****


Zean semakin membenci Nathan yang merebut calon istrinya, kembali meluapkan kekesalannya dengan menembak. Walau pikirannya sedang memikirkan kejadian itu, tetap saja bidikannya tidak pernah meleset.


Dan di sisi lain, seorang pria dengan kemeja navi itu berjalan menuju balkon, sambil meminum teh dengan sangat elegan. Wajah yang terus saja tersenyum, saat mengingat Masalah antara Nathan dan Zean semakin memanas, hingga seseorang bertepuk tangan dengan konflik yang berhasil dia ciptakan. "Akhirnya mereka benar-benar menjadi musuh, hanya karena menyukai 1 orang wanita yang sama, sayang sekali. Tapi itu sangat bagus untukku, menghancurkan kedua pria berkuasa itu dan merebut aliansi milik mereka, " batin pria itu dengan senyum menyeringai.


"Lebih baik aku tertindak cepat dan membunuh mereka berdua, dengan memanfaatkan kelemahan kedua pria bodoh itu, " gumam pria itu yang mengeluarkan foto dari saku jasnya. Tatapannya seketika menghangat melihat foto itu dengan senyuman tipis di wajahnya.


****


Naina sangat kesal dengan Bara yang selalu saja mencampuri urusannya, mengikuti kemana pun dia pergi dan mengaku sebagai calon tunangannya. Dia memajang foto Bara sebagai penyemangat untuk aksi membalas dendam, mencoret foto Bara dengan Sedekemian rupa.


"Jangan merasa senang dulu BARA, aku adalah NAINA WIJAYA yang tidak akan pernah diam dan memaafkan masalah ini, tunggu dan lihat bagaimana aku membalasnya nanti," gumam Naina yang mencoret foto Bara.


"Aku akui, malam ini kamu terlihat sangat cantik. Membuat aku terpesona dengan mu," puji Bara yang duduk di hadapan wanita cantik itu.


"Jangan memujiku," sahut wanita itu dengan tersenyum. Bara tak melewatkan kesempatan dan memegang tangan wanita itu serta mengecupnya dengan sangat romantis. Membuat seseorang yang mengawasinya menjadi jijik, "ternyata dia seorang player juga, sama sepertiku. Ini sangat menyenangkan," seru wanita yang mengawasi Bara sedari tadi, yang tak lain adalah Naina. Dia Menjalankan aksinya dengan menghampiri Bara, semua sudah di persiapkan dengan sangat baik.


Bara yang tak tahan ingin mencium teman kencannya terganggu dengan suara orang lain, "apa yang telah kamu perbuat?" ucap Naina, membuat teman kencan Bara mengerutkan kening.


"Siapa kamu? merusak suasana romantis ini," keluh wanita itu. Bara mendongakkan kepala dan melihat Naina dan menautkan alis nya.


"Kenapa kamu di sini?" ujar Bara.

__ADS_1


"Pergilah dari sini, jangan menganggu keromantisan dengan merusak suasana," ketus wanita itu yang bernama Julia.


"Dia adalah suamiku, jika tidak percaya lihatlah ini, " ucap Naina yang sangat sedih menunjuk perutnya yang membesar.


"Apa maksudmu? Sayang, jelaskan ini!" ujar Julia yang menunjuk Naina.


"Dia berbohong, aku belum menikah. Naina, katakan yang sebenarnya," ketus Bara yang tampak frustasi.


"Mengatakan apa? apa kamu tidak mengakui ini? aku bersusah payah mengandung anak mu, tapi kamu sedang berkencan dengan wanita lain,? " jawab Naina di sela-sela tangisannya.


"Julia, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Gadis gila ini berbohong kepadamu," jelas Bara. Naina terus saja berakting menjadi istri yang tertindas dan di selingkuhi oleh suaminya sendiri. Akting yang sangat sempurna membuat Julia mempercayai semuanya yang ada di hadapannya.


"Mulai sekarang jangan temui aku lagi, dasar playboy. Kembalilah dengan istrimu," cetus Julia yang menampar pipi Bara. Tak sampai di situ, Julia yang melirik air bekas pel lantai yang tak jauh darinya, mengambil dan menyiram tubuh Bara hingga basah kuyup.


Bara menatap punggung Julia yang semakin menjauh, dan menatap Naina dengan sangat tajam. "Berani sekali kamu mengacaukan kencan ku, dasar gadis gila."


"Kenapa? itu lah akibatnya yang berani bermain-main dengan ku. Heh, bagaimana rasanya?" ucap Naina dengan sinis. Di Cafe itu, mereka menjadi tontonan semua orang. Tapi sayangnya, kedua orang yang berlawan jenis yang menjadi sorotan itu tidak menghiraukan tatapan dari pengunjung Cafe.


"Aku akan buat perhitungan dengan mu."


"Lakukan saja, aku tidak takut dengan siapa pun." Naina menjulurkan lidahnya untuk mengejek Bara. Karena merasa geram, Bara mengejar Naina. Tapi sayang, lantai yang licin membuat mereka terpeleset dan terjatuh bersamaan dengan Bara yang berada di atas tubuh Naina. Mereka saling menatap hanya sepersekian detik, hingga Naina menyadari ada suatu hal yang mengganjal. Dia berteriak di kala merasakan benda keras yang di duga benda sakti milik Bara. "Aaa.... jauhkan itu dariku," pekik Naina yang mendorong tubuh Bara.


Bara terkejut dan sedikit malu dengan reaksi yang tidak dia inginkan, "ini sangat memalukan sekali, kenapa juniorku bereaksi dengan keadaan seperti ini. Bagaimana ini? aku harus mencari toilet," batin Bara yang berlari menuju toilet.

__ADS_1


"Dasar pria mesum," pekik Naina.


__ADS_2